
Malam pun tiba, taman belakang rumah dihias begitu cantik penuh dengan lampu dan bunga. Walaupun hanya acara makan malam biasa yang namanya keluarga Wijaya harus totalitas tanpa batas. Apalagi ini hari ulang tahun pewaris Wijaya Group.
Isyana sedang berdandan di kamarnya. Dia sudah memakai make up yang flawless dengan rambut dicurly lalu diurai ke samping.
Isyan teringat dengan kado dari Arya. Lalu dibuka kado itu yang berisi gaun berwarna merah maroon.
Gaun panjang yang indah dengan lengan panjang namun bagian punggung terbuka. Isyan pun memakainya dengan senang hati ditambah anting dan kalung berlian dengan model simple.
Keluarga Arya sudah datang dan berkumpul dengan keluarga Wijaya di taman. Mereka juga berdandan memakai jas dan gaun yang indah.
"Isyan mana ya kok lama dandannya?"tanya Ratih.
Tak berapa lama terdengar suara heels yang menghentak ke lantai dan terlihatlah dari pintu masuk taman, seorang putri cantik bergaun merah berjalan ke arah mereka.
Arya terpesona dengan Isyan yang memakai gaun pemberiannya.
"Selamat malam semuanya"sapa Isyan.
"Cantiknya..."puji Laras.
"Calon mantu papah nih"ledek Angga.
"Ihh papah apaan sih"ujar Arya.
"Pak Angga pinter juga ngodenya. Baru aja saya mau ngode"timpal Kusuma disambut suara tawa.
"Rara kok nggak ikut?"tanya Isyan.
"Maaf ya Syan, katanya dia udah janji sama temennya kalo mau dateng ke acara ulang tahun sepupu temennya"ujar Laras.
"Pacar kali mah bukan temen"ujar Arya.
__ADS_1
"Oh gitu nggak papa koh Mah"ujar Isyan.
Isyan masih mencari satu manusia lagi yang selalu membuat keusilan di hidupnya. Siapa lagi kalau bukan Dion Rama Wijaya.
"Loh Si Tuyul mana?"tanya Isyan.
"Tuyul siapa?"tanya Ratih.
"Ya Dion lah Mah. Siapa lagi tuyul di rumah ini"ujar Isyan terkekeh.
"Nah katanya dia mau ngajak bidadarinya datang ke acara ini"ujar Sinta.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju taman dan terlihatlah Dion berdiri di depan pintu masuk dengan tampannya lalu menghampiri semua orang.
"Mana bidadarimu Yon?"serang Sinta.
"Idih kepo ya semuanya. Aww aku kaya artis"ujar Dion dengan nada bicara seperti banci.
"Apaan sih Yon kaya banci deh"ujar Isyan.
"Sayang masuk sini!"panggil Dion.
Lalu masuklah seorang gadis muda cantik memakai gaun biru muda dengan rambut dikepang dengan senyum manis masuk ke dalam taman.
"RARA!!!"teriak keluarga Arya dan Isyan sendiri.
"Loh Mamah, Papah, Kak Arya, Kak Isyan!"ujar Rara bingung.
"Wait..wait..ini maksudnya gimana? Pacarnya Dion manggil kalian papah dan mamah"ujar Rama bingung.
"Jadi bidadari kamu selama ini Si Rara adiknya Arya?"tanya Isyan.
__ADS_1
"Ya mana aku tahu, aku aja baru tahu sekarang kalau Rara adiknya Arya"gerutu Dion kesal.
Semua orang tertawa terpingkal-pingkal.
"Jadi kita nggak perlu dong punya dua besan berbeda. Semua udah diborong sama keluarga Pak Angga. Bisa kan bikin acara nikahan bareng biar sekalian"celetuk Kusuma.
"Boleh juga ide kamu Pah"ujar Ratih.
"Oh ya nih, Dion udah kenalin pacar Dion ke kalian. Dion juga sekalian memperkenalkan diri sebagai pacar Rara ke keluarga Arya. Direstuin nggak nih?"tanya Dion.
"Mah kita bakal punya dua menantu dari keluarga Wijaya, ini anugerah banget Mah"ujar Angga.
"Ya kita merestui kalian. Toh Dion juga temen baiknya Arya"ujar Laras.
"Papah sama mamah juga setuju. Arya kan baik adiknya pasti baik"ujar Rama.
"Nak Rara..sekarang kamu akan jadi bagian dari keluarga Wijaya bisa bareng dong sama kakak kamu"ujar Sinta merangkul Rara.
"Hehe kan udah beres sekalian. Ya udah yuh Ra, m KUA sekarang!!"ujar Dion menarik tangan Rara.
"Enak aja lo main ngajak nikah adik gue. Gue tampol baru rasa!"gerutu Arya.
"Ya elah..lo udah dapet sepupu gue juga"balas Dion.
"Udah udah kita mulai acaranya dulu ya"ujar Ratih mengakhiri keributan Dion dan Arya.
Acara dimulai dengan tiup lilin dan pemotongan kue. Isyan menyuapi papahnya, mamahnya, Om Rama dan Tante Sinta, lalu terakhir Dion. Karena mereka sangat dekat Dion dan Isyan begitu mesra dan lengket. Isyan berkali-kali memeluk Dion.
Rara nampak kurang suka dengan Dion dan Isyam yang terlalu dekat walaupun sepupu.
Lalu Isyan bergantian menyuapi kue ke calon mertuanya, lalu Arya dan Rara.
__ADS_1
Rara tiba-tiba bersikap dingin pada Isyan dan menolak suapan kue dari Isyan. Hal itu membuat Arya bingung.
Setelah itu dilanjut acara makan bersama. Sementara Rara yang sudah malas memilih masuk ke rumah utama dan duduk di ruang makan. Arya yang melihat itu menghampiri Rara masuk ke dalam rumah.