Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 27


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba.


Di ballroom Wijaya Hotel yang megah dan mewah akan diselenggarakan pertunangan dua pasangan.


Semua orang sedang memeriksa segala persiapan acara, dan cara akan dimulai pukul tujuh malam.


Saat jam menunjukkan pukul setengah tujuh, tamu undangan sudah mulai berdatangan.


"Selamat malam para hadirin..."sapa MC.


Semua tamu menoleh kepada MC yang sudah berdiri di tengah panggung.


"Malam ini, adalah malam pertunangan antara putra-putri keluarga Wijaya dan putra-putri keluarga Praditya. Hari yang dinanti kita semua"sambung MC.


"Kita sambutlah keluarga Wijaya dan keluarga Praditya"teriak MC.


Lalu masuklah ke dalam ballroom Kusuma menggandeng Ratih istrinya, Rana menggandeng Sinta, dan Angga menggandeng Laras. Tepuk tangan tamu undangan mengiringi langkah mereka. Mereka berdiri berjejer di tengah tengah ballroom.


"Selanjutnya, tentu saja kita panggilkan dua pasangan yang sudah kita nantikan Isyana Wijaya dengan Arya Praditya, lalu pasangan kedua yaitu Dion Wijaya dengan Rara Praditya"sambung MC.


Masuklah dua pasangan itu saling bergandengan tangan. Isyana cantik dengan dress biru muda dengan ekor gaun cukup panjang bersanding dengan Arya yang tampan memakai tuxedo berwarna hitam.


Rara begitu manis dengan dress berwarna krem dengan bagian bahu terlihat dan ada aksen bulu di bagian bahu. Dion tak lupa memakai tuxedo berwarna abu-abu.


Mereka berjalan menuju tengah ballroom diiringi tepuk tangan penonton dan kelopak bunga yang berjatuhan dari langit-langit ballroom.


"Wow sangat tampan dan cantik mereka ya...pasangan yang sangat serasi"tutur MC sambil menunjuk dua pasangan itu.


"Sebelum acara tukar cincin, silahkan Pak Kusuma Wijaya memberikan sambutan"ujar MC kemudian salah satu anggota EO memberikan mic kepada Kusuma.

__ADS_1


Di tempat lain yaitu di dapur hotel, semua chef sedang sibuk mempersiapkan makanan. Lalu kepala pelayan membariskan sepuluh pelayan untuk membawa masuk makanan ke dalam ballroom.


"Ayo cepat kalian berbaris"teriak kepala pelayan kepada sepuluh pelayan untuk berbaris di depan dia.


"Kalian bawa masuk makanan itu hati-hati jangan sampai tumpah, ini acara penting mengerti!"tegas kepala pelayan.


"Mengerti!!"seru para pelayan.


Mereka mengambil satu persatu nampan makanan dan ada satu orang yang tidak asing yang ikut barisan diantara para pelayan, dia adalah Rio. Dia kembali dengan rencana untuk mengacaukan pesta pertunangan ini.


Rio ikut rombongan para pelayan masuk ke dalam ballroom. Rio tersenyum licik saat bisa masuk ke dalam ballroom. Lalu Dio segera meletakkan nampan yang dia bawa dan langsung menyusup di antara para tamu.


Kusuma pun sudah selesai memberikan sambutan dan kini giliran Angga yang memberi sambutan.


Rio menatap tajam Arya yang berdiri jauh disana. Arya sedang memegang erat tangan Isyan. Hal itu membuat emosi Rio terbakar hingga ke ubun-ubun. Para pelayan tadi kembali ke dapur lagi untuk mengambil makanan lain.


"Kenapa kalian hanya bersembilan? Mana yang satu?"tanya kepala pelayan cemas.


Datanglah dua bodyguard yang menjadi tim bodyguard keluarga Wijaya. Mereka melihat keributan di antara para pelayan, yang membuat mereka menghampiri gerombolan pelayan itu.


"Ada apa ini?"tanya bodyguard.


"Pelayanku tadi ada sepuluh sekarang yang kembali hanya sembilan aku tidak tau yang satu kemana"terang kepala pelayan.


Dua bodyguard itu saling pandang dengan tatapan curiga.


"Lakukan tugas kalian kembali"ujar bodyguard lalu pergi meninggalkan dapur.


Mereka berdua pergi ke ruangan khusus yang digunakan untuk memonitor semua ruangan, akses, dan pengunjung. Mereka pun lapor pada pimpinan mereka.

__ADS_1


"Periksa CCTV setiap ruangan dan perhatikan wajah setiap pengunjung"perintah pimpinan pada ahli IT yang sedang menatap monitor.


Sementara Angga sudah selesai memberikan sambutan tibalah sesi tukar cincin.


"Baiklah siapa yang akan tukar cincin duluan?"tanya MC


"Aku dulu..."celetuk dion dengan senyum konyolnya.


"Baiklah Mas Dion sepertinya anda sudah tidak sabar ya"seru MC yang diiringi tawa semua orang.


Dion dan Rara saling bertukar cincin dan diakhiri tepuk tangan tamu undangan.


"Selamat Mas Dion dan Mba Rara atas pertunangannya. Sekarang giliran The Peincess of The Wijaya Family yaitu Isyana Kusuma Wijaya dengan Arya Praditya"kata MC.


Di balik kerumunan para tamu Rio mengeluarkan sebilah pisau, berjalan perlahan menuju tengah ballroom mendekati Arya dan mengumpulkan keberanian yang sudah bersatu dengan dendam.


"Kamu harus mati Arya..."batin Rio dengan mata melotot.


"Pak ketemu, ini pelayan yang hilang. Dia adalah Rio Dharmawangsa. Dia target kita Pak. Sekarang dia ada di ballroom hotel"ujar ahli IT.


"URGENT!! Semua tim menuju ballroom sekarang!!"teriak pimpinan menggunakan HT.


Semua tim bodyguard mendengar perintah pimpinan lalu mereka bergegas pergi ke ballroom hotel.


Isyan dan Arya sudah saling berhadapan dan sudah memegang cincin ditangan masing-masing.


Isyan memakaikan cincin d ijari arya dengan senyum manis di wajah cantiknya. Arya pun bersiap memakaikan cincin di jari Isyan. Sementara itu Rio semakin dekat dengan posisi Arya berdiri sekarang. Rio sudah menggenggam erat pisau di tangan dan sudah mengangkat di atas bahunya.


Rio mengangkat pisaunya tinggi-tinggi dan mengarahkannya ke punggung arya. Semua yang mendengar suara teriakan yang dikeluarkan Rio dan semua langsung menoleh dan terkejut melihat apa yang akan dilakukan Rio.

__ADS_1


BBUUGGGGG


Sebuah hantaman keras mengenai tubuh seseorang hingga dia langsung terjatuh ke lantai.


__ADS_2