
"Dek..."panggil Arya duduk di sebelah Rara namun Rara tetap diam.
"Kamu kenapa kok jadi jutek gitu. Apalagi waktu Kak Isyan kasih kamu kue?"tanya Arya.
"Rara nggak suka Kak Isyan terlalu mesra sama Dion. Dion kan pacar Rara. Ya emang ini pesta sepupunya tapi dia seakan lupa sama kehadiran Rara"ujar Rara menangis.
Arya memeluk Rara dan mengelus kepalanya.
"Kakak ada cerita buat kamu. Dengerin ya. Dulu waktu Dion kuliah di Singapura Isyan dateng ke Singapura buat liburan. Mereka jalan-jalan bareng terus waktu mau nyeberang jalan Dion mau ketabrak mobil tapi dengan cepat Isyan ngedorong Dion ke seberang jalan sampe akhirnya Isyan yang ditabrak mobil itu"ujar Arya.
"Hah kok bisa? terus?"
"Terus ya Isyan kritis. Tapi atas izin Allah dia sembuh dan karena dia udah ngorbanin nyawanya buat Dion hari itu Dion berjanji bakal jagain Isyan dan memastikan Isyan bahagia. Makanya Di9n bakal lakuin apapun buat kebahagiaan Isyan."
"Jadi Kak Isyan pernah berkorban buat Dion?"
"Iya Dek. Mungkin kalau Isyan nggak nolong Dion, mungkin dia nggak hidup hari ini. Kamu jangan cemburu tanpa alasan sama Dion. Dion sayang sama Isyan sebagai saudara. Mereka tumbuh dan besar bersama jadi wajar kalo mereka saling menyayangi dan melindungi. Sama seperti kamu dan kakak."
"Aku jadi merasa bersalah sama Kak Isyan."
"Minta maaf sama dia. Lagian kamu juga belum kasih kado buat dia kan?"
"Iya Kak aku bakal minta maaf ke Kak Isyan."
"Adik pintar"ujar Arya memeluk adiknya.
Arya dan Rara kembali ke pesta. Lalu Rara menghampiri Isyan yang sedang mengambil kue ke piring kecil.
"Kak Isyan"panggil Rara.
"Hei Rara, kamu ke mana aja malah ngumpet"ujar Isyan tenang.
"Kak boleh ngobrol berdua nggak?"tanya Rara.
"Boleh dong. Sini"ujar Isyan.
Isyan melirik ke arah Arya yang memberi kode padanya. Isyan mengajak Rara untuk duduk di salah satu bangku taman di pojok taman.
"Ada apa Ra?"tanya Isyan.
"Kak aku mau minta maaf atas sikap aku tadi yang nolak kue dari kakak. Aku cuma cemburu liat kemesraan kakak sama Dion"ujar Rara.
Rara takut jika Isyan marah, melihat tak ada respon dsri Isyan. Ternyata Isyan justru tertawa terbahak-bahak.
"Kamu sama kaya mantannya Dion. Selalu cemburu ke aku dan Dion"ujar Isyan.
"Maksudnya?"tanya Rara.
"Jadi setiap Dion putus sama pacarnya pasti alasannya aku. Dikira Dion selingkuh"ujar Isyan.
"Emang mantannya Dion berapa kak?"tanya Rara.
__ADS_1
"Nggak banyak cuma tiga. Yang pertama itu pas SMA, kita beda sekolah kan,karena emang sengaja, aku yang minta biar nggak ada yang tahu identitas keluarga kita berdua."
"Jadi Dion ada pertandingan futsal, aku suruh dateng support dia tapi nggak ada yang tahu aku sepupu Dion. Nah ternyata pacarnya dateng tapi dukung cowok lain. Pas tahu Dion didukung sama aku dia, marah-marah ke aku bilang Dion selingkuh."
"Terus kak?"
"Jawaban Dion adalah...kalau aku selingkuh terus kamu apa? Dukung cowok lain. Ya kali aku selingkuh sama sepupu sendiri. Habis itu mereka putus. Aku adalah manusia pertama yang ketawa paling keras."
"Yang ke dua?"
"Yang ke dua pas kuliah semester empat deh. Dia punya pacar nah katanya ada yang bilang pacarnya selingkuh sama cowok lain. Terus Dion ngulangin kejadian pas dulu SMA. Ya udah putus lagi"
"Yang ketiga?"
"Yang ketika pas kapan ya? Mungkin awal kita lulus. Dion meeting sama aku di restoran kepergok ceweknya, terus dia bilang Dion selingkuh. Tiba-tiba ada cowok yang ternyata selingkuhan ceweknya Dion dateng dan Dion langsung mutusin saat itu juga."
"Mantan Dion cantik-cantik ya Kak?"tanya Rara pesimis.
"Iya cantik semua kaya model. Tapi bodo"ujar Isyan tertawa.
"Kenapa?"
"Karena mereka nggak ada yang tahu Dion keluarga Wijaya. Habis mereka tahu langsung deh minta balikan. Tapi Dion nolak lah."
"Tapi di antara mereka semua nggak ada yang dikenalin ke keluarga. Cuma kamu satu-satunya cewek yang dikenalin keluarga, itu artinya Dion serius ke kamu"sambung Isyan meyakinkan.
Rara nampak tertegun mendengar cerita dari Isyan.
"Aku juga lega ada perempuan yang cinta sama Kak Arya tanpa memandang harta. Maafin Rara ya Kak"lanjut Rara.
"Iya Ra, nggak papa"jawab Isyan.
"Ekhem..asik banget nih cewek-cewek ngegosipnya"timpal Dion yang tiba-tiba datang bersama Arya.
Kedua pria itu tiba-tiba berlutut di hadapan pasangannya masing-masing.
"Ra..aku harap kamu percaya sama perasaanku. Sekarang aku udah tenang karena Isyan udah ketemu dengan pria yang tepat. Itu artinya tugas aku selesai dan akhirnya aku juga ketemu kamu dan sekarang kamu yang harus aku jaga"ujar Dion menggenggam tangan Rara.
"Dan Isyan...Dion udah menyerahkan tugas buat jaga kamu ke aku. Jadi tanpa memandang siapa kamu dari keluarga mana aku tulus cinta sama kamu. Dan berharap kamu menerima aku apa adanya"ujar Arya menggenggan kedua tangan Isyan.
Rara dan Isyan saling memandang penuh haru melihat pasangan masing-masing.
"Isyan..Opa dan Oma telpon!!"teriak Kusuma
Isyan pun terkejut dan langsung berdiri diikuti Dion, Arya, dan Rara.
Mereka pun berlari menghampiri Kusuma yang sudah menyiapkan laptop untuk vidio call dengan Opa dan Oma mereka di Amerika.
"Selamat ulang tahun Princess Isyana. Opa dan Oma kangen banget sama kamu"ujar Opa.
"Makasih Opa Oma. Kalian sehat kan?"tanya Isyan.
__ADS_1
"Sehat Syan..kamu sama Dion katanya udah punya pacar. Mana sini kenalin sama kita"ujar Oma.
Lalu mereka memperkenalkan Arya dan Rara.
"Wah bisa dong nikahnya bareng. Lucu yah pasangan kakak adik pacaran sama pasangan sepupu"ujar Oma.
"Bisa Oma, nanti Dion adain nikahan di GBK sekalian"celetuk Dion.
"Nggak sekalian di bandara Soekarno Hatta"ujar Opa.
Mereka pun bersenda gurau dan akhirnya vidio call berakhir.
Lalu acara dilanjut pemberian hadiah. Dari mulai Rama dan Sinta, Dion ,orang tua Arya, lalu Rara. Dan Arya juga memberi tahu bahwa gaun yang Isyan pakai adalah hadiah darinya.
Tapi satu yang belum adalah hadiah dari Kusuma yang sudah sangat dinantim
"Syan, papah ada hadiah buat kamu"ujar Kusuma.
"Nah ini hadiah yang ditunggu"ujar Dion heboh.
"Apaan sih Yon, aku yang ulang tahun kamu yang heboh"ujar Isyan mencubit Dion.
"Ini hadiah dari papah dan mamah"ujar Kusuma memberikan amplop coklat.
Isyan membuka ampol itu dengan rasa penasaran.
Ada sebuah semacam surat perjanjian di mana dalam surat itu tertulis jelas bahwa Wijaya Group resmi menjadi milik Isyan.
"Hah ini serius? Terus Dion gimana"tanya Isyan yang dengan rendah hati masih memikirkan Dion.
"Ya di balik kertasnya itu nggak cuma selembar Syan"ujar Ratih
"Oh ya lupa hehe"ujar Isyan terkekeh.
Lalu di lembar kedua tertulis saham milik Rama resmi diberikan kepada Dion.
"Wah ada nama aku keren"ujar Dion girang.
"Tuh seneng kan ketiban rezeki karena aku ulang tahun"ujar Isyan
"Uh makasih sepupu aku yang cantik tiada tara"ujar Dion lebay.
"Apaan sih jijik deh"ujar Isyan mendorong Dion.
Acara pun selesai, keluarga Arya pamit dan Dion juga ikut mengantar Rara pulang.
Sementara Arya masih berbicara dengan Isyan di teras rumah.
"Syan sekarang kamu pemilik utama Wijaya Group, apa kamu nggak minder pacaran sama pegawai kamu sendiri"ujar Arya.
"Kenapa kamu ngomong gitu? Emang aku pernah bahas status keluarga kita? Kalau cinta kita tulus nggak perlu khawatirin status keluarga kita. Semua sama aja"ujar Isyan dengan rendah hati.
__ADS_1
Ini yang membuat Arya jatuh hati pada Isyan. Di balik sikap cuek Isyan, ada hati tulus yang terbuat dari emas.