Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 63


__ADS_3

JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL KEDUAKU BERJUDUL "ANTARA CINTA DAN MISI"


#####


Di rumah sakit.


Arya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Surya pun membawa Arya pulang ke rumahnya untuk beristirahat.


"Kamu istirahat dulu ya.."ujar Surya mendudukkan Arya di kasur.


"Pah, aku pengin ketemu Isyan"pinta Arya.


"Kamu baru keluar dari rumah sakit. Istirahatlah dulu"ujar Surya.


"Tapi Pah..."


"Arya, tolong dengerin papah!"bentak Surya.


Arya langsung terpaku dan diam. Tak ada perlawanan dari Arya. Surya pun meninggalkan kamar Arya. Surya pergi menuju dapur lalu menyuruh pelayan membuatkan Arya bubur dan mengantarkannya ke kamar Arya. Surya lebih memilih untuk pergi ke kamarnya.


"Kalau aku diem aja, masalah nggak bakal selesai. Aku nggak tahu gimana kondisi Isyan setelah semua kesalahan yang aku lakuin"ujar Arya penuh ketakutan.


"Aku nggak peduli. Aku harus pergi sekarang"ujar Arya lalu mengambil jaket dan kunci mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan rumah


Tak berapa lama setelah kepergian Arya, pelayan pergi ke kamar Arya untuk mengantarkan bubur sesuai perintah Surya. Tapi sayangnya dia tak mendapati Arya di dalam kamar. Pelayan itu lansung pergi ke kamar Surya untuk memberitahu kepergian Arya.


"Tuan besar.."


"Tuan.."


Pelayan itu berteriak, sambil mengetuk pintu kamar Surya. Surya pun membukakan pintu kamarnya.


"Ada apa?"tanya Surya keluar dari kamar.


"Anu tuan...anu"


"Katakan yang jelas?"bentak Surya.


"Tuan muda Aeya tidak ada di kamar"jawab pelayan gugup.


Mendengar perkataan pelayan, Surya langsung bergegas ke kamar Arya. Dilihatnya kamar Arya kosong, kamar mandi pun kosong. Surya langsung berlari ke luar rumah.


"Ke mana putraku?"tanya Surya pada security yang berjaga


"Saya lihat Tuan Muda pergi dengan mobilnya"ujar security menunduk karena melihat kemarahan Surya.


"Arya kenapa kamu harus pergi? Papah belum bisa melepas kamu. Papah terlanjur sayang padamu"batin Surya menitikan air mata.


"Tuan Besar...sebaiknya istirahat dulu. Saya takut penyakit tuan kambuh"ujar pelayan.


Surya pun masuk ke dalam rumah dibantu pelayan. Pelayan mendudukkan Surya di sofa besar di ruang keluarga.


"Menurutmu apa yang harus aku lakukan?"tanya Surya pada pelayan wanita yang seumuran dengannya.


Pelayan itu sudah bekerja sejak Surya menikah dengan mendiang istrinya. Dan pelayan itu tahu tentang Arya yang dia anggap sebagai Gavin putranya.


"Menurut saya, biarkan Tuan Muda melakukan apa yang ingin dia lakukan"ujar pelayan itu.


"Saya yakin dengan kebaikan, ketulusan, dan kasih sayang yang diberikan kepada Tuan Muda pasti akan selalu diingatnya"sambung pelayan itu.


"Mungkin kamu ada benarnya. Sepertinya dia pemuda yang baik. Buktinya dia adalah tunangan Isyana Wijaya. Tidak mungkin seorang Isyana Wijaya menjalin hubungan dengan pria sembarangan"ujar Surya.


"Tentu Tuan. Saya akan buatkan teh hangat untuk Tuan"ujar pelayan itu lalu pergi ke dapur.


*****


Di kediaman keluarga Wijaya.


Semua anggota keluarga sedang makan siang. Sebenarnya ini sudah melewati jam makan siang. Tapi karena mereka semua memilih istirahat dulu maka makan siang jadi tertunda. Mereka begitu menikmati makan siang bersama.


"Isyan kemana kok nggak keliatan?"tanya L.aras


"Oh dia pergi tadi,bkatanya ada urusan"jawab Kusuma.


"Urusan apa Mm?"tanya Dion penuh selidik.


"Nggak tahu tuh"ujar Kusuma mengangkat bahu.


Sementara Arya, baru sampai di depan rumah keluarga Wijaya. Arya diam terpaku di dalam mobil saat melihat rumah keluarga dihias begitu mewah dan indah. Arya pun turun dari mobil melihat ke sekelilingnya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Ada acara apa di rumah ini? Jangan-jangan isyan tunangan dengan pria lain..."gumam Arya penuh ketakutan.


Arya pun berlari menuju teras rumah di mana dia disambut oleh seorang pelayan. Pelayan itu diam terpaku melihat sosok Arya. Sosok yang tak dia lihat selama setahun. Pelayan itu adalah kepala pelayan yang sudah bekerja lama sejak Isyan masih kecil. Dia nampak terkejut melihat Arya berdiri tegak di depannya.


"Tuan Arya?"tanya kepala pelayan itu gugup.


"Iya Bi ini saya. Saya sudah kembali"ujar Arya tersenyum bahagia.


"Tuan Arya ini beneran Tuan Arya? Saya bahagia anda kembali. Kasian Non Isyan, dia sekarang jadi pendiam, dingin, dan tidak seceria dulu"jelas kepala pelayan itu.


"Tapi Bi ini habis ada acara apa?"tanya Arya saat melihat dalam rumah masih terpasang dekorasi.


"Ini habis acara tujuh bulanan Nyonya Muda Rara. Baru saja selesai"ujar kepala pelayan.


"Oh gitu, aku kira Isyan tunangan"ujar Arya.


"Tunanga dengan siapa? Kan tunangannya Non Isyan, itu Tuan Arya"balas pelayan tersenyum.


"Oh ya, Bi saya mau ketemu Isyan"ujar Arya.


"Baik saya panggilkan"ujar kepala pelayan itu lalu pergi menuju ruang makan dengan tergesa-gesa.


Kusuma nampak heran melihat kepala pelayan yang paling setia gugup dengan napas terengah-engah.


"Kamu kenapa?"tanya Kusuma.


"Anu tuan anu..."


"Ih bibi sukanya ngomong anu anu anu. Anu apa sih Bi"sergap Ratih.


"Di luar ada Tuan Arya"ujar kepala pelayan.


"Arya? Maksudnya Gavin bukan sih?"tanya Dion yang belum mengetahui kalau ingatan Arya sudah kembali.


Karena hanya Kusuma dan Rama yang mengetahui kesembuhan Arya.


"Yang mirip Arya itu kan? Yang ketemu kita di acara perusahaannya Isyan?"tanya Laras.


"Ayo kita lihat"ajak rmRama diikuti oleh semua anggota keluarga.


Semua orang keluar dan menuju ruang tamu. Terlihat seorang pemuda berdiri tegap membelakangi mereka. Dengan menggunakan jaket dan tangan gemetar.


Semua orang menoleh bersamaan saat mendengar Kusuma memanggil dia dengan sebutan Arya. Arya pun menoleh dan menatap mereka semua dengan tatapan kerinduan. Terlebih lagi saat melihat orang tuanya. Arya langsung lari menghamburkan pelukan pada kedua orang tuanya. Angga dan Laras diam tak bergeming saat Arya memeluk mereka.


"Pah Mah, Arya kangen banget"ujar Arya dalam pelukannya.


Mendengar perkataan Arya, ada senyum kebahagiaan di wajah Angga dan Laras. Mereka pun membalas pelukan Arya begitu erat melampiaskan rasa rindu selama setahun lebih.


"Kamu sudah kembali Nak? Papah kangen banget sama kamu"ujar Angga.


"Mamah nggak mimpi kan?"tanya Laras.


Arya melepas pelukannya lalu mengarahkan tangan laras untuk menyentuh wajahnya.


"Arya pulang Mah. Arya udah inget semuanya"ujar Arya begitu bahagia.


"Syukurlah ingatan kamu sudah kembali"ujar Angga membelai wajah Arya.


"Kakak..."lirih Rara memeluk Arya.


Arya pun langsung memeluk adik kecilnya yang begitu dia rindukan.


"Rara kangen banget sama kakak. Kakak jahat nggak inget sama Rara"ujar Rara menangis tersedu-sedu.


"Kakak juga kangen sama kamu. Tapi kakak susah meluk kamu soalnya perutmu udah segede gentong"celoteh Arya.


Rara melepas pelukannya dan langsung mencubit perut Arya karena kesal dengan ejekan kakaknya.


"Enak aja Rara kaya gentong. Gini-gini Rara hamil keponakan kakak loh"balas Rara.


"Aduh sakit Ra. Kalau kakak lupa ingatan lagi gimana?"gerutu Arya.


"Yang Rara cubit itu perut kakak bukan kepala kakak. Nggak ada hubungannya ya"ujar Rara dengan wajah cemberut.


"Uluh uluh...calon ibu lagi cemberut nih. Selamat ya untuk acara tujuh bulan kehamilan kamu. Maaf kakak baru bisa datang"ujar Arya mengusap rambut Rara.


"Hai Brother...akhirnya kewarasan otakmu kembali"ujar Dion memeluk Arya.


"Makasih ya selama aku nggak ada kamu udah menyayangi adik kecilku mana sampai hamil lagi"ujar Arya lalu melepas pelukan Dion.

__ADS_1


"Baru satu. Besok kalau ini udah lahir aku tambah"canda Dion


"Hei ngawur...itu aja belum mbrojol udah main nambah aja"seru Sinta menepuk lengan Dion.


"Duh mamah...katanya mau cucu banyak"balas Dion.


Semua orang pun tertawa mendengar candaan Dion. Arya beralih memeluk Rama dan Sinta lalu memeluk Ratih dan Kusuma.


"Akhirnya kamu kembali setelah mematahkan hati putri saya"ujar Kusuma dingin.


Kusuma sengaja mengubah sikap ramahnya menjadi dingin untuk menakut-nakuti Arya.


Arya membulatkan matanya saat mendengar perkataan Kusuma. Arya pun tak menyangka jika Kusuma tahu apa yang terjadi antara dia dan Osyan saat Arya masih lupa ingatan.


"Kamu tahu gara-gara kamu menyukai wanita lain, putri saya harus patah hati lagi. Dan kamu adalah penyebab kesedihannya"ujar Kusuma dengan wajah murka.


Angga dan Laras yang tak tahu menahu masalah Arya dan Isyan hanya saling memandang penuh tanda tanya.


"Maafin Arya Pah, Arya nggak bermaksud menyakiti hati Isyan. Arya juga nggak tahu kalau Ratna itu Isyan"ujar Arya sedih.


"Itu urusan kamu bukan urusanku. Kesalahan kamu sangat fatal jadi kamu harus tanggung akibatnya. Sangat sulit untuk membujuk Isyan. Dia kalau sudah kecewa tidak akan bisa dirubah lagi"ujar Kusuma.


"Aku akan memperbaiki kesalahanku. Sekarang di mana Isyan? Aku mau menemuinya"ujar Arya dengan pikiran frustasi tapi mencoba untuk tenang.


"Dia sudah pergi"ujar Kusuma.


"Apa pergi?? Kemana??"teriak Arya dengan kekhawatiran.


"Mana aku tahu? Seharusnya kamu tahu kemana kira-kira Isyan pergi untuk menenangkan diri. Aku harap dia belum pergi sampai ke luar negeri sehingga kamu tidak bisa mengejarnya. Dan aku tidak akan memaafkanmu karena kamu sudah menyakiti putriku"tegas Kusuma dengan tatapan tajam.


Arya menoleh ke arah orang tuanya. Mengisyaratkan untuk meminta izin mencari Isyan.


"Pergilah Nak, Isyan membutuhkanmu"ujar Laras dengan lembut sambil menepuk bahu Arya.


Arya pun mengangguk lalu pamit pergi. Setelah kepergian Arya dengan wajah yang penuh ketakutan dan rasa bersalah akan kehilangan Isyan, Kusuma malah tertawa terbahak bahak. Semua orang nampak bingung dengan sikap Tuan Besar Wijaya yang satu ini.


"Om Kusuma maksudnya apa sih? Kapan Isyan pergi ke luar negeri?"tanya Dion.


"Iya Pak Kusuma, maksudnya Isyan patah hati itu apa?"tanya Angga yang sudah penasaran sejak tadi melihat drama buatan Kusuma.


"Lalu Ratna itu siapa?"tanya Laras.


Kusuma pun bercerita dari awal rencana penyamaran Isyan sebagai Ratna lalu berjalanan Isyan bekerja di perusahaan Surya untuk mencari informasi tentang Arya. Kemudian sakitnya Surya di mana dia jujur pada arya tentang siapa Arya. Lalu Kusuma juga menceritakan bahwa Arya yang masih menjadi Gavin menyatakan cinta pada Ratna dan itu membuat isyan patah hati.


"Jadi itu yang terjadi?"tanya Angga meyakinkan.


"Iya Pah, terlalu banyak drama antara Isyan dan Arya. Sampai aku pusing lihatnya"sambung Dion.


"Jadi Pak Kusuma tidak akan memaafkan Arya?"tanya Laras dengan wajah sedih.


"Bu Laras, kalau kakakku tidak memaafkan Arya untuk apa dia tertawa. Itu hanya gertakan saja untuk membuat Arya takut. Dia baru saja membuat drama televisi. Iya kan akak?"ujar Rama menoleh pada Kusuma.


Kusuma pun mengangguk membenarkan ucapan adiknya.


"Aku harap Kak Arya bisa kembali dengan Kak Isyan. Pasti akan sangat membahagiakan bukan?"ujar Rara.


"Tentu saja sayang. Anak kita akan punya sepasang om dan tante"ujar Dion menelus perut Rara.


"Kira-kira kemana Isyan pergi ya Pah?"tanya Ratih.


"Iya Kak. Apa Arya bisa menemukan Isyan?"sambung Sinta.


"Kalau cinta dan ikatan batin mereka kuat, dengan mudah Arya bisa menemukan Isyan"ujar Kusuma. dengan senyum menyeringai dan menaikkan alisnya


"Anto!!"teriak Kusuma memanggil bodyguard kepercayaannya.


Lalu masuklah bodyguard dengan tubuh tinggi besar dan wajah tegasnya.


"Iya Tuan"jawab Anto


"Kamu sudah melakukan apa yang aku suruh?"tanya Kusuma.


"Iya Tuan. Saya sudah pasang GPS di mobil Nona Isyan untuk melecak keberadaannya. Dan saya sudah suruh orang mengikuti Tuan Arya barusan"ujar Anton sambil menundukkan kepala.


"Bagus. Kalau Arya sudah berhasil menemukan dan membujuk Isyan, kalian langsung susul dia dengan anak buahmu dan lakukan rencana selanjutnya"ujar Kusuma.


"Baik tmTuan"ujar Anton lalu pergi.


"Papah nyuruh Anto ngapain sih? Pakai rencana-rencana segala"tanya Ratih.

__ADS_1


"Biasa drama lanjutan. Nanti kalian juga tahu"ujar Kusuma menaikkan kedua alisnya.


__ADS_2