
Tidak menunggu lama lagi Frans langsung memberitahukan langsung pada semua karyawan, tidak terkecuali Meilin yang hanya bertugas di bagian kantin.
Semua karyawan begitu antusias, apalagi di saat pesta ulang tahun kantor selalu ada pemberian hadiah kepada para karyawan yang dianggap kinerjanya bagus. Setiap karyawan berharap agar kali ini keberuntungan itu memihak pada dirinya.
"Meilin, untuk acara pesta kami akan menyewa catering, tapi kau bisa membantu mereka. Jika pekerjaanmu bagus nanti perusahaan akan memberikanmu bonus," beritahu Frans pada saat jam istirahat kantor.
"Baik Tuan Frans," sahut Meilin begitu antusias. Setiap tahun dia tidak pernah diikut campurkan dalam hal tersebut dan kali ini dia terpilih untuk berkecimpung dalam penyediaan makanan. Dia sudah menghayal pasti gajinya besar.
"Wah pasti akan seru nih," ucap Meilin sambil tersenyum manis.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Reza melangkah ke arah Meilin dan duduk di salah satu kursi di kantin yang paling dekat dengan tempat Meilin.
"Bukan urusanmu," ketus Meilin. Dia sangat kesal karena Reza menceraikan dirinya begitu saja.
Tiba-tiba Jack berjalan ke arah kantin dan menghampiri Frans yang nampak berbicara dengan para karyawan yang ada di sana.
"Frans, ada sesuatu yang harus aku bicarakan!" seru Jack membuat Frans langsung menoleh dan mengangguk.
Meilin melirik Jack dan Frans yang pergi begitu saja dari ruangan kantin.
"Enak ya Olivia mendapatkan Tuan Jack. Kenapa aku bodoh sih dulu malah mengincar Reza bukannya dia?" batin Meilin.
"Kau menyukainya?" tebak Reza melihat tatapan Meilin terasa berbeda dari biasanya.
"Bukan urusanmu, aku mau suka pada Tuan Jack kek, suka pada Tuan Frans kek. Apa pedulimu? Toh kita sudah tidak ada ikatan pernikahan lagi."
"Siapa juga yang mau melarangmu menyukainya? Bukankah kamu sedari dulu memang terobsesi untuk mendapatkan apa yang Olivia dapatkan?"
"Maksudmu?!"
"Tidak usah berlagak tidak paham! Aku mendukungmu jika kau ingin mendapatkan Tuan Jack dengan syarat kau harus membantuku."
"Ogah," ucap Meilin sambil membuat pesanan makanan seorang karyawan.
"Kau ingin begini terus? Bekerja sebagai penjual makanan di kantin sedangkan adikmu, Olivia itu enak-enakan menjadi Nyonya besar Tuan Jack?"
"Aku tahu maksudmu, kau ingin Olivia kembali padamu, bukan?"
Reza melirik ke sekitar mereka.
"Tepat sekali, dan kupikir kita bisa bekerja sama. Olivia kembali padaku dan Tuan Jack akan menjadi milikmu."
"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Kalau Olivia sih mungkin bisa kembali padamu, secara kan dia wanita murahan. Namun, kalau Tuan Jack, saya tidak yakin."
__ADS_1
"Untuk itulah kita perlu strategi."
Reza bangkit dari duduknya lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Meilin lalu berbisik.
Awalnya Meilin terlihat kaget, tetapi beberapa saat kemudian mengangguk sambil tersenyum.
"Sepertinya menarik dan bisa kita coba."
"Kalau kamu setuju nanti kita bicarakan lebih lanjut di rumahmu."
"Oke," sahut Meilin langsung menyanggupi.
Reza pun mengangguk lalu pergi sedangkan Meilin terus melanjutkan pekerjaannya.
***
"Bagaimana Frans sudah rampung semua?" tanya Jack sambil berjalan-jalan di sekitar vila.
"Sudah 99 persen Tuan. Tuan bisa cek sendiri."
Jack mengangguk. "Aku percaya padamu. Terus bagaimana penyelidikanmu tentang Reza dan Meilin. Apakah mereka punya rencana atau akan melewatkan begitu saja kesempatan ini?"
"Tentu saja tidak Tuan, orang licik seperti mereka tidak akan pernah bisa diam. Mereka sudah merencanakan sesuatu."
Sebaiknya besok malam Elves tidak perlu dibawa Tuan. Ini akan sangat berbahaya kalau sampai mereka salah sasaran pada Elves.
"Apakah mereka ingin menculik Elves?"
Frans menggeleng.
"Mereka akan memberikan racun pada Olivia dan kamu takut malah mengenai Elves?"
"Kalau hal itu tidak mungkin Tuan sebab saya tahu Reza masih menginginkan nyonya Olivia kembali padanya dan rencananya, mereka ingin membuat Tuan salah paham pada nyonya Olivia sehingga sampai menceraikannya. Jadi, apapun yang terjadi pada nyonya Olivia nanti, saya harap Tuan bisa berpikir jernih."
"Siap Frans, tapi masih ada kemungkinan kan Frans, Meilin mengkhianati Reza, bukankah Meilin sangat membenci Olivia?"
"Bisa jadi Tuan. Yang jelas ini beresiko kalau mengajak nyonya Reza dan Elves ke acara ini kalau ada mereka berdua."
"Tapi kalau tidak mengajak Olivia kita tidak dapat menangkap basah kedua manusia licik itu."
"Tuan benar. Tidak apa-apa yang penting kita berhati-hati dan selalu siaga."
"Ya, kau benar Frans, sebentar aku mengecek ke dalam kamar untuk kami dulu!" Jack berlalu setelah mendapat anggukan dari Frans.
__ADS_1
Esok hari para karyawan sudah berkumpul di villa milik Jack William. Mereka sudah siap menyambut pesta ulang tahun perusahaan tempat mereka bekerja.
Pagi sampai siang mereka dibiarkan berjalan-jalan dan memilih kamar untuk bermalam di beberapa villa yang ada di tempat itu.
Sore hari acara gathering di buka dan Jack dipersilahkan naik panggung untuk memberikan sambutan.
Setelahnya mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk perusahaan mereka.
"Oliv sini sayang!" panggil Jack sambil melambaikan tangan ke arah Olivia yang sedang duduk santai bersama Elves.
"Ayo El, kita dipanggil Daddy!" Olivia bangkit berdiri dan melangkah ke arah Jack sambil menggenggam erat tangan Elves.
"Ya Mas?" tanya Olivia saat keduanya sudah berdiri di samping Jack.
"Boleh minta tolong potongkan kue dan berikan kepada beberapa karyawan sebagai tanda bahwa ini adalah peringatan ulang tahun perusahaan kita?"
"Tentu saja Mas." Olivia pun dengan sigap memotong kue dan memberikan pada beberapa karyawan yang berdiri di depan mereka setelah sebelumnya memberikan kepada Jack dan Frans sebagai pimpinan perusahaan terlebih dahulu.
"Maaf ya tidak saya berikan semua karena pasti akan membutuhkan waktu yang lama," ucap Olivia pada karyawan yang tidak dia berikan potongan kue tersebut sebelum akhirnya turun dari panggung bersama Jack, Elves dan Frans.
Selesai acara pemotongan kue dilanjutkan pada sesi acara selanjutnya.
"Baiklah, acara selanjutnya adalah pemberian hadiah kepada beberapa karyawan yang dianggap kinerjanya bagus dan memberikan kontribusi untuk kemajuan perusahaan. Untuk Tuan Frans silahkan naik ke atas untuk memberikan hadiah.
"Frans kau harus naik lagi!" seru Olivia lalu terkekeh.
Frans mengangguk dan akhirnya kembali naik ke atas panggung
"Biarkan Frans yang bertugas kita santai-santai saja," ucap Jack sambil membawa Olivia dan Elves duduk di kursi.
"Tuan minum!" Seorang pelayan memberikan minuman pada Jack.
"Terima kasih," ucap Jack sambil meraih satu gelas minuman tanpa curiga. Dia lupa bahwa bukan hanya Olivia yang diincar di tempat itu, tapi dirinya juga.
Apalagi ini terlalu dini untuk Meilin melancarkan aksinya.
Tanpa pikir panjang Jack langsung meneguk minumannya.
"Nyonya dan Tuan kecil tidak minum?" tanya pelayan lelaki itu.
"Tidak kami belum haus," tolak Olivia sedangkan Elves hanya menggeleng. Anak kecil itu sudah diwanti-wanti untuk tidak memakan atau minum hidangan apapun yang ada di acara itu oleh Frans sebagai syarat kalau mau diperbolehkan datang ke tempat tersebut.
"Kok aku tiba-tiba pusing ya Oliv," ucap Jack sambil memijit kepalanya. Dia menyesal tadi langsung minum dan kemana orang-orangnya jika benar ada obat dalam gelas tersebut.
__ADS_1
Bersambung.