
Pagi yang cerah di hari Sabtu yang indah. Hari yang cocok untuk menikmati quality time dengan keluarga. Dion sudah pulang dari rumah sakit kemarin sore. Dan tentu saja sebagai istri yang baik Rara merawat Dion. Setelah selesai mandi, Rara mengoleskan salep di badan Dion yang terdapat bercak alergi.
"Kamu mau sarapan di bawah atau aku bawa ke kamar?"tanya Rara lembut.
"Bawa ke kamar aja ya sayang, badan aku masih kerasa gatal takut merusak selera makan orang lain"ujar Dion pasrah.
"Ya udah kamu tunggu sini dulu ya"ujar Rara lalu keluar kamar dan menuju ruang makan untuk memgambilkan Dion sarapan. Setelah itu Rara kembali dengan membawa sarapan untuk Dion.
"Ini Mas sarapannya. Perlu aku suapi?"ujar Rara.
"Nggak usah. Kamu turun aja dan sarapan dengan yang lain. Aku bisa makan sendiri"ujar Dion meraih segelas susu.
"Oke. Nanti aku kembali"ujar Rara sambil mengecup pipi Dion.
Rara pun kembali ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga. Setelah sarapan selesai kedua pasangan orang tua itu berpamitan untuk pergi menghadiri acara reuni. Jadi tinggalah Rara dan Dion di rumah. Rara kembali ke kamar untuk memberikan Dion obat. Setelah minum obat Dion pun tidur.
"Hm..kenapa tiba-tiba aku pengin ketemu Kak Osyan ya"gumam Rara sambil menyelimuti Dion.
Rara memilih keluar kamar dan pergi untuk menonton TV.
"Telpon Kak Isyan aja deh..."ujar Rara meraih HPnya mencari nomor Isyan untuk dia telfon.
"Rara!"panggil Isyan yang baru masuk rumah.
Rara terkejut melihat kedatangan Isyan yang tiba-tiba.
"Baru aja aku mau telpon kakak. Malah kakak udah sampai rumah"ujar Rara.
"Kenapa rumah sepi?"tanya Isyan.
"Orang tua kita pergi menghadiri acara reuni. Dion baru aja tidur lagi karena habis minum obat"ujar Rara.
"Gimana keadaan Dion?"tanya Isyan.
"Udah mendingan Kak. Paling tinggal gatelnya aja sih. Batuknya juga udah mulai berkurang"terang Rara.
Isyan manggut-manggut mendengar penjelasan sepupu iparnya.
"Kak Isyan...kenapa dateng kesini dandanan kaya gini?"tanya Rara
"Lah emang kenapa? Emang aku biasanya penampilannya gini kan?"ujar Isyan heran dan melihat dirinya sendiri. Dia berpenampilan casual dan modis seperti dirinya yang biasanya.
"Aku kepengin Kak Isyan dandan jadi Ratna. Aku udah lama banget nggak liat Ratna"ujar Rara dengan wajah imutnya sambil mengelus perut buncitnya.
Isyan ternganga mendengar permintaan rara yang kumat dengan keabsurdannya. Tidak pernah Rara meminta Isyan berdandan ala Ratna di rumah utama.
__ADS_1
"Kamu ngerjain kakak ya?"tanya Isyan penuh selidik.
"Ih buat apa aku ngerjain kakak. Aku lagi kepengin lihat Ratna. Ayolah Kak Isyan dandan jadi Ratna ya. Ini permintaan dedek bayi"pinta Rara dengan manja sambil menggoyangkan lengan Isyan.
Akhirnya Isyan pun menurut dengan permintaan Rara. Ya karena Isyan tidak mau calon keponakannya saat lahir jadi ileran karena permintaannya tidak dituruti. Isyan pun meninggalkan Rara yang masih menonton tv dan pergi ke kamarnya untuk berganti penampilan menjadi Ratna. Awalnya Isyan kesal dan enggan melakukannya tapi demi calon keponakannya isyan akhirnya dia mau.
*****
Gavin berencana pergi ke kediaman keluarga Wijaya karena dia berniat menjenguk Dion. Masih ada rasa bersalah karena menyebabkan dion sakit. Kenapa tidak terpikirkan untuk bertanya apa dion punya alergi terhadap makanan sebelum dia memesan makanan. Gavin pun berangkat menggunakan mobil tentunya. Sebentar dia mampir membeli parcel buah sebagai buah tangan. Setelah membeli buah, Gavin segera melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Wijaya.
*****
Isyan keluar dari kamar dan sudah bergsnti penampilan menjadi Ratna. Isyan sebenarnya heran kenapa Rara ingin sekali melihatnya sebagai Ratna. Padahal Isyan sedang merindukan penampilan elegannya yang biasanya, karena terlalu lama menjadi Ratna.
"Sudah puas?"tanya Isyan menatap Rara yang sedang menonton TV.
Rara tersenyum penuh kemenangan lalu berhambur memeluk Isyan dengan erat.
"Makasih kakakku sayang"ujar Rara.
"Apalagi yang kamu inginkan?"tanya Isyan yang merasa pasti tidak hanya ini permintaan bumil absurd satu ini.
"Buatin Rara susu ya Kak"pinta Rara dengan manja.
Tanpa berdebat, Isyan pergi ke dapur untuk membuatkan Rara susu. Sementara Rara menunggu di ruang TV.
Sementara, Gavin sudah sampai di kediaman keluarga Wijaya. Dia memarkirkan mobil di halaman rumah. Satpam menghampiri mobil Gavin. Nampak ekspresi terkejut dari satpam saat melihat wajah Gavin. Tapi satpam itu tak banyak berkomentar, dan langsung mempersilahkan Gavin untuk menuju rumah.
Gavin memencet bel rumah beberapa kali, karena dia yakin di rumah sebesar ini pasti akan lama menunggu orang rumah membukakan pintu rumah. Rara yang sedang berada di ruang TV mendengar bel rumah berbunyi. Segera dia beranjak dari kursi dan membuka pintu rumah.
"Cari siapa?"ujar Rara sambil membuka pintu lebar lebar sehingga bagian dalam rumah terlihat.
Melihat siapa orang yang datang, membuat Rara terbelalak dan mulutnya sampai ternganga melihat Gavin berada di depan rumahnya. Rasanya Rara ingin berteriak memanggil Isyan dan Dion. Namun rasanya mulutnya terkunci. Gavin memberi senyum pada Rara yang sekarang sedang mematung di depannya.
"Hai Rara, apa aku mengganggu? Aku kesini ingin menjenguk Dion"ujar Gavin.
Rara masih diam, dia bingung harus apa. Jangankan mempersilahkan masuk, untuk menjawab pertanyaan Gavin saja dia kaku setengah mati.
"Rara...ini susumu sudah jadi"ujar Isyan berjalan menghampiri Rara sambil membawa segelas susu.
Gavin mendengar suara seseorang dari dalam otomatis menoleh ke sumber suara. Gavin pun terkejut saat melihat yang ada di dalam adalah Ratna sekertarisnya. Sedang apa Ratna di rumah keluarga Wijaya? Itulah yang dipikirkan Gavin.
PRANG
Isyan menjatuhkan gelas karena shock melihat kedatangan Gavin berada di rumahnya. Pasti sekarang Gavin sedang berpikir, apa yang dilakukan dia di rumah keluarga Wijaya dan apa hubungannya dengan keluarga Wijaya padahal dia sedang berpenampilan sebagai Ratna.
__ADS_1
"Ratna! Sedang apa kamu di sini?" Itulah pertanyaan yang terlontar dari mulut Gavin
"Mati aku!"batin Isyan sambil menepuk pahanya
"Ratna jawab aku? Kamu kenal dengan keluarga Wijaya?"tanya Gavin lagi dengan intonasi agak meninggi.
Rara mulai bingung bagaimana mengatasi situasi ini. Dia tidak mau identitas Ratna terbongkar sebelum waktunya. Tapi Rara harus mengakui Ratna sebagai apa, dia sangat bingung.
"Rara kamu di mana? Kenapa ada suara ribut-ribut?"teriak Dion menuruni tangga lalu menuju sumber keributan.
Dan alhasil mereka berempat berada di tempat yang sama dalam kebingungan dan saling mematung. Menelisik kondisi, Dion paham Osyan sedang menjadi Ratna dan di situ ada Gavin. Dion berpikir harus berakting apa sekarang.
"Ini ada apa?"tanya Dion berusaha tenang padahal dia juga gugup.
"Loh Rara kamu nggak pernah bilang kalau suamimu itu Pak Dion Wijaya"ujar Isyan mulai buka suara sambil mendelikkan matanya memberi kode pada Rara.
"Kamu juga nggak tanya"ujar Rara memberi kode pada Dion berupa kedipan mata.
Dion yang mengerti kode dari Rara pun mengangguk pelan.
"Nah ini kenapa ada Ratna sekertaris Gavin di rumah kita, Ra?"tanya Dion pura-pura bingung.
"Mas Dion lupa ya, semalam aku sudah bilang kalau sahabat kecilku sekaligus tetanggaku waktu aku masih di Bandung, mau dateng ke rumah. Kita udah lama nggak ketemu. Nah ini lah sahabat kecilku"ujar Rara menghampiri Isyan sambil memegang bahu Isyan.
Isyan tersenyum tipis melihat akting pasangan suami istri ini. Mereka layak mendapat penghargaan aktor dan aktris terbaik. Gavin yang melihat kejadian di depannya hanya diam dan menyaksikan.
"Lalu kamu Gavin, ngapain ke sini?"tanya Dion.
"Aku ke sini mau menjengukmu. Tiba-tiba aku melihat Ratna di rumahmu. Aku pikir dia anggota keluargamu malah dia sahabat kecilnya Rara"ujar Gavin.
"Aduh gara-gara Eatna, aku sampaiblupa mempersilahkan Kak Gavin masuk. Ayo Kak masuk"ajak Rara.
"Ih kok aku yang disalahin"gerutu Isyan.
Gavin pun masuk ke dalam rumah. Mereka berempat duduk di ruang tamu sambil mengobrol.
"Jadi Kak Gavin bosnya Ratna?"tanya rlRara masih melanjutkan akting.
"Iya..makanya aku kaget kenapa dia bisa ada di sini. Memang sudah lama kalian mengenal dia?"ujar Gavin.
"Kalau aku jelas lama, kan dulu kita tetanggaan. Tapi aku pindah ke jakarta terus kita lost contact. Dan ternyata dia sekarang tinggal di Jakarta, dan bahkan aku juga baru tahu dia bekerja denganmu Kak"jawab Rara
"Aku juga baru tahu kalau kamu istrinya Pak Dion Wijaya. Bahkan kamu menikah aku aja nggak kami undang"ujar Isyan dengan wajah kesal.
Dion menahan tawanya saat melihat akting profesional Isyan. Rasanya Dion ingin menjitak kening Isyan saat ini. Setelah beberapa lama mengobrol, Rara mengajak Gavin dan Isyan yang sedang menjadi Ratna untuk makan siang. Karena sudah saatnya makan siang. Mereka pun makan bersama. Hanya ada keheningan di antara mereka, tapi tetap saja Dion dan Rara mengumbar kemesraan dengan Rara terus menyuapi Dion. Tapi ekspresi Dion cenderung memanas-manasi Isyan. Dan Isyan merasa ingin melempar gelas ke arah Dion.
__ADS_1