Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 67


__ADS_3

Keesokan paginya.


Kusuma dan keluarganya membawa Surya ke tempat pemakaman. Di sana mereka melakukan pergantian nisan. Yang tadinya bertuliskan nama Arya menjadi nama Gavin. Tak lupa mereka melakukan doa bersama didampingi seorang ustad.


"Papah, nggak nyangka kamu ninggalin papah secepet ini, Vin. Tapi papah lega akhirnya papah tahu keadaan kamu walaupun kamu sudah tiada"ujar Surya menangis mengelus nisan.


Setelah semua urusan di makam selesai, Surya membawa Arya serta Isyan ke perusahaan Surya. Di sana Surya memberitahu identitas Arya yang sebenarnya dan mengenalkan Arya sebagai pewarisnya menggantikan Gavin.


Semua karyawan terkejut mengetahui selama ini direktur utama mereka bukanlah anak kandung Surya melainkan pemuda yang hilang ingatan. Tapi hal itu tidak membuat mereka meremehkan Arya karena selama kepemimpinan Arya perusahaan Arya berkembang sangat pesat. Bagaimana tidak, jiwa bisnis Arya juga sudah mendarah daging.


"Jadi, saya tidak ingin kalian mempermasalahkan status Arya. Dia adalah teman baik mendiang anak saya. Hormati dia seperti kalian menghormati saya"ujar Surya pada seluruh karyawan.


"Selain itu, saya juga mau mengumumkan bahwa Isyana Wijaya adalah calon menantu saya yang artinya dia adalah tunangan Arya"jelas Surya.


Semua karyawa terbelalak apalagi karyawan wanita yang memasang wajah kecewa dan patah hati. Karena pria pujaan mereka ternyata sudah memiliki tunangan. Terlebih lagi orang itu adalah Isyana Wijaya. Siapa yang berani bersaing dengan wanita yang terkenal angkuh, dingin,dan kaya raya.


"Sayang sepertinya fansmu patah hati"bisik Isyan dengan nada menggoda.


"Biarkan saja, aku tidak peduli"jawab Arya acuh.


"Kamu nggak kasian sama mereka? Selama ini kan mereka berharap sama kamu"lirih Isyan menahan tawa.


"Kamu tahu dari mana mereka suka sama aku?"tanya Arya curiga.


"Kamu pikir selama aku kerja jadi sekertaris kamu, aku nggak tahu apa-apa?"sahut Isyan.


"Jadi selama ini kamu memata-matai aku?"tanya Arya menarik lengan Isyan agar dia mendekat.


"Tujuan aku kan memang begitu"jawab Isyan menahan tawa.


Arya pun merangkul pinggang Isyan dengan mesra. Sengaja ingin menunjukkan bahwa Isyan adalah tunangannya. Isyan tertawa dalam hati melihat ulah usil dari Arya. Setelah sesi perkenalan selesai, Arya mengajak Isyan menuju ruangannya.


"Hai Aldo sudah lama tidak bertemu!"sapa Isyan begitu ramah saat melewati meja kerja Aldo.


Aldo membalas sapaan Isyan dengan senyum. Namun melihat tatapan tajam dari Arya, membuat Aldo langsung menunduk.


"Bagaimana, Bu Isyan tahu nama aku ya? Maksudnya sudah lama tidak bertemu itu apa? Dia kan baru pertama kesini?"tanya Aldo bingung.


Arya menutup pintu ruangannya agak keras lalu menarik Isyan duduk di sofa.


"Kamu ngapain sih harus nyapa Aldo segala?"omel Arya.


"Emang kenapa? Aku udah lama nggak lihat Aldo"bela Isyan.


"Kamu suka ya sama Aldo?"tanya Arya meninggikan suara.


Melihat wajah Arya memerah karena cemburu Isyan pun tertawa cukup keras.


"Kenapa ketawa? Apa yang lucu?"tanya Arya kesal.


"Yang lucu itu kamu, apalagi kalo lagi cemburu"ujar Isyan mencubit gemas pipi Arya.


"Aku harus cemburu dong. Apalagi calon istriku itu cantik. Pasti banyak pria di luar sana yang suka sama kamu. Apalagi selama aku nggak ada setahun ini"ujar Arya.


"Ya ampun sayangku, cintaku. Kalau selama setahun banyak cowok yang deketin aku, ngapain aku harus nungguin kamu sampai lumuten. Capek dong"ujar Isyan.


"Maka dari itu, aku harus bisa menjaga kamu mulai sekarang"tegas Arya.


"Sayang, sepertinya kita harus mengganti nama hotel baru kita"ujar Isyan menyenderkan kepalanya pada bahu Arya.


"Kenapa?"tanya Arya.


"Kan hotel itu aku dedikasikan untuk kamu. Tapi kamu kan masih hidup. Bagaimana kalau namanya diganti"jelas Isyan.


"Nama apa yang cocok?"tanya Arya.

__ADS_1


"Gimana kalau namanya Arsya gabungan dari Arya dan Isyana. Bagus kan?"ujar Isyan senang.


"Itu sangat bagus"ujar Arya mengecup pipi Isyan.


"Terima kasih karena kamu sudah memberiku kesempatan kedua. Aku sangat bahagia bisa bersamamu lagi. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu"sambung Arya memeluk Isyan dengan erat.


Tanpa mereka sadari, Aldo masuk ke ruangannya dan merusak moment kemesraan mereka.


"Maaf Pak saya tidak tahu bapak sedang..."


"Kenapa tidak ketuk pintu dulu?"gerutu Arya melepas pelukannya, sementara Isyan menunduk menutup wajahnya dengan tangan.


"Saya sudah ketuk pintu tapi bapak tidak dengar"jawab Aldo polos.


"Ada masalah apa?"tanya Arya.


"15 menit lagi ada meeting Pak"ujar Aldo lalu keluar dari ruangan Arya.


Arya menghela napas karena kesal Aldo merusak suasana. Isyan malah tertawa melihat ekspresi wajah Arya.


"Ya sudah, aku juga ada meeting. Arum terus menghubungiku"ujar Isyan.


"Baik, aku akan mengantarmu sampai depan kantor"ujar Arya.


Arya pun mengantar Isyan sampai depan kantor. Arya sama sekali tak melepas genggaman tangannya dari Isyan. Bahkan tak peduli orang-orang menatap mereka. Dia merasa bahagia karena bisa bersama lagi dengan orang yang dia cintai.


"Ya ampun nggak nyangka ternyata selama ini direktur kita bukan anak Pak Surya."


"Iya, tapi denger-denger dia pebisnis juga cuma dibidang kuliner. Usahanya udah sampai luar negeri."


"Udah sukses, ganteng lagi."


"Sayang banget ternyata Pak Arya udah punya tunangan."


"Huss jangan gitu. Kamu nggak tahu ya kekuasaan keluarga Wijaya."


"Udah udah jangan pada gosip."


Begitulah obrolan para karyawan saat membicarakan status Arya sebagai direktur utama menggantikan Gavin, dan soal hubungannya dengan Isyan. Saat Arya masih memakai identitas sebagai Gavin, memang banyak karyawan wanita yang jatuh hati kepadanya.


*****


Kusuma mengadakan makan malam bersama di rumahnya. Mengundang semua anggota keluarga termasuk Surya. Setelah selesai makan malam, Kusuma membahas pernikahan Arya dan Isyana.


"Lebih cepat lebih baik. Aku tidak mau anakku harus menunggu lagi"ujar Kusuma.


"Bagaimana kalau dua minggu lagi"ujar Angga.


"Apa nggak kecepetan Pah?"tanya Arya.


"Kalo kelamaan keburu Isyan kecantol pengusaha Dubai mau?"ledek Rama.


"Mamah udah nggak sabar mau nimang cucu dari Isyan. Rara aja udah mau brojol"sambung Laras.


Semua orang tertawa mendengar perkataan Rama yang berhasil membuat Arya terkejut. Karena Arya paham pasti saat dia tidak bersama Isyan banyak pria yang mendekati Isyan.


"Tenanglah, kalian berdua tidak usah mengurus apapun. Biar kami para wanita yang akan urus persiapan pernikahan. Kalian tinggal persiapkan mental saja"ujar Ratih.


"Ingat ya istriku, pernikahannya haruslah mewah bahkan sangat mewah"ujar Kusuma.


"Wah bisa-bisa lebih mewah dari pernikahanku sama Rara nih"ujar Dion.


"Ya harus dong. Nungguin Isyan nikah itu berasa kayak nguras air laut, lama nggak habis-habus"ujar Sinta.


"Jadi di mana pernikahan mereka akan dilaksanakan?"tanya Surya.

__ADS_1


"Yang jelas di Wijaya Hotel. Kita akan adakan resepsi mewah di sana"ujar Kusuma.


"Pah, kalau akad nikahnya konsepnya outdoor boleh nggak?"tanya Isyan.


"Ya boleh dong sayang, ini kan pernikahan kamu. Emang mau diadain di mana?"tanya Ratih.


"Di kawasan danau. Tempat itu punya kenangan untuk kami. Jadi kami ingin hari pernikahan menjadi kenangan yang tak terlupakan"jelas Arya.


"Aduh kakak, romantis banget sih. Jadi iri deh"goda Rara.


"Kamu kalau iri, kita nikah lagi aja"seru Dion.


"Kamu aja sana, aku sih ogah"ujar Rara.


"Kalian ini, yang mau nikah Isyan sama Arya kok yang ribut kalian"tegur Laras.


"Jadi kita bakal pakai jasa WO terbaik di Jakarta untuk mengurus pernikahan kalian"sambung Ratih.


"Boleh dong sekalian jasa katering pakai Prada Resto?"tanya Angga.


"Kenapa tidak? Sekalian sebagai sarana promosi"ujar Kusuma tertawa.


"Mungkin bisa menghemat biaya juga"imbuh Surya ikut tertawa.


"Jadi kesepakatannya bagaimana?"tanya ramaRama.


"Keluarga kita beda adat, Arya Sunda sementara Isyan Jawa. Mana yang akan kita pakai?"tanya Sinta.


"Kami terserah Arya dan Isyan aja, mereka mau yang seperti apa"jawab Laras.


"Arya nggak masalah kok kalau pakai adat Jawa. Lagi pula acara tujuh bulanan Rara juga pakai adat Jawa, jadi sekalian aja"jawab Arya.


"Kalau resepsi konsep international wedding aja dan Isyan mau dekornya itu alam kaya banyak bunga dan daun gitu soalnya Isyan nggak suka princess princess. Biar beda gitu, kan nggak bosen aja"ujar Isyan.


"Kalau mau dekorasi alam mending ke hutan atau nggak gunung aja Syan, konsep camping gitu lucu kan"ledek Dion.


"Emangnya anak pramuka. Dasar"gerutu Isyan.


"Kira-kira berapa tamu yang akan kita undang?"tanya Kusuma.


Isyan dan Arya saling memandang. Mereka sama sama menelan ludah bersamaan. Mereka tahu jika tamu yang akan diundang tak mungkin hanya 1000 orang.


"Pak Kusuma, Arya itu kan juga putraku, kalian juga harus membiarkan aku mengundang kolega bisnisku"ujar Surya.


"Iyaa betul sepertinya kenalan kita cukup banyak"sambung Angga.


"Mungkin sekitar sepuluh ribu?"seru Rama.


Isyan terbelalak sampai mulutnya menganga lebar. Sementara Arya hanya geleng geleng kepala.


"Kalau sepuluh ribu hanya orang-orang dari Indonesia, kenalan kita juga ada yang dari luar negeri"jawab Ratih.


"Ini sama aja bikin aku sama Arya mati berdiri. Dikira nggak cape nyalamin tamu apa"gerutu Isyan yang mulai geram.


"Yang nyuruh kamu nyalamin semua tamu itu siapa?"tanya Kusuma balik.


"Ya ampun Syan, kan konsepmya international wedding itu banyak. Mau standing party apa sitting party"jelas Sinta.


"Gimana kalau dua-duanya aja"sambung Surya.


"Jadi untuk tamu-tamu eksklusif mereka akan duduk di round table. Dan round table selain untuk tamu penting bisa juga untuk keluarga. Nah kalau tamu yang lain standing party. Jadi Isyan dan Arya nggak perlu menyalami semua tamu"jelas Surya.


"Wih Om Surya keren juga ya. Jangan-kangan selain jadi pengusaha kontraktor, Om Surya buka jasa WO ya"celetuk Dion yang mengundang tawa.


Obrolan mereka pun berlanjut dengan suasana santai dan penuh candaan. Sekarang yang keluarga mereka harapkan adalah kebersamaan seperti saat ini.

__ADS_1


__ADS_2