Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 14


__ADS_3

Dua hari kemudian Arya sudah diperbolehkan pulang namun harus istirahat total selama satu minggu karena lukanya belum pulih.


Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Arya membuka matanya lalu melirik jam beker di samping kasur.


Lalu dia bangun dan mencuci mukanya. Arya pun turun ke bawah untuk sarapan.


Tapi apa yang Arya lihat justru Isyan yang sedang memasak di dapur rumahnya. Kemana semua orang?


"Isyan!!!"tegur Arya.


"Eh pacarku udah bangun"sapa Isyan yg sibuk mengaduk masakannya.


Arya terlihat bingung lalu menghampiri Isyan dan bersandar di meja marmer yang ada di dapur.


"Sejak kapan kamu di sini?"tanya Arya.


"Emm sejak tadi. Kenapa? Kamu nggak suka? Oke aku pergi"ledek Isyan hendak melepas celemek.


"Eh..jangan dong. Aku senenglah kamu di sini"ujar Arya menaikkan alis.


"Idih gombal"ujar Isyan.


"Kamu masak apa?"tanya Arya.


"Kepo deh. Nanti ya kalau udah mateng. Bentar lagi kok"ujar Isyan.


Tak berapa lama masakannya pun matang. Isyan membawanya ke meja makan dan Arya sudah duduk di sana.


"Silahkan dimakan"ujar Isyan lalu duduk di sebelah Arya.


"Kamu ini ngapain juga repot-repot jagain aku. Kan ada pembantu di sini"ujar Arya.


"Ya sebagai wujud rasa terima kasih dan sayang aku ke kamu makanya aku merawat kamu"ujar Isyan dengan senyum manisnya.


"Aku beruntung banget bisa dicintai perempuan sebaik kamu Syan"ujar arya mengelus pipi Isyan.


"Ayo dong dimakan"ujar Isyan.


Arya pun memakannya lalu tersenyum merasakan kelezatan pada masakan Isyan.


"Ini enak banget. Boleh dong minta resepnya biar dijadiin menu direstoran"ujar Arya.


"Boleh boleh"ujar Isyan.

__ADS_1


"Syan..makasih banget ya, kamu perhatian banget ke aku"ujar Arya.


"Cuma makasih doang? Nggak ada yang lain?"gerutu Isyan sambil menyodorkan pipinya tanda ingin dicium.


"Oh...mulai agresif ya"ledek Arya.


Lalu arya malah menghadapkan badan Isyan. Arya menangkup wajah Isyan lalu mendekatkan wajahnya pada Isyan perlahan mendekatkan bibirnya pada bibir Isyan. Isyan pun memejamkan matanya.


Arya mengecup lembut bibir Isyan, dan memberikan permainan sedikit di bibir itu.


"ASTAGA!!! AKU TIDAK LIHAT!!!"teriak seseorang yang membuat Isyan dan Arya menyudahi ciumannya.


Orang itu adalah Rara yang langsung menutup matanya dengan tangan dan badan gemetar.


Arya memasang wajah kesal karena ciumannya berakhir. Isyan malah terkekeh melihat wajah kesal Arya.


"Udah sih Dek..nggak usah sok kayak anak kecil. Kayak nggak pernah liat adegan ciuman di film"ledek Arya.


"Ih kakak tapi aku kan nggak pernah lihat secara langsung"gerutu Rara.


"Lebay. Udah buka matanya"ujar Arya.


"Ciumannya udah belum?"tanya Rara ragu.


Rara pun membuka matanya lalu berjalan menuju ruang makan dan ikut duduk.


"Udah Ra..sini"ujar isyan masih tertawa


"Eh Ra, papah sama mamah ke mana"tanya Arya.


"Udah ke restoran. Oh ya ini mamah nitip obatnya Kak Arya. Jangan lupa Kak Isyan ingetin Kak Arya. Soalnya dia nggak telaten minum obat"ujar Rara.


"Oke dedek gemesnya kakak"ujar Isyan mencubit lembut pipi Rara.


"Ya udah Rara mau berangkat dulu ya"ujar Rara.


"Lah nggak sarapan? Kak Isyan udah masak loh"ujar Arya.


"Nggak kak. Aku udah ditunggu temen. Dadah..."ujar Rara lalu pergi.


"Temen siapa coba?"tanya Arya.


Di depan kompleks perumahan arya berhentilah sebuah mobil. Ternyata itu adalah mobil dion. Dion sengaja tidak memakai mobil mewahnya. Memang sengaja karena dia tidak ingin rara mengenalnya sebagai keluarga Wijaya.

__ADS_1


"Bener kok ini alamat perumahannya. Kok kaya kompleks perumahannya Arya ya. Mana Rara ya, belum keliatan"ujar Dion.


Tak berapa lama terlihat Rara sedang berlari ke arah mobil Dion, berlari keluar dari gapura pintu masuk kompleks perumahan.


Rara pun langsung masuk ke mobil Dion.


"Haii. Udah lama nunggu ya?"sapa Rara


"Hai juga. Nggak kok baru aja nyampe. Ra kenapa aku nggak boleh jemput kamu di rumah kamu sih? Kan biar kamu nggak lari-lari"ujar Dion.


"Nggak papa hitung-hitung olahraga pagi. Lagian aku juga nggak enak sama pacarnya kakakku"ujar Rara.


"Loh pacar kakak kamu lagi dirumahmu?"tanya Dion.


"Iya..dia lagi ngerawat kakak"ujar Rara.


"Kamu udah sarapan?"tanya Dion


"Belum sih. Mau sarapan?"ujar Rara.


"Maulah apalagi ditemani bidadari cantik"goda Dion.


"Ih apaan sih gombal"ujar Rara mencubit lengan Dion.


Dion melajukan mobilnya meninggalkan kompleks perumahan Rara.


Arya sudah menghabiskan sarapannya lalu minum obat.


"Syan...kamu nggak ke kantor?"tanya Arya.


"Nggak..aku mau jagain kamu"ujar Isyan.


"Urusan kantor kan penting Sya"ujar Arya.


"Arya Praditya...kebetulan nggak ada kerjaan penting kok. Semua dihandle Dion. Kalo ada hal penting baru aku ke kantor"ujar Isyan.


"Ya udah Syan, kita ke ruang keluarga aja santai sambil nonton TV"ajak Arya.


Mereka mwnonton TV bersama, sementara Isyan mengecek laporan perusahaan yang dikirim Arum lewat email.


"Bener kata Dion, Isyan kalo udah sayang sama seseorang dia bakal sayang banget. Beruntung aku bisa memiliki Isyan. Aku janji Syan, aku bakal jagain dan menyayangi kamu"batin Arya sambil menatap Isyan.


"Hei...kenapa kamu ngeliatain aku kaya gitu. Entar jatuh cinta loh"ujar Isyan menepuk dahi Arya.

__ADS_1


"Emang udah jatuh cinta"ujar Arya mengelus pipi Isyan.


__ADS_2