
Isyan akhirnya menandatangani surat resign Arya. Sementara Arya sudah menyelesaikan pekerjaannya sore itu juga dan sembari beres-beres mengemasi barang-barangnya.
Berita resignya Arya dari Wijaya Group sudah santer terdengar hingga ke seluruh karyawan.
Semua karyawan memuji sikap gentleman Arya yang tidak mau bergantung pada Isyan yang merupakan pemilik Wijaya Group sekaligus sebagai calon tunangannya.
Sementara Isyan juga sudah memberitahu keluarganya tentang Arya yang memutuskan untuk resign. Dion tidak terlihat terkejut karena dia sudah tahu sebelumnya.
-----
Esok harinya
Hari ini adalah hari di mana arya harus keluar dari perusahaan Wijaya Group, semua karyawan memberikan salam perpisahan dan salam hormat pada Arya.
Isyan yang melihat peristiwa itu sempat meneteskan air mata tapi segera menghapusnya. Agar Arya tidak melihatnya sedih.
"Syan...aku pamit ya dari perusahaan ini. Jangan sampai telat makan karena sibuk ya"ujar Arya tersenyum manis dan menggenggam tangan Isyan.
Dan Isyan hanya membalas dengan senyum tipis
"Yon..sorry ya aku nggak bisa kerja lama disini. Titip Isyan ya"ujar Arya
"Ya ampun, kayak mau pergi kemana aja kami"ujar Dion terkekeh agar suasana tidak canggung.
Kemudian Arya berjalan menuju lift dan masuk ke dalam lift. Hingga pintu lift tertutup dan wajah Arya pun lenyap, Isyan hanya bisa memandangi kepergian Arya. Dia merasa tidak akan bersemangat ke kantor lagi karena sang kekasaih sudah resign.
Semua orang kembali ke pekerjaannya masing-masing. Wijaya Group pun membuka lowongan pekerjaan untuk posisi direktur keuangan yang baru.
Arya menjalankan mobilnya menuju restorannya. Setelah 1 jam dia baru sampai karena harus melewati kemacetan.
"Arya..kamu sudah datang"seru Laras menyambut Arya dengan pelukan.
"Papah mana Mah?"tanya Arya.
"Di ruangannya. Kamu udah resmi keluar dari Wijaya Group?"ujar Laras.
Arya hanya memberi anggukan pelan. Laras membalas dengan mengelus lengan anak sulungnya.
"Semangat Arya, kamu itu anak hebat"ucap Laras memberi semangat.
-----
Malam pun tiba, keluarga Wijaya sedang makan malam. Terlihat Isyan begitu murung danbhanya memainkan sendok diantara nasi dan lauk.
Keluarganya tahu apa yang membuat Isyan murung.
"Permisi Tuan Nyonya..."ujar pelayan datang.
"Ada apa Bi?"tanya Ratih.
"Di luar ada tamu"ujar pelayan.
"Siapa?"sambung Sinta.
Tiba-tiba datanglah Arya yang memberi kode dengan menempelkan jari telunjuk di bibir agar keluarga Isyan diam melihat dia datang.
"Emm...suruh tunggu di luar. Selesai makan malam saya akan temui"sambung Kusuma cepat.
Setelah itu Aeya sembunyi di balik tembok ruang makan agar Isyan tak melihatnya. Bahkan sampai keluarganya selesai makan malam pun Isyan masih saja memainkan sendoknya.
__ADS_1
Kusuma memberi kode agar semua orang meninggalkan ruang makan. Arya berjalan pelan-pelan menghampiri isyan dan berdiri di sebelahnya.
"MAKAN!!"teriak Arya.
"Aku tidak lapar"sergap Isyan.
Tiba-tiba Isyan diam dan menghentikan permainan sendoknya. Saat mendengar suara yang sangat dia kenal, lalu Isyan menoleh ke sebelahnya.
"Arya!!"teriak isyan berdiri lalu memeluk Arya.
"Kapan kamu datang?"tanya Isyan.
"Setengah tahun yang lalu..."seru Arya.
"Ihh ngaco..."ujar Isyan gemas lalu mencubit pipi Arya.
"Syan, makan di luar yuk"ajak Arya.
"Ayo!!"balas Isyan semangat.
Mereka pun pergi keluar. Arya berhenti di salah satu tukang mie ayam di dekat alun-alun kota. Mereka pun memesan mie ayam dan es teh.
"Ih aku udah lama banget nggak ke alun-alun. Udah bagus ya keren nih pemerintahnya"puji Isyan saat melihat kondisi alun-alun sekarang.
"Kamu suka? Nggak papa kan aku ajak ke sini"timpal Arya.
"Nggak papa...gini-gini aku sama Dion sering jajan di pinggir jalan"ujar Isyan.
"Sip deh. Nanti sekalian beli cilok, batagor, siomay, ydah sama mamang penjualnya aja"celoteh Arya.
Pesanan mereka pun datang. Mereka memakan dengan lahap. Kemudian datanglah pengamen di tempat mie ayam itu.
Isyan hanya memperhatikan sambil menyeruput es tehnya.
Pengamen itu memberikan gitarnya pada Arya. Lalu Arya berdiri dan semua orang melihatnya.
"Lagu ini saya persembahkan untuk wanita cantik di depan saya"ujar arya menatap isyan
Isyan pun tersipu malu saat Arya menunjuk dirinya dan semua orang langsung beralih memerhatikannya. Kmudian arya memainkan gitarnya dan bernyanyi.
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
__ADS_1
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia…
Semua orang bertepuk tangan dan bersorak. Alangkah terkejutnya Isyan manakala tahu Arya memiliki suara yang merdu. Arya pun kembali duduk bersama Isyan.
"Wow suara kamu bagus banget. Kenapa nggak ikut Indonesia Idol aja"seru Isyan.
"Ngapain? Nanti Lyodra kalah karena aku yanh menang"ujar Arya tertaqa
"Hahaha...kok kamu tambah lucu sih ngelawaknya"ujar Isyan tertawa terbahak-bahak
Arya bahagia bisabmelihat tawa Isyan. Dia tahu sebenarnya isyan sedih saat dia meninggalkan Wijaya Group. Setelah membayar mie ayamnya mereka berjalan bergandengan mengelilingi alun-alun. Sebuah kencan yang sangat sederhana untuk pemilik Wijaya Group dan tunangannya.
Setelah jam menunjukkan pukul sembilan malam Arya mengantar Isyan pulang.
"Arya makasih buat hari ini"ujar Isyan.
"Sama-sama sayang. Aku seneng kamu bahagia. Ingat jangan jadikan kepergianku dari Wijaya Geoup sebagai alasan kesedihan kamu"ujar Arya.
Isyan hanya tertunduk karena apa yang dikatakan Arya memang benar.
"Aku tahu kamu sedih. Tapi aku bakal lebih sedih lagi kalau ngelihat kamu sedih kaya tadi"ujar Arya menggenggam tangan Isyan.
"Iya aku janjinnggak bakal sedih lagi kok"ujar Isyan tersenyum.
__ADS_1