Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 66


__ADS_3

JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL KEDUAKU BERJUDUL "ANTARA CINTA DAN MISI"


#####


Malam pun tiba.


Semua anggota keluarga sedang menikmati makan malam bersama. Sekarang formasi sudah lengkap dan kebahagiaan pun sangat terasa. Kebahagiaan tak hanya dirasakan oleh keluarga saja tapi dirasakan oleh semua pekerja yang ada di rumah keluarga Wijaya.


"Papah yang nyuruh bodyguard bikin drama korea di danau ya?"tanya Isyan.


"Iya, emang kenapa?"tanya Kusuma.


"Gimana cara papah tahu aku ada di sana?"tanya Isyan.


"Syan kan ada GPS. Tolong deh"ujar Kusuma dengan gaya bicara sok gaul.


"Jangankan tahu keberadaan kamu, papah aja tahu kalau sebelumnya Arya kecelakaan terus ingatannya pulih"ujar Kusuma.


Semua orang pun saling memandang dan terkejut mendengar pengakuan Kusuma. Karena yang mereka tahu dari cerita Kusuma hanya sampai kisah dimana Arya menyatakan cinta pada Ratna.


"Ini papah main rahasia-rahasiaan sama kita gitu?"tanya ratih kesal.


"Ya kalau nggak rahasia-rahasiaan nanti nggak surpize dong Mah"jawab Kusuma dengan santai.


"Tapi seru kan dramanya? Untung kamu dateng ke sini buat ketemu sama Isyan terus minta maaf ngajak balikan. Coba kalau enggak, udah dikirim tuh Si Isyan ke Amerika"sambung Rama.


"Nanggung cuma ke Amerika, nggak sekalian ke Kutub Utara. Kan cocok manusia dingin tinggal di daratan yang dingin"celetuk Dion yang berhasil memancing emosi Isyan.


Isyan langsung menatap tajam ke arah Dion dan langsung melempar potongan apel dan tepat mengenai wajah Dion.


"Oke perang dunia ke tujuh dimulai.."ujar Rara mengetuk sendok pada gelas hingga menimbulkan suara nyaring.


"Syan kenapa nggak lempar piring ke muka Dion kan nanggung"ujar Arya mengompor-ngompori.


"Wah wah lo parah banget, tega sama adik ipar sendiri"ujar Dion tak terima.


"Sudah-sudah anak-anakku yang cantik dan ganteng nggak boleh ribut di depan makanan. Pamali loh.."ujar Sinta dengan gaya seperti guru TK.


Setelah makan malam usai, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk mengadakan rapat paripurna. Sebagai pemeran utama Arya pun menceritakan kejadian dari awal dia di Singapura, bertemu dengan Gavin, lalu kejadian kecelakaan, pertolongan warga desa dan akhirnya Arya di tolong oleh Surya. Tak ketinggalan pula, Arya bercerita mengenai kehidupannya selama menjadi Gavin. Tak disangka Surya begitu menyayangi Arya seperti anaknya sendiri.


"Jadi, akhirnya kalian mengira aku meninggal?"tanya Arya.


"Ya karena jenazah yang kita bawa itu memakai jas milik kamu. Makanya kami semua menganggap kalau itu kamu"jelas Dion.


"Iya Kak, Rara inget banget jas yang Rara siapin di koper kakak"ujar Rara.

__ADS_1


"Dan di dalam jas itu juga ada surat dariku polisi memberikan itu, makanya kita yakin itu kamu"sambung Isyan.


"Jas?"ujar Arya mengernyitkan dahi.


Arya akhirnya ingat masalah jas. Ini hanya kesalah pahaman. Gavinlah yang memakai jas miliknya.


"Sayang, kamu masih menyimpan benda itu?"tanya Arya.


Isyan pun mengangguk. Lalu Isyan pergi ke kamarnya. Setelah itu Isyan kembali dengan membawa sebuah kotak kecil lalu memberikannya pada Arya. Arya membuka kotak itu dan benar isinya adalah surat dari Isyan dan pin inisial nama Gavin.


"Ini milik Gavin"ujar arya sambil menunjukkan pin milik Gavin.


Arya pun menceritakan satu cerita yang terlewat yaitu masalah jas yang Arya pinjamkan pada Gavin. Hal itu membuat semua orang terkejut. Dan kesimpulannya adalah yang di makam adalah Gavin.


"Jadi jenazah itu Gavin?"tanya Angga.


"Iya Pah, aku yakin. Soalnya Papah Surya bilang selama ini dia nggak pernah tahu kabar Gavin. Bahkan jenazahnya pun dia nggak tahu. Padahal semua korban pesawat ditemukan. Kecuali aku karena pada saat itu aku dibawa oleh warga ke desa"jelas Arya.


"Kita harus menemui Pak Surya Kak, pasti sekarang dia kepikiran tentang Arya yang pergi dari rumahnya. Ditambah lagi masalah Gavin"ujar Rama.


"Ya sudah tunggu apa lagi, kita ke rumah Surya sekarang"ajak Kusuma.


"Apa kami boleh ikut?"tanya Angga.


"Kami ingin berterima kasih pada Pak Surya karena sudah merawat arya selama ini"sambung Laras.


Akhirnya Kusuma, Rama, Arya, Isyan, dan orang tua Arya pergi bersama ke rumah Surya.


Sementara di kediaman Surya.


Sudah seharian, Arya meninggalkan rumah. Mungkin sekarang Arya sedang berkumpul bersama keluarganya melepas kerinduan penuh kebahagiaan. Sementara di rumah ini Surya meratapi kesendiriannya. Hidup sendiri di rumah ini. Dimana istrinya sudah meninggal karena kecelakaan mobil saat Gavin berusia enam tahun. Dan sekarang Gavin sendiri entah bagaimana kabarnya. Surya menitikan air mata sambil memandangi foto keluarga kecilnya.


"Tuan besar ada tamu"ujar pelayan pada Surya yang duduk termenung di ruang keluarga.


"Siapa?"tanya surya tak menoleh.


"Keluarga Wijaya"ujar pelayan.


Surya langsung menghentikan tangisnya dan meletakkan foto keluarganya di meja.


"Suruh mereka masuk"ujar Surya disambut anggukan oleh pelayannya.


Kusuma dan rombongannya diantarkan masuk ke ruang keluarga dimana Surya kini sudah berdiri menyambut mereka.


"Arya..."ujar Surya langsung memeluk Arya.

__ADS_1


Angga dan Laras saling memandang. Terlihat jelas kasih sayang Surya pada Arya. Surya pun mempersilahkan mereka duduk.


Kini Kusuma menjelaskan maksud kedatangan mereka ke rumah Surya. Arya pun bercerita tentang kejadian di dalam pesawat bersama Gavin. Lalu isyan menambahkan kesaksian tentang jenazah yang keluarganya anggap sebagai Arya. Isyan pun menyerahkan pin milih Gavin. Surya menerima itu lalu tak sangka air matanya menetes begitu saja. Surya sangat sedih karena satu-satunya harta yang dia miliki sudah tiada.


"Aku tidak menyangka, setelah satu tahun lamanya aku menunggu putraku ternyata dia sudah tiada meninggalkanku selama-lamanya. Sekarang aku sendiri"ujar Surya yang masih menangis.


"Pak Surya kami mengucapkan terima kasih karena sudah merawat dan menjaga putra kami. Kami berhutang budi padamu"ujar Angga.


"Ya kalian memang berhutang budi. Jadi aku minta kalian membayarnya. Aku sudah tidak punya pewaris hanya putra kalian yang sudah ku anggap seperti anak sendiri. Bolehkah aku memintanya menjadi pewarisku?"tanya Surya dengan tatapan sendu.


Angga dan Laras saling memandang. Lalu mereka menoleh pada Arya. Arya pun mengangguk karena mengerti arti tatapan orang tuanya.


"Pak Surya selama satu tahun ini, anda sudah menyayangi putra kami. Menjaga dan merawatnya bahkan membiarkan Arya memimpin perusahaanmu. Melihat Arya masih sehat sampai sekarang buat kami itu sudah lebih dari cukup"ujar Laras.


"Kami tidak masalah jika memang Pak Surya ingin menjadikan arya sebagai pewaris. Arya adalah putra kita. Kita adalah orang tuanya. Dan sekarang kita adalah keluarga"ujar Angga dengan senyum tulus


Angga dan Laras menyetujui permintaan Surya. Bukan tanpa alasan, mereka merasa kasihan dengan Surya yang tidak memiliki keluarga sama sekali. Hingga Angga memutuskan membiarkan Arya menjadi pewaris Surya. Toh, bisnis Angga sendiri sudah diberikan kepada Rara jadi tidak ada masalah lagi.


"Arya, aku memang bukan ayah kandungmu tapi selama ini aku menyayangimu seperti aku menyayangi Gavin. Mungkin aku terlihat egois tapi untuk apa hartaku jika tidak aku wariskan pada keturunanku. Arya, jadilah pewarisku"ujar Surya dengan tatapan memohon.


"Apapun yang buat papah bahagia, aku pasti akan menurutinya"ujar Arya.


Surya pun memeluk Arya dengan bahagia ditambah perasaan haru. Surya sangat bersyukur keluarga Arya tidak menuntut Arya untuk meninggalkannya. Kusuma pun memperkenal Isyan sebagai tunangan Arya dengan begitu Isyan akan jadi calon menantu Surya juga.


Atas permintaan Surya, Arya dan kedua orang tuanya tinggal di rumah milik Surya. Awalnya Angga menolak karena takut Surya menyukai istrinya. Hal itu membuat Surya terkekeh karena diusia Angga dia masih bisa cemburu juga.


"Aku tidak akan menyukai istrimu Pak Angga. Aku sudah cinta mati pada mendiang istriku"jelas Surya yang masih menahan tawa.


"Ya maklum aja Papah Surya, mamahku ini kan masih cantik"ujar Arya mengedipkan mata dengan genit.


"Maksud saya bukan begitu Pak Surya..."


"Pak Angga, saya meminta kalian tinggal di sini karena saya tahu Arya pasti tidak bisa jauh dari orang tuanya begitu juga dengan saya yang tidak bisa jauh dengan Arya. Saya sudah terlalu tua untuk memikirkan wanita"ujar Surya meyakinkan


Memang usia Surya lebih tua daripada aangga karena jelas Surya sudah berusia 70 tahun sementara usia Gavin juga lebih tua dari pada Arya.


"Baiklah Pak Surya, saya akan tinggal di sini"jawab Angga.


Akhirnya Angga dan Laras pun setuju mengingat hutang budi mereka kepada Surya. Kusuma pun memerintahkan anak buahnya untuk mengemasi barang-barang Angga dan Laras yang masih berada di Bandung untuk dibawa ke rumah Surya.


"Surya, persiapkan dirimu besok pagi kita akan pergi ke makam putramu"ujar Kusuma.


"Iyaa tentu. Aku sudah tidak sabar menyapa putra semata wayangku"ujar Surya dengan mata berkaca kaca.


"Pak Surya, jangan menangis terus nanti kantung matanya tambah besar. Kan nggak lucu"celoteh Isyan yang membuat suasana mencair.

__ADS_1


"Kamu ini calon menantuku, jangan panggil Pak, aku bukan sopir angkot. Panggil aku Papah Surya"ujar Surya


"Oke Papah Surya"ujar Isyan dengan keceriannya.


__ADS_2