
Hari ini adalah ulang tahun Isyana. Seperti biasa Isyana bangun tidur mandi lalu turun untuk sarapan tapi dia melihat rumah sudah sepi.
"Bi..kok rumah sepi ke mana semua orang?"tanya Isyan seolah tak mengingat kalau dia ulang tahun.
Ini kebiasaan Isyana walaupun semalam keluarganya membahas ulang tahunnya tapi pasti besoknya Isyan lupa dengan ulang tahunnya sendiri.
"Em..Nyonya Ratih dan Nyonya Sinta pergi belanja Non. Kalo Tuan Kusuma dan Tuan Rama katanya ada keperluan"ujar pelayan.
"Dion kemana?"tanya Isyan.
"Katanya ketemu bidadari"jawab pelayan
"Ih dasar Dion pagi-pagi udah ngebucin aja tuh tuyul"ujar Isyan kesal.
Setelah sarapan Isyan bergegas ke kantor.
Tapi alangkah terkejutnya Isyan mendapati kantornya sepi seperti kuburan.
"Heh sejak kapan kantor Wijaya Group sepi. Parkiran penuh kendaraan, tapi orang nggak ada"ujar Isyan kebingungan saat memasuki kantor.
Isyan pun masuk ke lift menuju lantai di mana yang menjadi tempat ruangannya berada.
Sesampainya di sana Isyan dibuat semakin bingung karena tidak mendapati karyawannya berada.
"Kemana semua orang? Ini kantor apa kuburan?"tanya Isyan melihat sekeliling.
SURPIZE!!!! 🎉🎉🎉
Tiba-tiba semua orang muncul sambil berteriak keluar dari persembunyian. Semua orang sudah memakai topi ulang tahun dan meniup terompet khas ulang tahun.
Semua menyanyikan lagu happy birthday membuat Isyan terkejut dan bahagia dengan mata yanh berkaca-kaca.
Terlihat keluarga Isyan berjalan kearahnya, san mamahnya membawa kue ulang tahun.
Isyan melakukan make a wish dan meniup lilinnya diikuti suara tepuk tangan.
"Jadi kalian ngerjain aku?"tanya Isyan
__ADS_1
"IYA DONG!!"jawab keluarga Isyan serempak sambil tertawa.
"Syan, diusiamu yang ke 27 tahun ini papah berdoa semoga dilimpahi kebahagiaan dan perlindungan dari Allah"ujar Kusuma.
"AAMIIN"sahut semua orang.
"Terus doa kalian buat bos kalian apa?"tanya Dion pada karyawan.
"SEMOGA BU ISYAN CEPET NIKAH SAMA PAK ARYA!!!"teriak semua orang.
"KODE KERAS NIH"teriak Dion dengan nada menggoda.
Semua karyawan Wijaya Group begitu menghormati sosok Isyan sebagai direktur utama. Walaupun terkesan galak, cuek, dan tegas, tapi dia tidak pernah merendahkan siapapun apalagi menyinggung jabatan dan status sosial. Itulah yang membuat semua karyawan begitu hormat pada Isyan.
Perkataan mereka membuat Isyan dan Arya tersipu malu dibuatnya. Bagaimana tidak? Semua orang bahagia dengan perubahan sikap Isyan yang tidak secuek dulu setelah kehadiran Arya sang pujaan hati.
"Ya sudah kalian bisa mulai bekerja. Saya sudah pesan makanan enak buat kalian semua"ujar Ratih.
"Terima Kasih Nyonya Ratih"jawab para karyawan begitu bahagia.
"Om sama papahmu juga ada urusan. Kalian baik-baik di kantor ya. Awas Isyan kalo lagi ulang tahun tambah garang"ledek Rama.
"Ih apaan sih Om"ujar Isyan kesal.
Lalu mereka pergi menyisakan Dion dan Arya dalam keheningan.
"Syan selamat ulang tahun ya"ujar Arya malu-malu.
"Udah sih kalo mau peluk tuh ya peluk aja"ujar Dion mendekatkan tubuh Isyan dan Arya.
"Ih Yon malu dilihat karyawan"ujar Isyan.
"Lebay ah...semua karyawan aja seneng kok sama hubungan kalian. Ya udah karena hari ini ulang tahun sepupuku yang paling cantik dan kaya raya se Asia jadi semua meeting aku yang handle. Kamu cukup duduk manis sambil uwuwuan sama pacar kamu. Bye Isyan sayang!"ujar Dion lalu pergi melambaikan tangan.
Isyan hanya tertawa melihat tingkah Dion yang memang kocak dan menyebalkan. Sifat Dion yang kocal melengkapi sifat Isyan yang dingin.
"Ya udah ke ruangan aku aja"ujar Isyan.
__ADS_1
Isyan mengajak Arya untuk ke ruangannya. Sesampainya di dalam ruangan, mereka berdua duduk di sofa.
"Aku ada hadiah buat kamu"ujar Arya.
"Apaa??"tanya Isyan sumringah.
Arya berdiri dari sofa lalu keluar ruangan Isyan sebentar, mengambil sebuah kotak yang dia sembunyikan di meja Arum, kemudian dia kembali menemui Isyan.
"Ini buat kamu. Selamat ulang tahun sayang"ujar Arya memberikan sebuah kotak berukuran agak besar.
"Isinya apaan?"tanya Isyan.
"Kamu buka sebelum acara nanti malam"ujar Arya.
"Ihh lama banget. Udah penasaran"rengek Isyan.
"Syan sabar. Allah sayang sama orang-orang yang sabar. Udah dulu ya pacarku, aku mau kerja ngumpulin modal buat nikah sama kamu"ujar Arya mengecup kening Isyan dengan lembut lalu pergi dari ruangan Isyan.
Di ruangannya arya sedang merenungkan sesuatu hal.
"Hei ngapain ngelamun Bro"tegur Dion yang tak sengaja melewati ruangan Arya yang pintunya terbuka.
"Loh katanya meeting?"tanya Arya.
"Nanti jam 10. Kenapa sih ada masalah?"tanya Dion.
"Nggak ada sih. Aku cuma nggak enak aja, aku sebagai pacarnya Isyan tapi kerja di perusahaannya. Aneh nggak sih?"ujar Arya gelisah.
"Ngapain dipikirin. Asal kerja kamu bagus nggak semata-mata kamu pacarnya Isyan semua oke-oke aja"ujar Dion.
Arya selalu berpikir, dia takut kalau orang mengira dia hanya panjat sosial terhadap Isyan. Karena terlihat jelas kekayaan Isyan berkali-kali lipat jauh di atasnya.
"Aku nggak enak aja sama karyawan yang lain"ujar Arya.
"Heh Isyan bukan orang yang subjektif. Dia adil sama semua orang. Kalo kamu kerjanya ngawur pasti ditegur. Aku juga pernah dimarahi sama dia habis-habisan. Padahal aku sepupunya dan pemegang separulo saham perusahaan. Jadi nggak usah dengerin kata orang"ujar Dion
Arya hanya manggut-manggut mendengarkan perkataan Dion.
__ADS_1