
Setelah Gavin meninggalkan apartemen Isyan, dia bergegas pergi ke rumah utama. Di halaman apartemen sudah ada sopir yang menunggu Isyan yang sudah siap untuk menjemputnya.
Sesampainya di rumah, Isyan langsung berkemas untuk bersiap pergi ke Malaysia. Setelah selesai berkemas, Isyan membawa kopernya ke bawah.
"Wait Isyan...gimana caranya kamu dapet izin dari Gavin?"tanya Dion yang sudah menunggu Isyan di ruang tamu dengan anggota keluarga yang lain.
Isyan pun menceritakan bagaimana caranya meminta izin pada Gavin.
"Anak kurang ajar...kamu doain papah sakit ya!"ujar Kusuma kesal menjewer telinga Isyan.
"Aduh papah sakit telinga Isyan! Ya masa Isyan ngomong jujur sih"ujar Isyan meringis kesakitan.
Kusuma pun melepaskan jewerannya. Sementara yang lain tertawa geli melihat ulah ayah dan anak itu.
"Udah Pah, kasian Isyan"bela Ratih.
"Lebih baik kamu berangkat sekarang"ujar Rama.
"Berangkat naik apa Om?"tanya Isyan polos.
"Naik naga terbang di sinetron Brama Kumbara. Ya naik pesawat jet Isyana Wijaya"sergap dDon hendak mencekik Isyan karena gemas.
"Oohh...tak kira naik kapalnya Nabi Nuh"celoteh Isyan dengan santai
"Terserah deh Syan"ujar Dion sewot.
Isyan dan Dion pun meninggalkan rumah dan pergi menuju bandara. Sesampainya di bandara mereka segera menaiki jet pribadi tentunya. Namanya juga sultan semua harus serba number one.
*****
Malam sudah meninggalkan tempatnya, kini pagi singgah bersama mentari yang sudah bertengger di langit. Gavin sudah berada di kantor, hari ini karena Ratna izin maka posisinya sekertaris digantikan sementara oleh sekertaris dari salah satu bagian lain di perusahaan. Gavin nampak tidak bersemangat pagi ini. Dia merasa ada yang hilang dari suasana kantornya.
"Kenapa suasana kantor jadi sepi kalau dia nggak ada?"batin Gavin dalam lamunan sambil memandang ke luar ruangan menatap meja Ratna yang kosong.
"Permisi Pak Gavin!"panggil seorang pria di depan pintu ruangan Gavin.
"Pak Gavin!"panggilnya lagi karena Gavin tidak menyaut.
"Pak Gavin!"teriak pria itu sambil menyentuh bahu Gavin
"Iya Ratna!!"ujar Gavin terperanjat karena kaget.
"Maaf Pak Gavin saya bukan Ratna. Saya Aldo sekertaris sementara bapak. Saya dari bagian keuangan"kata pria itu yang menggantikan Ratna untuk dua hari.
"Ooh ya ya.."ujar Gavin gelagapan.
"Bapak butuh sesuatu?"tanya Aldo.
"Tidak. Kamu kembali ke tempatmu. Jika ada sesuatu saya akan memanggilmu"ujar Gavin lalu Aldo keluar dari ruangan Gavin.
"Ada apa denganku. Untuk apa aku mikirin sekertaris culun dan aneh itu"ujar Gavin memijat peilipisnya.
"Gavin...ayo fokus Vin"ujar Gavin frustasi.
Sedangkan di Malaysia, Isyan dan Dion sedang mengadakan rapat dengan seluruh jajaran direksi Wijaya Group di Malaysia. Lalu melakukan pertemuan dengan investor, dan memantau proyek.
Bukan Isyan namanya kalau tidak bekerja cepat. Bahkan pekerjaannya sudah selesai satu hari lebih cepat dari perkiraan Dion.
"Gila kamu Syan, pakai sihir apa sih. Masalah proyek kayak gini bisa selesai dalam semalam"ujar Dion sambil berjalan di koridor hotel tempat mereka menginap.
"Makanya berguru sama Bandung Bondowoso biar dikasih ilmu goib"ujar Isyan terkekeh.
"Yee mulai kumat itu otak. Tapi emang sih kamu adalah jantungnya Wijaya Group"gerutu Dion.
"Idih lebay amat. Nggak usah berlebihan deh. Ini kan perusahaan keluarga"ujar Isyan.
"Iyaa deh Isyana kan selalu rendah hati, tidak sombong, tapi galauan"sindir Dion menoyor pelan kepala Isyan.
"Ih dasar sepupu nyebelin. Udah sanah. Bye Dion. Selamat malam dan selamat istirahat sepupuku"sambung Isyan saat sampai di depan kamar hotelnya.
"You too Syan.."balas Dion yang juga masuk kamar yang berhadapan dengan kamar Isyan.
Sesampainya di kamar, Dion langsung melepas jasnya dan melempar asal. Setelah itu Dion melakukan vidio call dengan istri tercinta.
__ADS_1
"Halo istriku sayang..."
"Halo Mas...gimana kerjaannya lancar?"
"Semua kerjaan bisa selesai lebih cepet. Dan besok kayaknya kita pulang"
"Syukur deh. Rara kangen banget sama Mas Dion"
"Uhh istriku sayang, Mas juga kangen sama kamu dan bayi kita. Jangan lupa minum susu sama vitaminnya ya"
"Iya mMs. Kamu juga jangan lupa makan dan istirahat"
"Iya udah. Good night my wife"
"Good night"
Dion pun mengakhiri sesi video call dengan Rara.
Sementara Isyan sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Isyan pun merebahkan tubuhnya ke kasur.
Isyan mengambil HPnya dan menyalakan data seluler.
"Hah chat dari Gavin"ujar Isyan melotot lalu bangkit dari posisi rebahannya.
Bos Gavin
Ratna...kamu apa kabar? Bagaimana keadaan ayahmu?
Isyan senyum-senyum sendiri saat membaca pesan dari Gavin. Banyak asumsi yang terlintas di otak Isyan.
"Dia kangen sama aku?"tanya Isyan pada dirinya sendiri.
"Ihh gemes banget sih bosku satu ini..."ujar Isyan gemas sambil menunjuk-nunjuk layar HPnya.
"Bales nggak ya? Nggak usah dibales deh biar dia penasaran"ujar Isyan sambil tertawa.
Sementara Gavin berkali kali melihat HPnya menunggu Ratna membalas pesannya.
"Ini sekertaris dichat bosnya malah nggak bales sama sekali. Lihat aja kalau ketemu"gerutu Gavin sambil meletakkan ponselnya.
*****
"Syan, aku mau ke rumah dulu baru ke kantor. Kamu mau ke mana?"tanya Dion setelah menuruni tangga pesawat.
"Aku ada urusan"ujar Isyan menepuk bahu Dion lalu memakai kacamata hitamnya.
"Oke hati-hati"jawab Dion.
"Kalian ikut bersamaku"ujar Isyan menunjuk empat bodyguard.
Isyan pun langsung masuk ke mobil BMW mewah yang sudah disiapkan untuk diriya. Dan empat bodyguard Isyan berada di mobil yang berbeda. Sementara Dion memilih naik mobil Pajero Sport.
"Nona Isyan, kita mau ke mana?"tanya sopir.
"Kita ke perusahaan PT Surya"jawab Isyan.
45 menit perjalanan akhirnya Isyan sampai di kantor Gavin. Dengan sigap bodyguard Isyan membukan pintu mobil untuk Isyan. Isyan pun masuk ke dalam kantor Gavin diiringi oleh bodyguardnya. Jangan bertanya seperti apa gaya Isyan hari ini. Tentu saja seorang wanita yang anggung, berwibawa, dan angkuh. Kedatangan Isyana yang super tiba tiba, membuat suasana gaduh kantor Gavin. Isyan pun disambut dengan tatapan penuh keterkejutan semua karyawan perusahaan Gavin.
"Selamat datang, Nona Isyana Wijaya"sapa empat orang resepsionis yang berbaris membungkuk memberi hormat.
Isyan pun melepas kacamatanya dan menoleh ke arah resepsionis itu.
"Aku mau bertemu Gavin"ujar Isyana dengan angkuh.
"Pak Gavin ada di ruangannya di lantai sepuluh. Silahkan Nona Isyana!"jawab salah satu resepsionis
Isyana dan empat bodyguardnya masuk ke lift dan menuju lantai sepuluh.
"Astaga kenapa Isyana Wijaya datang mendadak ke kantor kita ya"ujar resepsionis 1.
"Iya nih..bikin suasana kantor jadi horor"jawab resepsionis 2.
"Mana bodyguardnya serem serem lagi"lanjut resepsionis 3.
__ADS_1
"Orang kaya mah bebas. Udah yuk balik kerja"ujar resepsionis 4.
Sementara di lantai sepuluh, aldo berlari menuju ruangan Gavin.
"Pak Gavin!"panggil Aldo dengan napas memburu.
"Ada apa?"tanya Gavin.
"Nona Isyana Wijaya sekarang ada di kantor kita"ujar Aldo.
"APA?"seru Gavin langsung berdiri dari kursinya.
"Saya harus bagaimana Pak?"tanya Aldo.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun"ujar Isyan yang sudah berdiri di depan pintu ruangan Gavin menyela pembicaran Gavin dan Aldo.
Isyan berjalan memasuki ruangan Gavin sambil melepas kacamatanya.
"Nona mau minum apa?"tanya Aldo
"Buatkan aku teh. Dan empat gelas kopi untuk bodyguardku"ujar Isyan.
"Baik nona"ujar Aldo lalu keluar ruangan Gavin.
"Silahkan duduk Syan"seru Gavin mempersilahkan Isyan duduk di sofa lalu Gavin ikut duduk di sebelahnya.
Tak berapa lama Aldo masuk memberikan teh untuk Isyanlalu keluar lagi.
"Hal apa yang membuat kamu datang mendadak ke kantorku?"tanya Gavin serius dan mulai keringat dingin karena aura Isyan terlalu mengintimidasi bagi dia.
Melihat wajah gavin yang sangat serius. Isyan pun tertawa cukup keras sampai memegangi perutnya. Melihat sikap aneh Isyan, Gavin merasa bingung.
"Sudah puas tertawa? Kamu datang ke kantorku membawa bodyguardmu yang menyeramkan hanya untuk numpang tertawa?"ujar Gavin mengernyitkan dahi.
Isyan pun menarik napas dalam dalam untuk mengontrol tawanya.
"Aku baru kembali dari Malaysia. Karena aku merasa lelah jadi aku mencari hiburan"ujar Isyan.
"Hiburan macam apa yang ada di kantorku?"tanya Gavin tak mengerti.
"Hiburanku adalah kamu dan semua karyawanmu"ujar isyan menunjuk Gavin lalu tertawa lagi.
Untuk memperjelas hiburan yang dimaksud, Isyan mengajak Gavin keluar dari kantor. Di dalam lift, Isyan memberi isyarat agar Gavin bersikap layaknya bos yang angkuh seperti dirinya.
Pintu lift terbuka, Gavin dan Isyan keluar dari lift dikawal oleh empat bodyguard Isyan. Semua karyawan yang melihat dua bos beda perusahaan itu sedang berjalan bersama langsung menunduk hormat dengan wajah sungkan dan pucat.
"Kalian bawa mobilku. Aku akan pergi dengan Gavin"ujar Isyan melempar kunci mobil pada bodyguardnya.
Lalu Isyan dan Gavin masuk ke mobil Gavin yang sudah siap di depan lobi. Saat mobil Gavin sudah meninggalkan kantor, tiba-tiba mereka tertawa dengan keras hingga suara mesin mobil tidak terdengar.
"Jadi hiburan maksud kamu itu ekspresi karyawanku saat melihat kamu datang ke kantorku?"tanya Gavin disela tawanya.
Isyan pun mengangguk mengiyakan.
"Astaga Isyan, kamu bahkan lebih menakutkan dari aku yang merupakan bos mereka"tambah Gavin.
"Padahal aku tidak berniat menakuti mereka. Tapi saat mereka melihatku lalu mereka ketakutan, munculah ide menjahili mereka"ujar Isyan.
"Bukannya memang kamu ini angkuh ya"sindir Gavin melirik Isyan.
"Heii kamu ini!"seru Isyan mencubit lengan Gavin.
"Aww sakit"rintih gavin saat Isyan mencubit lengannya yang masih ada luka memar akibat kejadian pembegalan.
"Aduh maaf aku lupa. Kamu kan pria lemah dipukili begal saja masuk rumah sakit"ujar Isyan dengan nada mengejek.
"Aku bukan pria lemah ya"sergap Gavin.
"Bukan pria lemah tapi kalah melawan begal. Pria macam apa itu"ujar Isyan tak mau kalah.
"Kamu menang karena dibantu bodyguardmu kan?"ujar Gavin.
"Dengar ya, ada kata pepatah yang mengatakan MANFATAAKAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN BAIK. Makanya aku memanfaatkan bodyguardku"ujar Isyan kembali tertawa.
__ADS_1
Mendengar perkataan Isyan, Gavin hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Sekali lagi Gavin merasa Isyan adalah sosok yang berbeda saat di luar dunia bisnis. Sosoknya ceria, hangat, dan apa adanya. Dan sebenarnya Isyan sengaja ke kantor Gavin karena merasa merindukannya. Izin kerja sebagai Ratna membuat dia merindukan Gavin atau Arya ini yang entah kapan Isyan bisa menemukan kebenarannya. Karena Isyan bilang baru datang dari Malaysia, Gavin pun mengajak Isyan sarapan di sebuah restoran.