
Semua orang terkejut melihat situasi di depan mata mereka. Mereka menatap tubuh yang sudah tergeletak dilantai. Lalu datanglah tim bodygurad di dalam ballroom. Mereka tak kalah terkejut saat melihat yang sekarat adalah Rio.
"Bima!!"ujar Kusuma menatap seorang pria baruh baya yang memegang vas bunga dekorasi ballroom yang ukurannya agak besar.
Flashback on
Saat Rio masuk ke dalam ballroom dengan gerak-gerik mencurigakan tak sengaja Pak Bima melewati dia. Dan mengenali wajah Rio, karena dia mantan klien Rio dulu. Lalu Pak Bima mengikuti Rio dan melihat dia mengeluarkan pisau dan akan menusuk Arya.
Dengan cepat Pak Bima mengambil vas bunga dekorasi dan berjalan di belakang Rio.
Saat Rio akan menusuk Arya, Pak Bima memukul kepala Rio dengan kuat hingga membuat Rio pingsan.
Flashback off
Bodyguard memeriksa denyut nadi Rio dan mengangguk menandakan dia masih hidup.
"Bawa dia ke kantor polisi. Aku mau dia dihukum seberat-beratnya kalau perlu seumur hidup"tegas Kusuma
Lalu para bodyguard menggotong Rio yang pingsan keluar dari ballroom. Kusuma mendekati Pak abima yang tak lain adalah rekan bisnisnya.
"Terima kasih Bima kamu telah menyelamatkan nyawa calon menantuku"ujar Kusuma memeluk Pak Bima.
"Sama-sama Kusuma. Kamu juga sudah banyak membantuku, tak akan ku biarkan seorang pun menghancurkan kebahagiaanmu"ujar Pak Bima.
Setelah keadaan bisa diatasi acara tukar cincin Isyan dan Arya dilanjutkan. Kemudian tamu dipersilahkan menikmati hidangan sembari menikmati hiburan.
"Arya...kamu nggak papa kan?"ujar Laras memeluk erat putranya dengan rasa takut.
"Aku nggak papa koh Mah"ujar Arya.
"Firasatku bener kan. Pasti dia bakal dateng ke acara ini"kata Dion.
__ADS_1
"Dari mana kamu tahu kalau dia akan datang?"tanya Isyan.
"Kemarin salah satu orang suruhan kita lapor kalau mereka melihat Rio di kota ini. Aku yakin dia pasti sudah tahu tentang pertunangan ini dan akan melakukan segala cara untuk menggagalkan acara ini"jelas Dion.
"Makasih karena keluarga kalian selalu sigap dalam pengamanan"sambung Angga.
"Tidak perlu berterima kasih Pak Angga. Kita saling melindungi satu sama lain"ujar Rama.
"Selagi para tamu menikmati acara kita masuk ke ruangan khusus untuk membicarakan pernikahan anak-anak kita"ajak Kusuma.
Mereka pun masuk ke salah satu ruangan khusus mirip ballroom tapi ukurannya lebih kecil. Di sana mereka semua makan bersama dan membicarakan tanggal pernikahan.
"Kapan pernikahan bisa dilangsungkan?"tanya Ratih.
"Aku harap secepatnya. Aku sudah sangat ingin menimang cucu"seru Sinta.
"Saya juga begitu bu sinta"tambah Laras
"Baiklah..aku sudah menentukannya. Bulan depan pernikahan mereka akan dilangsungkan"jelas Kusuma.
"Sendiri-sendiri! Ya bareng dong Syan..."celetuk Ratih.
"Malam pertama bareng juga?"ledek Dion dengan tatapan menggoda dan menaikkan alisnya.
Isyan langsung menjitak kepala Dion dengan wajah kesal.
"Apaan sih Yon, mesum banget. Rara kamu harus hati-hati sama tuyul satu ini"gerutu Isyan yang diikuti suara tawa semua orang.
"Kalian ini audah besar masih aja ribut"ujar Ratih
"Nggak papa Bu Ratuh...nanti pasti peristiwa seperti itu akan jadi hal yang paling dirindukan oleh Isyan dan Dion"jelas laras.
__ADS_1
"Aku juga pasti juga akan merindukan kelakuan manja adik kesayanganku ini, karena sebentar lagi dia akan menikah"sambung Arya sambil menyenggol lengan arara
"Tenang Ra...habis ini kamu bisa manja-manjaannya sama aku"goda Dion
"Apaan sih kalian ini suka banget ngeledek aki"ujar Rara dengan wajah malu.
Setelah selesai berunding, mereka kembali ke ballroom. Dan acara pun selesai tepat jam sepuluh malam. Keluarga Wijaya mengantarkan keluarga Praditya sampai lobi hotel.
"Kalian hati-hati di jalan ya"ujar Kusuma.
"Tentu Pak, terima kasih atas semuanya"ujar Angga.
"Semoga keluarga kita selalu bahagia dengan pernikahan anak-anak kita"tambah Laras.
"AAMIIN!!"
Semua orang mengaminkan doa Laras. Lalu keluarga Praditya pamit dan pulang menggunakan mobil mereka.
"Huft..." Isyan menghembuskan nafas dengan kasar.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Ratih.
"Isyan nggak tau apa yang akan terjadi kalau tadi Rio berhasil melukai Arya, Mah"ujar Isyan dengan wajah sendu.
"Syan...yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang Rio udah ditahan polisi. Dia akan dihukum sangat berat"ujar Rama
"Iya Syan..aku kan udah janji sama kamu bahwa kebahagiaan dan keselamatanmu adalah tanggung jawabku sebelum kamu menikah"ujar Dion
Isyan pun memeluk dion dengan erat tanda kasih sayang persaudaraan mereka.
"Makasih ya saudaraku yang paling baik sekandang sapi"celoteh Isyan.
__ADS_1
"Hah apa? Kok sapi? Ganteng-ganteng gini juga"gerutu Dion melepaskan pelukan Isyan.
Semua orang pun tertawa melihat tingkah dua saudara itu yang selalu saja ribut.