Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 31


__ADS_3

Seminggu berlalu,keluarga Wijaya sudah kembali dari Amerika. Keluarga Praditua juga sudah kembali dari Bandung tiga hari yang lalu.


Di restoran, Angga sedang sibuk mengawasi karyawannya yang sedang bekerja.


Sesekali memberikan arahan untuk melayani konsumen dengan baik. Lalu Angga kembali masuk ke ruangannya.


"Papah..."ucap Arya saat masuk ke ruangan Angga.


"Masuklah Nak.."sahut Angga.


Arya pun masuk dan duduk di hadapan papahnya.


"Pah bagaimana dengan restoran kita di Singapura?"tanya Arya.


"Restoran kita semakin maju. Banyak masyarakat sana yang menyukai menu restoran kita karena kaya akan rempah-rempah"jawab Angga.


"Wah bagus sekali"ujar Arya senang.


"Kemudian ada salah satu pengusaha Singapura yang menawarkanrestoran kita untuk kerja sama. Dan membuka cabang di kota lain"terang Angga.


"Itu berita bagus Pah"ujar Arya.


"Ya papah sudah mengatur semuanya. Besok papah akan ke Singapura"ujar Angga.


"Kenapa papah? Aku yang akan ke Simgapura. Papah di sini saja. Papah baru kembali dari Bandung"ujar Arya.


"Tapi kamu kan harus mengurus pernikahan kamu. Dan tiga hari lagi adalah hari ulang tahun kamu"jelas Angga.


"Papah...aku anak papah dan sudah tanggung jawabku meneruskan bisnis ini. Aku kan berangkat besok pagi pasti pagi dihari ulang tahunku, aku sudah kembali"ujar Arya.


"Baiklah jika itu keputusan kamu"ucap Angga.


Sementara di kantor Wijaya Group, Isyan sedang sibuk dengan pekerjaannya yang sepertinya semakin menumpuk mengingat bisnisnya berkembang sangat pesat.


"Kak Isyan..."panggil Rara membuka pintu ruangan Isyan sedikit.


"Eh Rara..masuk"ujar Isyan.


Rara pun masuk dan duduk di hadapan Isyan.


"Rara ada apa kamu ke sini? Dion sedang rapat di luar"kata Isyan mengawali pembicaraan.


"Ih kakak kenapa bahas Dion, aku kan nggak tanya"ujar Rara memanyunkan bibirnya.


"Ya kan kamu kalau ke kantor pasti ketemu Dion"ujar Isyan tertawa.


"Iya iya. Oh ya Kak, tiga hari lagi ulang tahun Kak Arya loh"celetuk Rara


"HAH? APA? KAPAN?"tanya Isyan dengan mata melotot.


"Kakak nggak tau ulang tahun Kak Arya? Keterlaluan"ujar Rara menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Ya aku sama ulang tahun sendiri aja kadang lupa apa lagi ulang tahun orang lain"ujar Isyan membela diri.


"Iyaa Kak nggak papa"ujar Rara terkekeh.


"Apa keluargamu mau mempersiapkan pesta untuk Arya?"tanya Isyan.


"Sepertinya tidak. Paling cuma makan bersama. Kak Arya itu sama kaya Kak Isyan nggak suka pesta. Katanya kalau rame ada banyak orang bawaannya pusing"ujar Rara tertawa.


"Hadiah apa yah yang harus kakak berikan?"tanya Isyan.


"Aku juga lagi mikir kasih Kak Arya hadiah apa"ujar Rara mengetuk ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuk.


"Permisi Bu Isyan..."panggil Arum.


"Ya ada apa?"tanya Isyan.


"Klien dari Ciputra Group sudah datang dan menunggu di ruang meeting"ujar Arum.


"Baik lima menit lagi aku ke sana"sahut Isyan.


"Ya udah Kak...aku juga mau pulang. Sekalian mau cari hadiah buat Kak Arya"ujar Rara bangkit dari duduknya.


"Iya Ra..hati-hati ya"balas Isyan lalu Rara pergi dari ruangannya.


------


Malam pun tiba, jam menunjukkan pukul tujuh malam. Terpaksa hari ini Isyan pulang terlambat karena banyak pekerjaan. Isyan keluar dari kantor dan hendak ke parkiran tapi ternyata di depan kantor sudah ada Arya yang berdiri bersandar pada mobil menatap Isyan dengan senyum.


"Arya sejak kapan kamu di sini?"tegur Isyan.


"Ihh nggak lucu"ujar Isyan memukul pelan dada Arya


"Ayo tuan putri aku mau ajak kamu jalan-jalan"ujar Arya membukakan pintu mobil.


"Terima kasih"ujar Isyan mengecup pipi Arya dengan lembut lalu masuk ke dalam mobil.


Arya diam sambil memegang pipinya yang dicium isyan.


"Ayo..Tuan Arya Praditua!"tegur Isyan memecahkan lamunan Arya


"Baik sayang.."ujar Arya lalu masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya Setelah 30 menit perjalanan mobil Arya berhenti di sebuah danau di pinggiran kota.


"Kok kita kesini?"tanya Isyan bingung.


"Karena aku ada kejutan untuk kamu"bisik aryaArya di telinga Isyan.


Isyan hanya bergidik dan jantungnya berdegup dengan kencang. Arya menutup mata Isyan dengan selendang yang dia bawa.


"Ih kok pake ditutup matanya sih"gerutu Isyan.


"Kan kejutan"timpal Arya.

__ADS_1


Arya menuntun Isyan menuju kejutan itu berada. Sampailah mereka di pinggiran danau. Di sana ada satu meja dan dua bangku yang sudah dihias begitu cantik. Ada banyak lampu lampion bergantung menghiasi tempat itu. Dan banyak kelopak bunga ditaburkan mengelilingi meja membentuk love.


Di atas meja pun sudah tersedia beberapa makanan.


"Pelan-pelan ya sebentar lagi sampai. Oke stop"ujar Arya memberi arahan.


"Hitungan ke tiga kamu boleh buka mata kamu"intruksi Arya disambut anggukan dari Isyan.


"Satu."


"Dua."


"Tiga."


Arya membuka penutup mata, Isyan mengedipkan matanya beberapa kali karena pandangannya agak kabur.


"Bagus banget..."puji Isyan saat melihat dekorasi indah dan suasana romantis.


"Ayo kita duduk di sana"ajak Arya menggandeng tangan Isyan lalu mempersilahkan Isyan duduk.


"Apa kita tidak mau berfoto dulu?"tanya Isyan.


"Ya pasti dong. Oke kita foto dulu"jawab Arya antusias.


Isyan mengambil HPnya lalu berselfie dengan Arya.


Sesekali Isyan mengambil foto pemandangan malam di danau yang dipenuhi dekorasi.


"Kamu sengaja menyiapkan ini untuk aku?"tanya Isyan.


"Tentu saja. Untuk calon istriku yang cantik ini"ujar Arya memegang dagu Isyan.


Mereka pun menyantap makanan yang ada di meja. Sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain. Setelah selesai makan, Arya mengajak Isyan duduk di bangku taman yang ada di pinggir danau. Mereka duduk sambil berpelukan menatap danau yang berhias langit malam penuh bintang.


"Apa ka.u bahagia?"tanya Arya lalu mencium puncak kepala Isyan.


"Sangat bahagia"ujar Isyan mengeratkan pelukannya.


"Syan...besok pagi aku akan pergi ke Singapura mengurus bisnisku di sana"ujar Arya.


"Apa? Kenapa mendadak sekali?"sergap Isyan melepas pelukannya.


Arya menatap Isyan dengan senyum, dan terlihat sekali keerkejutan dari wajah Isyan.


"Tapi kan tiga hari lagi ulang tahun kamu"sambung Isyan dengan suara sedih.


"Aku hanya dua hari di sana dan akan kembali di hari ulang tahunku"ujar Arya memberi pengertian dengan mendekap wajah Isyan.


"Tapi..."


Belum selesai berbicara Arya mengecup bibir Isyan. Lalu Arya mencoba menjelajahi rongga mulut Isyam dengan lidahnya. Tak ada penolakan dari Isyan, justru dia mulai membalas ciuman dari Arya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu..."bisik Arya menyudahi ciumannya dan menghirup oksigen.


"Aku juga..."balas Isyan dengan senyumannya.


__ADS_2