Pengorbanan Cinta 1

Pengorbanan Cinta 1
Bab 8


__ADS_3

Malam pun tiba, di ballroom hotel sudah siap wartawan yang meliput.


Lalu datanglah isyana bersama seorang pria yaitu Arya.


"Kepada semua media malam ini saya akan mengklarifikasi berita yang beredar di luar sana. Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Rio seperti yang diberitakan. Kami tidak bermesraan itu hanya salah persepsi kalian. Yang sebenarnya terjadi adalah Rio mengganggu saya"ujar Isyan.


Lalu Isyan menyuruh seorang teknisi memutarkan vidio CCTV di toilet memperlihatkan kejadian yang sebenarnya terjadi.


"Kalian sudah lihat kan vidio itu. Saya tidak memanipulasi apapun. Dan di sini saya juga akan memberitahu kalian bahwa pria yang menolong saya di vidio itu adalah pacar saya yang sekarang duduk di sebelah saya. Dia adalah arya praditya"ujar Isyan melirik Arya.


Bibir Arya gemeteran lalu meraih mic dan berbicara.


"Saya sebagai seorang pria sekaligus pacar Isyana merasa sangat marah ketika melihat Rio melecehkan kekasih saya"ucap Arta dengan mantap seolah itu kata-kata dari hati.


"Saya lebih marah lagi saat berita bohong itu beredar luas hingga akhirnya saya menenangkan Isyana dan memutuskan untuk melakukan konferensi"ujar Arya.


"Lalu kenapa kalian menyembunyikan hubungan kalian?"tanya seorang wartawan.


Isyan dan Arya saling memandang.


"Saya yang meminta karena saya mencintai Isyan dan tidak mau orang mengejek dia karena berpacaran dengan seorang karyawan bukan dengan pengusaha kaya"ujar Arya menatap Isyan dengan dalam.


Isyan diam seribu bahasa dan matanya berkaca-kaca.


"Tidak...tidak seperti itu. Walaupun Arya bukan pengusaha kaya tapi dia pria memiliki sifat pekerja keras keluarganya punya restoran dan saya bangga memiliki kekasih seperti dia yang mandiri dan tidak numpang nama keluarga saya walaupun dia pacar saya"ujar Isyan menatap Arya dengan senyum.


Semua wartawan terpesona dengan kisah cinta mereka padahal semua itu hanya pura-pura.


"Aku tidak terima!!"teriak seseorang dari barisan belakang para wartawan yang tak lain adalah Rio.


Rio berjalan penuh amarah menuju Isyan dan Arya.


Tiba-tiba Rio menarik tangan Isyan dengan kasar.


"Kau bohong Isyan kau tidak punya pacar"ujar Rio.

__ADS_1


"Apa-apaan lepaskan aku"ujar Isyan.


Lalu Arya mendorong Rio dengan kuat.


"Hei apa kau tidak puas aku pukul semalam? Kau ini pria tidak tau diri melecehkan perempuan terhormat seperti Isyan"ujar Arya emosi.


"Kau ini siapa? Kau bukan kekasihnya kan kau pembohong"ujar Rio.


"Jaga bicaramu. Aku kekasih Isyana Kusuma Wijaya. Dan aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya sedikit pun"ujar Arya menunjuk wajah Rio.


"Cukup Rio. Sudah habis kesabaranku. Aku Isyana Kusuma Wijaya mencabut semua bentuk kerja sama apapun antara perusahaanku dengan perusahaanmu. Dan aku tidak akan bekerja sama dengan perusahaan lain jika mereka masih bekerja sama dengan perusahaanmu"tegas Isyan.


"Apa-apaan ini"ujar Rio mulai kalah.


"Dan aku sudah melaporkanmu ke polisi atas kasus pencemaran nama baik"ujar Isyan.


Lalu munculah polisi yang sudah Isyan siapkan untuk menangkap Rio.


Lalu Rio dibawa pergi, Rio mengumpat kasar di depan semua orang.


Lalu Isyan dan Arya pergi menuju salah satu ruangan dan duduk untuk melepas penat.


"Arya terima kasih sudah membantuku"ujar Isyan.


"Yaa sama sama. Lalu?"ujar Arya.


"Lalu apa?"tanya Isyan.


"Berita ini pasti menyebar. Apa yang akan ku katakan pada keluargaku. Haruskah aku katakan bahwa ini hanya pura-pura?"tanya Arya serius.


"Astaga kenapa saat dia mengatakan pura-pura aku merasa tidak terima. Kenapa ini?"batin Isyan bingung.


"Eemm..katakan kalau kita memang berpacaran. Untuk kedepannya kita lihat saja nanti"ujar Isyan.


"Baiklah, apa kita pulang sekarang?"tanya Arya.

__ADS_1


"Yaps.."jawab Isyan.


Arya pun mengantar Isyan pulang. Dan ternyata keluarga Wijaya sudah menunggu.


"Arya ayo ikut kami makan malam bersama"ajak Ratih.


"Tidak perlu Bu, saya merasa tidak pantas makan malam bersama keluarga terhormat seperti kalian"ujar Arya.


"Anggap ini sebagau ucapan terima kasih kami"ujar Kusuma.


Arya pun mengangguk karena tidak bisa menolak. Lalu mereka makan malam bersama.


Setelah makan malam selesai Arya berpamitan untuk pulang.


"Aku pamit Syan"ujar Arya.


"Eh tunggu"ujar Isyan menghentikan Arya.


"Ini jasmu, aku kembalikan"ujar Isyan memberikan jas milik Arya.


"Ohh terima kasih"ujar Arya lalu pergi.


Isyan menatap kepergian Arya dari halaman rumah.


"Isyan..."panggil Ratih memegang bahu Isyan.


"Ya Ma"seru Isyan.


"Kamu suka sama Arya?"tanya Ratih.


"Hah? Enggak kok. Ngapain juga"elak Isyan tapi wajahnya memerah.


"Syan, mamah tahu kamu. Kamu paling nggak bisa bohong. Mamah kasih tahu kamu, Arya itu pria yang baik dan nggak sok kaya. Dia juga kelihatannya sayang sama kamu"ujar Ratih.


"Ih mamah apaan sih"ujar Isyan malu lalu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Arya tak pulang ke rumah tapi pergi kerumah sakit. Menjenguk mamahnya untuk melihat bagaimana keadaan mamahnya setelah berita itu.


__ADS_2