Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 68


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Ratih, Sinta, Laras dan Rara sudah mengurus persiapan pernikahan Arya dan Isyan. Sudah 70% persiapannya. Mulai dari baju, dekorasi, undangan, tempat, dan katering sudah diurus semuanya tinggal menunggu komplit.


Sementara Arya dan Isyan masih sibuk dengan pekerjaan mereka. Keduanya sengaja menyelesaikan pekerjaan agar bisa tenang melaksanakan pernikahan. Terlebih lagi akan ada banyak ritual adat yang dilaksanakan sebelum hari pernikahan.


*****


Pagi ini, Isyan datang ke kantor Arya untuk meeting membahas tentang kelanjutan pembangunan Arsya Hotel. Dan meeting kali ini akan membahas konsep design interior dengan salah satu perusahaan design interior dari Singapura yaitu Dome Star Design.


Dome Star Design menyuruh seorang wanita bernama Maureen mewakili perusahaan mereka untuk meeting. Maureen seorang wanita cantik, seksi, sensual, dan berambut pirang membuat semua pria akan tergoda jika menatapnya.


Maureen memasuki lobi kantor arya dengan begitu menawan memakai dress press body berwarna hijau selutut membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Semua karyawan menatap kagum ke arah maureen yang begitu seksi. Maureen diantarkan ke ruang meeting oleh salah satu karyawan.


Tak berapa lama datanglah Isyana Wijaya bersama Arum. Mereka disambut oleh Aldo tentunya. Isyan pun tak kalah mempesona memakai setelan blazer berwarna putih dengan aksen kancing berwarna gold.


"Selama pagi, Bu Isyan"sapa Aldo ramah.


"Pagi. Apa perwakilan Dome Star Design sudah datang?"tanya Isyan.


"Dia sudah datang lima menit yang lalu dan ada di ruang meeting"jelas Aldo.


"Lalu Arya?"tanya Isyan lagi.


"Pak Arya masih di ruangannya sedang mengurus beberapa dokumen"jawab Aldo.


Mereka bertiga masuk ke lift khusus. Sesampainya di ruang meeting Isyan langsung melihat Maureen.


"Nona Maureen, perkenalkan dia Nona Isyana Wijaya"ujar Aldo memperkenalkan Isyan.


"Kau terlihat sangat luar biasa Nona Isyana Wijaya. Pemimpin perusahaan Wijaya Group yang terkenal dengan kesuksesannya"puji Maureen.


Isyan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Maureen. Bahkan sikap Isyan terlihat sangat dingin pada Maureen. Mereka pun duduk bersebelahan.


Tak berapa lama masuklah Arya yang nampak gagah memakai jas berwarna abu abu. Melihat ketampanan Arya, Maureen otomatis berdiri dan langsung menyambut Arya. Padahal Isyan sendiri masih diam dan duduk manis.


"Halo Tuan Arya, senang bertemu dengan anda"ujar Maureen begitu manis mengulurkan tangan pada Arya. Sikapnya begitu manja dan dia sengaja menampakkan wajah sensualnya.


Isyan yang melihat itu hanya melirik sekilas dengan ekspresi datar. Arum yang melihat sikap genit Maureen hanya menggelengkan kepala.


"Apa dia tidak tahu Pak aAya sudah punya tunangan?"bisik Arum pada Aldo.


"Sepertinya tidak. Tapi wanita seperti dia memangnya peduli dengan status pria yang digodanya"lirih Aldo.


"Bisa kita mulai rapatnya? Aku masih punya urusan"ucap Isyan dingin.


Perkataan Isyan berhasil membuat Maureen melepas jabat tangannya dari Arya. Arya pun sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi ini ketika Maureen bersikap berlebihan terhadapnya.


Arya pun duduk di kursi berhadapan dengan Isyan. Sementara Maureen mempresentasikan designya. Sesekali Maureen menatap Arya dengan senyum menggoda. Padahal Arya tak menghiraukannya.


Setelah presentasi selesai, Arya memberikan dokumen pada Maureen. Tapi sengaja Maureen menerima dokumen itu dengan menyentuh tangan Arya. Sontak Arya langsung menjauhkan tangannya ditambah menerima tatapan sinis dari Isyan.


"Nona Genit itu sedang membangunkan singa betina"bisik Arum pada Aldo saat melihat Isyan sudah mengepalkan tangannya.


"Dia belum tahu berhadapan dengan siapa"gumam Aldo menatap Arum.


Setelah meeting selesai mereka mengantarkan Maureen ke lobi kantor. Dan dengan percaya dirinya Maureen berjalan beriringan dengan Arya. Isyan berusaha santai dan mengontrol emosinya. Sesampainya di lobi, tak berhenti sampai di situ kegenitan Maureen.


"Tuan Arya, aku harap kiya bisa bertemu lagi"goda Maureen membelai lengan Arya.


Melihat sikap Maureen yang sudah kelewatan Isyan pun langsung maju dan menepiskan tangan Maureen dengan kasar.


"Maaf Nona Maureen yang terhormat, sepertinya ada hal yang tidak anda ketahui"ujar Isyan menatapnya dengan tajam.


"Maksudnya?"tanya Maureen.


Isyan mengangkat tangannya dan tangan Arya yang terdapat cincin tunangan.


"Kamu bertingkah begitu percaya diri ingin menggoda tunanganku? Apa kamu siap kehilangan pekerjaanmu? Akan aku beritahu Christian bagaimana sikap pegawainya yang suka menggoda. Aku bisa saja membatalkan kerja sama ini dan membuat kamu dipecat oleh Christian"ancam Isyan.


Isyan tentu mengenal dekat pemilik Dome Star Design, karena Isyan sudah sering bekerja sama dengan perusahaan design itu. Maureen pun sadar bahwa dia sedang berhadapan dengan orang yang cukup berpengaruh. Wajah Maureen pun menjadi pucat dan nampak ketakutan.


"Simpanlah tanganmu untuk dirimu sendiri atau kamu mau tanganmu tidak lagi berada di tempatnya"tegas Isyan.


Tanpa bisa berkata lagi Maureen meninggalkan kantor Arya dengan ketakutan. Arum dan Aldo berdecak kagum melihat keganasan Isyan saat cemburu.


"Jadi begitu kamu saat cemburu?"goda Arya.


Isyan melepas tangan Arya yang sejak tadi dia genggam. Arya tertawa geli melihat ekspresi malu dari Isyan.

__ADS_1


"Menakutkan sekali. Kayaknya bakal susah kalau aku mau selingkuh dari kamu"goda Arya tertawa.


Isyan memberi tinjuan ke perut Arya karena merasa kesal dengannya.


"Awas aja kalau kamu berani macam-macam ya. Di kira nunggu kamu setahun nggak cape apa"gerutu Isyan.


"Ya ampun, punya satu aja aku harusbberjuang mati-matian apalagi punya dua. Aku bisa mati cepat"ujar Arya merangkul Isyan.


"Heran deh, mau nikah ada aja godaan setan"ujar Isuan memijat pelipisnya.


"Itu artinya kita harus saling percaya dan kuat sayang"ujar Arya mencium puncak kepala Isyan.


"Iya tau. Oh ya nanti sore kita fitting baju"ujar Isyan.


"Oke, aku jemput kamu di kantor"jawab Arya.


"Aku pergi dulu. Masih ada meeting"ujar Isyan mencium pipi Arya lalu berlalu masuk ke mobil.


Aldo senyum senyum sendiri melihat kemesraan bosnya. Kini mereka berdua sudah tidak malu lahi memperlihatkan kemesraan mereka di depan semua orang. Bukan untuk pamer, mereka hanya ingin memberitahu bahwa mereka saling memiliki satu sama lain.


*****


Isyan sedang meeting dengan investor dari Australia. Dia akan berinvestasi untuk bisnis properti yang Isyan miliki.


"Saya tidak menyangka Wijaya Group dipimpin oleh seorang wanita cantik seperti anda"puji James.


"Terima kasih. Saya harap kerja sama ini bisa berjalan dengan baik"ujar Isyan.


James menatap isyan begitu intens. James merasa tertarik dengan Isyan. Isyan sadar arti tatapan James. Bahkan sejak tadi Isyan sengaja memperlihatkan cincin yang melingkar di jarinya. Sepertinya peringatan itu tidak dihiraukan James.


Hp Isyan berdering dan ada pesan dari Arya.


*Arya


Aku sudah sampai


Isyan


Masuk ke ruang meeting*


Isyan pun menyimpan HPnya dan kembali berbincang dengan James.


"Maksudnya?"tanya Isyan menyipitkan mata.


"Siapa tahu kita bisa semakin dekat dan kontrak kerja sama kita semakin baik"ujar James sambil mengelus dagunya.


Isyan memalingkan wajahnya karena sudah muak dengan tatapan James.


"Sepertinya meeting cukup sekian. Saya akan hubungi anda jika ada kendala"ujar Isyan berdiri diikuti James.


James mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Sebuah kartu hotel di sodorkan pada Isyan. Hal itu berhasil membuat Isyan melotot.


"Saya menginap di hotel itu, jika anda bersedia temui saya nanti malam"ujar James dengan pedenya.


"Apa aku perlu menemanimu ke hotel itu, sayang?"seru Arya yang sudah berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya.


Isyan tersenyum penuh kemenangan dan menaikkan satu alisnya saat melihat wajah kaget dari James. Arya pun masuk ke ruang meeting dan langsung memeluk Isyan dan mencium pipinya.


"Kamu tega pergi ke hotel tanpa mengajakku?"ujar Arya menatap sinis James.


"Oh maaf James, perkenalkan namanya Arya. Tunanganku"ujar Isyan memperkenalkan Arya.


"Anda sudah bertunangan?"tanya James tak percaya.


"Bahkan kami akan menikah. Kenapa kamu terlihat tidak percaya? Apa perlu aku mencium bibir tunanganku di depanmu sebagai bukti?"tantang Arya.


"Sepertinya kamu tidak melihat cincin di jariku? Aku sejak tadi memamerkannya padamu"sindir Isyan dengan tatapan sinis.


"Apa meetingnya masih lama? Kita harus fitting baju pengantin sayang"ujar Arya memeluk lebih mesra lagi.


James nampak geram saat Arya sengaja mengumbar kemesraan di depannya.


"Sudah selesai. Arum tolong urus dokumen yang harus dibawa oleh James. Aku harus ke butik"ujar Isyan.


"Baik Bu"jawab Arum hormat.


Arya dan Isyan pun keluar dari ruang meeting. Sepanjang jalan Arya terus merangkul pinggang isyan tak peduli para karyawan melihat mereka.


"Satu sama"ujar Isyan tertawa.

__ADS_1


"Maksudnya?"tanya Arya tak mengerti.


"Tadi Maureen menggodamu, lalu James mengajakku ke hotel. Kita impas"ujar Isyan.


"Godaan mau nikah memang ngeri. Untung aku nurut nikah sama kamu minggu depan. Kalau enggak beneran kamu kecantol pengusaha Australia atau Dubai"ujar Arya yang mengundang tawa dari Isyan.


"Iya semakin banyak tikus kecil berkeliaran"sambung Isyan.


"Iya mereka memancing emosi singa jantan"ujar Arya.


Isyan dan Arya meninggalkan kantor Wijaya Group dan bergegas ke butik.


*****


Sesampainya di butik salah satu designer kebaya yaitu Vera Kebaya, Isyan dan Arya langsung mencoba kebaya dan beskap. Isyan memilih memakai kebaya warna abu-abu terang karena melambangkan kedewasaan dan tanggung jawab. Dan agar berbeda dari akad nikah yang biasanya memakai kebaya putih. Setelah selesai fitting kebaya dan beskap, keduanya beralih ke butik milik designer Barli Asmara. Untuk mencoba gaun dan tuxedo.


Isyan memilih design gaun berwarna putih no payet. Tapi dengan aksen sparkling belt ukuran besar bertabur berlian. Model gaun dengan belahan V di bagian depan dan belakang menampakkan bentuk tubuh seksi. Sementara Arya memilih memakai tuxedo hitam yang membuatnya semakin tampan. Setelah selesai fitting, Arya pun mengantarkan Isyan pulang.


"Mamah Papah!"teriak Isyan masuk ke rumah berlari seperti anak kecil.


"Aduh anak mamah udah mau nikah kok tambah manja sih"ujar Ratih memeluk Isyan.


"Ya gapapa Mah, kan belum tentu habis nikah bisa manja-manjaan sama mamah lagi"ujar Isyan.


"Ya manjanya sama suami kamu nanti, gimana sih. Semakin manja semakin cepet papah dapet cucu"goda Kusuma melirik Arya.


Mendengar godaan papahnya wajah Isyan langsung memerah.


"Boleh Pah. Mau cucu berapa? Sebelas? Arya siap"ujar Arya penuh kesigapan.


"Kamu pikir aku kucing ngelahirin anak sebelas. Dasar"gerutu Isyan memukul lengan Arya.


"Oh ya ngomong-ngomong habis kalian nikah mau tinggal dimana? Di rumah Surrya apa di rumah papah? Ini rumah gede loh"ujar Kusuma.


Mendapat pertanyaan itu Arya dan Isyan saling memandang. Mereka bingung memilih tinggal di mana. Karena memang mereka belum memiliki rumah sendiri.


"Menurut Isyan, kita mending tinggal di rumah Papah Surya. Kan Rara udah tinggal di sini jadi gantian Isyan yang tinggal sama mereka"jawab Isyan.


"Kamu ada benarnya juga. Mereka juga butuh ditemani anak-anaknya"balas Kusuma.


Tak berapa lama datanglah Rara dan Diion yang masuk dengan kemesraan.


"Masuk rumah itu salam bukannya pelukan"sindir Sinta yang datang bersama Rama.


"Ya ampun Rara lupa Mah"ujar Rara menepuk dahinya.


"Assalamu'alaikum semuanya"ucap Dion dan Rara bersamaan.


"Waalaikum salam"jawab semua orang.


"Kalian dari mana?"tanya Rama.


"Oh tadi, Dion habis nemenin Rara belanja kebutuhan bayi. Sekalian makan"ujar Dion dengan wajah kusut.


"Habis makan kok mukanya kusut? Emang makan apa?"tanya Sinta.


"Makan seafood Mah"jawab Rara.


"Iya makan kepiting tapi harus betina dan kepitingnya harus lagi hamil"celetuk Dion dengan nada kesal.


Mendengar jawaban Dion semua orang pun tertawa terbahak-bahak.


"Jadi selama ini adik aku kalau nyidam aneh ya?"tanya Arya.


"Nggak aneh kok Mak"bela Rara tak terima.


"Nggak aneh tapi nyusahin"sambung Dion.


"Oh jadi kamu ngga ikhlas nurutin nyidamanku? Oh gitu ya..."teriak Rara.


"Hei udah-udah jangan berantem. Bikin tambah pusing aja deh"teriak Isyan


"Hei calon pengantin harus sabar nggak boleh emosi"ujar Ratih.


"Ar, liat aja nanti kalau Isyan hamil siap-siap aja nyidamnya dia bakal aneh"ujar Dion.


"Arya Isyan, mending kalian puas-puasin ketemu buat hari ini. Karena seminggu sebelum pernikahan kalian udah dipingit"tegas Kusuma.


"APA DIPINGIT??"teriak Arya dan Isyan bersamaan.

__ADS_1


Seketika wajah Arya dan Isyan jadi murung. Tapi yang lain justru menertawakan mereka karena merasa lucu dengan sikap mereka yang pasti akan galau karena akan dipingit.


__ADS_2