
"Kau mencari kontrakan?" tanya Jack William tidak percaya saat mendengar Olivia bertanya masalah harga kontrakan itu berapa perbulannya.
"Tu–an? Mengapa Tuan Jack berada di sini?" tanya Olivia gugup.
"Saya kebetulan lewat di sini dan melihatmu masuk ke dalam gang, jadi karena Elves menginginkanku mengajakmu untuk ikut berjalan-jalan bersama kami, saya susul kamu kemari."
Olivia hanya mengangguk saja mendengar penjelasan dari Jack William.
"Kau belum menjawab pertanyaanku. Mengapa mencari rumah kontrakan?"
"Sa–saya ...."
"Ada masalah dengan Reza?"
Olivia tidak menjawab.
"Ceritakanlah!"
"Tidak Tuan saya hanya mencarikan rumah kontrakan untuk teman."
"Jangan pernah menutupi sesuatu padaku karena kalau itu terjadi aku akan mencari tahu sendiri."
"Iya Tuan. Tuan benar saya mencari kontrakan sebab sudah di usir oleh Reza." Olivia menunduk dia merasa begitu malu pada Jack William.
"Kalau begitu tinggal di rumah saja mengapa harus mencari rumah kontrakan?"
"Tapi Tuan?"
"Sudahlah ayo ikut aku!" Tanpa memberikan jeda bagi Oliva untuk menjawab, Jack William langsung menarik tangan Olivia keluar dari gang.
"Tuan?"
"Maaf Bu teman kami tidak jadi mengontrak!" seru Jack William dan pemilik rumah itu hanya menjawab dengan anggukan kemudian masuk lagi ke dalam rumah.
Sementara Olivia terlihat kaget. "Teman?" Matanya terbelalak tidak percaya.
"Ya kau bisa menganggap diriku sebagai teman, jadi jangan pernah sungkan-sungkan untuk curhat padaku jika ada masalah," ujar Jack William begitu enteng.
Olivia mengangguk, tapi dalam hatinya dia berkata tidak mungkin bisa menceritakan semua masalahnya pada majikannya itu. Baginya masalah keluarga adalah aib yang tidak perlu di umbar kepada siapapun.
"Mommy?" Elves sumringah melihat sang Daddy kembali dengan menggandeng tangan Olivia.
"Tuan!" Olivia memandang tangannya yang masih digenggam oleh Jack.
"Sorry," ujar Jack sambil melepaskan pegangan tangannya.
Olivia hanya menjawab dengan anggukan.
"Masuklah dan temani Elves jalan-jalan!"
Sekali lagi Olivia mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Olivia menghela nafas sebelum akhirnya duduk dan menyadarkan diri pada sofa mobil.
"Kita kemana sekarang?" tanya Jack setelah menyetir mobilnya kembali.
"Ke tempat permainan Dad," jawab Elves.
__ADS_1
"Mau main lagi?"
Elves mengangguk.
"Apa tidak bosan? Sudah hampir setengah hari kita main-main."
"Nggak, kan suasana beda. Kan ada mommy sekarang."
"Baiklah, baiklah. Kita ke tempat wisata aja sekarang. Ada rekomendasi Oliv?" tanya Jack sambil menatap Olivia melalui kaca spion.
"Saya tidak tahu perihal tempat wisata Tuan."
Jack William mengernyit.
"Sejak kecil saya tidak pernah pergi rekreasi," jawab Olivia lalu tertunduk malu. Pasti Jack akan menganggap hidupnya miris sekali. Namun, itulah kenyataannya. Kedua orang tuanya tidak pernah mengajaknya kemana-mana dan ketika ada acara rekreasi sekolah dia selalu absen karena terhalang keadaan yang serba kekurangan.
"Tidak masalah berarti ini akan menjaga pengalaman pertama untukmu," ujar Jack William dengan senyum yang mengembang.
"Ada tidak yang ingin kamu naiki di tempat rekreasi? Maksudku keinginan saat sudah ke tempat rekreasi ingin ngapain? Ingin naik wahana apa?"
"Kalau saya lihat-lihat di televisi ataupun postingan teman, saya sebenarnya ingin naik kursi tebing sama balon udara."
"Oke kita cari tempat wisata yang ada wahana itunya," ujar Jack William lalu memutar kemudi dan mengambil arah yang berlawanan dari arah mobil bergerak tadi.
Satu jam melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai juga ke destinasi wisata yang sudah dipilihkan oleh Jack William untuk Olivia.
Setelah membayar karcis dan menemani Elves bermain-main kini Jack mengajak Olivia ke tempat wahana kursi tebing.
"Aku juga ingin naik daddy," rengek Elves.
"Tidak boleh, kalau jatuh bagaimana?" protes Milanie. Wanita itu takut ketinggian, jadi sudah berpikir macam-macam sebelum naik wahana itu.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Jack William sebab takut hal itu bisa membuat Olivia sendiri tidak puas.
"Tidak apa-apa yang penting keseruannya, saya juga tidak begitu suka ketinggian, tapi penasaran saja begitu."
"Baiklah." Akhirnya Jack William menemui petugas di sana dan menyampaikan keinginannya.
"Mommy mau ikut?" tanya Jack kepada ibunya.
Wanita itu menjawab dengan lambaian tangan pertanda tidak mau.
"Tuan tidak ikut?" tanya Olivia saat dirinya dan Elves sudah duduk dan dipasangkan sabuk pengaman.
"Tidak, kurang tinggi, kurang menantang."
"Kalau begitu Tuan bisa naik yang di sana!" tunjuk Olivia pada kursi tebing dengan medan yang lebih tinggi dari yang ia tumpangi.
"Tidak usah, saya mau menemani mommy saja."
Olivia mengangguk dan Elves langsung melambaikan tangan saat kursinya sudah mulai bergerak naik.
"Dada Daddy!" serunya sambil tersenyum manis.
Jack William pun ikut tersenyum melihat putranya sumringah. Pria itu langsung mengambil ponsel dan memvideokan Elves dan Olivia dari bawah.
__ADS_1
Selesai naik kursi tebing kini mereka beralih naik balon udara.
"Nyonya beneran tidak mau ikut?"
"Tidak Olivia kamu temanilah Elves. Jarang-jarang saya melihat Elves tertawa lepas seperti saat di atas kursi tebing tadi."
Olivia mengangguk lalu bernafas lega. Dia sempat berpikir tadi bahwa Melanie akan memarahi dirinya sebab atas permintaan Olivia Elves jadi ingin menaiki permainan yang menurut Melanie itu berbahaya sebab bisa saja hal buruk terjadi di ketinggian itu.
"Daddy ikut?" tanya Elves saat melihat Jack William ikut naik.
"Iya dong memang hanya Elves saja yang mau melihat pemandangan dari ketinggian daddy juga lah."
Elves tersenyum sambil mengangguk. Jack William langsung masuk dan balon udara pun diterbangkan.
Di udara, Olivia melihat pemandangan dengan takjub bahkan sekali-kali dia mengambil foto dari atas.
"Fotoin kita dong mommy!" pinta Elves sambil mendekap tubuh sang daddy.
Olivia mengangguk dan langsung mengambil gambar keduanya.
"Mommy juga ikut dong!" pinta Elves lagi.
Olivia menatap ke arah Jack William dan pria itu mengangguk.
Akhirnya mereka pun berfoto bertiga.
"Kita seperti keluarga kecil ya Daddy?"
Sontak Jack dan Olivia saling pandang dan keduanya tersenyum bersamaan.
Turun ke bawah mereka memutuskan untuk keluar dari tempat wisata.
"Kita langsung pulang atau kemana lagi?" tanya Jack saat mereka berempat sudah berada di dalam mobil.
"Ke salon dulu, mommy ingin potong rambut sekaligus perawatan."
Jack William menggeleng tak percaya, meskipun sudah tua Melanie tetap saja tidak pernah lupa untuk menjaga penampilan. Mommy-nya itu selalu saja berpenampilan sempurna karena memang adalah seorang yang perfeksionis.
Sampai di salon sambil menunggu Melanie, Jack menyuruh Olivia untuk potong rambut.
"Oliv, boleh saya meminta sesuatu?"
"Apa Tuan?"
"Kalau boleh saya ingin kamu juga memotong rambut agar terlihat lebih fresh jadi saat mengurus Elves nanti kamu tidak akan repot lagi dengan rambutmu yang begitu panjang itu."
Olivia terlihat ragu.
"Tapi kalau kamu memang suka rambut panjang ya, tidak apa-apa sih tidak usah dipotong saja."
"Boleh kok Tuan, saya suka dengan rambut model apapun. Rambut panjang maupun pendek bagi saya sama-sama bagus."
"Baiklah."
Jack William lalu memanggil karyawan salon dan memerintahkan agar merubah penampilan Olivia.
__ADS_1
"Buat dia menjadi lebih cantik!"
Bersambung.