Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 32


__ADS_3

Jam tujuh pagi Arya sudah berada di bandara diantar oleh keluarganya.


"Kakak kenapa dadakan banget sih perginya"gerutu Rara.


"Ra...kakak cuma pergi dua hari"ujar Arya.


"Tapi kakak udah pulang pas ulang tahun kakak kan?"tanya Rara.


"Iya sayang"balas Arya dengan membelai rambut Rara.


"Baiklah...kalau gitu aku dan Kak Isyan akan membuat pesta ulang tahun kakak. Tidak boleh menolak karena aku tidak menerima penolakan"tegas Rara sambil mengangkat jari telunjuknya.


"Ish...adik kakak ini makin mirip Isyan aja sukanya memerintah"ujar Arya terkekeh.


"Ya kan aku calon adik iparnya"balas Rara dengan tawa seperti anak kecil.


"15 menit lagi kamu berangkat, Isyan mana ya?"ujar Angga.


"Mungkin masih di jalan"sambung Laras.


Lima menit kemudian terdengar suara yang memanggil Arya.


"Nah itu Kak Isyan sama Dion"celetuk Rara saat melihat Isyan datang bersama Dion.


"Aku pikir kalian tidak akan datang"ujar Arya.


"Mana mungkin. Nanti Isyan ngamuk-ngamuk lagi"goda Dion.


Isyan membalas dengan tatapan kesal pada dion


Perhatian, para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Singapura pesawat akan berangkat 10 menit lagi.


"Arya...ayo kamu harus boarding. Nanti kamu telat masuk pesawat"ujar Laras mengelus lengan Arya.


"Iya Mah.."jawab Arya


"Hati-hati sayang.."ucap Isyan.


"Iyaa tentu"balas Arya.

__ADS_1


"Kakak cepet pulang ya.."ujar Rara.


"Kalau kakakmu cepet pulang nanti kita nggak bisa mesra-mesraan dong"ledek Dion.


"Heh dasar..."ujar Isyan mencubit pinggang Dion.


"Aduh Syan jangan nyubit dong. Kan kesempatan mesra-mesraan sama tunangan tersayang"jawab Dion.


"Dion nggak usah banyak tingkah deh. Yon sekalian titip Isyan juga ya, biar kamu nggak fokus mesra mesraan sama Rara doang"ujar Arya dengan tatapan serius.


Isyan memperhatikan tatapan serius Arya. Lalu Arya menyeret kopernya dan masuk ke pintu masuk pemeriksaan.


"Arya..."panggil Isyan menghentikan langkah Arya.


Arya pun berbalik badan dan Isyan berjalan menghampirinya.


"Ini kado ulang tahun dari aku. Bukalah setelah jam 12 malam pas hari ulang tahun kamu. Aku takut jika aku lupa mengucapkan ulang tahun padamu. Kamu tahu kan aku pelupa. Makanya aku ingin jadi yang pertama mengucapkan ulang tahun kepadamu"ujar Isyan memberikan sebuah kotak berwarna biru dongker dengan pita abu-abu.


Arya tersenyum manis menerimanya hadiah dari Isyan.


"Terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu"ujar Arya lalu satu kecupan kening mendarat untuk Isyan.


Lalu Arya melangkah pergi sambil melambaikan tangan. Semuanya pun membalas lambaian tangan Arya. Isyan hanya bisa menatap kepergian Arya.


"Oke.."sahut Isyan


"Aduh..."lirih Isyan mengusap usap kelopak mata kirinya.


"Kenapa sayang?"tanya Laras.


"Nggak tahu Mah,mata kiriku kedutan nih. Mana kerasa banget lagi"ujar Isyan.


"Kalau kata orang tua zaman dulu...kalau kedutan dimata kiri artinya kita akan bertemu seseorang yang berarti tapi orang itu akan membuat kita menangis"jelas Angga.


"Ih papah apaan sih itu kan mitos"gerutu Rara.


"Udah nggak papa Syan cuma kedutan"ujar Laras.


Lalu mereka pergi meninggalkan bandara.

__ADS_1


Arya sudah masuk ke dalam pesawat dan mencari tempat duduknya. Dia pun menemukan tempat duduknya kemudian memasukkan kopernya di bagasi. Arya memang sengaja tidak memilih kelas bisnis karena menurutnya akan membosankan tidak ada teman ngobrol.


Bapak dan Ibu yang terhormat, kapten telah menyalakan tanda “Kencangkan Sabuk Pengaman”. Jika anda belum melakukannya, harap anda bisa menyimpan barang bawaan di bawah tempat duduk di hadapan anda atau di tempat penyimpanan di atas kepala anda. Harap anda untuk duduk dan mengencangkan sabuk pengaman anda. Pastikan juga meja dan sandaran kursi anda telah berada pada posisi seharusnya.


Begitulah pengumuman dari pramugari. Pesawat yang Arya tumpangi pun take off dengan lancar.


"Hai tuan..."sapa seorang pria di sebelah Arya.


"Kamu ke Singapura juga?"tanya pria itu


"Iya. Anda juga?"tanya Arya balik.


"Kita kan satu pesawat tentu saja aku ke Singapura"jawab pria itu sambil tertawa kecil.


"Perkenalkan, namaku Gavin Saputra"ujar pria itu mengulurkan tangan.


"Aku Arya Praditya"balas Arya bersalaman dengan Gavin.


"Oh anda sudah bertunangan?"celetuk Gavin saat melihat cincin di jari manis Arya.


"Iyaa"jawab Arya.


"Sepertinya kamu sangat mencintai tunanganmu. Aku hanya bertanya saja kau senyum-senyum seperti dia ada di hadapamu"ujar Gavin tertawa.


"Iya..dia sangat istimewa untukku. Dia sumber kebahagiaanku setelah keluargaku"jelas Arya.


Mereka pun mengobrol panjang lebar begitu asiknya walaupun baru mengenal.


"Jadi kamu punya bisnis restoran?"tanya Gavin.


"Begitulah. Itu milik papahku. Aku hanya meneruskan"ujar Arya.


"Kita sama. Aku juga meneruskan perusahaan ayah dibidang kontruksi"seru Gavin.


"Jadi kamu sering membangun beberapa proyek?"tanya Arya.


"Tentu saja. Tapi seringnya proyek itu pembangunan jalan tol, gedung rumah sakit atau gedung pemerintahan. Aku ingin sekali kerja sama dengan perusahaan yang mau membangun hotel nanti aku beri desain yang luar biasa"terang Gavin.


"Tentu saja impianmu akan tercapai. Oh ya di Singapura nanti mampirlah ke restoranku. Ini alamatnya"ujar Arya memberikan kartu berisi alamat restorannya di Singapura.

__ADS_1


"Tentu saja Arya. Kamu akan traktir aku kan?"ujar Gavin menunjuk Arya.


"Tenang saja"jawab Arya tertawa.


__ADS_2