Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 24


__ADS_3

Berita pertunangan antara anak dari keluarga Wijaya dan keluarga Praditya sudah terdengar. Tinggal lima hari lagi menuju hari pertunangan.


Semua sudah dipersiapkan. Dari ballroom, jelas memakai hotel milik Wijaya Group. Katering dari restoran Arya. Pernak pernik seserahan di urus mamahnya Dion. Memang keluarga ini antara terlalu mandiri atau bisnis mereka yang terlalu banyak hingga tidak perlu pusing mencari apapun yang diinginkan.


Dan bagusnya lagi, undangan pertunangan justru Rara yang mendesig,n karena dia ahli dibidang design. Dan semua baju diurus mamahnya Isyan.


-----


Seperti syarat dari Isyan pada Arya saat akan resign bahwa Arya harus mengantar Isyan ke kantor setiap hari.


"Selamat pagi..."sapa Arya yang sudah berdiri didepan pintu dengan setangkai mawar.


Isyan menerimanya bunga dengan sangat senang.


"Berangkat sekarang?"tanya Arya.


"Ayo..."jawab Isyan semangat.


Lalu Arya membukakan pintu mobil untuk Isyan. Kemudian Arya mengantar Isyan ke kantor.


Siang ini Isyan ada meeting dengan klien di salah satu restoran. Isyan memutuskan pergi sendiri tanpa sopir dan bodyguard. Di jalan Isyan merasa aneh dengan sebuah mobil hitam di belakangnya.


"Kayaknya mobil itu ngikutin aku deh"ujar Isyan melihat dari kaca tengah mobil.


Isyan menggigit bibirnya lalu siap menginjak gas mobil sampai kecepatan mobilnya 90 km/jam.


Isyan mempercepat laju mobilnya, dan sedikit mempermainkan gaya menyetirnya.

__ADS_1


Di depan ada lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau tinggal tiga detik. Isyan menarik napas dan langsung menginjak gas kuat dan akhirnya dia melewati lampu hijau itu.


Dan lampu lalu lintas berubah jadi merah dan mobil itu pun tak bisa mengikuti Isyan lagi. Dia pun bisa bernapas lega dan mengembalikan kecepatan mobilnya seperti sedia kala.


Setelah selesai meeting Isyan segera kembali ke kantor. Dia menyuruh sekertarisnya, Arum meminta agar Dion ke ruangannya.


"Ada apa Syan? Ada masalah dengan meeting tadi?"tanya Dion.


"Bukan itu"jawab Isyan cepat.


Isyan membuka HPnya dan memberikan sebuah foto mobil tadi yang membuntutinya.


Isyan mendapat foto mobil itu karena mobil Isyan di bagian depan dan belakang ada kamera tersembunyi yang sangat kecil. Jadi di dalam mobil canggihnya, Isyan bisa melihat di layar monitor jika ada yang membuntutinya.


"Mobil siapa?"tanya Dion.


"APA???"teriak dion menggebrak meja Isyan


"Kenapa nggak telpon aku? Kenapa nggak bawa bodyguard?"sergap Dion marah.


"Kalo aku bawa bodyguard, kita nggak bakal tahu ada yang mengintai aku"ujar Isyan dengan cerdas dan santai.


Dion diam seribu bahasa. Banyak hal yang dipikirkannya.


"Yon kenapa diem? Kamu menyembunyikan sesuatu?"tanya Isyan dengan tatapan penuh selidik.


"Se..sebenernya...tempo hari aku sudah tahu siapa pelaku yang mengirimkan teror kerumah kita"ujar Dion pelan.

__ADS_1


"Siapa?"sergap isyan tak mau kalaj


"Rio..."lirih Dion.


"WHAT???"teriak Isyan dengan mata membulat tajam.


"Bisa-bisanya kamu sembunyiin itu dari aku Yon. Kalau aku tahu kita bisa bertindak cepat"ujar Isyan memegang kepalanya.


"Maaf Syan..."ujar Dion.


"Lalu di mana Rio sekarang?"tanya isyan


"Dari informasi yang aku dapat, dia bebas karena dijamin oleh orang, lalu terakhir dia ada di Tanggerang tapi sekarang dia menghilang"ujar Dion.


"Ada lagi yang kamu sembunyikan?"tanya Isyan yang merasa belum lega


"Teror yang didapat keluarga Arya juga juga karena ulah Rio"jawab Dion.


"Sudah aku duga"ujar Isyan berusaha menahan emosi.


"Maksudnya?"tanya Dion tak mengerti.


"Kalau dia menerorku otomatis dia meneror Arya juga. Secara Arya pacarku, dia pasti ada niat buruk. Sekarang kamu periksa siapa pemilik mobil itu dan siapa dalang di balik semua ini"ujar Isyan.


"Dan satu lagi, kirim tim bodyguard untuk berjaga di rumah dan di restoran Arya, tapi ingat jangan sampai keluarga Arya tahu"ujar Isyan.


"Oke Syan. Kalau menyangkut keluarga Arya aku pastikan semuanya beres. Karena ini menyangkut Rara juga"ujar Dion mantap

__ADS_1


"Dasar bucin uler..."ejek Isyan.


__ADS_2