Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 15


__ADS_3

Seminggu berlalu Arya sudah kembali bekerja seperti biasa. Dan Isyan sengaja menyibukkan diri agar tidak tergoda bucin dengan Arya.


Sementara Dion hubungannya semakin dekat dengan Rara. Tapi Rara masih merahasiakan identitas Dion karena masih belum yakin dengan keseriusan Dion.


Siang ini, Rara pergi ke kantor Wijaya Group membawa makan siang untuk Dion.


"Bener kan ini kantornya?"gumam Rara berpikir Dion satu kantor dengan kakaknya.


Rara pun masuk ke dalam kantor bertanya pada resepsionis. Baru saja resepsionis hendak menelpon sekertaris Dion, justru Dion sedang keluar dari lift.


"Rara!!"panggil Dion keluar dari lift lalu menghampiri Rara.


"Loh nggak masuk Ra?"tanya Dion.


"Eemm..nggak Yon. Ini aku bawain kamu makan siang"ujar Rara.


"Wah makasih bidadariku"ujar Dion kegirangan.


Sifat Dion berbeda dengan Isyan. Dia sangat ramah, supel, dan jahil sehingga tidak malu mengumbar kemesraan.


"Ya udah Yon aku pamit dulu ya. Aku ada urusan"ujar Rara.


"Hati-hati bidadariku"ujar Dion.


Dion mendekap kotak makan itu seperti anak kecil yang diberi bekal oleh mamahnya.


Datanglah Isyan yang baru memasuki lobi kantor. Lalu dia menghampiri sepupunya itu.


"Hei Dion...ngapain senyum-senyum? Siapa yang kasih bekal ke kamu?"tanya Isyan.


"Bidadariku. Udah ah males ngomong sama kamu banyak tanya"ujar Dion lalu masuk ke lift untuk kembali ke ruangan.


Isyan mengerutkan dahinya terheran-heran dengan sikap Dion.


Hari sudah sore, Isyan pulang dengan Arya seperti biasa.


Arya sengaja mampir ke penjual bunga untuk membelikan Isyan bunga.


"Sayang, kamu tunggu mobil dulu ya"ujar Arya.


"Okee.."jawab Isyan.


Arya pun turun dan masuk ke toko bunga. Tak sengaja Arya melihat seseorang yang dikenalinya di sana.


"Dion!!"tegur Arya.


"Arya? Yaelah di mana aja ketemu sama kamu"ujar Dion.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini?"tanya Arya.


"Beli mobil ya beli bunga dong"ujar Dion.


"Buat apa?"tanya Arya menunjuk buket bunga di tangan Dion.


"Buat ngepet nanti malam. Mumpung malem Jumat"ujar Dion dengan cueknya.


"Ini kan malem minggu Yon. Oh...Dion lagi.. jadi tahu"goda Arya


"Apaan sih berisik kamu. Udah ya aku duluan"ujar Dion lalu pergi setelah membeli sebuah buket bunga yang indah.


Arya tertawa melihat tingkah Dion. Lalu Arya pun membeli bunga mawar putih. Setelah itu Arya pergi dari toko bunga itu dan masuk kembali ke mobil.


"Kejutan!! Ini bunga buat kekasih hatiku"ujar Arya.


"Uhh makasih cantik banget bunganya"ujar Isyan lalu mengecup pipi Arya.


Malam pun tiba. Malam ini adalah minggu


Dion mengajak Rara berkencan.


Seperti biasa Dion hanya bisa menjemput Rara di depan pintu masuk kompleks. Lalu mereka pun pergi ke restoran Jepang.


Di sana dion sudah menyiapkan dinner romantis untuk Rara.


"Silahkan duduk bidadariku"ujar Dion. mempersilahkan Rara duduk.


Dion pun duduk di hadapan Rara lalu memberikan buket bunga.


"Ini untukmu"ujar Dion.


"Wah makasih Yon, kamu romantis banget"ujar Rara.


"Ra..aku mau bilang, sejak awal aku ketemu kamu, aku udah jatuh cinta sama kamu. Dan aku merasa bahagia setiap kali dekat sama kamu, dan aku pengin kamu jadi pacar aku"ujar Dion.


Rara terkejut dengan pernyataan Dion. Melihat keraguan di wajah Rara, Dion menggenggam tangan Rara.


"Aku serius Ra..aku sayang sama kamu"ujar Dion meyakinkan.


"Eemm...a..aku..mau kok"ujar Rara.


"Hah? Kamu serius? Makasih ra"ujar Dion bahagia.


Keesokan paginya, keluarga Wijaya sedang sarapan bersama. Mereka melihat dion senyum-senyun begitu bahagia.


"Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih hmm"goda Isyan menaikkan alis.

__ADS_1


"Bukannya lagi jatuh cinta tapi emang udah mendapatkan cinta"ujar Dion.


"Hah? Apa Yon? Kok nggak kasih tahu papah sama mamah sih"ujar Rama.


"Yaelah Pah, baru aja jadian semalem ya kali harus ngadain konferensi"ujar Dion


"Nah mending gini aja lusa kan ulang tahun Isyan, kita adain makan malam bersama aja. Undang keluarga Arya dan pacarnya dion"ujar Kusuma.


"Nah ide bagus tuh Pah. Aku penasaran bidadarinya Dion kaya apa sih"ujar isyan mencolek bahu Dion.


"Yang pasti nggak resek kaya lo"gerutu Dion.


"Idih ngambek..."goda Isyan.


Saat mereka sedang asyik bercanda tiba-tiba datanglah pelayan.


"Permisi, Non Isyan ada kiriman bunga buat Non"ujar pelayan memberikan bunga.


"Dari siapa Bi?"tanya Isyan menerima bunga.


"Nggak tau Non. Saya permisi"ujar pelayan lalu pergi.


"Dari Arya kali"ujar Dion.


"Mana ada. Baru aja kemarin kasih bunga masa kasih lagi. Emangnya dia petani bunga"ujar Isyan.


"Coba lihat ada kartu pengirimnya nggak"ujar Ratih.


Isyan menemukan kartu pengirimnya diselipan tangkai bunga.


"AKU MENANTI KEHANCURANMU"ujar Isyan membaca isi kartunya.


Semua pun terkejut saat mendengar Isyan membaca isi surat itun


"Syan buang bunganya"ujar Rama.


Isyan pun melempar bunganya tepat di wajah Dion dengan jahilnya. Isyan yang serius, dingin, dan cuek akan berubah jadi jahil saat bersama Dion.


"Kok ke aku sih?"gerutu Dion.


"Mukamu kaya tempat sampah"ledek Isyan tekekeh.


"Rama, coba kamu cari tahu siapa pengirimnya. Aku rasa itu teror"ujar Kusuma.


"Baik Kak"ujar Rama.


"Kira-kira siapa yang ngelakuin ini?"tanya Sinta.

__ADS_1


"Nggak tahu juga Te...perasaanku jadi nggak enak deh"ujar Isyan.


"Gini aja kalian berangkat ke kantor bawa bodyguard deh. Mamah khawatir sama kamu dan Dion"ujar Ratih.


__ADS_2