Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 12


__ADS_3

Keesokan paginya.


"Sial, kenapa bisa aku telat ke kantor"ujar Dion bergegas masuk ke mobil. Dia kesiangan bahkan Isyan sudah berangkat ke kantor.


Dion membawa mobil agak ngebut sampai terkejut ada orang lewat di depannya.


"Awas!!!"teriak Dion lalu menginjak rem.


CITT...


Akhirnya mobil berhenti dan Dion dengan nafas memburu keluar dari mobil dan melihat orang yang ditabraknya.


Dilihatnya seorang gadis sedang memegangi kepalanya menunduk ketakutan.


"Kamu nggak papa?"tanya Dion menepuk bahu gadis itu.


Gadis itu pun mengangkat kepalanya. Dion terdiam melihat wajah gadis itu yang cantik, mata sayu dan tatapan yang sendu.


Dion terpesona oleh wajah polos gadis itu.


"Kamu nggak luka kan? Ayo aku bawa ke rumah sakit"ajak Dion.


"Aku tidak papa. Mobil kamu berhenti di waktu yang pas"ujar Si Gadis.


"Maafkan aku, aku terburu-buru tadi. Siapa nama kamu? Aku Dion"ujar Dion mengulurkan tangan.


"Namaku Rara"jawab Si Gadis yang tak lain adiknya Arya tapi Dion belum mengenal.


"Boleh aku minta nomer telponmu? Aku masih berhutang maaf padamu"ujar Dion.


Lalu Rara memberikan nomer telpon pada Dion.


"Aku pergi dulu"ujar Rara.


"Mau aku antar?"tanya Dion.


"Tidak, terima kasih"ujar Rara tersenyum lalu pergi.


Dion memberi senyum pada Rara yang sudah berlalu pergi.


"Uh gila bidadari dari mana itu cantik banget, aduh sampe deg-degan gini"ujar Dion girang.

__ADS_1


Lalu Dion kembali masuk ke mobil dan menuju kantor.


Di kantor.


Arya kedatangan Kusuma yang sudah duduk di sofa di dalam ruangannya.


"Kamu menyukai putriku?"tanya Kusuma serius.


"Iyaa Pak"jawab Arya takut-takut.


"Sudah ku duga. Dan aku rasa Isyan juga menyukaimu"ujar Kusuma.


"Saya tidak yakin Pak, karena Isyan sendiri yang bilang ini hanya pura-pura"ujar Arya.


"Tapi apa kebahagiaan yang kamu berikan pada Isyan itu pura-pura? Nak Arya, aku tahu betul putriku itu saat dia merasa bahagia maka dia akan jadi sosok yang sangat ceria selalu tersenyum. Sekian lama akhirnya aku melihat senyumnya dan itu karenamu. Isyan hanya belum menyadari perasaannya saja. Berjanjilah padaku bahagiakan Isyan aku tidak ingin dia murung seperti dulu lagi. Nyatakan perasaanmu kepada Isyan sekarang"ujar Kusuma.


"Baik Pak, saya berjanji akan selalu membahagiakan Isyan"ujar Arya.


Kemudian Kusuma meninggalkan kantor. Dan Arya berpikir menemui Isyan untuk menyatakan perasaannya.


"Arum, Bu Isyan ada?"tanya Arya pada Arum.


"Bu Isyan pergi ke lokasi proyek Pak, katanya mau mengontrol perkembangan proyek"ujar Arum.


Di lokasi proyek.


Isyan sedang berkeliling lokasi proyek bersama dua orang anak buahnya sambil mendengarkan arahan dari kontraktor proyek itu.


"Kapan proyek selesai?"tanya Isyan.


"Dua bulan lagi Bu"ujar kontraktor.


"Ya sudah kamu lanjut kontrol pekerjaan proyek ini"ujar Isyan


"Baik Bu, saya permisi"ujar kontraktor lalu pergi.


"Tugas kalian cek urusan administrasi proyek ini ada tidak dokumen mencurigakan atau korupsi"ujar Isyan pada anak buahnya.


"Baik Bu"ujar mereka lalu pergi.


Arya pun sampai di lokasi proyek dan masuk ke area proyek.

__ADS_1


"Mana Isyan ya?"ujar Arya melihat sekeliling dan akhirnya pandangannya tertuju pada sosok wanita yang memakai helm proyek berwarna orange yang tak lain adalah Isyan. Arya pun pergi menghampiri Isyan.


"Isyan"panggil Arya.


Isyan menoleh dan langsung senyum mengembang di bibirnya.


"Arya..sejak kapan kau datang?"tanya Isyan.


"Baru saja. Syan apa kau masih marah masalah kemarin"ujar Arya.


"Emm tidak"ujar Isyan.


"Ya iyalah gimana mau marah orang kamu cium aku"batin Isyan.


"Syan, aku sengaja datang kesini mau mengatakan sesuatu yang penting"ujar Arya.


"Ya katakan saja"ujar Isyan.


Arya terdiam dan menarik nafas panjang lalu pelan-pelan bicara, "Syan sebenernya aku itu....."


Tanpa mereka sadari ada pekerja bangunan di atas mereka sedang menaikkan batu bata tiba-tiba tali katrolnya lepas.


"AWAS!!!"teriak para pekerja saat bata akan jatuh menimpa Isyan dan Arya di bawah sana.


Isyan dan Arya mendongak ke atas dan terkejut.


"Syan awas!!"teriak Arya mendorong Isyan dengan kuat agar tidak terkena jatuhan bata hingga Isyan jatuh ke tanah.


BUG..BUG...


Batu bata jatuh menimpa tubuh Arya dan langsung banyak darah keluar dari tubuh Arya.


"ARYA!!!"teriak Isyan lalu menghampiri arya dan memangku kepalanya.


"Arya bertahan ya!! Tolong cepat panggil ambulan"teriak Isyan.


"Syan!!!"lirih Arya yang masih setengah sadar sambil meraih tangan Isyan.


"Ar..jangan banyak ngomong dulu"ujar Isyan menangis


"Syan,aku cu..ma..mau bilang kalo aku ci..cinta ka...ka..mu" Arya langsung tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Ya...arya..."teriak Isyan menangis.


Tak berapa lama ambulan datang dan membawa Arya ke rumah sakit.


__ADS_2