
Sampai esok pagi ini pun Reza belum muncul batang hidungnya dan itu membuat perasaan Olivia semakin tidak nyaman. Se acuh itukah Reza padanya?
"Apakah teman Tuan yang bernama Frans itu tidak memberitahukan pada Mas Reza?" tanya Olivia sebelum Jack pulang dari rumah sakit.
Jack yang menggendong tubuh Elves pun berhenti dan berbalik. "Sudah, apa dia belum menjenguk dirimu?"
Olivia menggeleng lemah.
"Ya sudah kalau begitu nanti aku temui dia sendiri sekaligus ingin membicarakan tentang keinginanku yaitu kamu mengasuh Elves."
Olivia mengangguk lalu menghela nafas.
"Akan dibawa kemanakah pernikahanku ini?" gumam Olivia, wanita itu bingung sendiri.
"Kalau begitu saya pulang dan bawa Elves sekalian. Nanti sore sepulang dari kantor baru balik lagi ke sini," ujar Jack kemudian.
"Iya Tuan."
"Mommy Elves pulang dulu ya, sampah jumpa nanti sore."
Olivia mengangguk sambil tersenyum.
Elves malah merosot dari gendongan Jack dan berlari ke arah Olivia.
"Eh tapi kalau Oma mau, Elves balik ke sini siang aja nggak mau nunggu daddy." Elves berbisik di telinga Olivia.
"Ayo Elves bisikin apa?" tanya Jack menggoda putra kecilnya.
"Ini rahasia kita berdua ya Mommy!"
Olivia mengangguk masih dengan senyum manisnya. Ingin rasanya dia mencubit pipi Elves yang imut itu, tetapi Elves segera berlari kembali menuju Jack.
"Sudah ya Mommy, Elves pergi!"
"Iya, hati-hati ya sayang."
"Iya Mommy."
πππ
Siang hari di kantor, setelah menyelesaikan pekerjaannya Jack langsung menemui Reza di dalam ruangannya.
"Rez, elo dicariin Tuan Jack tuh!" ujar salah satu rekan kerjanya.
"Ngapain dia nyariin aku, aku sudah nggak ada urusan dengan dia."
"Selamat siang pak Reza!" sapa Jack William lalu duduk di samping Reza ya merupakan tempat duduk temannya.
"Rez aku ke kantin duluan ya!"
__ADS_1
"Iya, iya."
"Siang Tuan. Tuan tidak ingin membicarakan tentang Olivia, kan?" Reza berharap pria itu berhenti ikut campur dengan masalah keluarganya. Meskipun dia bekerja di perusahaan itu bukan berarti pemilik perusahan bisa ikut campur dengan urusan rumah tangga karyawannya, bukan?
"Tepat sekali aku memang ingin membicarakan tentang dia."
Reza menghela nafas berat.
"Kemarin saya sudah menyuruh Frans untuk menyampaikan padamu bahwa Olivia masuk rumah sakit. Apa Frans tidak memberitahumu?"
Bersamaan dengan pertanyaan itu Frans juga masuk ke ruangan tersebut.
"Sudah," jawab Reza. Dia tidak ingin berbohong karena tidak ingin bermasalah dengan Frans.
Frans menghela nafas dan keluar kembali dari ruangan tersebut.
"Kenapa sampai saat ini belum menjenguknya?"
"Saya sibuk Tuan jadi tidak sempat," jawab Reza beralasan.
"Oke kalau begitu alasannya. Sebenarnya kalau aku lihat kamu bisa menyempatkan diri sepulang dari kantor, tapi terserah kamu, aku tidak ingin ikut campur dengan urusan rumah tanggamu selama itu masih di luar ranah KDRT."
Reza menghela nafas lega.
"Kedatangan saya menemui mu di ruangan ini adalah untuk meminta izin semoga saja kamu berkenan dengan keinginan keluarga kami."
Reza mengernyit, tidak paham dengan apa yang diinginkan atasannya saat ini. Reza sama sekali tidak mengerti apa hubungannya Olivia, dirinya dan keluarga Jack William.
"Saya ingin kamu mengizinkan Olivia untuk menjadi baby sister putra kecilku. Bagaimana menurut Pak Reza?"
Reza terdiam, tampak menimbang-nimbang tawaran dari Jack William.
"Saya pikir ini lebih baik daripada istrimu itu harus menjajakan nasi bungkus di jalanan. Dia hanya perlu menjaga putra saya di rumah, mungkin nanti juga di sekolah jika Elves putraku masuk sekolah paud."
"Gajinya?"
"Kalau masalah gaji kamu jangan khawatir, saya akan menggaji tigZa kali lipat dari gajimu saat ini."
"Kalau begitu saya setuju Tuan asalβ"
"Asal apa?"
"Asal gaji Olivia masuk rekeningku."
Jack William menggeleng. "Mana mungkin Olivia yang bekerja dan gajinya dikirim ke kamu? Bisa-bisa dia minta berhenti bekerja jika begitu."
"Tidak akan Tuan. Saya suaminya dia tidak akan berani berhenti bekerja di rumah Tuan jika aku sudah memaksanya. Lagipula saya kepala keluarga, jadi saya yang akan mengelola keuangan keluarga saya."
"Maaf kalau begitu saya tidak setuju."
__ADS_1
"Kalau begitu saya pun tidak setuju jika Olivia bekerja pada Tuan."
Jack William nampak berpikir bagaimana caranya agar Reza memberikan izin tanpa harus meminta gaji Olivia juga agar pria itu tidak mengganggu saat Olivia bekerja di rumahnya.
"Bagaimana kalau aku tawarkan kamu naik jabatan saja?"
"Saya mau kursi manager."
Sontak saja Jack William kaget dengan permintaan Reza.
"Bagaimana kalau kepala produksi saja?" Jack menawarkan alternatif lain.
"Kalau manager saya izinkan, kalau hanya kepala bagian produksi maaf. Lebih baik Olivia kerja yang lainnya saja."
Jack William tampak menimbang-nimbang ponsel di tangannya sambil berpikir.
"Sebentar saya hubungi Pak manager dulu." Jack bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan dan menelpon manager di perusahaan itu.
Reza memiringkan kepala dan mengintip keluar. Namun, tetap tidak mendengar pembicaraan dengan orang yang berada dalam telepon.
Beberapa saat kemudian Jack kembali masuk.
"Baik saya terima tawaran kamu. Mulai besok kamu boleh menduduki kursi manager, tapi sebelumya kau harus tanda tangan surat perjanjian ini dulu."
"Surat perjanjian apa?"
"Perjanjian bahwa kamu mengizinkan Olivia bekerja di rumah kami di jam-jam apa saja. Silahkan baca dulu dan tanda tangani jika setuju."
"Tidak perlu membaca. Saya setuju," ujar Reza langsung membubuhi tanda tanggal di atas surat perjanjian yang disodorkan oleh Jack William.
"Ini sudah." Reza mengembalikan surat perjanjian yang sudah ditandatangani ke tangan Jack William.
"Oh ya nanti sore Olivia sudah bisa dibawa pulang. Jadi kamu bisa langsung menjemputnya ke rumah sakit dan kamu tenang saja karena pembayaran rumah sakit semua saya yang akan menangani."
"Silahkan Tuan saja yang menjemput dan bawa langsung ke rumah Tuan biar bisa langsung menjadi baby sister putra Tuan yang bernama Elves itu," ucap Reza dengan ekspresi wajah yang sungguh-sungguh.
"Pak Reza yakin?"
"Sangat yakin."
Jack William menggeleng, tidak percaya dengan sikap Reza.
"Baiklah kalau begitu nanti sore saya akan langsung bawa dia pulang ke rumah."
"Ya itu lebih baik daripada dia harus bolak-balik. Pulang ke rumah lalu masih harus kembali lagi ke rumah Tuan."
"Baiklah kalau begitu saya permisi!"
Reza mengangguk lalu setelah Jack William pergi pria itu melompat kegirangan.
__ADS_1
"Yes! Akhirnya aku naik jabatan juga."
Bersambung.