
Keesokan paginya, Isyana bangkit dari kasur mewahnya beranjak ke kamar mandi bersiap untuk ke kantor.
Setelah selesai Isyan bergegas turun untuk sarapan.
Namun tak didapati orang rumah di ruang makan. Isyan pun beranjak ke ruang TV.
Keluarganya sedang berkumpul melihat berita di TV. Di mana berita itu menayangkan foto-foto Isyan dan Rio saat acara semalam mereka berpelukan.
Dan berita itu mengatakan Isyan dan Rio ada hubungan spesial bahkan berani bermesraan di acara besar.
"SIALAN!! Berita sampah macam apa itu??"teriak Isyan yang mengalihkan pandangan semua orang rumah.
"Syan sabar sayang"ujar Ratih menghampiri Isyan.
"Siapa yang berani bikin berita kayak gitu?"ujar Isyan marah.
"Tenang sayang papah akan cari tahu"ujar Kusuma merangkul putrinya.
"Ini pasti kerjaan Rio"ujar Dion.
"Rama kamu pergi sama Dion cari tau dari mana berita ini dan suruh media untuk menghapusnya"ujar Kusuma.
"Baik Kak.."ujar Rama lalu pergi dengan Dion.
"Isyan..sebaiknya kamu nggak usah ke kantor ya"ujar Sinta.
"Tante kamu benar. Mamah takut banyak media mengincarmu"ujar Ratih.
Isyan hanya diam dengan napas tersengal-sengal menahan emosi.
-----
Seorang pria duduk di singgasananya sambil kaki diletakkan di meja.
"Bagaimana beritanya sudah menyebar?"tanya pria itu yang tak lain adalah Rio.
"Sudah bos..semua media hanya memberitakanmu dan Isyan"ujar pria yang tak lain yang memotret Isyan dan Rio kemarin malam.
"Bagus. Ini bayaranmu pergilah!"ujar Rio memberikan amplop berisi uang.
Rio tersenyum puas saat melihat semua media memberitakan dia dan Isyan melalui HP-nya.
"Rasakan pembalasanku Isyan"ujar Rio penuh kemenangan.
Didepan rumah keluarga Wijaya banyak awak media berdiri didepan gerbang berteriak memanggil nama Isyan untuk minta klarifikasi.
"Kak di luar banyak wartawan ingin bertemu Isyan"ujar Sinta.
"Pah gimana ini? Ini bener-bener keterlaluan"ujar Ratih.
Tak berapa lama datanglah Dion dan Rama.
"Bagaimana, apa kalian sudah tahu siapa pelakunya?"tanya Kusuma.
"Rio menyuruh orang untuk memotret Isyan saat bersama Rio di toilet dan menyebarkan foto itu"ujar Rama.
"Kurang ajar Rio"ujar Kusuma marah.
"Biar aku yang katakan pada media kalo ini fitnah"ujar Dion.
__ADS_1
"Tidak perlu Dion"ujar Isyan yang datang.
"Biar aku yang katakan pada semua orang. Dion atur konferensi pers nanti malam. Dan tolong minta rekaman CCTV di toilet itu"ujar Isyan lalu masuk ke kamarnya.
Di kamar Isyan menatap ke arah luar rumahnya di mana awak media masih berdiri di sana.
"Arya...ya Arya"lirih Isyan.
Isyan pun menelpon Arya.
"Halo Bu Isyan. Apa ibu baik-baik saja, aku melihat berita itu di TV dan semua karyawan membicarakannya"jawab Arya.
"Aku baik-baik saja. Kau datang kerumahku ada yang mau aku bicarakan. Cepat"ujar Isyan menutup telpon.
Arya nampak bingung. Tapi tak berpikir lama arya langsung pergi ke rumah Isyan.
Betapa terkejutnya Arya saat melihat rumah Isyan dipenuhi oleh wartawan.
"Astaga...bencana macam apa ini"desis Arya.
Arya menurunkan kaca mobil agar wajahnya dapat dikenali oleh penjaga di depan rumah Isyan yang sudah diberitahu kedatangan Arya.
Tak lupa dia membunyikan klakson agar para wartawan menyingkir.
"Pak Arya!!"sapa seorang bodyguard.
"Ya saya"jawab Arya.
"Nona Isyan sudah menunggu di dalam"ujar bodyguard.
"Baik"jawab Arya lalu masuk kerumah besar dan mewah keluarga Wijaya.
"Arya.."panggil Isyan yang sudah berdiri di ruang tamu didampingi ayanhnya, Om Rama dan Dion yang sudah duduk di sofa.
"Selamat pagi semuanya"sapa Arya tersenyum manis walaupun merasa gugup berhadapan dengan keluarga Wijaya.
"Duduk Nak"pinta Kusuma meminta Arya untuk duduk.
"Aku yakin kau sudah lihat berita itu. Dan Isyan sudah memberitahu kau yang menolongnya semalam"ujar Kusuma.
Arya hanya mendengarkan dengan seksama.
"Jadi kami meminta bantuanmu untuk pergi ke konferensi pers nanti malam"ujar Rama.
"Baik saya akan bantu"ujar Arya.
"Tapi dengan satu syarat"ujar Isyan.
"Apa syaratnya?"tanya Arya.
"Kamu harus mengaku sebagai pacarku di depan media nanti"ujar Isyan
DEG
Arya menatap Isyan dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Aku tau kau terkejut Arya, tapi ini satu-satunya cara untuk membantu Isyan"ujar Dion.
"Tapi kenapa harus berpura-pura sebagai pacar"ujar Arya merasa bingung.
__ADS_1
Flashback on
"Kamu gila Syan, mana ada pria yang mau melakukan itu"ujar Kusuma.
"Tapi nggak ada cara lain pah. Papah mau nama baik keluarga kita hancur?"tegas Isyan.
"Nak, tapi tidak baik mempermainkan perasaan orang"ujar Ratih.
"Aku tidak mempermainkan siapa pun aku tidak menyuruh dia jadi pacar sungguhan. Hanya pura-pura saat konferensi saja"ujar Isyan.
"Syan...kalau setres jangan kebangeten kenapa"ujar Dion menggelengkan kepala.
Flashback off
"Arya ikut aku. Akan aku jelaskan semuanya"ujar Isyan lalu pergi diikuti Arya.
Mereka pun pergi ke taman dan duduk di sana.
"Bu apa maksud semua ini?"ujar Arya.
"Pertama jangan panggil aku Bu. Panggil isyan. Aku bukan ibumu"ujar Isyan dingin.
"Kenapa aku menyuruhmu berpura-pura jadi pacarku hanya untuk menyelamatkan namaku karena kamu yang melihat kejadian semalam. Anggap saja kita kerja sama kamu membantuku dan aku membantumu"ujar Isyan.
"Membantuku? Maksudnya?"tanya Arya tak mengerti.
"Ibumu sedang sakit kan? Dan dia berharap kamu memiliki pacar? Anggap saja ini impas,ibumu pasti akan senang mendengar kamu punya pacar. Ini hanya pura-pura"ujar Isyan.
"Bagaimana kamu tahu ibuku sakit?"tanya Arya.
"Aku tahu segalanya"ujar Isyan.
"Astaga aku lupa kalo dia Isyana Kusuma Wijaya yang pasti tau segala informasi tentang pegawainya"batin Arya.
"Kamu setuju atau tidak? Baiklah satu lagi aku akan bantu restoranmu untuk membuka cabang di Singapura bagaimana?"ujar Isyan mengajukan penawaran.
"Bagaimana bisa aku menerima kesepakatan ini, bahkan aku sudah mulai menyukai dia"batin Arya.
"Arya Praditya!!"tegas Isyan memecahkan lamunan Arya.
"Ba..baiklah aku setuju"ujar Arya.
"Bagus"ujar Isyan tersenyum puas lalu pergi.
Isyan kembali ke ruang tamu.
"Bagaimana Syan?"tanya Rama.
"Dia setuju"ujar Isyan.
"Tidak ada penolakan???"tanya Dion keheranan.
"Tidak ada yang bisa menolak perintahku"ujar Isyan lalu pergi ke kamarnya.
"Yang ku takutkan bagaimana keluarga Arya tahu hal ini"ujar Kusuma.
"Aku juga memikirkan itu Om. Soalnya keluarganya baik banget"ujar Dion.
"Ya sudah kita pikirkan itu nanti, Rama kamu umumkan kepada seluruh media bahwa kita akan melakukan konferensi pers nanti malam di Hotel Wijjaya"ujar Kusuma.
__ADS_1
"Baik Kak"ujar Rama.