Pengantin Yang Ternoda

Pengantin Yang Ternoda
Bab 64. Gara-Gara Mommy


__ADS_3

"Aku bukan penggangu," ucap Elves dengan bibir yang mengerucut membuat kini Jack ikut terkekeh.


"Mommy mau mandi dan kesusahan untuk membuka baju, jadi minta tolong Daddy kamu karena tangan Mommy nggak sampai," jelas Olivia sambil memperagakan tangannya membuka resleting yang tidak sampai ke bawah.


Elves terlihat mengangguk hingga Jack langsung menarik resleting depan pelan.


"Sudah kamu mandi di sini saja biar saya mandi di kamar Elves." Jack meraih handuk dan berjalan keluar kamar sedangkan Olivia berjalan mundur ke arah kamar mandi agar punggung dan bagian belakang tubuhnya tidak terlihat oleh Elves.


Setelah kedua orang tuanya sama-sama hilang dalam pandangan mata Elves merebahkan tubuhnya kembali.


Tidak menunggu lama Jack selesai mandi dan saat sampai di pintu kamar Elves untuk kembali ke kamarnya sendiri, pria itu berpapasan dengan Melani.


"Kamu mandi di sini?"


"Iya Mom, kamar mandiku dipakai Olivia. Jadi biar lebih cepat Jack mandi di sini saja. Nggak enak nih badan sudah terasa lengket."


Melanie mengangguk.


"Mommy sendiri mau apa ke sini?"


"Mau menemani Elves tidur. Kasihan dia jadi sendirian gara-gara Olivia diboyong ke kamarmu," ucap Melanie menggoda sang putra.


"Elves tidak ada di dalam," ucap Jack datar.


Melani mengernyit.


"Bagaimana bisa? Tadi saat dia tidur mommy meletakan di atas ranjangnya."


"Dan tanpa Mommy tahu dia pindah kamar."


"Maksudnya?"


"Elves ada di kamarku Mom, entahlah katanya mau tidur bersama Olivia," jelas Jack membuat Melanie terbelalak tidak percaya.


"Ya ampun tuh anak bandel banget, baru aja mommy nasehati," keluh Melani, lalu berjalan cepat mendahului Jack ke kamar putranya.


Sampai di pintu kamar Jack Melanie melihat Olivia juga sudah keluar dari kamar mandi dengan mantel mandinya.


"Eh Mommy ada apa Mommy?" tanya Olivia sambil melangkah mendekat ke arah Melanie.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa Oliv, Mommy hanya ingin menjemput Elves supaya kembali ke kamarnya sendiri biar Mommy saja yang temani dia tidur malam ini."


"Oh."


"Tidak, Elves mau tidur sama Mommy Olivia tidak mau dengan yang lain," tolak Elves.


"Elves jangan begitu dong! Kan Daddy sama Mommy baru aja menikah. Jadi mereka harus tidur berdua tidak boleh ada satupun orang yang menganggu termasuk Elves." Melani meraih tubuh Elves untuk digendong tetapi anak itu menolak tangan Melanie.


"Elves ingat nggak apa yang diomongin oma tadi sebelum tidur?"


"Ingat sekali makanya Elves ingin tidur sama Mommy."


"Loh kok begitu?" Melanie menjadi bingung.


"Memang apa sih yang Mommy omongin sama Elves tadi?" tanya Jack penasaran sebab Elves mengatakan justru karena ucapan Melanie anak itu ngotot ingin tidur bersama Olivia.


"Oma bilang Elves tidak boleh tidur sama Mommy karena mulai sekarang Mommy harus tidur berdua bersama daddy biar bisa memberikan Elves adik. Elves tidak mau punya adik. Nanti Mommy malah tidak Sayang lagi sama Elves." Elves terlihat cemberut.


Mendengar pernyataan Elves, Jack tepuk jidat sedangkan Melanie malah menggaruk kepala. Niatnya ingin membujur Elves kenyataan malah membuat anak itu semakin menempel pada Olivia.


"Sudah biarkan saja dulu Mom, dia tidak terbiasa tidur tanpa Olivia," ucap Olivia menyadarkan Melanie bahwa kebiasaan anak kecil tidak bisa diubah secara instan, melainkan harus secara perlahan.


"Tidak apa-apa Mom," jawab Olivia sedangkan Jack hanya mengangguk saja.


"Yasudah kalau begitu saya pamit keluar saja," ujar Melanie lalu melenggang pergi dari kamar anak dan menantunya.


"Bentar ya El, Mommy mau ganti baju dulu," pamit Olivia lalu beranjak ke ruang ganti disusul Jack di belakang.


"Mas lepas ah nanti dilihat Elves!" protes Olivia karena Jack tiba-tiba memeluk pinggangnya lalu menelusupkan wajahnya di ceruk leher Olivia.


"Sebentar saja Oliv, aku hanya ingin memelukmu saja," mohon Jack dan Olivia hanya mengangguk pasrah.


"Mommy kenapa lama sekali? Elves ngantuk!" seru Elves dari atas ranjang.


"Mas?!"


"Hah itu anak mengganggu saja, untung anak sendiri," ujar Jack sedikit kesal membuat Olivia mengerutkan kening.


"Jadi kalau Elves anak kandungku Mas mau apain dia?" protes Olivia sebab sepertinya Jack bukanlah tipe ayah tiri yang baik.

__ADS_1


"Nggak mau ngapa-ngapain sih. Sudah ah segera ganti tuh handuk dengan pakaian!" perintah Jack.


"Tapi Mas keluar dulu, aku malu!" pinta Olivia sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Kenapa harus malu? Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan keberadaanku dalam kondisi apapun!"


"Baiklah." Akhirnya Olivia pasrah, berganti pakaian di depan suaminya sendiri meskipun sedikit risih.


"****! Kenapa aku yang malah tergoda?" Akhirnya Jack yang mengalah dan meninggalkan Olivia keluar sebelum nafsunya benar-benar bangkit.


Segera Olivia memasang baju kemudian melangkah ke arah Elves.


"Mommy mengapa lama sekali? Elves sudah sangat mengantuk," ucap Elves sambil mengucek kedua matanya.


"Mau mommy bacain dongeng?"


"Nggak usah mau tidur peluk Mommy aja!" Anak itu merengek.


"Yasudah ayo!"


Akhirnya Olivia membaringkan dirinya di samping Elves dan memeluk tubuh anak itu dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain melakukan puk-puk agar Elves segera tertidur.


"Bagaimana Oliv?" tanya Jack dengan suara lirih lalu merebahkan tubuhnya di belakang Elves yang tidur miring sambil memeluk Olivia.


"Sudah tidur Mas."


Jack mencoba melepaskan tangan Elves di tubuh Olivia, tetapi selalu tangan itu kembali ke asalnya.


"Dia sebenarnya sudah tidur apa belum sih?" Jack merasa bingung.


"Aku juga tidak tahu," bisik Olivia.


Biasanya jika sudah dalam keadaan tidur seperti sekarang akan sangat mudah melepaskan pelukan Elves dan Olivia lalu kembali ke kamarnya sendiri. Namun, kali ini Elves benar-benar tidak ingin lepas dari Olivia.


"Ini gara-gara Mommy nih. Andai tidak ngomong seperti tadi, hal ini tidak akan terjadi," gumam Jack sedikit kesal padahal nafsunya sudah ada di ubun-ubun karena mengingat kejadian tadi di mana Olivia melepaskan handuk dan belum memakai pakaiannya.


"Sabar Jack, sabar! Malam masih panjang dan biarkan Olivia beristirahat dulu agar tidak kecapekan," batin Jack menyemangati dirinya sendiri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2