
Seperti acara pernikahan pada umumnya. Setelah acara ijab qobul selesai kedua mempelai naik ke pelaminan dan para tamu dipersilakan untuk memberikan ucapan selamat sebelum menikmati jamuan yang di sediakan.
Saat Olivia dan Jack berdiri di depan pelaminan dan banyak para tamu naik ke atas dan mengucapkan kata selamat, Elves pun bergegas naik ke pelaminan juga.
"Eh, eh mau kemana kamu?" cegah Melanie sambil mencekal tangan Elves.
"Mau berdiri di dekat mommy. Enak aja mereka cuma ucapkan selamat kepada Daddy dan mommy saja. Elves seharusnya juga mendapat selamat."
"Lah kan mereka yang menikah, kenapa Elves harus mendapatkan ucapan selamat juga?" protes Melani sambil mengejar Elves yang berhasil melepaskan diri dari pegangan tangannya.
"Kan Elves sudah punya Mommy beneran, seharusnya dapat ucapan selamat," ucap anak itu sambil bersedekap dada lalu melangkah ke arah Olivia dan berdiri di tengah-tengah antara Jack dan Olivia.
"Ngapain kamu?" tanya Jack bingung sebab putranya main masuk-masuk saja di tengah-tengah mereka.
"Mau nemenin Mommy," sahut Elves begitu santai hingga akhirnya Melani ikut mendampingi keduanya juga.
"Selamat ya Tuan Jack dan Nyonya Olivia. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."
"Ucapkan selamat padaku juga," ucap Elves dengan ekspresi cemberut.
"Elves, nggak boleh ah nggak sopan," protes Jack
"Nggak apa-apa Tuan. Duh lucunya," ucap seorang wanita sambil mencubit pipi Elves dengan gemes.
"Sorry ya Tante tadi lupa."
Elves hanya menjawab dengan anggukan.
"Oke Tante ulang. Selamat yang Tuan Jack dan Olivia, selamat juga ya Elves. Semoga kalian jadi keluarga yang bahagia," ucap wanita itu lagi.
"Terima kasih ya, doa yang baik juga untuk kalian berdua."
Setelah para tamu mengucapkan selamat semua akhirnya sampailah para sesi foto-foto.
"Dad tunggu dulu!" cegah Elves.
"Ada apa lagi sih El?"
"Itu Dad, tante itu dan om yang itu belum mengucapkan selamat!" seru Elves sambil menunjuk ke arah Meilin kemudian Reza.
Sontak saja semua orang langsung menolong ke arah kedua.
"Oh mereka. Biarkan saja mungkin sedang malas atau sakit kaki untuk naik ke atas sini," ucap Jack bersikap bodoh amat.
Toh mendapatkan ucapan selamat maupun tidak dari Meilin dan Rezq tidak akan berpengaruh apapun pada pernikahan antara Jack dengan Olivia.
__ADS_1
"Tapi itu namanya tidak sopan!" ketus Elves.
Menjadi perhatian semua orang di pesta pernikahan akhirnya Meilin dan Reza bangkit berdiri dan melangkah ke arah pelaminan.
"Selamat ya Tuan atas pernikahannya, semoga langgeng," ucap Reza sambil mengulurkan tangan ke arah Jack. Jack dengan malas menerimanya karena tahu ucapan Reza itu tidaklah tulus dan hanya manis di bibir saja.
"Terima kasih."
"Selamat ya Olivia, maaf saya tadi terlambat naik karena tidak tahu bahwa semua undangan sudah mengucapkan selamat."
"Terima kasih dan mohon maaf tangannya dilepas!" pinta Olivia karena Reza seolah tidak ingin salaman mereka terlepas.
"Oh iya maaf," ucap Reza sambil menarik tangannya kembali. Pria itu mendapatkan tatapan tajam dari Jack hingga langsung turun ke bawah.
"Selamat ya Tuan dan Olivia, maaf saya terlambat tadi fokus dengan menu yang dihidangkan sehingga tidak awas terhadap keadaan sekitar."
"Tidak apa-apa," ucap Olivia sedangkan Jack hanya diam saja. Malas menanggapi celotehan Meilin yang baginya tidak masuk di akal.
Setelah Meilin turun mereka langsung melanjutkan sesi foto-foto mereka. Bukan hanya keluarga dan teman terdekat yang berfoto, tetapi banyak para karyawan Jack yang ikut berfoto dan mengabadikan momen berfoto mereka dengan sang atasan ke medsos milik mereka.
Selesai berfoto kedua pengantin makan lalu beristirahat sebentar sebelum akhirnya menemui kembali tamu-tamu jauh yang baru datang.
Sampai larut malam barulah tamu-tamu tidak ada yang datang lagi. Akhirnya keduanya memutuskan untuk naik ke kamar mereka.
"Mungkin sudah tidur di kamarnya, maklum anak kecil gampang lelah dan mudah tertidur," sahut Jack sambil membuka pintu kamar.
Olivia hanya mengangguk-angguk.
"Ya ampun!" seru Jack.
"Kenapa Mas?" tanya Olivia melihat Jack kaget.
"Tuh lihat kelakuan putramu, ada-ada saja ranjang kita sudah dijelajahi sampai kelopak bunga mawarnya berhamburan ke lantai," keluh Jack.
Olivia mengernyit lalu melongo ke dalam kamar. Benar saja Elves sudah tidur di atas ranjang mendahului mereka.
Olivia hanya terkekeh melihat tingkah Elves.
"Kamu senang ya malam pertama kita ada yang menganggu?"
"Bukan begitu Mas, tapi mau apalagi. Mungkin riasan kamar ini disukai oleh Elves makanya dia memilih tidur di sini daripada kamarnya sendiri."
"Hmm, itu menurutmu, tapi menurutku aneh," ucap Jack sambil melangkah ke arah Elves dan menggendong tubuh Elves untuk dipindahkan ke kamarnya sendiri.
"Daddy aku mau tidur di sini!" Suara Elves terdengar seperti orang mengigau.
__ADS_1
"Ya Allah! Ini anak sudah tidur apa nggak sih?" kelu Jack.
"Sepertinya dia sedang bermimpi," ujar Olivia.
Jack terus saja melanjutkan langkah. Namun sekali lagi Elves mengatakan akan tidur di sini.
Jack memberi kode dengan matanya pada Olivia seakan menanyakan apa yang harus dia lakukan pada Elves.
"Biarkan saja malam ini dia tidur di sini," ucap Olivia membuat Jack mengangguk pasrah dan meletakkan Elves kembali di atas ranjang.
"Aku atau kamu yang mandi duluan?"
"Bareng aja ya Mas?"
Sontak Jack terbelalak mendengar tawaran dari Olivia. Dia pikir Olivia cerdas, tidak bisa melayani sang suami di kamar tidur memilih kamar mandi agar tidak terlihat oleh Elves.
"Mas bisa mandi di sini dan aku mandi di kamar sebelah."
Ya, perkataan Olivia langsung mematahkan pemikiran dan semangat Jack.
"Mas tidak ingin aku melakukan kewajiban sebagai seorang istri malam ini, kan? Aku capek Mas dan takut tidak totalitas melayani Mas jika dalam keadaan lelah. Namun, kalau Mas butuh sekarang tidak apa-apa aku nurut saja. Dosa, kan jika menolak suami?"
Jack tersenyum melihat Olivia begitu peka. Namun melihat wajah Olivia yang nampak lelah dia tidak tega jika meminta jatah malam ini juga.
"Nggak besok aja deh. Besok kamu harus sudah siap."
"Insyaallah," ujar Olivia sambil melangkah ke arah pintu sedangkan Jack melangkah ke arah kamar mandi.
"Eh Mas tunggu!"
"Ya?" Akhirnya Jack diam di depan pintu.
"Sepertinya aku akan kesulitan membuka gaun ini karena resleting di belakangnya sangat panjang. Boleh minta tolong lepaskan?"
Jack mengangguk dan Olivia mendekat kembali.
"Sesak ya pastinya dari tadi sore pakai gaun seperti ini?" tanya Jack sambil menarik resleting gaun pengantin yang melekat di tubuh Olivia.
"Iya Mas sesak sekali. Ternyata mau tampil cantik aja susah ya? Coba gaun ini digedein dikit."
"Daddy ngapain buka baju Mommy?" Tiba-tiba Elves sudah dalam keadaan duduk di atas ranjang.
"Hmm, sepertinya akan selalu ada pengganggu kecil dalam hubungan kita," keluh Jack membuat Olivia langsung terkekeh.
Bersambung.
__ADS_1