Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 33


__ADS_3

Dua hari setelah kepergian Arya. Semua masih baik-baik saja. Rara dan Isyan berniat membuat. pesta kecil-kecilan untuk ulang tahun Arya besok


Karena rencananya Arya akan tiba di Indonesia besok siang.


Siang ini Isyan dan Rara sedang menghias rumah Angga dengan pernak-pernik khas ulang tahun.


"Kak bunganya kurang nggak ya?"tanya meletakkan jari telunjuk di pipi.


"Udah kayanya deh. Nggak usah kebanyaken ini pesta ulang tahun bukan acara duka cita"jawab Isyan.


Sementara Arya masih sibuk di restorannya. Karena Singapura dan Indonesia hanya beda satu jam jadi sekarang adalah jam makan siang. Restorannya sangat ramai sampai penuh semua tempat duduk. Setelah sore hari pengunjung mulai senggang tapi akan ramai malam hari nanti.


"Wah jadi ini restorannya"ujar Gavin yang datang ke restoran Arya.


Gavin melirik semua design interior restoran Arya yang khas dengan ukiran-ukiran tradisional Indonesia.


"Hai Gavin!"sapa Arya yang melihat Gavin berdiri di pintu masuk.


"Hai teman akhirnya kita ketemu lagi"ujar Gavin.


"Ayo duduklah"ujar Arya mempersilahkan duduk.


"Kamu mau makan apa?"tanya Arya.


"Makanan yang favorit di sini"jawab Gavin.


Arya pun memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Gavin.


"Wah keren juga ya restoran kamu"puji Gavin.


"Terima kasih"balas Arya.


20 menit kemudian pesanan Arya sampai di meja.


"Wow...kelihatan nikmat sekali"ujar Gavin kagum.


"Makanlah"kata Arya mempersilahkan Gavin untuk makan.


Mereka pun makan bersama. Terlihat Gavin sangat lahap menyantap makanan itu.


"Oh ya apa kamu sudah bertemu dengan klienmu?"tanya Gavin.


"Sudah. Kami sudah menyetujui kesepakatan lokasi pembangunan cabang restoranku"jawab Arya.


"Jangan lupa undang aku di grand opening restoran baru kamu"ujar Gavin.


"Tentu. Lalu bagaimana denganmu apa sudah bertemu dengan klien?"tanya Arya.


"Oh sudah. Aku mendapatkan proyek itu tentunya"jawab Gavin.


Setelah lama mengatur dekorasi, Isyan dan Rara pun selesai mendekorasibrumah.


"Kak Isyan telpon Kak Arya dong. Kasih tahu kalau kita udah mendekorasi rumah"pinta Rara.


"Oke sebentar ya"ujar Isyan lalu mengambil HPnua dan menelpon Arya melalui panggilan vidio.


HP Arya berdering dan terlihat ada panggilan vidio dari Isyan.


"Sebentar ya tunanganku telpon"ujar Arya lalu mengangkat panggilan Isyan.


"Halo sayang.."sapa Isyan.


"Halo tuan putriku. Kamu kangen aku ya?"goda Arya.


"Ih ya kangen lah. Oh ya aku mau kasih tahu kamu kalau aku sama Rara udah ngedekorasi rumah kamu buat acara ulang tahun kamu besok"ujar Isyan lalu mengarahkan kamera HPnya ke seluruh ruangan yang sudah didekorasi.


"Loh kok bunganya mirip kaya bunga yang waktu di danau sih?"tanya Arya ketika melihat bunga yang Isyan pakai sama dengan waktu yang di danau.


"Ya karena aku menyukai semua kenangan yang ada di danau. Tempat itu akan jadi tempat paling berkesan untuk aku dan kamu"ujar Isyan tersenyum.


"Ih Kak Isyan sama Kak Arya malah kangen-kangenan sendiri. Rara juga mau"ujar Rara menyerobot masuk muncul di kamera HP Isyan.


"Hai adik kesayangan aku. Kakak kangen kamu juga. Dion nggak macem-macem kan?"tanya Arya tertawa.


"Aman kak. Masih aku pantau"jawab Rara sambil tertawa juga.


"Kapan kamu berangkat dari Singapura?"tanya Isyan.


"Aku berangkat dari Singapura jam tiga pagi"jawab Arya.


"Oke jangan lupa buka hadiah dari aku ya. Udah dulu ya aku mau lanjut ngedekorasi nih. Bye sayang"ujar Isyan.


"Bye sayangku"balas Arya lalu mengakhiri panggilan vidionya.


"Wah wah kalian romantis sekali. Baru tunangan juga dan nggak kebayang kalau udah nikah gimana"goda Gavin.

__ADS_1


"Apaan sih Vin.."ujar Arya malu-malu.


Hari sudah malam, Isyan baru pulang ke rumah karena dia mampir pergi ke kantor karena ada urusan mendadak.


"Mandi pakai air hangat pasti enak. Lengket banget badan aku"ujar Isyan.


Isyan pun pergi ke kamar mandi, dia membersihkan badannya sedemikian rupa dengan scrub dan beberapa produk perawatan tubuh untuk mandi.


Saat Isyan sedang menggosok jarinya dengan scrub tiba-tiba cincin tunangannya lepas dan jatuh menggelinding.


"Astaga...ya ampun!"teriak Isyan langsung berjongkok mengikuti kemana arah cincin jatuh.


Cincin menggelinding ke arah lubang pembuangan air. Dengan cepat Isyan mengulurkan tangan dan akhirnya mendapatkan kembali cincin itu.


"Syukurlah...cincinnya nggak masuk ke lubang pembuangan. Kan bisa nangis aku"gerutu Isyan lalu memakai cincinnya kembali dan menyelesaikan ritual mandinya.


Setelah selesai mandi Isyan langsung berpakaian.


"Kenapa cincinnya bisa lepas ya?"batin Isyan lalu keluar kamar dan bergegas turun untuk makan malam.


"Maaf semuanya, Isyan terlambat"kata Isyan.


"Ayo Nak makan"seru Kusuma.


Mereka pun makan malam bersama seperti biasa.


"Bibi...Isyan mau jus jeruk dong"pinta Isyan.


"Baik Non..."pelayan itu pergi ke dapur mengambil segelas jus jeruk untuk Isyan.


"Ini Non jusnya"ujar pelayan memberikan gelas pada Isyan.


"Maka..."


Tiba-tiba gelas yang dipegang Isyan terlepas dari genggamannya. Semua orang terkejut mendengar suara gelas jatuh. Serpihan gelas berserakan di lantai.


"Maaf Bi aku nggak sengaja. Nggak tahu kenapa kok kaya nggak kepegang gelasnya"ujar Isyan bingung.


"Nggak papa Non, biar bibi yang bersihin"ujar pelayan lalu membersihkan pecahan gelas.


"Syan kamu kenapa kok kelihatan cemas gitu?"tanya Ratih.


"Nggak tahu Mah..perasaan Isyan nggak enak aja gitu"ujar Isyan memegangi dadanya.


"Mungkin kamu kecapean. Mending istirahat aja"ujar Sinta.


Isyan merebahkan tubuh dikasur. Dia merasa sangat gusar. Isyan mengambil HPnya lalu mengirim pesan pada Arya.


Isyan


Aku merindukanmu. Cepatlah kembali


Arya yang sedang berkemas di hotel mendengar ada suara pesan masuk dan itu dari Isyan.


Arya


Aku sedang berkemas. Aku juga merindukanmu


Isyan


Jangan lupa buka hadiahnya


Arya


Pasti. Aku mau lanjut berkemas. I love you


Isyan


I love you too


Isyan menghembuskan napas panjang merasa lega bahwa Arya baik-baik saja.


Jam 12 malam, Arya masih terbangun dan masih serius menatap laptopnya karena masih ada sisa pekerjaan.


"Ya ampun smudah jam 12 lewat"ujar Arya menyadari bahwa ini sudah larut malan.


"Astaga aku hampir melupakan hadiah dari Isyan"ujar Arya.


Arya mencari di mana dia menyimpan hadiah dari Isyan dan akhirnya dia menemukannya di dalam koper. Arya membuka kotak itu dan sebuah kertas berada paling ada.


*Untuk kekasihku tersayang.


Selamat ulang tahun ke 28 tahun. Bahagia selalu dan selalu dilimpahi oleh cinta. Terima kasih karena kamu membuat aku kembali percaya dengan cinta. Aku bersyukur bisa mencintai dan dicintai oleh dirimu. Sebentar lagi kita juga akan menikah, semoga semuanya lancar. Hidupku begitu bahagia saat bersamamu. Tetaplah bersamaku*.


Arya terharu membaca surat dari Isyan lalu mengambil isi kotak itu. Ya ada sebuah jam tangan berwarna hitam merk Rolex dan di dalam jam tangan itu ada inisial "A" dan "I" yaitu Arya dan Isyana.

__ADS_1


Arya memakai jam itu dan nampak sangat cocok untuknya. Arya pun memasukkan surat dari Isyan ke dalam kantong jasnya agar sesekali dia bisa membacanya di dalam perjalanan.


Beberapa jam kemudian, Arya sudah ada di bandara dan bersiap pulang ke Indonesia. Dia melakukan check in lalu segera masuk ke dalam pesawat. Tak lupa dia menyimpan kompernya di bagasi.


"Hai Arya.."sapa Gavin yang mendekati kursi di mana Arya berada.


"Loh Gavin kamu mau pulang ke Indonesia juga?"tanya Arya.


"Iya dan aku duduk di sini"jawab Gavin.


"Aku juga. Wah kita bareng lagi"seru Arya.


Lalu mereka pun duduk bersebelahan lagi. Setelah penumpang masuk dan sudah memakai sabuk pengaman peswat take off dengan lancar. Kemudian pramugari membagikan minuman kepada penumpang.


"Ini Pak untukmu"ujar pramugari hendak memberikan segelas air pada Gavin.


"Permisi!!" Tiba-tiba ada penumpang pria yang lewat menyenggol pramugari dan membuat air itu tumpah dan membasahi jas yang dipakai Gavin.


"Astaga tuan hati-hati kalau jalan dong"gerutu Gavin kesal.


"Maaf tuan saya tidak sengaja"ujar penumpang itu lalu pergi.


"Sebentar saya ambilkan tissu Pak"ujar pramugari lalu pergi.


"Aduh mana jasku cuma tinggal ini lagi"ujar Gavin yang masih kesal.


"Pakai saja jasku"timpal Arya memberikan jasnya pada Gavin.


"Lalu kamu bagaimana?"tanya Gavin.


"Aku masih ada satu jas lagi di koper. Kamu pakai saja ini"ujar Arya memberikan jasnya dan Gavin menerimanya.


"Makasih Arya"ujar Gavin


Setelah itu Gavin melepas sebuah pin yang terpasang di jasnya dan memasangkan di jas milik Arya yang akan dia pakai.


"Pin apa itu?"tanya Arya menunjuk pin yang berbentuk bulat dan ada huruf GS yang disambung.


"Ini inisial namaku Gavin Saputra"jelas Gavin.


Arya hanya mengangguk mengerti mendengar jawaban dari Gavin.


"Oh ya ngomong-ngomong apa nama perusahaan kontruksi ayahmu?"tanya Arya.


"Namanya PT. Surya Kontraktor. Dan Surya adalah nama ayahku"terang Gavin.


Setelah 20 menit pesawat di udara tiba-tiba ada goncangan cukup keras terjadi. Semua penumpang terkejut dan merasa takut


"Ya Tuhan ada apa ini?"


"What happen?"


Begitula situasi di dalam pesawat. Pramugari mencoba menenangkan para penumpang agar tidak panik. Tapi goncangan terjadi lagi dan jauh lebih kencang.


BOOM


Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari mesin pesawat dan disusul bunyi sirine dari dalam pesawat.


"Hei kenapa pesawat ini"


"Apa kita akan jatuh"


"Bagaimana ini"


Semua penumpang berteriak ketakutan di dalam pesawat. Pilot memberitahukan bahwa pesawat akan mendarat darurat entah di mana. Antara laut atau hutan. Dengan cepat pramugari menyuruh penumpang memakai pelampung dan selang oksigen darurat


GRADAK GRADAK


"AAAAAA"


"TUHAN TOLONG KAMI"


"AAAAAA"


Pesawat sudah tidak bisa dikendalikan oleh pilot, dan pilot memilih hutan untuk melakukan pendaratan darurat. Bahkan sekarang pesawat sudah menabrakan diri pada pohon-pohon yang tinggi.


BRAGG BOOM


DUAARR


"ARYA!!!"


Isyan berteriak dan langsung bangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal seperti orang habis lari.


"Ya Allah, kenapa perasaanku jadi nggak enak begini ya?"ujar Isyan memegang dadanya.

__ADS_1


Isyan melirik jam dinding dan menunjukkan pukul empat pagi.


"Dia pasti sudah di pesawat"ujar Isyan lalu memutuskan untuk tidur kembali, mengusir rasa kecemasannya.


__ADS_2