Pengantin Yang Ternoda

Pengantin Yang Ternoda
Bab 40. Kunjungan Mertua


__ADS_3

"Hei minta pangsitnya!" seru Jack sambil melambaikan tangan ke arah Meilin.


Meilin yang sedang fokus membuat pesanan karyawan akhirnya berhenti dan menghela nafas.


"Sebentar ya!" Meilin pun mengambil piring dan mengisinya dengan pangsit. Setelahnya dengan malas dia berjalan ke arah Jack. Dia merasa seperti Jack memang sengaja ingin mengerjainya.


"Ini Tuan selamat menikmati," ujar Meilin berbasa-basi lalu kembali ke tempatnya.


"Sudah?" tanya Jack melihat mie ayam di dalam mangkok Olivia dan Elves sudah tandas.


Olivia dan Elves kompak mengangguk.


"Ayo aku antar kalian ke mobil."


"Oke Daddy." Elves terlihat sumringah. Jack langsung menggendong tubuh putranya diikuti Olivia di belakangnya.


Setelah mengantarkan keduanya ke mobil Jack William kembali sebab sebentar lagi rapat penting perusahaan akan segera dimulai sedangkan Olivia seharian menemani Elves berbelanja pakaian sekaligus jalan-jalan. Rupanya Elves tidak pernah bosan untuk berkeliling-keliling padahal kemarin dirinya sudah berjalan-jalan dengan keluarganya.


Sore hari barulah Olivia kembali ke rumah bersama Elves. saat dia turun dari mobil, ponselnya terdengar berbunyi. Olivia segera memeriksanya. Ternyata telepon dari Reza.


"Ngapain dia meneleponku?" Dia memasukkan ponselnya kembali dalam tas. Olivia kesal karena mendengar pembicaraan Reza dengan Meilin tadi siang. Dia sama sekali tidak berminat lagi untuk berbicara dengan Reza.


"Kenapa nggak diangkat Mommy?" tanya Elves heran.


"Tidak penting Sayang, buang-buang waktu saja."


Meskipun tidak mengerti Elves tetap mengangguk. Dia tidak ingin bertanya lagi sebab melihat wajah Olivia terlihat kesal. Elves takut jika bertanya lagi akan membuat Olivia marah seperti baby sister yang sebelumnya.


Ponsel Olivia terus berbunyi hingga sedikit menganggu pendengaran Olivia. Wanita itu langsung mematikan ponselnya tanpa memeriksa dulu siapa yang menelepon.

__ADS_1


"Kenapa handphone-mu tidak aktif?" tanya Jack sambil berdiri di depan pintu.


"Ah Tuan menelpon? Kapan? Ada apa?"


"Baru saja, hanya ingin menanyakan kalian sudah sampai dimana."


"Maaf Tuan, handphone tadi saya matikan sebab tidak tahu kalau Tuan akan menelpon saya langsung. Saya hanya tidak ingin–"


"Lupakan, ayo masuk!" potong Jack akan penjelasan Olivia dan wanita itupun langsung membawa Elves ke dalam kamarnya.


Olivia langsung membawa Elves ke dalam kamar mandi dan membantu anak itu membersihkan diri.


Setelahnya dia pergi ke kamarnya sendiri dan giliran dirinya kini yang mandi.


Setelah memakai baju dan mengulas make up tipis-tipis, Olivia naik ke atas ranjang. Merogoh ponsel dalam tas lalu mengaktifkan kembali. Ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari Reza.


"Tumben Mas Reza menelpon, bisanya dia lupa kalau sudah punya istri. Apa mau mengabarkanku akan rencana perceraian yang akan dia lakukan?" Olivia menguatkan hati lalu menerima telepon dari Reza sebab pria itu menelpon lagi.


"Oliv kamu pulang dulu sekarang ya?" Suara Reza malah terdengar panik.


"Ada apa sih? Tumben menyuruhku pulang? Lupa kalau sudah mengusirku?" ketus Olivia.


"Sorry, tapi kumohon pulanglah malam ini saja."


"Saya tidak akan pulang kalau Mas Reza tidak mengatakan alasan yang jelas. Kalau memang mau menceraikan seperti yang Mas Reza janjikan pada Meilin tadi siang, cukup kirimkan saja surat cerainya melalui Tuan Jack ataupun sopirnya. Saya pasti akan menandatanganinya, walaupun nanti harus ada sidang saya akan tetap hadir agar prosesnya cepat selesai."


"Sepertinya kau senang ya kalau aku mau menceraikanmu atau jangan-jangan ... kamu mengharapkan Tuhan Jack untuk menjadi suamimu? Hahaha ... mimpimu ketinggian Olivia. Kau tidak pantas bersanding dengan Tuan Jack dan dia tidak akan pernah mau menikahi wanita kampungan seperti dirimu."


Mendengar penghinaan dari mulut Reza, Olivia langsung memutuskan sambungan teleponnya kembali.

__ADS_1


"Dia pikir saya tidak tahu diri seperti dirinya." Olivia bersandar pada ranjang lalu menghembuskan nafas berat.


"Andai saja saya punya uang banyak, saya akan membawa nenek untuk tinggal bersamaku dan saya-lah yang akan menuntut cerai darimu Mas. Sayang nenek masih berada di tangan ibu dan ibu bisa melakukan sesuatu pada nenek di luar dugaanku.


"Olivia!"


Saat tengah merenung Jack memanggil dirinya di pintu.


"Iya Tuan?" Olivia berangsur turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Reza memintamu pulang sebentar. Katanya mertua perempuanmu berkunjung ke rumahnya."


"Benarkah Tuan?"


Jack mengangguk.


"Bisa saja Mas Reza hanya membuat alasan."


"Aku tahu kamu masih kesal pada Reza, tapi saya jamin kali ini dia tidak berbohong sebab tadi dia melakukan video call dan di belakangnya memang ada seorang wanita. Saya sempat ss tadi, sebentar." Jack William mengecek galeri ponselnya.


"Nah itu dia hasil tangkapan layarnya. Benarkah itu gambar mertuamu?" Jack memberikan ponselnya pada Olivia.


"Bagaimana, benar?"


"Benar Tuan."


"Ya sudah saya antar kamu ke rumah Reza. Kamu bersiap-siaplah dan saya akan menunggumu di mobil."


"Baik Tuan."

__ADS_1


Jack William langsung bergegas pergi sedangkan Olivia langsung menutup pintu untuk mengganti pakaian.


Bersambung.


__ADS_2