
JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL KEDUAKU BERJUDUL "ANTARA CINTA DAN MISI"
#####
Hari sudah tak begitu terik. Karena Isyan sudah berada di sini hampir dua jam lamanua. Menatap hamparan danau yang berair tenang dengan cuaca terang di sore hari ini. Angin sore berhembus memberikan kesegaran.
Isyan yang masih anteng memakai kebaya menikmati jus jeruk kemasan botol yang dia beli di minimarket sebelum dia pergi ke tempat favoritnya. Kemana lagi kalau bukan ke danau. Tempat paling penuh kenangan dengan Arya.
Ya walaupun di sini ada kenangan pahit karena Arya menyatakan cinta pada Ratna, setidaknya Rata itu Isyan sendiri bukan wanita lain.
Isyan sudah menghabiskan tiga bodol jus jeruk duduk termenung. Isyan selalu teringat acara tujuh bulanan Rara. Isyan membayangkan jika dia ada di posisi Rara. Dan Arya ada diposisi Dion. Rasanya kebahagiannya sungguh lengkap jika itu benar-benar terjadi.
*****
Arya terus melihat sepanjang jalan siapa tahu dia melihat mobil Isyan yang terparkir di cafe atau restoran. Arya pun juga berpikir kira-kira pergi kemana Isyan untuk menenangkan diri. Apalagi kondisi Isyan sedang bersedih karena patah hati.
Arya pun sudah bertanya pada pihak bandara jika ada penerbangan atas nama Isyan. Karena tidak ada penerbangan atas nama Isyan itu artinya Isyan tidak pergi ke luar negeri. Sekarang Arya hanya perlu berusaha lebih keras untuk menemukan pujaan hatinya dan meminta maaf.
"Ke mana kamu pergi sayang? Aku mencemaskanmu"ujar Arya sambil menyetir.
Karena merasa lelah, Arya meminggirkan mobilnya di pinggir jalan sebentar. Arya memijat pelipisnya karena merasa sakit kepalanya datang.
"Ke mana aku harus cari kamu syan?"ujar Arya mulai putus asa lalu memejamkan mata menyenderkan kepala ke kursi kemudi
Entah kenapa tiba-tiba arya teringat saat dia diajak Isyan ke danau setelah Isyan dari malaysia saat Arya masih hilang ingatan. Arya pun teringat alasan Isyan mengajaknya kesana karena suasana yang tenang, tentram, dan penuh kenangan.
Sontak saja Arya langsung membuka matanya dan kembali duduk dengan tegak. Dengan sigap langsung memegang setir mobil.
"Baiklah, aku tahu kemana aku akan menemukanmu"ujar Arya dengan wajah sumringah.
Lalu Arya mengendarai mobilnya lagi menuju tempat yang menurutnya di sana dia pasti akan menemukan Isyan. Ke mana lagi kalau bukan ke danau.
Setelah 45 menit menempuh perjalanan, Arya pun sampai di danau. Benar saja dugaan Arya kalau Isyan ke sini. Karena Arya melihat mobil BMW kesayangan Isyan terparkir di pinggir jalan.
Arya pun turun dari mobil berjalan memasuki area hutan cemara menuju danau yang berada di ujung hutan cemara itu.
Sesampainya di ujung hutan cemara, Arya melihat sosok perempuan berkebaya duduk termenung di bangku taman menghadap ke danau. Arya perlahan berjalan menghampiri sosok itu.
"Di mana-mana orang itu mabok alkohol, ini malah mabok jus jeruk"batin Arya menggelengkan kepala seraya terseyum.
Kini Arya berdiri tepat di belakang bangku taman yang diduduki Isyan. Isyan sama sekali belum menyadari kehadiran Arya di belakangnya.
"Tuhan kenapa sih hidupku harus serumit ini? Aku capek..."ujar Isyan meneteskan air mata
"Neng cantik ngapain duduk di sini sendiri? Mau abang temenin nggak?"bisik Arya sambil memegang bahu Isyan.
Isyan langsung terkejut bukan main. Isyan langsung menepis tangan kuat yang memegang bahunya. Terdengar suara jeritan dari orang itu. Suaranya terdengar memekik sepertinya tepisan dari Isyan sudah termasuk jurus bela diri.
Isyan langsung berdiri dan berbalik badan. Dilihatnya sosok pria yang sedang mengibas ngibaskan tangannya karena kesakitan akibat ulah Isyan yang terlalu bertenaga.
"Kamu itu ya percuma pake kebaya kalau masih aja bisa ngehajar orang"rintih Arya.
__ADS_1
Isyan hanya diam saat melihat Arya dihadapannya. Isyan bingung harus memanggil dia Arya atau Gavin. Karena Isyan belum tahu kalau ingatan Arya sudah kembali.
"Salah sendiri ngerjain orang. Rasain"ejek Isyan.
Yang Arya harapkan adalah pertemuan romantis yang begitu dramatis. Di mana Isyan akan terkejut melihat kedatangannya, memeluknya sambil menangis. Tapi yang Arya dapatkan malah jurus dari Isyan. Sakit memang, dan harus Arya akui Usyan memang kuat luar dan dalam. Di luar dia kuat menutupi kesedihannya, di dalam dia kuat menguatkan dirinya sendiri menghadapi semua masalahnya. Itulah yang membuat Arya sangat mencintai Isyan.
"Ngapain kamu kesini Gav..."
"Arya..."sergap Arya memotong perkataan Isyan.
Isyan terbelalak saat pria yang ada dihadapannya menyebut nama Arya. Apa mungkin ingatannya sudah kembali. Isyan masih diam bahkan mulutnya sudah menganga karena terkejut. Ingin rasanya ausyan mengangkat bangku taman yang ada di hadapannya lalu melemparnya sembarangan.
"Ingatanku sudah kembali Syan. Ya walaupun aku harus kecelakaan dulu"ujar Arya santai.
Lalu berjalan menghampiri Isyan dan berdiri di hadapannya. Dan langsung memeluk Isyan begitu erat. Hingga rasanya dada Isyan bersentuhan dengan dada Arya. Sesekali Arya mencium pundak Isyan.
"Aku merindukanmu"lirih Arya.
Isyan merasakan ada sesuatu yang membasahi pundaknya. Karena bagian bahu kebayanya tak ada payet hanya kain puring saja. Jadi terlihat model kebayanya bolong di pundak. Isyan merasakan pundaknya terasa semakin basah.
"Aku mencintaimu Syan...maafkan aku"ucap Arya lagi.
Hati Isyan langsung melemah, rasanya sejuk sekali saat mendengar kata maaf dari mulut Arya. Inilah yang Isyan tunggu selama ini. Kata cinta, rindu, dan maaf yang keluar dari mulut Arya sendiri.
Arya melepas pelukannya, karena tak mendapat respon apapun dari Isyan.
"Kenapa kamu diam? Kamu nggak percaya kalau ingatanku udah kembali?"tanya Arya menangkup wajah Isyan.
Arya menyudahi ciumannya. Seulas senyum terukir di wajah Arya. Isyan yang merasa ada energi kuat menyambar tubuhnya tak pelak membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Tak ayal Isyan pun ikut tersenyum bahagia. Kini Isyan meraba wajah Arya.
"Aku nggak mimpi kan?" Itulah yang terucap dari bibir Isyan.
Arya pun menggelengkan kepala lalu mengarahkan tangan Isyan ke dadanya.
"Kamu nggak mimpi. Ini aku Arya, cintamu kembali"ujar Arya yang matanya sudah berkaca-kaca.
Mendengar perkataan Arya, Isyan pun langsung memeluk Arya. Membenamkan wajahnya di dada bidang Arya. Menangis sesenggukan hingga suaranya terdengar menggema. Ya Arya tahu inilah Isuan yang sesungguhnya. Wanita yang terlihat dingin, angkuh, dan cuek namun di dalamnya dia adalah wanita yang rapuh.
"Maaf..."lirih Arya yang sudah ikut menangis.
Arya terus mengucapkan kata maaf tak henti-hentinya. Dia sadar, dialah penyebab kekecewaan dan kesedihan yang Isyan alami. Dan Arya pun siap melakukan apapun untuk menebus kesalahannya. Bahkan kalau perlu nyawanya akan dia pertaruhkan. Arya melepas pelukan Isyan. Lalu mendudukkan Isyan ke bangku taman. Sementara arya duduk di sebalah Isyan sembari menggenggam tangan Isyan begitu erat.
"Syan, aku tahu ketidak hadiranku selama ini membuat kamu sedih, kecewa apalagi setelah kejadian tempo hari. Kamu pasti marah dan membenciku"ujar Arya.
"Tentu saja aku marah, kamu mencintai perempuan lain"ujar Isyan.
"Tapi Ratna itukan juga kamu"bela Arya.
"Tapi kan aku menyamar jadi Ratna supaya aku bisa tahu kamu itu Arya atau bukan. Malahan kamu suka sama Ratna. Begitu tidak pentingnya aku?"ujar Isyan dengan wajah marah.
"Syan percayalah aku mencintaimu"ujar Arya dengan wajah sendunya.
__ADS_1
"Percaya? Percaya bahwa memang aku sudah tidak penting begitu?"sergap Isyan dengan emosi yang memuncak.
Isyan memang marah, tapi sebenarnya dia tidak tega terlebih lagi melihat kecemasan di wajah Arya.
"Bukan itu maksudku Syan..."
"Lalu apa? Aku udah capek berjuang sendiri, kalau emang kita nggak berjodoh aku akan pergi jauh. Mungkin itu lebih baik"tegas Isyan dengan suara meninggi lalu bergegas bangkit dari duduknya.
Melihat Isyan akan pergi arya menahan tangan Isyan. Arya pun langsung berlutut dan menunduk di hadapan Isyan. Dan sekarang arya akan benar-benar akan memohon jika itu bisa mengembalikan Isyan padanya. Isyan terpaku saat melihat arya berlutut di hadapan. Hati Isyan terenyuh melihat betapa kalang kabutnya Arya saat mendengar dia akan pergi.
"Arya bangun!!"bentak Isyan hendak melepas tangannya.
Tapi genggaman Arya terlalu kuat sementara tenaga Isyan sudah habis karena seharian menangis di sini.
"Aku nggak akan bangun. Aku akan seperti ini jika bisa membuatmu memaafkan aku"ujar Arya.
Tak bisa dipungkiri, benteng pertahanan Isyan pun runtuh. Kini Isyan menangis melihat Arya yang kini sudah berlutut.
"Kesalahanku memang besar Syan. Aku melupakan bahwa aku sendiri punya tunangan walaupun saat itu aku tidak ingat siapa tunanganku, aku tidak menunggu sampai ingatanku pulih. Malah aku mencintai orang lain. Pasti itu menyakiti kamu. Padahal kamu sudah lama berjuang"ujar Arya.
"Kembalilah padaku, Isyana. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku hampir kehilangan kamu dan aku tidak mau jika aku harus benar-benar kehilangan kamu. Aku mohon"ujar Arya dengan mendongakkan kepala menatap mata Isyan memohon dengan sepenuh hati.
Tatapan Arya bagaikan pedang yang menusuk hati Isyan hingga dia merasakan perih yang teramat sangat. Isyan pun ikut berlutut lalu mengelus lengan Arya sembari menangis.
"Arya...semua ini di luar kendalimu. Kamu hanya hilang ingatan, kamu juga nggak tahu kalau aku menyamar sebagai Ratna"ujar Isyan.
"Apa kamu benar-benar mencintaiku?"tanya Isyan menatap Arya begitu dalam.
"Aku selalu mencintai kamu. Yang mencintai Ratna itu Gavin. Sementara Arya hanya mencintai Isyana"jawab Arya tegas.
"Baiklah..aku akan kembali padamu. Jika ingatanmu hilang lagi aku pastikan, kamu akan aku ceburkan ke danau"ujar Isyan mencoba bercanda.
Mendengar perkataan Isyan, Arya langsung menarik Isyan dalam dekapannya. Pelukan mereka begitu hangat diiringi hembusan angin sore dan langit yang mulai berubah jingga.
"Sebaiknya kita pulang. Hari semakin sore, aku tidak mau dikira kawin lari denganmu"celetuk Arya.
Isyan pun menatap dirimya sendiri yang masih berbalut kebaya lengkap dengan sanggul. Isyan hanya terkekeh mendengar perkataan Arya.
Arya pun membantu Isyan berdiri tapi karena high heels isyan nyungsep ke cekungan tanah, membuat Isyan kehilangan keseimbangan tubuh pergelangan kaki Isyan tertekuk saat dia hendak berdiri.
Arya dengan sigap menahan tubuh Isyan dengan menarik pinggang Isyan dan mendekapnya. Wajah mereka begitu dekat dan membuat jantung Isyan berdegup kencang. Tiba-tiba saja Arya mencium bibir Isyan sekilas.
"Ih Arya modus..."teriak Isyan jengkel.
"Kesempatan tidak boleh dilewatkan"ujar Arya terkekeh.
Mendengar perkataan Arya, Isyan mendorong tubuh Arya agar menjauh tapi dia malah merintih kesakitan saat Isyan merasakan nyeri di pergelangan kakinya. Terlihat pergelangan kakinya mulai lebam. Tanpa ba-bi-bu Arya langsung menggendong Isyam ala bridal style. Hingga membuat Isyan berteriak karena terkejut.
"Arya, turunkan aku!"berontak Isyan.
"Tenanglah sayangku cintaku, aku sudah terlalu merindukanmu biarkan aku memanjakanmu seperti ini"ujar Arya dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Isyan pun diam dan hanya tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Arya.