Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 16


__ADS_3

Malam pun tiba, Isyan sedang telponan dengan Arya.


"Terus udah ketemu siapa pengirimnya?"tanya Arya.


"Belum ketemu. Misterius banget"ujar Isyan.


"Kamu tenang aja semua bakal baik-baik aja. Aku bantu menyelidiki kok"ujar Arya.


"Iya sayang aku percaya kok. Udah ya telponnya aku mau turun buat makan malam"ujar Isyan.


"Aku juga mau makan malam. Bye sayang"ujar Arya menutup telponnya


Isyan pun keluar kamar. Dia pun sengaja ke kamar Dion dulu untuk mengajak Dion turun bersama.


Di kamar Dion juga sedang telponan dengan Rara.


"Ra..besok ketemu ya aku jemput"ujar Dion.


"Nggak usah ketemu di mall aja"ujar Rara.


"Oke deh.."ujar Dion.


Terdengar suara Isyan memanggil Dion.


"Dion..turun yuk makan malem"ujar Isyan mengetuk pintu.


"Ra..udah dulu ya aku mau makan malam bye bidadariku"ujar Dion.


"Bye.."ujar Rara menutup telponnya.


Keluarga Wijaya sedang makan malam bersama sambil membahas masalah kiriman bunga.


"Ya udah nggak usah dipikirin. Kita harus terus waspada. Mending kita pikirin acara makan malam ulang tahun Isyan"ujar Kusuma


"Iyaa..aku udah siapin semuanya. Ada kue, terus makanan dan dekorasi"ujar Ratih.


"Mah jangan keramean ya..Isyan nggak suka"ujar Isyan.


"Iya Isyan, mamah paham kamu nggak suka pesta kok. Ini kan cuma acara makan malam aja"ujar Ratih.


"Ya udah besok Isyan undang keluarga Arya ya. Terus dion besok bawa bidadari kamu ketemu Mamah. Enak aja macarin anak gadis orang nggak bilang orang tua"ujar Sinta


"Bener tuh kata mamahmu"ujar Rama.


"Iya keluargaku sayang. Aku ditanya mulu kayak artis"ujar Dion dengan sombongnya.


"Alay lo..."ketus Isyan merebut ayam goreng di piring Dion.


"Heh...kuntilanak enak aja main ambil ayam aku..."teriak Dion tak terima.


Di rumah keluarga Arya yang sedang makan malam juga.


Tiba tiba terdengar suara pintu rumah yang diketuk.


"Bibi..buka pintu itu ada tamu"ujar Laras.

__ADS_1


"Iya Nyonya"jawab pelayan lalu pergi ke depan membuka pintu.


Betapa terkejutnya tidak ada orang di depan rumah. Pelayan hanya menemukan kotak yang tergeletak di teras lalu membawanya masuk.


"Tamu siapa Bi?"tanya Angga.


"Nggak ada siapa siapa Tuan. Cuma saya nemu ini"ujar pelayan memberikan kotak itu.


"Ya udah, balik ke dapur lagi"ujar Laras.


"Permisi"ujar pelayan lalu pergi.


"Buka coba Pah"ujar Arya.


Angga pun membuka kotak itu dan mengambil isinya.


Ternyata isinya secarik kertas lalu Angga membacanya.


"AKU AKAN MENGHANCURKANMU"ujar Angga.


Semua orang terkejut dan saling memandang.


"Siapa yang ngirim teror kaya gitu sih?"ujar Rara bergidik ngeri.


"Kalian tenang aja papah bakal suruh anak buah papah buat menyelidiki ini. Kita lanjut makan aja"ujar Angga berusaha tenang.


-----


Keesokan harinya, di ruangan Isyan ada pertemuan antara Dion dan Arya membahas teror yang dialami keluarga Arya dan Isyan.


"Kita harus hati-hati"ujar Arya.


"Tapi menurutku di antara keluarga kita pasti ada satu orang yang jadi target utama"ujar Isyan.


Tiba-tiba ponsel Dion bergetar dan ada pesan masuk dari Rara


Rara


Aku tunggu di mall ya**


Dion pun cengar-cengir membaca pesan dari Rara.


"Ya udah kalian bahas aja itu. Aku mau pergi dulu"ujar Dion.


"Mau kemana?"tanya Isyan.


"Ketemu bidadari"teriak Dion yang sudah keluar dari ruangan Isyan


Wajah isyan terlihat murung dan sedih. Melihat itu Arya pun mendekat dan memeluk Isyan.


"Sayang, kamu jangan terlalu mikirin masalah ini. Semua akan baik-baik aja"ujar Arya mengelus rambut Isyan.


"Tapi aku takut. Keluarga kita terancam. Aku nggak tahu siapa pelakunya sampai sekarang belum ada titik terang"ujar Isyan.


Arya melepas pelukannya lalu mendekap wajah Isyan menatapnya penuh cinta.

__ADS_1


"Aku ada di sini. Jangan takut. Aku bakal selalu ngelindungin kamu"ujar Arya lalu mencium kening Isyan dengan lembut.


"Oh ya sayang, besok kan ulang tahun aku. Keluarga aku ngadain makan malam dan mengundang keluarga kamu. Besok datang ya"ujar Isyan.


"Oh besok kamu ulang tahun? Kamu mau kado apa?"tanya Arya.


"Emm apa ya? Tas dari Chanel, Hermes, Dior, atau ssepatu dari Balenciaga, atau mobil mercy sport?"ujar Isyan dengan tatapan menggoda.


"Ya udah besok aku beliin sama tokonya sekalian"ujar Arya tertawa.


"Ngapain aku cuma becanda. Apapun itu asal dari kamu, aku terima"ujar Isyan lalu memeluk Arya begitu erat.


Di mall Dion dan Rara sudah bertemu. Mereka bertemu disebuah cafe.


"Ra..aku mau undang kamu ke acara ulang tahun sepupuku besok malam. Jangan menolak. Ini tanda keseriusanku ke kamu dengan memperkenalkan kamu kepada keluargaku"ujar Dion tegas.


"Kamu yakin?"tanya Rara.


"Yakinlah. Mukaku kurang meyakinkan kaya apa coba hah?"ujar Dion dengan muka konyol yang membuat Rara tertawa.


"Ya udah aku mau dateng. Tapi temenin aku beli kado buat sepupu kamu ya. Dia cewek apa cowok umurnya berapa?"tanya Rara.


"Dia cewek umur 27 tahun. Tapi nggak usah kasih yang mahal-mahal. Soalnya dia orangnya nggak enakan"ujar Dion.


Ya gimana dong, ngapain Dion menyuruh Rara memberi Isyan hadiah yang mahal? Bahkan kekayaan isyan aja bisa untuk membeli Jakarta dan seisinya.


Malam pun tiba, keluarga Arya sedang makan malam. Arya mengatakan bahwa keluarga Isyan mengajak keluarganya untuk datang ke acara ulang tahun Isyan besok malam.


"Wah kita kasih Isyan kado apa ya Mah? Dia kan keluarga Wijaya pasti harus yang mahal"ujar Angga berpikir.


"Apa yah Pah? Mamah juga bingung"ujar Laras.


"Mamah sama papah nggak usah mikirin hadiah apa, Isyan walaupun dari keluarga kaya tetep aja dia sederhana kan"ujar Arya.


"Iya sih, makanya mamah sayang sama dia. Maunya sih dia jadi mantu mamah"ujar Laras.


"Kode nih kode hmm..."celetuk Arya.


"Ra..kenapa diem aja?"tanya Angga melihat anak gadisnya diam.


"Rara nggak bisa ikut ke acaranya Kak Isyan. Rara udah ada janji buat dateng ke acara ulang tahun sepupunya temen Rara"ujar Rara.


"Temen yang mana Ra?"tanya Laras.


"Pacar Rara, Mah, Pah"ujar Arya menggoda Rara.


"Hah kamu punya pacar nggak bilang papah? Dosa kamu"gerutu Angga.


"Ih Pah Mah bukannya Rara nggak mau cerita. Cuma Rara lagi ngeliat keseriusannya dia"ujar Rara.


"Udah nggak papa kok Ra, kamu pergi aja sama pacar kamu. Nah besok seret dia kerumah biar papah tampol dia. Beraninya suka sama anak kesayangan papah"ujar Angga.


"Ih papah ada ada aja. Rara janji habis itu ngenalin temen Rara ke kalian kok"ujar Rara.


"Pacar kali Ra, udah bukan temen kan hehehe"goda Arya.

__ADS_1


"Ih Kakak nyebelin"ujar Rara mencuit tangan Arya.


__ADS_2