Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 29


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah hari pertunangan mereka. Semua terasa aman, damai, dan sejahtera. Hari ini weekend yang dinanti semua orang.


Keluarga wijaya sedang pergi ke Amerika untuk bertemu kakek nenek Isyan dan memberi kabar pernikahan Isyan dan Dion.


Sementara keluarga Praditya sedang pergi ke Bandung mengabari keluarga orang tua Arya tentang pernikahan anak-anak mereka.


Tinggalah dua pasangan yang sedang dimabuk asmara di rumah masing-masing. Mereka berencana menghabiskan weekend di rumah keluarga Wijaya.


"Oke gimana kalo kita bikin perlombaan"ujar Dion.


"Perlombaan apa?"tanya Rara.


"Nah buat ngetes kekompakan kita dan pasangan gimana kalo kita lomba masak"jelas Dion.


"Wah oke juga idemu yon. Tumben pinter"sahut Isyan.


"Jurinya siapa?"tanya Arya.


Dion menepuk tangannya dan munculah semua pelayan yang ada di rumah Wijaya yang berjumlah sepuluh orang. Rara dan Arya melotot melihat total pelayan yang ada di rumah ini.


"Mereka jurinya"ujar Dion


"Okee boleh juga. Kebetulan mau jam makan siang kan bisa sekalian"ujar Isyan.


"Nah untuk menunya ditentukan dari dalem kocokan ini. Jadi satu kertas itu menunya ada makanan utama dan makanan penutup"jelas Dion mengeluarkan toples kaca berisi kertas yang sudah ditulis berbagai macam menu.


"Ya ampun Yon, berasa malam final Putri Indonesia pakai kocokan begini"ujar Isyan tertawa.


"Oke Raraku sayang, kamu ambil kertasnya duluan"ujar Dion menyorodorkan toples itu pada Rara.


Rara pun mengambil satu di antara banyak kertas yang ada di dalam toples.


"Emm...menu yang kita masak adalah ayam penyet sambel terasi, tumis buncis sama puding susu buah naga"ujar Rara dengan ekspresi datar.


"Hah? Kok susah sih"gerutu Dion dengan wajah kesal.


"Susah apanya Yon. Itu gampang kali"sambung Arya menahan tawa.

__ADS_1


"Oke giliran aku ya.."ujar Isyan mengambil kertas dari toples.


Dion menjinjit sambil melirik tulisan di dalam kertas yang dipegang Isyan.


"Nggak usah ngintip nanti matamu timbilen"celetuk Rara sambil menepuk lengan dion.


"Rasain kamu..."ledek Arya.


"Oke menunya adalah ikan gurame asam manis, tumis jamur, dan puding mangga selasih"ujar Isyan.


"Wah enak tuh"ujar Arya semangat 45.


"Maaf tuan dan nona sekalian. Ada peraturan dalam lomba ini"seru kepala pelayan.


"Sejak kapan aku menyuruh kalian membuat peraturan?"ujar Dion sewot.


"Ya ampun Tuan Dion biar kayak masterchef gitu loh..."ujar kepala pelayan.


"Nah mantap, ini baru cerdas"ujar Isyan tertawa penuh kemenangan.


"Peraturan pertama yang memasak itu yang cowok, yang cewek cuma ngasih arahan langkah-langkah memasaknya"ujar kepala pelayan.


"Yang kedua, tidak boleh mencicipi masakannya sebelum dihidangkan, jadi harus hati-hati saat memberi bumbu"lanjutnya.


"Yang ketiga, tidak boleh mengganggu tim lawan nanti didiskualifikasi"jelas kepala pelayan.


"Wah susah nih masa aku yang masak. Enak Arya dong bisa masak"gerutu Dion.


"Nggak papa sayang, kita harus optimis bisa kalahin Kak Isyan dan Kak Arya"seru Rara sambil menganggkat lengannya seperti binaragawan.


"Waktu memasaknya berapa lama?"tanya Isyan.


"Waktunya cuma tiga jam. Jadi nanti jam dua belas tepat, masakan harus udah siap untuk dihidangkan"tambah kepala pelayan.


Dua pasangan itu diberi waktu untuk berunding dan mempersiapkan diri seperti memakai celemek dan menatap bahan bahan untuk memasak.


"Oke tuan dan nona udah siap?"tanya kepala pelayan.

__ADS_1


"SIAP!!"sahut mereka bersamaan


"Satu."


"Dua."


"Tiga."


Kepala pelayan meniup peluit tanda waktu memasak dimulai. Dengan arahan para wanita, para pria melakukan setiap langkah-langkah memasak.


"Ra..gimana dulu nih?"tanya Dion.


"Ayamnya dicuci dulu"jelas Rara.


Dion pun melakukan perintah Rara.


"Arya...ikannya diiris dibagian badannya biar bumbunya meresap terus dikasih air jeruk sama garam ya biar nggak amis"perintah Isyan.


"Oke sayang"jawab Aryam


"Dion bikin bumbunya dulu"perintah Rara.


"Apa aja bumbunya?"tanya Dion


"Bawang merah dan bawang putih"jelas Rara.


"Arya...ikannya digoreng dulu jadi kamu bikin bumbu ikan goreng"kata Isyan.


Arya menuruti perintah Isyan, walaupun dia bisa memasak namun cara memasak Isyan dengan dia cukup berbeda. Sehingga dia merasa agak butuh sedikit penyesuaian.


"Sayang..kunyitnya nggak sebanyak itu juga kali"gerutu Isyan saat Arya mengambil kunyit sebesar ibu jari.


"Terus?"tanya Arya mengernyitkan dahi. Sebenarnya dia baru mengambil kunyit itu belum menentukan seberapa banyak dia akan memakai kunyitnya.


"Sebesar ujung kuku cukup"jelas Isyan.


Mereka pun sibuk dengan masakan masing-masing. Tak lupa kepala pelayan berkeliling melihat kinerja mereka. Kalau di rasa sudah mirip kayak kompetisi masterchef aja ya mereka.

__ADS_1


__ADS_2