Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 10


__ADS_3

Keesokan paginya, Dion pergi ke ruangan Arya.


"Bro...kamu apain Isyan?"tanya Dion.


"Hah maksudnya gimana?"tanya Arya bingung.


"Gini, sepulang dari rumah kamu..Isyan cengar-cengir kegirangan kaya orang gila"ujar Dion.


"Nggak tahu Yon. Pas di mobil biasa aja kaya batu"ujar Arya.


"Lah aku pikir kalian jadian beneran"seru Dion.


"Sstt..jangan keras keras Yon, entar pada denger rahasia ini"ujar Arya menutup mulut Dion.


"Oh ya maaf lupa"ujar Dion terkekeh.


"Emang kenapa sih Yon?"tanya Arya.


"Aku itu udah lama banget nggak liat Isyan cengar-cengir seseneng itu Ar. Setelah kejadian tiga tahun lalu di mana calon tunangannya pergi pas hari pertunangan mereka. Itu yang bikin Isyan sakit hati dan berubah jadi batu"ujar Dion.


"Kaya Malin Kundang dong"ujar Arya tertawa.


"Ya gitu deh. Dia jadi pendiem nggak suka sama cowok bahkan pernah bilang nggak percaya sama yang namanya cinta. Gila kan. Jadi suatu keajaiban dunia kalo Isyan jatuh cinta lagi"ujar Dion.


"Seberat itu ya hidup Isyan ternyata"ujar Arya.


"Ya gitu, aku bahkan janji sama diriku sendiri kalo aku bakal memastikan cowok yang deket sama Isyan bisa jaga dia dan bahagiain Isyan. Karena aku hutang nyawa sama Isyan"ujar Dion.


"Hutang nyawa gimana?"tanya Arya.


Flashback on


Isyan pergi ke Singapura untuk berlibur sekaligus mengunjungi Dion yang kuliah di sana.


Hari ini mereka memutuskan pergi jalan kaki menikmati keramaian di pusat kota Singapura.


"Yon, makan es krim itu yuk"ujar Isyan menunjuk penjual es krim di seberang jalan yang begitu ramai pembeli.


"Ya ayo"ujar Dion lalu bergegas menyebrang tanpa liat kanan kiri.


Tiba-tiba dari arah kanan ada mobil melaju.


"Dion Awas!!!"teriak Isyan lalu berlari mendorong dion ke depan agar terhindar dari mobil sampai Dion jatuh ke jalan.


BRAGGG


Mobil itu menabrak Isyan dengan cepat dan Isyan ambruk tepat di depan mobil.


"ISYAN!!!"teriak Dion bangkit lalu menghampiri Isyan yang sudah berlumuran darah.


Dengan segera Isyan dibawa kerumah sakit terbaik di Singapura untuk mendapat perawatan. Isyan sempat tak sadarkan diri selama limahari dan itu membuat Dion merasa sangat bersalah.


Sampai akhirnya Isyan sadar dan Dion mengucapkan janji.

__ADS_1


"Syan, makasih udah ngorbanin nyawa kamu buat aku"ujar Dion memegang tangan Isyan.


"Yon kamu itu sodaraku, udah kewajiban kita buat saling menjaga"ujar Isyan.


"Aku janji Syan, apapun bakal aku lakuin buat kebahagiaan kamu. Kebahagiaan kamu itu tanggung jawabku"ujar Dion.


"Iya Yon, aku tahu kamu sayang banget sama aku. Aku juga sayang sama kamu"ujar Isyan.


Flashback off


"Maka dari itu aku percaya kamu bisa bahagiain Isyan. Cuma butuh waktu dan sabar aja. Aku tahu kamu suka sama Isyan cuma nggak berani ngomong aja"ujar Dion pada Arya.


"Sebenernya sih gitu Yon, tapi aku bakal berusaha buat bahagiain dia"ujar Arya.


Hari sudah sore saatnya pulang dari kantor.


Dion dan arya berdiri di lobi kantor.


"Yuh Yon balik"ajak Isyan.


"Syan kamu balik sama Arya ya, aku ada urusan"ujar Dion lalu pergi.


"Heh main pergi gitu aja dasar"gerutu Isyan.


"Pasti Dion sengaja nih"batin Arya.


"Ya udah kita pulang bareng aja"ajak Arya.


"Ya kan pulang sama pacar sendiri..."


Isyan langsung menatap Isyan.


"Walaupun pura-pura"lanjut Arya dengan ekspresi agak sedih.


Isyan hanya diam menatap wajah Arya yang nampak ada kekecewaan.


Lalu mereka berdua masuk ke mobil Arya lalu pergi.


"Syan mau mampir makan dulu nggak?"tanya Arya.


"Boleh...aku juga laper"ujar Isyan.


Lalu Arya menghentikan mobilnya di dekat gerobak nasi goreng pinggir jalan.


Mereka pun turun dan Arya memesan nasi goreng.


"Mang nasi goreng biasa dua, makan sini ya"ujar Arya.


"Oke"ujar Si Mamang.


Mereka berdua pun duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Kamu sering makan di sini?"tanya Isyan.

__ADS_1


"Sering, udah langganan sama penualnya"ujar Arya.


"Kamu kan kaya nggak risih makan disini?"tanya Isyan.


"Ngapain risih yang penting kenyang. Kamu nggak suka makan di tempat kaya gini"ujar Arya.


"Bukan gitu. Aku sering sama Dion jajan di pinggir jalan. Cuma kan nggak semua orang kaya mau makan di tempat kaya gini"ujar Isyan.


"Ya ampun dia orang kaya tapi merendah banget nggak sombong"batin Isyan memuji Arya.


Nasi goreng mereka pun datang juga. Mereka makan dengan lahapnya.


"Eh Sya bentar"ujar Arya tiba-tiba tangannya mengarah ke wajah Isyan.


Dan hap tangan Arya memegang sudut bibir Isyan yang ada nasi menempel.


Isyan diam mematung merasakan jantungnya berdegup kencang sesekali mereka saling memandang.


"Ekhem..Aden sama Neng mau minum apa?"tanya Mamang nasi goreng memecahkan suasana.


Mereka pun gugup dan suasana jadi canggung.


"Air putih aja Mang"ujar Isyan dengan wajah memerah.


"Loh Arya..."sapa seorang wanita saat melihat Arya.


"Anita... Hei apa kabar?"ujar Arya lalu memeluk wanita itu.


"Udah lama banget ya kita nggak ketemu dari tiga tahun lalu pas reuni SMA"ujar Anita.


"Iya nih gila sekarang beda kamu ya nggak culun kaya dulu"ujar Arya.


"Ekhem..."Isyan berdeham dengan wajah tak suka.


"Eh Ar siapa dia?"tanya Anita.


"Dia...."


"Aku pacarnya Arya kenapa?"ujar isyan ketus nampak Isyan cemburu.


"Oh pacar. Kamu nggak cerita punya pacar"ujar Anita menepuk bahu Arya.


"Ih apaan sih masih aja nempel nempel ke Arya"batin Isyan geram.


"Pak nih saya bayar nasi gorengnya"ujar Isya memberi uang 100 ribu lalu bergegas ke mobil.


"Syan...tunggu"teriak Arya lalu menyusul Isyan masuk ke mobil.


"Syan kamu kenapa?"tanya Arya.


"Udah pulang aja nggak usah banyak tanya"ujar Isyan ketus.


Arya bingung melihat perubahan sikap Isyan yang mendadak. Lalu Arya menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2