
"Syan kamu kenapa sih?"tanya Arya
"Kamu nggak peka apa pura-pura nggak tahu sih"gerutu Isyan dengan wajah cemberut.
"Kamu cemburu sama Anita?"tanya Arya.
"Enggak..."elak Isyan menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Arya tertawa geli melihat tingkah Isyan yang malu-malu itu.
"Udah kalo cemburu bilang aja"goda Arya.
"Siapa yang cemburu coba..ih geer"ujar Isyan.
"Tuh mukanya ditekuk kaya gitu"ujar Arya.
Tiba tiba mobil arya berhenti di depan minimarket.
"Kenapa berhenti?"tanya Isyan.
"Bentar mau beli minum dulu"ujar Arya lalu masuk ke dalam minimarket.
10 menit kemudian Arya kembali menenteng kantong plastik.
"Nih aku bawain es krim buat kamu jangan ngambek lagi ya"ujar Arya lalu memberikan sebungkus es krim rasa coklat.
"Serius nih? Wah makasih banget"ujar Isyan lalu memakan es krim itu dengan lahapnya sampai belepotan ke pipi.
"Syan diem dulu"ujar Arya.
Tiba-tiba Arya mencium pipi Isyan yang ada noda es krimnya.
Isyan melotot dan terngaga saat Arya mencium pipinya. Wajah Isyan memerah dan hidungnya kembang kempis. Arya menahan tawa melihat Isyan malu-malu.
__ADS_1
Sampailah mereka di rumah Isyan.
"Masih marah?"tanya Arya.
"Emmm"gumam Isyan.
"Syan, dia cuma temen SMA kok. Aku kan sayangnya cuma ke kamu eh.."ucap Arya menutup mulut merasa salah bicara.
"Sayang aku?"tanya Isyan memastikan.
"Eh maksud aku kita kan pura-pura gitu"ujar Arya takut salah bicara.
"Oh cuma pura-pura ya udah pura-pura aja terus"ujar Isyan kesal lalu keluar dari mobil Arya.
"Lah kok marah emang pacarannya pura pura kan? Apa dia minta pacaran beneran"ujar Arya bingung.
Isyan menutup pintu rumah lalu berdiri nenyenderkan punggungnya ke pintu.
Isyan menggigit bibirnya sambil memegangi pipi yang dicium Arya. Isyan tersenyum malu mengingat kejadian tadi.
"Apa yang beneran?"sambar Kusuma yang muncul di depan Isyan.
Isyan pun langsung gugup dengan wajah memerah.
"Eh papah...nggak ada apa apa koh pah. Isyan ke kamar dulu ya Pah"ujar Isyan bergegas pergi.
Kusuma menahan tawa karena sejak tadi sudah memperhatikan sikap Isyan.
Sesampainya di kamar isyan bergegas membersihkan diri. Lalu ikut makan malam bersama. Setelah selesei makan malam Isyan duduk di taman belakang rumah. Dion melihat Isyan pun menghampiri dan duduk di sebelahnya.
"Syan tumben duduk disini. Udah lama banget kamu nggak pernah ke sini"ujar Dion.
"Bukankah aku harus memulai hidup yang baru Yon?"tanya Isyan.
__ADS_1
"Hah? Jadi kamu udah lupain Irfan? Sungguh Syan?"tanya Dion dengan wajah bahagia.
Isyan mengangguk pelan.
"Alhamdulillah...bentar jangan bilang kamu mulai suka sama Arya ya?"ujar Dion.
"Aku nggak tau Yon perasaan aku ke dia gimana. Kan semua yang terjadi cuma pura-pura"ujar Isyan menunduk.
"Syan...kamu marah nggak kalo dia deket sama cewek lain?"tanya Dion.
"Ya jelas. Tapi aku nggak pernah lihat dia cemburu kalau aku sama cowok lain"jawab Isyan.
Dion malah tertawa terpingkal-pingkal.
"Syan gimana Arya bisa cemburu, kamu aja kalo di deketin cowok langsung kaku kaya batu. Dan aku tahu banget Arya tuh orangnya tenang nggak cemburuan bahkan dulu diselingkuhi mantannya pas kuliah dia diem aja"ujar Dion.
"Kok bisa? Masa dia nggak marah sih"tanya Isyan.
"Karena dia orangnya nerimaan banget kalo bukan jodoh ya udah ngapain harus ditangisi. Tapi dia perhatian kan ke kamu?"ujar Dion.
Isyan mengangguk sambil tersenyum.
"Artinya dia sayang sama kamu cuma karena dia inget kamu cuma minta pura-pura pacaran ya gimana dia bisa nyatain perasaannya"ujar Dion.
"Lah aku harus gimana?"tanya Isyan.
"Kasih dia perhatian balik dong. Pake nanya kaya nggak pernah bucin aja. Syan inget nggak dulu aku pernah janji kalo kebahagiaanmu adalah tanggung jawab aku dan aku yakin Arya bisa bahagiain kamu"ujar Dion meyakinkan.
Isyan masih diam menatap Dion. Lalu Dion memegang lembut wajah Isyan.
"Syan aku juga pengin punya pacar capek jomblo mulu mikirin kapan kamu bahagia"ujar Dion dengan nada mengejek.
"Ihh dion nyebelin"ujar Isyan kesal sambil menyubit pinggang Dion.
__ADS_1
"Auuww sakit Syan"ujar Dion sambil tertawa.