Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Tuan muda menyebalkan


__ADS_3

🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹


Dukun author dengan like dan coment yahh☺️.



" Gadis kampung, kau sangat mesum." teriak Justin yang membuat Angel melepas tangan Justin dan mundur 2 langkah.



" Maaf tuan, tapi saya mohon." Angel memohon sambil mendongak melihat Justin dengan wajah ibanya. Karena tinggi Justin dan Angel sangat beda jauh sehingga membuat Angel terlihat kecil dari penglihatan Justin, yang membuat Justin kasihan dan gemas sendiri.



" *Gadis kampung ini imut juga." batin Justin* melihat Angel yang mendongak melihat Justin sambil memohon padanya.



" Tidak, sekarang keluar dari kamar ku." Justin mengusir Angel.



" Tapi tuan."



" Aku bilang keluar." teriak Justin, membuat Angel semakin meremas bajunya karena kaget dengan teriakan Justin. Angel pun keluar dari walk in closet.



Justin melihat Angel sudah menutup pintu, Justin pun melihat pakaian yang disediakan Angel. " Heemm, seleranya bagus juga." gumam Justin.



" Dia galak banget sih, kalau bukan karena aku butuh pekerjaan ini, aku akan menendang mu tau." gumam Angel.



Justin menggunakan Jas lain bukan jas yang dipilih Angel, Justin keluar dari walk in closet sambil merapikan jamnya. Justin sangat kaget saat melihat Angel masih ada di kamarnya sedang membersihkan sepatu kerjanya. Angel duduk melantai sambil menggosok sepatu Justin di samping pintu kamar.



" Wooy, gadis kampung kamu punya telinga nggak sih, udah di usir masih aja ada di sini, kamu nggak punya telinga yah." bentak Justin mendekati Angel.



" Maaf tuan, tapi ini tugas saja."



" Ya ellah, alasan aja kamu." Justin menendang sepatu yang sudah di bersihkan oleh Angel. Justin tersenyum sambil melihat Angel.



" *Gadis kampung ini, kuat mental juga yah kalau begitu aku kerjain aja sekalian." batin Justin menyeringai*.



" Baik lah, karena aku kasihan padamu aku akan membiarkan mu melayani ku." ucap Justin berbalik menjauhi Angel dan duduk di atas sofa, Angel yang mendengar Justin mendongak melihat Justin.



" Terimakasih tuan." ucap Angel berdiri sambil tersenyum.



" *Hahah, lihat dia semangat sekali, kalau di usir nggak mempan buat dia, bagaimana jika aku kerjain dia aja sampai muak dan lelah sehingga membuat dia angkat kaki sendiri." batin Justin senyum seringai sambil melihat Angel*.



Angel yang melihatnya menautkan keningnya " *Kenapa dia melihatku sambil menyeringai seperti itu, membuat ku merinding saja." batin Angel*.



" Kemari, bawa sepatu itu dan pasang di kaki ku." perintah Justin mengangkat kakinya dan duduk dengan kaki bergelantung sambil sandar di sofa.



" Baik tuan." Angel mengambil sepatu Justin dan berlari kecil ke arah Justin.



Angel mengambil sepatu Justin dan ingin memasangnya di kaki Justin tapi Angel kesusahan memasangnya karena Justin terus menggoyangkan kakinya. Terlihat Justin tersenyum kecil dan sesekali melirik Angel yang kesusahan memasang sepatu Justin.



" *Ini orang suka banget nyusahin orang lain." batin Angel yang mulai kesal melihat Justin*.



" *Astaga ini orang kayanya mau di pukul pake panci deeh." batin Angel meremas sepatu Justin*.

__ADS_1



Justin yang melihat Angel diam sambil meremas sepatu Justin, membuat Justin menahan tawanya.



" Hey, gadis kampung niat kerja nggak sih, cuma masang sepatu aja, kerjanya lambat banget." ucap Justin.



" Maaf tuan, saya kesusahan memasangnya karena kaki tuan bergoyang terus."



" Jadi aku yang salah gitu ?." teriak Justin, membuat Angel melihat ke samping kiri.



" Haaa, kalau di tanya jawab dong, kalau kamu memeng nggak bisa kerja dengan benar maka angkat kaki aja dari rumah ini." teriak Justin.



" Tidak tuan, ini salah saya, maafkan saya tuan." Angel meminta maaf pada Justin sambil memegang kaki Justin.



" Jangan sentuh aku gadis kampung." teriak Justin dan mengangkat kakinya yang di pegang Justin, membuat Angel jatuh.



" Hahah." Justin tertawa melihat Angel yang terjatuh.



" Gadis kampung kenapa kamu sangat lemah, aku hanya mengangkat kaki ku tapi kau jatuh seperti itu, hahahah," Justin tertawa keras sambil memegang perutnya yang mulai sakit karena ketawa. Angel yang melihat Justin tertawa, semakin kesal pada Justin.



" Aduuh, perut ku." Justin masih tertawa kecil sambil memegang perutnya.



" *Mampus kau, semoga perut mu keram terus." umpat Angel dalam hati*.



" Sudah jam 08.00 aku harus pergi." Justin melihat jam tangannya.




" Baik tuan." Angel mulai memasang sepatu Justin dan sesekali mendengar Justin tertawa kecil.



" Sudah selesai tuan."



" Kerja mu sangat tidak becus gadis kampung." ucap Angel dan berdiri dari sofa.



" *Terserah kau saja mau bilang apa." batin Angel*. Justin berjalan melewati Angel yang menampilkan wajah yang kesal. Membuat Justin tersenyum.



" Kau marah padaku ?" ucap Justin berdiri di depan Angel yang berusaha berdiri.



" Tidak tuan, saya tidak marah." ucap Angel menundukkan pandangannya.



" Ooh." Justin tersenyum melihat Angel dan meninggalkan Angel.



" Aku masih waras, kalau aku marah padamu itu sama saja aku seperti kamu ti..dak wa..ras." gumam Angel sambil melotot pada Justin yang berdiri di depan pintu. Justin tiba-tiba berbalik melihat Angel, Angel langsung mengalihkan pandangannya.



" *Aduh, mati aku dia mendengar ku." batin Angel sambil mengigit bibir bawahnya*. Justin yang melihat Angel sedikit heran dengan tingkah Angel.



" Gadis kampung." teriak Justin.


__ADS_1


" I..iya tuan." ucap Angel gugup.



" Kau masih mau tinggal di sini haa ?" teriak Justin lagi.



" Ti..tidak tuan."



" Kalau begitu cepat buka pintunya." perintah Justin.



" Baik tuan." Angel berlari kecil ke arah Justin yang berdiri di depan pintu.



" Gadis kampung kamu sangat lambat." ucap Justin mendorong kepala Angel dengan telunjuknya. Angel membuka pintu dan mempersilahkan Justin keluar dari kamar.



" Lain kali bekerjalah dengan benar, kau sangat tidak berguna." umpat Justin berjalan di depan Angel.



" Baik tuan, aku akan bekerja dengan benar."



" *Astaga, aku kira dia mendengar ku, aku selamat." batin Angel merasa sangat lega*.



Justin menuruni tangga dan di ikuti oleh Angel. Justin tiba-tiba tersenyum licik, Justin berhenti menuruni tangga dan membuat Angel yang mengikutinya dari belakang menabrak punggung Justin. Angel menabrak punggung Justin karena terus menunduk sambil mengumpat Justin dalam hati.



" Gadis kampung, kau lagi-lagi menabrak ku." ucap Justin berbalik melihat Angel.



" Maaf tuan."



" Kau itu punya mata tapi tidak digunakan dengan baik, aku tidak tau kenapa kakek sangat menyukai mu padahal kau sangat tidak berguna." ucap Justin dan berbalik meninggalkan Angel.



" Kau yang tidak berguna dasar tuan menyebalkan." gumam Angel dan kembali mengikuti Justin yang menuruni tangga. Terlihat di meja makan sudah ada kakek David, momy Sri, dan Brian.



" Selamat pagi." sapa Justin dan duduk di samping kanan kakek David.



" Selamat pagi." sapa momy Sri dan Brian.



" Selamat pagi, Angel gimana hari pertama kamu kerja ?." tanya Kakek masih fokus pada makanannya. Justin yang mendengar itu seketika melihat Angel dan menatap tajam pada Angel.



" Jangan sembarang bicara pada Kakek." Justin menatap tajam pada Angel.



" *Haha, kamu takut juga rupanya." batin Angel menatap Justin*.



" Pekerjaan saya lancar tuan besar." ucap Angel membuat Justin merasa lega.



" Kalau cucu ku membuat mu kesusahan maka beritahu Kakek saja, biar Kakek yang menjewer telinganya agar memperlakukan mu dengan baik." ucap Kakek David melirik Justin.



" Kakek, aku ini cucu mu bukan Angel, kenapa harus membelahnya." Justin mendengus kesal.



Thank you for reading 🌹


Dukun author dengan like dan coment, see you.🤗

__ADS_1


__ADS_2