
JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL KEDUAKU BERJUDUL "ANTARA CINTA DAN MISI"
#####
Tanpa Arya dan Isyan ketahui, ternyata pasukan bodyguard suruhan Kusuma sudah sampai di lokasi. Mereka menunggu Arya dan Isyan di tempat di mana mobil mereka terparkir. Ada sekitar 20 bodyguard yang sudah berbaris terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing dari mereka memegang sebuah wadah kaca berisi kelopak bunga mawar.
Tak berapa lama munculah pasangan yang di tunggu tunggu. Arya berjalan sambil menatap Isyan dalam gendongannya. Hal itu membuat mereka tak sadar jika para bodyguard menatap mereka dengan senyuman. Tak bisa dipungkiri para bodyguard pun merasa bahagia saat melihat nona keluarga Wijaya bahagia. Itu artinya para bodyguard akan aman dan damai tanpa tinjuan dari Isyan.
Saat Arya dan Isyan lewat dianatara dua barisan para bodyguard, para bodyguard langsung menghujani pasangan itu dengan kelopak mawar yang mereka lempar ke langit hingga membentuk hujan kelopak mawar. Isyan yang melihat sekilas ada hujan yang bentuknya aneh langsung melihat ke sekeliling. Betapa terkejutnya Isyan saat melihat para bodyguardnya berdiri tegak melemparinya dengan kelopak mawar.
"Arya turunkan aku, kita dilihatin"bisik Isyan.
"Hah??"
Arya tak kalah terkejut saat melihat aksi konyol para bodyguard. Isyan lngsung diturunkan dari gendongannya. Lalu salah satu bodyguard mengalungkan karangan bunga pada Arya dan Isyan. Arya dan Isyan tertegun melihat tingkah aneh pria pria berbadan kekar itu.
"Ini kalian apa-apan sih? Badan kekar kaya banteng malah mainan kembang. Mau jadi tukang kembang kalian?"tanya Isyan sedikit berteriak karena bingung.
"Kami hanya menjalankan perintah Nona Isyana"jawab ketua bodyguard.
"Disuruh siapa coba? Belagak sok kaya drama korea"gerutu Isyan.
"Ini perintah Tuan Kusuma"jawab ketua bodyguard.
Arya dan Isyan saling memandang saat mendengar nama Kusuma yang tersebut.
"Jangan-jangan papah kamu udah tahu kalau kita baikan"bisik Arya.
Isyan mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Arya yang mungkin memang ada benarnya. Melihat kejutan absurd yang diberikan para bodyguard.
"Udahlah kita pulang aja"ajak Isyan menarik tangan Arya tapi langkah isyan terhenti saat rasa sakit mendera kakinya.
"Kan dibilangin ngeyel sih. Udah sini aku gendong"ujar Arya langsung mengangkat tubuh Isyan.
"Malu diliatin"berontak Isyan.
"Mobilmu apa mobilku?"tanya Arya sambil mendelik.
Isyan hanya memutar bola matanya jengah karena dalam kondisi ini menurut adalah hal yang terbaik.
"Mobilku"jawab Isyan.
"Oke"sahut Arya semangat.
Salah satu bodyguard mengikuti Arya menuju mobil Isyan. Bodyguard itu membukakan pintu mobil untuk Isyan sementara Arya membawa masuk Isyan ke dalam mobil.
"Tolong bawa mobilku"ujar Arya memberikan kunci mobilnya dan dibalas anggukan oleh si bodyguard.
Arya pun masuk ke mobil Isyan dan duduk di kursi kemudi tepat di sebelah Isyan. Arya memberi senyum pada Isyan yang nampak cemberut.
"Udah nggak usah cemberut. Kalau cemberut kaya gitu aku cium loh"ujar Arya terkekeh.
"Sejak kapan kamu jadi mesum?"tanya Isyan.
"Sejak aku sadar bahwa aku punya tunangan cantik seperti bidadari"ujar Arya dengan senyum penuh ketampanan.
Mendengar gombalan Arya, wajah isyan langsung memerah dan tersipu malu dibuatnya. Arya pun memakaikan seat belt pada Isyan dan langsung menancapkan gas meninggalkan area danau diikuti oleh lima mobil yang dibawa oleh pasukan bodyguard.
"Ini kita berasa iring iringan presiden deh gara-gara di kawal mereka"celetuk Isyan sesekali menengok ke belakang melihat empat mobil Mercedes Benz berwarna hitam mengawal mereka.
__ADS_1
"Lucu ya. Mana mobil kamu warna putih sendiri"ujar Arya terkekeh karena hanya mobil Isyan yang berbeda warna sementara mobilnya yang Range Rover juga berwarna hitam dibawa oleh bodyguard Isyan.
Setelah 45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Wijaya. Rasanya Isyan ingin menjitak kepala bodyguardnya satu persatu karena merasa gemas dengan tingkah mereka.
"Ayo turun"ajak Arya.
Tapi Isyan malah diam terpaku menatap Arya. Karena Isyan hanya diam, Arya mencuri kesempatan mengecup bibir Isyan. Dan itu berhasil membuat Isyan terkejut sampai ternganga.
"Ih dasar kamu. Main cium-cium aja"gerutu Isyan memukul lengan Arya.
"Salah sendiri bengong. Udah yuk turun"ujar Arya tertawa.
Arya keluar dari mobil lalu segera membukakan pintu mobil untuk Isyan. Tak lupa Arya masih menggendong Isyan.
"Kamu nih dari tadi ngegendong aku. Apa nggak berat?"tanya Isyan.
"Yang berat bukan badan kamu tapi rinduku ke kamu"ujar Arya tersenyum.
"Dih gombal"ujar Isyan mencubit pelan hidung mancung Arya.
Arya pun membawa Isyan masuk ke dalam rumah dan ternyata semua anggota keluarga sudah duduk menanti mereka. Semua orang menatap pasangan itu dengan tatapan ingin tahu.
"Ekhemmm..."
Terdengar deheman keras nan panjang begitu menggema di ruang keluarga saat kedatangan Arya dan Isyan. Mendengar kode alam itu Arya langsung menurunkan Isyan. Tapi tetap Isyan memegang lengan Arya agar tidak jatuh akibat kakinya terkilir.
"Berasa pengantin ya kalian..."ujar Kusuma dengan wajah garang sambil melipat kedua tangannya di dada.
Semua orang juga memberi tatapan tajam pada Isyan dan Arya sampai sampai keduanya mengeluarkan keringat.
"Ngapain masih berdiri di situ? Ke sini!"perintah Kusuma melambaikan tangan menyuruh kedua sejoli itu mendekat.
"Papah kesambet apa sih?"tanya Isyan dalam pelukan papahnya.
Kusuma melepas pelukannya lalu menjewer telinga Isyan hingga Isyan meringis kesakitan.
"Kamu tuh ya nggak tahu apa kalau papah bahagia. Masih aja nanya. Mentang mentang udah balikan sama pujaan hati terus papah dilupain gitu"gerutu Kusuma.
"Aduh papah, telinga Isyan nanti copot"ujar Isyan membuat Kusuma melepaskan jewerannya.
"Kalau lepas ganti aja sama kuping wajan"celetuk Dion.
"Resek lo..."sambar Isyan dengan wajah kesal.
"Ini kalian nggak mau kasih penjelasan dulu gitu? Kenapa dateng-dateng langsung gendong-gendongan?"tanya Rama.
"Iya nih..kita butuh klarifikasi"tegas Sinta.
Arya dan Isyan saling memandang. Lalu mereka menjelaskan bahwa mereka sudah berbaikan. Dan statusnya sudah kembali menjadi tunangan. Tentu saja klarifikasi mereka disambut kebahagiaan mengharu biru bagi keluarga. Akhirnya penantian isyan berakhir. Ketika dulu Arya berjuang untuk menghentikan drama pacar pura-pura pada Isyan, dan sekarang Isyan sudah merasakan perjuangan mengejar cinta Arya saat Arya hilang ingatan.
"Kalau kayak gini perlu ngadain pertunangan ulang nggak?"tanya Ratih.
"Harus gitu? Kan mereka udah tunangan?"sambung Laras.
"Sek sek sebentar ya semua, harap tenang"ujar Dion menenangkan suasana.
Dion berlari menghampiri backdrop dekorasi acara pengajian yang belum dibongkar oleh pihak EO. Dion mencabut beberapa tangkai bunga mawar dan lily yang tertancap di backdrop dekorasi lalu membawanya.
"Nah silahkan, Tuan Arya Praditya melakukan reka ulang adegan melamar pada Isyan"ujar Dion memberikan bunga pada Arya.
__ADS_1
Tingkah konyol Dion sontak mengundang tawa bagi semua orang. Dion memang kocak dalam memancing candaan.
"Terus pakai cincin apa?"tanya Arya bingung.
"Aku kan udah pakai cincin tunangan kita dulu"ujar Isyan mengangkat tangannya yang terselip cincin di jari manisnya.
"Eh no no...masa pakai cincin lama sih"ujar Sinta.
"Nih pakai cincinnya mamah aja. Sekalian itu hadiah dari mamah buat Isyan"ujar Laras melepas cincin berlian yang melingkar di jari tengahnya lalu diberikan pada Arya.
"Ini cincin nikah mamah apa bukan nih?"tanya Arya melihat detail cincin dari mamahnya.
"Hei anak bujang, kamu pikir papah nggak pernah beliin mamahmu perhiasan apa? Ya kali mamahmu cuma punya cincin satu. Itu cincin baru papah beliin seminggu yang lalu buat hadiah pernikahan"jelas Arya sambil melirik genit ke arah istrinya.
"Apa masih kurang cincinnya? Mau nih Om ambilin langsung sekalian sama toko berliannya?"tanya Rama terkekeh.
"Nggak sekalian Pah, langsung aja dari tambang berliannya"seru Rara.
Arya dan Isyan pun tersenyum kikuk saat mereka jadi bahan bullyan keluarganya. Semua orang tertawa melihat ekspresi malu-malu kucing pasangan itu.
"Udah sih cepet dilamar. Lama deh"ujar Dion menyenggol tubuh Arya.
Arya pun berlutut di hadapan Isyan menatap Is6am begitu dalam. Isyan pun berdiri menghadap Arya sambil tersenyum malu. Arya meraih satu tangan Isyan lalu menggenggamnya.
"Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang Kamu. Boleh saja, bila mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu. Tapi, bukankah segala hal di dunia ini selalu diterima dengan konsekuensi? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri. Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan. Menikahlah denganku!"
Itulah untaian kata-kata romantis yang Arya ucapkan dengan penuh cinta terlihat dari tatapannya. Isyan menitikan air mata ketika mendengar pernyataan dari Arya.
"Aku tidak mempunyai kesempurnaan layaknya orang lain, tapi aku memiliki satu hati yang akan selalu setia kepadamu. Tentu saja aku akan menikah denganmu."
Begitulah jawaban Isyan yang disambut senyum kebahagiaan dari Arya. Arya langsung menyematkan cincin di jari manis Isyan lalu memberikan bunga pada Isyan. Arya pun berdiri dan langsung memeluk isyan dengan erat. Tepuk tangan diberikan seluruh anggota keluarga yang ikut larut dalam kebahagiaan.
"Aku mencintaimu.."ujar Arya mencium kening isyan.
"Aku juga mencintaimu"balas Isyan.
Tanpa sadar Arya hendak mencium bibir Isyan karena terlalu larut dalam rasa bahagia namun dengan cepat Angga menarik telinga Arya agar menjauhkan wajahnya dari Isyan.
"Nih namanya anak kurang ajar, udah ngegantungin hubungan sampai satu tahun malah main nyosor anak gadis orang. Dasar kadal"gerutu Angga gemas.
"Aduh papah, aku khilaf.."rengek Arya.
"Tapi khilafnya bikin seneng kan?"tanya Dion tertawa.
"Ih Mas Dion malah ngajarin yang nggak bener"timpal Rara memberi hadiah cubitan di perut Dion agak keras sampai dion meringis kesakitan.
"Udah-udah...dramanya udahan dong"ujar Ratih mencoba menyudahi kegaduhan keluarganya
Angga pun melepas jewarannya dan semua orang menghentikan tawa mereka.
"Aduh..."rintih Rara memegangi perutnya.
"Kamu kenapa Ra?"tanya Dion super cemas.
"Babynya nendang. Kayaknya dia ikut bahagia deh karena Kak Arya sama Kak Isyan udah bersatu"ujar Rara tersenyum.
"Aduh keponakan Om masih di perut aja udah lucu banget"ujar Arya mengelus perut Rara.
"Ya udah mending kita masuk ke kamar masing masing nanti kita ketemu di ruang makan untuk makan malam"ujar Kusuma.
__ADS_1
Kusuma pun menyuruh Isyan ke kamar untuk membersihkan diri. Lalu Arya dipersilahkan masuk ke salah satu kamar kosong yang sudah disiapkan oleh pelayan untuk beristirahat.