
"Kenapa kembali, ada yang ketinggalan?"
"Tidak Tuan perasaanku hanya tidak enak saja takut terjadi sesuatu pada Elves."
"Dia tidak apa-apa kok tadi memang sempat terbangun dari tidurnya dan nanyain kamu, tapi saat saya bilang kalau kamu sudah pulang dan pasti juga sudah tidur di rumahmu Elves tidur lagi."
"Oh begitu ya Tuan?"
"Sudahlah kamu tidak usah pulang lagi lebih baik malam ini kamu tidur di sini saja!"
"Iya Tuan, tapi sebelum saya tidur ke kamar, bolehkah saya melihat keadaan Elves dulu?"
"Tentu saja boleh kalau kamu memang mau tidur di kamar dia juga tidak masalah."
"Terima kasih Tuan," ucap Olivia sambil berlalu dari hadapan Jack William menuju kamar Elves. Saat melihat anak itu tertidur dengan pulas Olivia menutup pintu kamar kembali dan berjalan ke kamarnya sendiri.
"Mommy!" teriak Elves dengan tubuh bergetar ketakutan.
Mendengar suara Elves yang berteriak dan memanggil mommy, Olivia menghentikan langkah lalu menoleh ke belakang.
"Mommy jangan tinggalkan Elves!" Terdengar deru nafas kasar dari dalam kamar. Olivia yang takut terjadi sesuatu dengan Elves akhirnya berlari ke dalam kamar Elves.
"Elves kenapa sayang?" tanya Olivia sambil duduk di pinggir ranjang.
Nafas Elves terlihat naik turun dan detak jantungnya lebih kencang.
"Mommy!" Elves menangis dalam tidurnya.
Olivia pikir saat ini Elves pasti bermimpi bertemu dengan ibunya. Namun, saat memeriksa suhu tubuh Elves tenyata anak itu demam tinggi.
"Elves! Kau panas sekali." Olivia terlihat panik. Lalu semenit kemudian teringat akan kain kompres. Segera wanita itu berlari menuruni tangga dan menuju dapur.
"Ada apa Olivia?" tanya Bik Mona melihat wajah Olivia terlihat khawatir.
"Bik tolong ambilkan saya lap untuk mengompres Elves. Dia demam tinggi!"
"Den Elves sakit?"
"Iya Bik, mana kain lapnya!" pinta Olivia panik sambil mengambil air dengan baskom kecil.
"Ini Olivia," ujar Bik Mona sambil menyodorkan kain kompresan ke tangan Olivia.
"Bik kalau malam begini apakah apotik masih buka?"
"Sepertinya sudah tutup, kamu mau beli apa?"
"Paracetamol untuk Elves."
"Oh kalau obat itu di rumah ini sudah ada stoknya. Kau kembalilah ke kamar biar saya yang mengambilkan parasetamol untuknya."
"Iya Bik jangan lama-lama ya kalau bisa."
"Baik Olivia setelah mengambil obat bibi langsung ke kamar Elves."
Olivia mengangguk dan berjalan tergesa-gesa kembali ke kamar Elves.
__ADS_1
Sampai di dalam kamar ternyata keadaan Elves masih seperti semula, dia mengigau dan meracau tidak jelas.
Olivia langsung membasahi lap dengan air kemudian mengompres kening Elves.
"Dingin!" racau Elves. Namun, beberapa saat kemudian membuka mata.
"Mommy, kau ada di sini?"
Olivia mengangguk sambil tersenyum.
"Kata Daddy tadi Mommy sudah tidur."
"Iya tapi entah mengapa kepikiran Elves lalu terbangun dan kembali ke sini deh. Nggak tahunya Elves sakit," terang Olivia sambil terus mengompres bagian tubuh Elves lainnnya. Kali ini Olivia mengompres ketiak Elves. Anak yang biasanya menolak ketika pengasuh sebelumnya ingin mengompres bagian tubuh itu, tapi pada Olivia Elves malah menurut dan tidak memberontak.
"Elves mimpi apa tadi?" tanya Oliva sambil membelai kepala anak kecil itu.
"Mimpi apa ya Mommy? Elves lupa," anak itu tersenyum menunjukkan deretan gigi susunya yang rapi.
"Tadi Elves seperti orang ketakutan," ujar Olivia.
"Mimpi apa ya?" Elves mencoba mengingat-ingat, tetapi dia benar-benar lupa.
"Sudah nggak apa-apa kalau Elves tidak ingat."
Elves mengangguk.
Bersamaan dengan itu Bik Mona muncul dari balik pintu.
"Ini obatnya Olivia." Bik Mona memberikan segelas air dan satu tablet obat kepada Olivia.
Elves menggeleng sambil cemberut.
"Kenapa nggak mau?" tanya Olivia lembut.
"Elves tidak suka obat, pahit." Elves menggelengkan kepalanya terus menerus.
"Elves ingin sembuh, kan?"
"Iya tapi nggak mau minum obat mau sirup saja."
"Bik?"
"Kata Nyonya Melanie tidak boleh Non, beliau masih ketar-ketir semenjak penggunaan sirup dilarang."
"Oh iya ya, saya lupa."
"Elves mau ya minum obat?" bujuk Olivia.
Elves menggeleng.
"Hmm, kalau Elves nggak minum obat nggak bisa cepat sembuh dong. Terus kapan mainnya sama Mommy? Kalau Elves sakit nggak sembuh-sembuh nanti dikira mommy Olivia nggak bisa merawat Elves oleh daddy sama oma."
Elves terdiam, anak itu tampak berpikir sejenak.
"Baiklah, tapi Elves tidak suka pahit."
__ADS_1
"Nanti Mommy kasih gula ya? Nggak bakal pahit kok."
Elves mengangguk. Dia harus menurut kalau tidak Olivia akan kena marah oleh Milanie karena tadi siang mengajak Elves berlama-lama main di luar. Elves tidak mau Olivia mengundurkan diri juga seperti baby sister sebelum-sebelumnya.
"Bagus itu baru namanya anak pintar." Olivia mengusap kepala Elves.
"Bik Mona boleh sekalian saya minta tolong ambilkan dua sendok dan gula ya!" pinta Olivia dan Bik Mona mengangguk lalu keluar dari kamar Elves.
Olivia membelah obat itu menjadi 2 dengan tangannya.
"Kok dipotong Mommy?"
"Iya untuk anak sekecil Elves cukup minum separuh saja."
Elves mengangguk.
Setelah Bik Mona datang, Olivia lalu menghaluskan separuh obat mengunakan sendok kemudian di campur dengan gula dan diberikan beberapa tetes air lalu mengaduknya pelan di dalam sendok. Air dalam gelas pun Olivia berikan gula agar menjadi air gula sehingga saat obat yang sudah dicampur itu masih pahit akan hilang rasa pahitnya jika Elves meminum air gula tersebut.
"Seharusnya dikasih puyer ya Oliv agar kamu tidak perlu repot-repot menghaluskan seperti itu," ujar Bik Mona melihat Olivia seperti ribet melakukan hal itu.
"Nggak apa-apa Bik, kalau puyer kan kita harus ke dokter dulu. Ini untuk pertolongan pertama dulu. Nanti pagi kalau Elves belum turun panasnya baru kita bawa ke dokter."
"Yuk bangun dulu sayang!"
Bik Mona membantu Elves duduk.
"Ayo minum sayang!" Olivia menyodorkan sendok berisi obat ke mulut Elves.
Elves maju mundur, dia terlihat ragu.
"Kalau Elves sayang sama mommy Olivia minum dong, tapi kalau tidak ya sudah nggak apa-apa, tapi setelah ini mommy akan berhenti jadi baby sister Elves," ancam Olivia. Dia begitu khawatir dengan keadaan Elves jika tidak langsung ditangani.
Elves menghela nafas lalu mengangguk. Setelahnya langsung meminum obat dan air gula yang disodorkan Olivia.
"Bagaimana pahit?" tanya Olivia setelah Elves selesai meminum obatnya.
"Sedikit," jawab Elves sambil tersenyum.
"Ya sudah tidur lagi, biar mommy kompres lagi." Olivia memberikan sendok dan gelas pada Bik Mona dan dirinya membantu Elves untuk berbaring lagi.
"Oliv, apa perlu saya lapor keadaan Den Elves pada Tuan Jack?"
"Apa beliau belum tidur?"
"Sepertinya sudah, sebab saat melewati depan kamarnya tadi sudah terdengar mengorok."
"Kalau begitu tidak perlu, biarkan beliau beristirahat biar saya yang jaga Elves. Bibi kembalilah ke kamar bibi dan beristirahatlah karena besok tugas-tugas bibi sudah menanti!"
"Baik Oliv, tapi kalau terjadi apa-apa sama Den Elves jangan sungkan-sungkan ya bangunin bibi."
"Siap Bik."
Bik Mona pun keluar dari kamar Elves dan beristirahat di kamarnya sendiri sedangkan Olivia tidak tidur semalaman karena menjaga Elves. Setelah meminum obat, Elves sempat mengeluarkan keringat dan suhu tubuhnya turun. Olivia pikir anak itu akan segera sembuh. Namun, setelah reaksi obat habis tubuh Elves kering dan panas kembali.
Bersambung.
__ADS_1