
Buru-buru Reza masuk ke dalam kamar dan mendekat ke arah Olivia.
Sebelum dia mengangkat tubuh Olivia, terlebih dahulu Reza melambaikan tangan ke depan wajah Jack.
"Aman," ucapnya tanpa mengeluarkan suara, hanya dengan gerakan mulut saja.
Meilin mengangguk kemudian memberikan kode pada Reza dengan gerakan tangannya agar pria itu cepat membawa Olivia keluar.
Tanpa banyak bicara lagi Reza langsung menggendong tubuh Olivia dan membawa ke kamarnya sendiri sedangkan Meilin langsung menutup pintu dan mengunci dari dalam saat Reza sudah keluar.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Meilin duduk di samping ranjang sambil memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya sebab Jack tidak seperti yang diharapkan. Bahkan, yang tadinya gelisah sekarang malah tidur dengan tenang.
"Tuan!" panggil Meilin dengan suara yang terdengar begitu seksi, tepat di telinga Jack. Namun, tidak ada reaksi dari pria itu.
"Bentar, bentar! Orang suruhan kami memasukkan obat perangsang apa obat tidur sih?" Meilin bingung sendiri. Bukankah kata orang-orang yang ditugaskan mengawasi Jack, pria itu sudah terlihat gelisah dan menandakan obat tersebut mulai bereaksi. Namun, mengapa sekarang malah terlihat baik-baik saja?
"Tuan!" Meilin meraba-raba perut Jack hingga pria itu menggeliat karena geli. Namun, tetap memejamkan mata.
"Tuan!" Meilin terus saja memberikan sentuhan-sentuhan karena Jack tidak bangun juga, bahkan wanita itu berani menyentuh sesuatu yang berada di pangkal pahanya.
Merasa tidak nyaman dan risih dengan keadaannya karena Meilin menyentuh sembarangan di tubuhnya, Jack langsung membuka mata, bangun dari tidur pura-puranya dan menangkap tangan Meilin.
"Apa yang kau lakukan?!" bentak Jack dengan tatapan tajam seolah menghunus ke dalam hati Meilin.
"Tuan tenanglah, aku ke sini hanya ingin membantu melepaskan rasa yang menyiksa Tuan saat ini."
"Apa maksudmu?!" Masih dengan suara yang kasar.
"Saya tahu Tuan butuh seorang wanita untuk memuaskan hasrat Tuan sementara Olivia saat ini sedang bersenang-senang dengan mantan suaminya," ucap Meilin sambil mengusap dada bidang Jack berharap Jack akan merespon sentuhannya. Dia yakin obat yang diberikannya pada Jack masih belum bereaksi seutuhnya karena butuh waktu.
"Sepertinya harus dipancing dulu," pikir Meilin.
"Darimana kamu tahu kalau aku membutuhkan semua itu?"
"Dari gelagat Tuan, tenanglah ini akan menjadi rahasia kita berdua," ucap Meilin dengan senyum simpulnya.
Jack terbelalak. Dia tidak menyangka Meilin ternyata semurahan ini.
Namun, dia akhirnya paham bahwa Meilin berani melakukan hal ini untuk menghancurkan Olivia. Perasaan bencinya yang terlalu dalam pada Olivia membuat wanita itu akan melakukan apapun meskipun merendahkan harga dirinya sendiri.
Sementara di kamar yang lainnya Reza menidurkan Olivia di atas ranjang. Awalnya Olivia masih pura-pura tertidur saat Reza memandang dirinya di samping ranjang.
__ADS_1
"Apa yang akan dia lakukan padaku? Bagaimana kalau Frans tidak menepati janjinya akan menyelamatkanku di saat yang tepat?" Olivia bicara dalam hati.
Olivia merasa khawatir, takut-takut rencana yang Frans buat malah akan menghancurkan rumah tangganya.
"Bagaimana kalau Frans malah bersekongkol dengan Reza? Apa yang Meilin lakukan di sana pada Mas Jack?" Pikiran buruk menguasai kepala Olivia apalagi saat ia melirik Reza membuka baju atasnya.
"Apa yang ingin kamu lakukan Mas?" tanya Olivia langsung membuka mata.
"Wah ternyata kau hanya pura-pura tidur kupikir tertidur beneran karena obat tidur yang kami berikan. Tadinya aku hanya ingin berfoto denganmu. Berpura-pura tengah tidur mesra denganmu, tapi melihatmu sadar sebaiknya kita tidak perlu berakting dan kita akan bersenang-senang malam ini tanpa ada gangguan dari suamimu." Reza terlihat antusias.
"Kurang ajar kamu Mas, jadi kamu berniat memberikanku obat tidur?" kesal Olivia.
"Hahaha, kenapa Olivia? Bukankah itu bagus? Eh tapi sebenarnya tidak perlu karena kamu suka bersamaku, bukan? Buktinya tadi kau tetap tidur nyenyak saat aku gendong. Itu artinya kamu nyaman bersamaku, bukan?" Reza tertawa menyeringai.
"Gila kamu Mas. Aku jijik dekat-dekat denganmu. Pergi sana! Mas Jack pasti akan menghukummu kalau tahu kau ingin berbuat kurang ajar padaku!" kecam Olivia.
"Hahaha, dia mana mungkin akan memikirkan dirimu, sementara dia sendiri sekarang sedang bersenang-senang di kamarnya dengan Meilin. Mereka sedang berhubungan layaknya suami istri."
Olivia menggeleng. "Itu tidak mungkin, Mas Jack adalah suami yang setia." Olivia merosot dari ranjang dan hendak pergi dari kamar tersebut. Namun, tangannya ditarik kuat oleh Reza hingga tidak bisa berkutik lagi.
"Mas lepas, aku harus pergi!"
Olivia hendak memberontak tapi tiba-tiba tubuhnya bereaksi lain. Olivia mulai menggeliatkan tubuhnya dan mengeluarkan keringat banyak.
"Kenapa tubuhku panas?" gumam Olivia membuat Reza terlihat begitu senang. Jika dia tidak dapat memiliki kembali Olivia dengan cara yang benar maka dengan cara licik pun akan dilakukan. Mungkin setelah mengetahui bahwa Olivia tidur dengannya maka Jack akan melepaskan wanita itu.
Frans yang mengawasi lewat cctv terlihat panik. Dia langsung menghubungi orang yang ditugaskan menjaga kamar Jack dan Reza dari luar.
"Sepertinya Reza mengubah strategi, obat perangsang yang sebenarnya diberikan kepada Nyonya Olivia. Jadi yang diberikan kepada Tuan Jack mungkin obat jenis lainnya."
"Apa yang harus kami lakukan Tuan?"
"Kau beritahu Tuan Jack dan kau selamatkan Nyonya Olivia sebelum terjadi hal buruk padanya! Kunci serep sudah ada di tangan kalian, kan?"
"Siap Tuan."
"Tuan Jack." Seseorang mengetuk pintu sebelum akhirnya membuka pintu sendiri.
Jack langsung mendorong tubuh Meilin hingga terjungkal ke belakang.
"Sial! Benar-benar pria batu, nggak mempan dengan rayuan," umpat Meilin.
__ADS_1
"Kasar lagi, untung kaya," tambahnya.
"Ada apa?" tanya Jack saat membuka pintu.
"Tuan ... Nyonya Olivia dan Reza sedang ...."
"Apa yang dilakukan Reza pada istriku?" Jack langsung keluar dari kamar tersebut dan berlari menuju kamar Reza.
"Mampus kau Olivia, aku memang tidak berhasil merayu suamimu, tapi aku bahagia karena sebentar lagi kau akan diceraikan oleh Tuan Jack," gumam Meilin sambil tersenyum senang.
Lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Tak lupa dia menyenggol anak buah Jack dengan kasar karena teramat kesal.
"Dasar perempuan aneh, gila!" Anak buah Jack memandang ke arah Meilin dengan ekspresi kesal.
"Apa yang akan kau lakukan pada istriku!" bentak Jack saat dirinya sudah berada di dalam kamar Reza.
"Dia ingin memperkosa Nyonya Olivia Tuan," ujar seorang anak buahnya.
"Iya Tuan, untung kami datang tepat waktu. Hampir saja Reza mencium Nyonya," imbuh yang lainnya.
"Aku ingin memperkosa dia? Kau lihat sendiri Tuan Jack, tatapannya menginginkan semua ini," ujar Reza sambil menunjuk ke arah Olivia yang tatapannya terlihat sayu.
Olivia terlihat meringis sambil mengigit bibir bawahnya. Dia sekuat mungkin menahan gejolak dalam tubuhnya. Entah rasa apa itu, baru kali ini Olivia merasakannya.
Bugh.
Bugh
Bugh
Tanpa banyak bicara lagi Jack langsung memukul Reza secara membabi buta.
"Tuan, bawalah Nyonya Olivia ke kamar Tuan, biar kami semua yang mengurusi Reza ini," ujar Frans karena melihat Olivia seperti tersiksa.
"Baik dan kalian beri dia pelajaran sehingga tidak berani lagi mengganggu istriku," ucap Jack sambil berjalan ke arah Olivia.
"Mas aku ini kenapa ya?" tanya Olivia bingung.
"Kita bicarakan di kamar," ucap Jack lalu mengendong tubuh sang istri.
Bersambung.
__ADS_1