
Setelah perdebatan dibruangan Isyan, Arya mengajak Isyan untuk makan siang di kantin kantor karena kebetulan Isyan belum makan siang. semua masih sama, jasa kateringnya memakai restorannya dan semua karyawan pun tahu. Arya sangat merindukan suasana kantin kantor.
"Rara pasti sedang makan dengan Dion di dalam ruangannya"celetuk Arya sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.
"Selalu. Aduh calon adik iparku dan sepupuku menggemaskan sekali. Romantis sekali..."ujar Isyan agak lebay.
"Terus kamu pikir kita nggak romantis?"gerutu Arya.
"Siapa?? Kita?? Kamu aja kali aku nggak"balas Isyan tertawa.
"Emmm kamu ya..."ujar Arya mulai kesal tiba tiba menyuapkan sendok ke mulut Isyan agar isyan wanita itu berhenti mengoceh.
Isyan hanya bisa melotot dan mengunyah makanan yang disuapkan oleh Arya.
"Suapi aku dengan benar"ujar Isyan tegas.
"Baiklah tuan putri..."balas Arya dengan senang hati.
Sementara di ruangan Dion, Rara juga sedang asik menyuapi Dion.
"Sayang...kenapa kamu mau sama aku?"tanya Rara tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Rara, refleks Dion langsung terbatuk karena sedang mengunyah makanan, lalu rara memberi minum.
"Kenapa tanya gitu?"tanya Dion khwatir.
"Ya tanya aja. Aku kan nggak secantik dan sehits mantan kamu yang dulu"ujar Rara memutar bola matanya.
Dion tersenyum, ternyata pacarnya ini sedang khawatir dan cemburu rupanya.
__ADS_1
"Rara...siapa bilang kamu nggak secantik mereka? Kamu itu spesial karena kamu tulus sayang sama aku nggak kaya mereka yang mendekati aku karena harta. Bahkan setelah kamu tahu aku dari keluarga Wijaya nggak pernah kamu minta ini itu"ujar Dion santai.
"Ya ngapain aku minta, kamu kan belum jadi suami aku. Lagi pula aku tulus cinta sama kamu"ujar Rara.
"Nah itu...yang aku suka dari kamu. Kamu apa adanya dan tulus"ujar Dion mencolek hidung Rara.
Setelah makan siang Arya pamit untuk kembali ke restoran dan pulang dengan Rara. Dan di perjalanan sebuah mobil mengikuti mobil mereka. Awalnya arya hanya acuh. Tapi dia mulai merasa risih melihatnya karena yakin dia sedang diikuti.
"Kak...mobil itu ngikutin kita deh"ujar Rara.
"Dek...kamu tenang biar kakak yang hadapi"ujar Arya menenangkan Rara.
Arya pun ngebut secepat mungkin menghindari kejaran mobil itu. Tapi mobil itu melaju lebih kencang lagi agar bisa menyamai kecepatan mobil Arya.
"Kak mereka tambah deket"ujar Rara khawatir
"Tenang Dek..."ujar Arya.
Di kantor, Dion mengecek berkas di atas meja lalu tiba-tiba HP Dion bergetar. Dia mendapat pesan dari seseorang. Ekspresi muka Dion langsung berubah cemas dan langsung pergi ke ruangan Isyan.
"Syan...lihat ini"ujar Dion menunjukkan HPnya.
"Mobil yang kemarin? Dia ngikutin Arya?"tanya Isyan dan Dion mengangguk cepat.
"Lalu gimana keadaan Rara dan Arya?"tanya Isyan.
"Kata bodyguard yang jaga di restoran, mereka sampai dengan selamat"tambah Dion
"Syukurlah"ujar Isyan menghela nafas lega.
__ADS_1
"Yon...udah tahu siapa dalang dari pengintaian ini?"tanya Isyan.
"Aku belum tau Syan, plat nomernya palsu. Dan lihat plat nomer mobil ini berganti saat kemarin mengejarmu dan hari ini mengejar Arya"ujar Dion
"Tetap selidiki. Aku takut terjadi sesuatu"ujar Isyan
Di restoran, Arya menceritakan segalanya pada keluarganya tentang apa yang terjadi.
"Jadi kita semua diintai?"tanya Angga, dan Arya hanya memberi anggukan membenarkan semua itu.
"Lalu bagaimana dengan pertunangan ini?"tanya Laras.
"Mamah kenapa mikir tentang pertunangan?"tanya Arya.
"Saat ini kita sedang diintai..itu artinya ada yang nggak suka dengan keluarga kita dan berhubungan kita dengan keluarga Wijaya"ujar Laras sedih.
"Mamah ini aneh deh...sebelum kita kenal keluarga Wijaya bukannya mereka juga selalu diintai orang. Apalagi kalau jadi pewaris, kaya Dion"tambah Rara.
"Yang diomongin Rara bener Mah,intinya kita semua harus sabar dan kuat. Apapun hambatannya ya.."ujar Angga memberi semangat.
"Mamah nggak usah khawatir, Isyansudau bergerak lebih cepat dari kita kok"sambung Arya.
"Maksudnya?"tanya Angga dan Laras bersamaan.
Arya mengajak orang tuanya ke teras restoran lalu menunjuk beberapa orang bodyguard yang berjaga di depan restoran mereka.
Mereka semua menyamar jadi orang biasa seperti tukang ojek dan tukang cilok.
"Isyan yang menyuruh mereka berjaga?"tanya Angga.
__ADS_1
"Iyaa Isyan, ini semua dia lakukan untuk menjaga keluarga kita. Sudah ya Pah Mah, kita ikuti aja alurnya"ujar Arya.