Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 6


__ADS_3

Keesokan malam.


Di Hall Jakarta Convention Centre atau JCC tempat diadakannya acara penghargaan itu. Panggung mewah dan megah dengan lighting mempesona sudah terpasang.


Di luar hall sudah berdatangan awak media dimana mereka siap menyambut para tamu undangan di red carpet dari selebriti, influencer, pemerintah sampai pengusaha.


Para tamu satu persatu datang berpose di red carpet diwawancarai media secara bergantian. Dion sudah stand by di sana bersama Arya.


"Isyan seriusan apa nggak dateng?"ujar Dion cemas sambil melihat ke arah datangnya mobil para tamu siapa tahu itu Isyan.


"Coba ditelpon Yon"ujar Arya.


"Udah dari tadi kali, tapi HP-nya nggak aktif. Ini kebiasaan Isyan dari dulu nggak pernah mau dateng ke acara ini"ujar Dion.


"Permisi untuk semua tamu yang hadir dan para media acara akan segera dimulai. Silahkan masuk ke dalam hall"ujar salah satu panitia pria yang memakai setelan jas dan menggunakan Id Card.


"Kan beneran Isyan nggak dateng"ujar Dion menghela napas kasar.


Kehebohan terjadi pada media saat muncul sebuah mobil mewah Rolls Royce berwarna hitam mengkilap dan berhenti didepan ujung red carpet.


Lalu munculah bodyguard yang membukakan pintu mobil. Terlihat kaki jenjang dan mulus seorang wanita yang memakai high heels merah.


Dan turunlah seorang wanita cantik memakai gaun merah panjang dengan belahan gaun selutut dan bagian bahu terekspos dan rambut dicurly dibiarkan tergerai.


Media langsung memotret wanita itu cahaya blitz terpantulkan oleh perhiasan berlian yang dipakai wanita itu.


"ISYANA!!!"ujar Dion terbelalak melihat penampilan Isyana bak Kendal Jenner.


"Itu Isyana?"ujar Arya tak percaya melihat kecantikan Isyan.


Isyana berjalan dengan anggunnya melewati awak media semua mata tertuju padanya. Isyana tampil mempesona bak seorang Miss World. Isyana berpose sebentar di red carpet menerima wawancara dan menjawab dengan ramah dengan senyum mempesonanya.


"Setelah sekian lama akhirnya Bu Isyan datang ke acara penghargaan ini. Apa ada alasan khusus?"tanya wartawan.


"Tidak ada alasan khusus. Saya hanya menghargai kalian yang tiap tahun menunggu saya. Dan sekarang saya datang"ujar Isyan.


Lalu semua wartawan bertepuk tangan. Isyan menghampiri Dion dan Arya yang masih melotot menatapnya.


"Cantik.."desis Arya.


"Dion!!"celetuk Isyan menepuk bahu Dion

__ADS_1


"Syan,ini kamu kan?"tanya Dion memegang tangan kepala Isyan bergantian.


"Apaan sih Yon. Kaya lihat setan aja. Udah ah aku masuk"ujar Isyan lalu pergi.


Acara pun sudah dimulai. Satu persatu nominasi dibacakan pemenangnya. Wijaya Group menang penghargaan perusahaan terbaik pilihan juri.


Lalu Dion menang nominasi pengusaha terfavorit karena ketampanannya. Ya, bagaimana lagi Dion memang tampan, tapi terlalu mencintai sepupunya sampai mantan Dion yang dulu selalu cemburu dengan Isyan dan itu membuat Dion malas punya pacar karena ribet.


Lalu saatnya nominasi puncak yaitu CEO terbaik pilihan juri dinilai dari kinerjanya.


"Nominasi CEO terbaik pilihan juri jatuh kepada...."kata seorang pria paruh baya berjas rapi yang membuka amplop pelan pelan.


"ISYANA KUSUMA WIJAYA. Selamat!!"ujar si pria diikuti suara sorak dan tepuk tangan tamu undangan.


"Kan aku bilang apa kamu pasti menang"ujar Dion.


Lalu Isyan bangkit dan berjalan menuju panggung dengan senyum lalu menerima piala yang diberikan kepadanya. Isyan dipersilahkan memberi sambutan.


"Terima kasih kepada Allah, keluarga, sahabat, seluruh karyawan dan masyarakat indonesia atas kepercayaan ini untuk ke empat kalinya saya memenangkan penghargaan ini. Pesan saya adalah jadilah manusia yang berguna bagi orang sekitar karena apa yang kita punya hanya titipan Tuhan teruslah bekerja keras. Terima kasih"sambutan Isyan berakhir dan diikuti tepuk tangan semua orang.


Setelah acara selesai, ada pesta makan bersama di hall yang berbeda khusus untuk acara after party.


"Dion aku mau ke toilet bentar. Tunggu ya"ujar Isyan lalu pergi.


Isyan berjalan di koridor yang mengarah ke toilet.


Tiba-tiba ada yang menarik tangan Isyan dengan kasar dan membenturkan tubuh Isyan ke tembok.


"Lepaskan!!"teriak Isyan terkejut dan merasakan sakit dipunggungnya badannya dihimpit oleh tangan kekar pria.


"Kamu cantik Isyan..."bisik pria itu memeluk Isyan


"Rio...jangan kurang ajar"ujar Isyan berusaha melepaskan tubuh Rio.


Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang diam-diam memotret kejadian yang ada didepan matanya lalu tersenyum penuh kemenangan dan pergi.


"Rio lepaskan"teriak Isyan masih berusaha melepaskan diri dari Rio dengan sekuat tenaga bahkan sampai menangis.


"Lepaskan dia!!"teriak seseorang menarik Rio lalu memukulnya dengan keras.


Isyan ternganga sampai menutup mulutnya saat melihat Arya yang melakukannya. Isyan masih saja menangis.

__ADS_1


"Kamu ini pria macam apa berbuat mesum pada wanita yang berteriak untuk memohon dilepaskan"ucap Arya marah.


Rio melotot dengan tangan mengepal dan memukul Arya tapi Arya berhasil mengelak dan memukul Rio lagi sampai tersungkur di lantai.


"Jangan pernah dekati dia lagi atau kamu akan tanggung akibatnya"ujar Arya marah.


Arya melepas jasnya lalu memakaikannya pada Isyan. Tiba-tiba Isyan langsung memeluk Arya yang membuat dia terkejut.


"Tolong bawa aku pergi"ujar Isyan sambil menangis.


"Baiklah"jawab Arya mengelus punggung isyan lalu merangkul dan membawa isyan pergi ke tempat yang aman.


Arya membawa Isyan ke salah satu ballroom kecil kosong di gedung JCC . Isyan duduk disalah satu kursi dan Arya memberinya minum.


"Kamu baik-baik saja?"tanya Arya cemas.


"Hmmm"jawab Isyan singkat.


"Aku beri tahu Dion ya"ujar Arya yang berlutut di depan Isyan.


"Jangan nanti dia khawatir"ujar Isyan memegang tangan Arya dan menatapnya.


"Bisakah kamu antar aku pulang dan bilang pada Dion untuk suruh bodyguardku membawa pulang mobilku"ujar Isyan datar.


"Aku akan mengirim pesan pada Dion"ujar Arya lalu Isyan menarik tangannya dari tangan Arya.


Arya mengambil kesempatan saat media tidak melihatnya di parkiran lalu menyuruh Isyan masuk ke dalam mobilnya.


Dan mengantar Isyan pulang. Isyan masih diam sambil mengepalkan kedua tangannya hingga tak sadar hingga Isyan tertidur. Sampailah mereka di rumah keluarga Wijaya.


Arya menatap Isyan yang tertidur begitu lelap. Di balik wajah cueknya, penampilannya yang tegas, dan glamor ada jiwa yang rapuh terlihat dari wajah polos Isyan. Itu membuat Arya merasa bahwa dia mengagumi sosok di hadapannya.


Tiba-tiba Isyan terbangun dan Arya segera mengalihkan pandangannya.


"Sudah sampai?"tanya Isyan.


"Yaa.."jawab Arya.


"Terima kasih sudah mengantarku"ujar Isyan dingin lalu keluar mobil Arya dan masuk ke dalam rumah.


Arya hanya menatap punggung Isyan dari balik jasnya. Isyan menghentikan langkahnya menoleh kebelakang lalu mobil Arya pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2