Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 9


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Arya merasa ragu untuk masuk. Tapi akhirnya dia memberanikan diri.


Dan ternyata ada Rara adiknya dan Angga, papahnya.


"Kok alat medis mamah udah di lepas sih pah?"tanya Arya.


"Karena besok mamahmu sudah boleh pulang"ujar Angga.


"Arya sini Nak"ujar Laras meminta Arya mendekat.


"Arya jelaskan pada kami maksud berita itu apa?"tanya Laras menunjuk layar TV.


"Papah bingung Ar, sejak kapan kamu pacaran sama Isyana Wijaya"ujar Angga.


"Ya Allah, aku harus jawab apa?"batin Arya.


"Ee...sebenernya belum lama cuma kita emang sengaja merahasiakannya karena Isyan nggak mau kehidupan keluarga kita diikuti media"ujar Arya.


"Tapi bener kan kalian pacaran. Kamu nggak bohong kan sama mamah?"tanya Laras.


"Andai aku bisa ngomong Mah ini cuma pura-pura"batin Arya.


Arya hanya mengangguk pasrah diikuti senyum bahagia keluarganya.


"Wah aku seneng banget kakak punya pacar baru mana cantik kaya Kak Isyan"puji Rara.


"Kalau gitu besok malam ajak Isyan makan malam di rumah kita sekalian menyambut kepulangan mamahmu dari rumah sakit"ujar Angga.


"Hah??"ucap Arya kaget.


"Ih kakak kok kaget gitu. Masa ngajak pacar ke rumah orang tua sendiri nggak mau sih. Emang keluarga Kak Isyan melarang"ujar Rara.


"Besok aku coba"ujar Arya


-----


Keesokan paginya, suasana kantor sudah kondusif tidak ada kegaduhan tentang Rio. Sekarang mata semua orang tertuju pada Arya dan Isyana.


Mereka tidak masalah jika direktur utama perusahaan ini berpacaran dengan bawahannya. Toh mereka tidak pernah memamerkan kemesraan, mereka tetap profesional.


Isyan berjalan sambil membawa kotak makanan di tangannya.


Dengan ragu Isyan mengetuk pintu ruangan Arya.


"Boleh aku masuk?"tanya Isyan.


"Masuklah, ini kan kantormu"ujar Arya.


Isyan pun masuk dan duduk di hadapan Arya.


"Em...aku bawakan kamu roti isi sayur dan daging dari rumah"ujar Isyan memberikan kotak itu.


Arya tertegun melihat sikap Isyan.


"Kamu yang buat?"tanya Arya.


Isyan pun mengangguk.


"Baiklah aku akan makan roti ini kebetulan aku belum sarapan"ujar Arya lalu memakan roti dari Isyan.

__ADS_1


"Emm..ini enak. Boleh nggak kalo roti ini jadi salah satu menu di restoku"tanya Arya.


"Dengan senang hati. Tapi bagi komisi ya"ujar Isyan tertawa.


Arya pun membalas dengan tawa.


"Oh ya Syan makasih ya atas bantuanmu untuk perkembangan restoran keluargaku. Sekarang restoranku sudah bisa buka di singapura"ujar Arya.


"Sama sama"jawab Isyan.


"Syan sebenernya,mamahku ngajak kamu makan malam"ujar Arya.


"Hah??"ujar Isyan melotot.


"Kalo kamu nggak mau ya gapapa"ujar Arya.


"Kalo itu bikin mamah kamu seneng aku nggak masalah"ujar Isyan.


-----


Malam pun tiba, Isyan sudah berada di rumah Arya. Rumah yang cukup mewah tapi tidak semewah rumah Isyan tapi asri dan membuat Isyan merasa betah.


Dia disambut dengan hangat oleh keluarganya yang membuat Isyan merasa bersalah karena pura-pura berpacaran dengan Arya.


Mamahnya Arya sangat menyukai Isyan walaupun Isyan kaya raya tapi sikapnya sangat sederhana dan santun berbeda dengan gadis kaya kebanyakan.


"Isyan mau nambah?"tanya Laras menawarkan sayur.


"Nggak usah Bu, Isyan udah kenyang"ujar Isyan.


"Arya!!! Arya!!!"


Semua orang pun beranjak keluar tapi Isyan memilih duduk.


"Lisa.."ucap Arya.


"Arya maafin aku...aku mencintai kamu"ujar Lisa memegang tangan Arya.


"Lepas! Kita udah putus Lisa"ujar Arya.


"Dengar Lisa, Arya sudah bahagia dengan pacarnya yang baru"ujar Laras.


Mendengar suara keributan akhirnya Isyan pun keluar dari rumah.


"Ada apa ini?"tanya Isyan bingung dan langsung melihat Lisa.


"Lah cewe ini lagi"batin Isyan.


"Siapa dia Arya?"tanya Lisa saat melihat Isyan.


"Pacar kakak kenapa?"bentak Rara.


"Hah? Cewek kampungan kaya dia pacarnya Arya"ujar Lisa mengejek.


Isyan melihat penampilannya sendiri dan berpikir kampungan dari mana. Ya, memang isyan cuma pakai celana jeans dan kemeja putih serta rambut dikucir. Tapi emang muka dia keliatan seperti muka orang susah. Pikir Isyan.


"Hei Lisa, kamu ini nggak punya TV apa gimana sih? Dia itu Isyana Kusuma Wijaya pengusaha sukses yang punya perusahaan besar"ujar Rara.


"Hah? Apaa?"ujar Lisa terkejut.

__ADS_1


"Udahlah Lis, aku muak sama kamu. Kamu minta balikan karena tahu aku kaya kan? Udah sana pergi. Satpam!"teriak Arya menyuruh satpam mengusir Lisa.


"Nak, maafin kejadian tadi ya"ujar Laras.


Isyan hanya mengangguk.


Setelah makan malam usai, Isyan diantar Arya pulang.


"Ar, memang penampilanku kampungan ya?"tanya Isyan.


"Kalau kamu kampungan ngapain juga semua orang terpana sama kecantikan kamu waktu diacara penghargaan itu"ujar Arya.


"Hah aku cantik?"sambar Isyan.


Arya langsung diam saat sadar dia mengatakan kalau Isyan cantik.


"Kamu bilang aku cantik?"tanya isyan sekali lagi.


"Eh Syan udah sampe"ujar Arya bernapas lega bisa menghindar dari pertanyaan Isyan.


"Huh...curang bilang aja aku cantik"batin Isyan kesal.


"Ya udah aku turun"ujar Isyan dengan nada kesal


Buru-buru Isyan melepas sabuk pengaman dan turun tanpa hati-hati hingga kepalanya membentur atap mobil.


BUG


"Aduh"rintih Isyan memegangi kepalanya sambil langsung duduk kembali.


"Syan sakit ya"ujar Arya langsung memegang kepala Isyan yang terbentu lalu mengelusnya.


Tak sadar tubuh mereka berdekatan.


Isyan diam membeku merasakan jantungnya berdegup dengan kencang ditambah lagi Arya mengelus lembut kepalanya.


"Ya ampun jantung jangan bikin malu dong"umpat Isyan dalam hati


"Masih sakit?"tanya Arya menatap Isyan dengan lekat.


Mereka saling berpandangan untuk beberapa detik.


"Emm udah nggak papa kok"ujar Isyan.


"Okee"jawab Arya.


Lalu Isyan turun dari mobil Arya dan masuk ke dalam rumah dan pergi menuju kamarnya.


"Astaga semoga Arya nggak denger detak jantungku. Mana mukaku merah lagi. Syan Syan nahan malu dikit kenapa"ujar Isyan gemas sambil cengar-cengir.


"Syan kamu kenapa?"tanya Dion yang kebetulan lewat.


"Astaga Yon bikin kaget aja"ujar Isyan.


"Kamu kenapa cengar-cengir kaya orang jatuh cinta"ujar Dion.


"Hah? Apaan sih ngaco deh"ujar Isyan lalu pergi.


"Ya ampun..setelah sekian lama akhirnya bisa liat senyum sepupu kampret satu itu..haha"ujar Dion tertawa.

__ADS_1


__ADS_2