Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 56


__ADS_3

Satu tahun yang lalu.


Saat peristiwa kecelakaan pesawat dari Singapura menuju Jakarta yang terjtuh di hutan Sumatera, jelas membuat semua orang kehilangan anggota keluarganya. Karena dari peristiwa itu tidak ada yang selamat namun jasad mereka berhasil ditemukan.


Surya pun pergi ke rumah sakit di Jakarta dimana jasad korban pesawat menunggu dijemput oleh keluarganya. Sayangnya dia tidak menemukan sosok putranya, Gavin. Surya sampai putus asa dibuatnya. Hingga akhirnya dia memutuskan sendiri pergi ke Sumatera melakukan pencarian sendiri tanpa bantuan tim SAR. Surya membawa orang kepercayaannya untuk membantunya.


Di dalam pencariannya hampir dua hari penuh di hutan sumatera, Surya hampir putus asa. Akhirnya dia memilih singgah di salah satu desa di dekat hutan itu. Surya mencari kepala desa untuk meminta izin menginap di desa itu bersama anak buahnya. Namun saat kedatangannya ada kegaduhan di desa itu. Surya pun menghampiri warga desa yang sedang berkumpul.


"Ada apa ini?"tanya Surya.


"Bapak siapa?"tanya seorang pria berpeci.


"Nama saya Surya, saya kesini ingin bertemu kepala desa, saya ingin minta izin menginap di sini. Karena saya sedang melakukan pencarian terhadap anak saya yang hilang"ujar Surya.


"Nama saya Imam, kepala desa di sini. Apa bapak dari kota?"tanya Imam.


"Iya saya dari kota. Memang ada apa?"tanya Surya.


Imam pun menceritakan peristiwa di mana salah satu warga menemukan seorang pemuda yang terdampar di pinggir sungai tak jauh dari hutan. Dia dalam kondisi kritis dan penuh dengan luka. Warga yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa meraaat dengan cara tradisional. Tapi kondisi pemuda itu semakin buruk. Warga tidak punya kendaraan untuk ke kota karena jaraknya sangat jauh dan memakan biaya cukup mahal. Surya pun melihat pemuda itu dan berniat menolongnya. Dan memang Surya tidak mengenal siapa pemuda itu, tapi karena Surya merasa kehilangan putranya maka Surya memutuskan membawa pemuda itu ke Jakarta dan merawatnya.


Ya pemuda itu adalah Arya. Arya memang selamat tapi saat pesawat terjatuh, dia terpental cukup jauh. Dengan luka di sekujur tubuhnya, Arya jatuh ke jurang dimana dasar jurang itu adalah sungai. Arya hanyut ke sungai hingga sampai terdampar di desa dan warga menemukannya.


Surya pun membawa pemuda itu ke Jakarta. Memberikan perawatan yang baik. Karena kondisi luka yang cukup parah di kepala, dokter melakukan operasi. Setelah seminggu koma, Arya pun sadar. Tapi sayang dia tidak mengingat apapun. Dia tidak tahu siapa namanya, keluarganya, apa yang terjadi terakhir kali sebelum kecelakaan pesawat bahkan dia tidak ingat jika dia mengalami kecelakaan pesawat.


Miris? Tentu. Surya tidak tahu harus bagaimana. Dia kehilangan putra kesayangannya. Satu satunya pewarisnya. Yang mungkin sudah tewas tapi Surya tak bisa mengenalinya. Surya justru bertemu pemuda ini yang mungkin bisa menggantikan sosok Gavin.


Surya akhirnya memutuskan merubah identitas pemuda itu sebagai Gavin anaknya. Sebenarnya Surya sudah berjanji kepada Gavin, setelah kembali dari Singapura karena telah menyelesaikan proyek besar, Gavin akan menjadi penerus perusahaannya. Karena selama ini dia bekerja keras tanpa embel-embel nama ayahnya. Tapi tidak ada yang bisa melawan takdir. Karena mungkin Gavin telah tiada, dan Tuhan mengirimkan pemuda lain untuk menggantinya.


Akhirnya setelah beberapa bulan Surya bisa meyakinkan diri dan Arya juga sudah pulih, Surya pun memperkenalkan pada semua orag bahwa dia adalah putranya. Arya yang kini menjadi Gavin pun diperkenalkan sebagai direktur utama PT. Surya Kontraktor menggantikan Surya.


Tapi, Surya tak seegois itu. Satu hal yang tidak dia hilangkan adalah benda yang menjadi petunjuk identitas pemuda itu. Yaitu cincin yang melingkar di jari manisnya dan sebuah jam tangan yang masih terpasang di tangannya. Surya sempat berpikir melihat dari kedua benda itu bahwa pemuda ini bukan orang biasa. Dia pasti dari keluarga kaya raya. Dan Surya juga yakin pemuda ini sudah memiliki tunangan. Surya pun membiarkan kedua benda itu tetap melekat. Mungkin agar suatu saat nanti ada yang dapat mengenali pemuda ini.


Hingga satu tahun berjalan, pemuda itu hidup dengan identitas sebagai Gavin. Menghormati dan menyayangi Surya sebagai ayahnya. Walaupun Gavin yang asli kemungkinan sudah tiada, setidaknya Surya ingin melihat pusaranya. Maka dari itu hingga hari ini dia tidak pernah lelah mencari keberadaan putranya. Walaupun, hanya makamnya saja.


*****


Tak sengaja Isyan mendengar semua cerita Surya di balik pintu setelah dia kembali dari kantin. Tubuh Isyan langsung melemas dan terduduk di lantai bersandar pada tembok. Air matanya jatuh begitu deras membasahi matanya.

__ADS_1


Ada rasa lega di dalam hatinya setelah mengetahui kebenarannya. Isyan bahagia bahkan Surya tetap membiarkan benda pemberian Isyan tetap menjadi kunci identitas tunangannya. Isyan tak menyangka penantian panjangnya akan berakhir. Kini dia tinggal memikirkan cara bagaimana agar Arya mengingat dirinya. Mengingat semua kenangan yang mereka lalu bersama.


Ingin rasanya Isyan masuk ke dalam memeluk Arya begitu erat. Melepas rindu yang terbelenggu di dalam hatinya begitu lama. Tapi Isyan mencoba menahannya. Karena ini bukan saat yang tepat. Isyan takut Arya yang sedang lupa ingatan justru tak percaya dengannya.


"Nak...maafin papah. Papah tidak bermaksud menyembunyikannya. Kamu tidak mengingat apapun jadi papah putuskan menjadikanmu sebagai Gavin putraku"ujar Surya


"Pah..seharusnya aku yang minta maaf. Aku tidak memberi papah waktu untuk menjelaskan semuanya. Aku tahu ini keputusan yang berat buat papah. Tapi aku berterima kasih karena papah saat itu dengan suka rela menolongku. Mungkin jika papah tidak menolongku, aku tidak hidup sampai sekarang"ujar Arya meneteskan air mata.


"Kamu tidak membenci papah kan?"tanya Surya.


Arya menggelengkan kepalanya lalu memeluk Surya dengan sangat erat.


"Papah akan bantu kamu menemukan keluarga kamu. Tapi papah mohon jangan lupakan papah"ujar Surya kembali terisak.


Arya melepas pelukannya dan mengenggam tangan Surya mencium punggung tangannya.


"Aku akan menjadi orang paling tidak tahu terima kasih jika meninggalkan papah. Aku berhutang budi pada papah"ujar Arya dengan tulus


"Permisi..."ujar Isyan membuka sedikit pintu kamar Surya.


"Maaf Pak Gavin saya lama. Ngantri soalnya"ujar Isyan sedikit bercanda untuk memecahkan kecanggungan.


Surya menatap Arya sebagai isyarat bertanya siapa wanita yang ada di depannya.


"Dia sekertarisku Pah. Namanya Ratna. Dia yang membantuku membawa papah ke rumah sakit"jawab Arya.


"Oh jadi kamu sekertaris anakku. Cantk ya"ujar Surya tersenyum melirik Arya.


Isyan mengernyitkan keningnya melihat ulah Surya yang menggodanya


"Pak sepertinya saya harus pamit pulang dulu"ujar Isyan.


"Ya pulanglah. Mungkin beberapa hari saya tidak ke kantor. Saya minta tolong handle urusan kantor"pinta Arya


"Baik. Saya permisi"ujar Isyan lalu keluar dari ruangan Surya.


Setelah kepergian Isyan, Surya merasa bahwa Arya menyukai Isyan yang masih dalam identitas Ratna.

__ADS_1


"Kamu suka ya sama dia?"tanya Surya.


Arya tersedak mendengar perkataan Surya karena dia sedang makan.


"Papah ini ada-ada aja. Nggak mungkinlah"elak Arya.


"Papah itu lebih pengalaman dari kamu ya. Dari cara kamu ngeliat dia saja berbeda. Ada seberkas sinar penuh cinta"ujar Surya meledek Arya.


"Papah lagi sakit masih bisa aja ngeledek ya"ujar Arya terkekeh.


*****


Isyan tidak kembali ke apartemen. Dia memilih pulang ke rumah utama. Selain merindukan keluarganya, dia juga ingin menceritakan semuanya.


Sesampainya di rumah utama, semua keluarga sedang makan malam. Isyan pun langsung bergabung. Setelah makan malam selesai, mereka memilih berkumpul di ruang keluarga membahas acara tujuh bulanan Rara.


Setelah membahas acara tujuh bulanan rara selesai, Isyan mulai membahas masalahnya. Seluruh keluarganya pun terkejut mendengar perkataan Isyan. Mereka tidak menyangka bahwa Gavin memang benar Arya.


"Jadi apa kita akan beritahu Papah Angga sama Mamah Laras?"tanya Dion.


"Mungkin jangan sekarang. Aku takut kalau kita kasih tahu sekarang mereka pasti akan panik. Tunggu saat mereka datang ke acara tujuh bulanan Rara"jelas Isyan.


"Syan...menurut kamu siapa yang ada di makam?"tanya Kusuma.


Isyan diam dan mencoba berpikir. Isyan mencoba merasakan apa yang dikatakan hati kecilnya.


"Aku merasa dia Gavin yang asli"ujar Isyan.


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"tanya Ratih.


"Tapi barang yang ditemukan polisi itu semua milik Arya"jelas Sinta.


"Nah makanya itu, cuma Arya yang bisa jelaskan. Jika ingatannya sudah kembali"sambung Isyanm


"Yang dikatakan Isyan ada benarnya. Karena menurut cerita Isyan hanya jasad Gavin yang tidak ditemukan"ujar Rama.


"Semoga Kak Arya cepat pulih ingatannya. Dan bisa bersama kita lagi"ujar Rara penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2