Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 25


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Isyan dan Dion melapor kepada keluarga mereka tentang semuanya.


Mereka merasa khawatir apalagi tiga hari lagi pertunangan akan diselenggarakan.


Oleh karena itu, Kusuma mengerahkan semua anak buahnya untuk berjaga dan menyelidiki setiap hal janggal yang terjadi.


H-3 Pertunangan.


Tentu saja Isyan masih sibuk dengan pekerjaannya. Kali ini perusahaannya mengalami pengingkatan besar dalam keuntungan dan harga saham.


Saat jam menunjukkan pukul satu siang, waktunya jam makan siang. Kantor Wijaya Group kedatangan Arya. Walaupun Arya sudah tidak bekerja lagi di sana tapi dia diperlakukan cukup istimewa mengingat dia calon tunangan sang direktur utama.


Arya berjalan menuju ruangan Isyan dengan jalan cepat dan langkah lebar.


"Arum, apa Isyan ada?"tanya Arya saat melewati Arum.


Arum yang melihat ekspresi Arya yang menakutkan langsung mengangguk. Arya pun langsung masuk ke ruangan Isyan.


Tanpa pikir pamjang Arum pergi ke ruangan Dion.


Di sana seperti biasa Dion dan Rara yang sedang makan siang bersama.


TOK...TOK


"Pak Dion..."panggil Arum.


"Masuk.."jawab Dion.


Arum masuk dan ekspresinya yang ketakutan dan napas agak memburu.


"Rum..kamu kenapa?"tanya Dion.


"Pak Arya datang"jawab Arum.

__ADS_1


"Arya? Maksudnya Arya tunangannya Kak Isyan?"sambung Rara.


"Calon tunangan kali..."serbu Dion.


"Ya sama aja.."gerutu Rara.


"Iya Pak...tapi dia terlihat seperti sedang marah"ujar Arum.


Rara dan Dion saling memandang lalu mereka beranjak ke ruangan Isyan.


Di ruangan isyan


Arya masuk dan Isyan tidak sadar kehadiran Arya karena terlalu fokus dengan laptopnya.


"Syan...jelaskan apa ini?"tanya Arya tiba tiba memberikan selembar foto yang terdapat foto anak buah Kusuma.


Isyan menoleh dan sadar akan kehadiran Arya.


"Sejak kapan kamu di sini? Kenapa aku tidak tahu?"tanya Isyan terkejut.


"Maksudnya??"tanya Isyan pura-pura tidak mengert.i


Arya menunjuk foto yang di atas meja dan Isyan mengamati itu. Foto itu terdapat anak buah papahnya yang sedang berjaga di rumah dan restoran Arya tapi sepertinya arya memfoto mereka diam-diam.


"Dari mana kamu mendapatkan ini?"tanya Isyan mencoba tenang karena melihat kemarahan pada mata Arya.


"Syan jawab aku?"tanya Arya menatap Isyan lekat.


Tiba-tiba Arya memeluk Isyan dengan sangat erat dan menangis. Isyan belum pernah melihat Arya menangis, dia hanya terakhir kali melihat Dion yang menangis saat dia kecelakaan dulu.


Dion dan Rara masuk ke ruangan Isyan. Dan yanh mereka pikir Arya sedang marah pada Isyan justru sekarang malah memeluk Isyan sambil menangis.


"Sayang...aku nggak pernah lihat kakak menangis kayak gitu. Terakhir kali kakak nangis waktu nenek meninggal, itu pun cuma meneteskan air mata"ujar Rara keheranan.

__ADS_1


"Itu artinya dia sayang banget sama Isyan"balas Dion.


"Iya saking khawatirnya Kak Arya"ucap Rara mengusap pipi yang tak terasa basah oleh air matanya.


Lalu Dion menarik tangan Rara dan mengajaknya keluar dari ruangan Isyan.


Isyan hanya diam dan tertegun saat Arya memeluknya. Kemudian laki-laki itu berlutut di depannya.


"Kenapa kamu nggak cerita sama aku, kalau kamu lagi diintai orang"ujar Aryam


Isyan diam saat mendengar perkataan Arya. Dia sempat bingung dari mana Arya mengetahui kalau dia sedang diintai orang. Pantas saja Arya nampak khawatir.


"Aku cuma nggak mau kamu khawatir. Aku memerintahkan mereka menjaga rumah dan restoran kamu agar keluarga kamu aman. Mengingat kita sudah tahu siapa pelaku peneroran beberapa waktu lalu"ujar Isyan.


Arya diam ketika mendengar bahwa Isyan sudah tau siapa pelaku penerorannya.


"Syan maafin aku, harusnya aku yang melindungi kamu. Malah kamu yang melindungi keluarga aku"ujar Arya tertunduk malu.


Isyan tersenyum tipis lalu menuntun Arya berdiri dan duduk di sofa.


"Ini bukan masalah siapa melindungi siapa. Ini masalahnya siapapun yang berhubungan dengan keluarga Wijaya pasti akan diintai"ujar Isyan.


"Syan, apa seberat itu?"tanya Arya.


"Ya bagaimana lagi, aku adalah pewaris urutan pertama Wijaya Group semua mengincarku dan sekarang keluarga kekasihku"ujar Isyan menghela napas kasar.


Arya memeluk Isyan dengan erat dan mencium keningnya berkali-kali.


"Apapun yang terjadi aku akan tetap bersama kamu. Mau siapapun kamu, anak keluarga Wijaya atau siapapun, yang terpenting kita bisa saling mencintai"ujar Arya penuh pengertian.


"Iya aku tahu. Aku bersyukur bahwa jamu mencintai aku bukan karena status keluargaku"ujar Isyam melepas pelukan Arya.


"Dan aku harap, kamu bisa berbagi apapun denganku"kata Arya lagi.

__ADS_1


"Iya sayangku..."ujar isyan tertawa lalu arya menarik hidungnya karena gemas.


__ADS_2