
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
" Kau memeng tidak tahu diri, sepertinya butuh pukulan untuk menyadarkan mu." gumam papi Steven dan seketika melayangkan kepalan tangannya ke wajah Justin.
" Brukkk." suara benturan tubuh Justin ke lantai.
" Papi... sudah.." ucap momy Sri menenangkan suaminya.
" Apa kamu lupa 10 bulan lalu kalian sudah cerai bodoh." teriak papi Steven menunjuk Justin.
" Apa Angel benar menandatangani surat cerai itu ?" tanya Justin karena dia yakin bahwa Angel sangat mencintainya.
" Tentu saja, kamu pikir dia mau bertahan dengan gadis bodoh sepertimu, hahah dasar bodoh." teriak papi.
" Sudah pi, kita di rumah sakit, jangan menganggu Angel dan anaknya biarkan mereka istirahat." momy menenangkan suaminya, papi yang mendengar itu seketika dia kembali ingat bahwa dia sekarang ada di rumah sakit untuk menyambut keluarga barunya.
" Aku tidak ingin mencari masalah denganmu Justin, lebih baik kamu pulang ke mansion sekarang juga atau papi kirim kamu kembali ke Bandung." ancam papi.
" Tapi bayi Justin."
" Itu bukan anakmu tapi anak Brian dan Angel." ucap kakek membuat Justin berbalik melihat kakek dengan perasaan campur aduk.
" Apa maksud kakek ?" tanya Justin bingung.
" Sebenarnya apa yang terjadi ?" Justin menggaruk kepalanya frustasi.
" Ikut momy, biar momy jelaskan." momy menarik tangan Justin dan menuju ke parkiran rumah sakit.
" Mom lepaskan, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi." tanya Justin.
" Nak, momy tidak tahu kamu pura-pura lupa tau bagaimana." ucap momy Sri bingung dengan sikap anaknya.
" Aku tidak lupa mom, aku tahu Angel memberikan surat cerai padaku, tapi aku pikir Angel tidak akan menandatangani surat cerai itu karena aku tahu Angel mencintai ku." jelas Justin dengan percaya diri.
" Justin, dulu Angel memeng menyukaimu tapi sekarang tidak nak."
" Semenjak kalian cerai 1 tahun lalu, Angel berusaha belajar kembali meraih cita-citanya dan dibantu oleh Brian, sejak saat itu mereka saling suka dan menikah. Sekarang mereka melahirkan seorang putra bukti cinta mereka." jelas momy tersenyum sedangkan Justin yang mendengar penjelasan momy menunjukkan wajah marah.
" Jadi Brian yang merebut Angel dari ku." teriak Justin marah.
" Apa-apaan kamu Justin, kenapa menarik kesimpulan seperti itu." bentak momy.
" Jika bukan Brian, Angel pasti masih mencintaiku dan rela menungguku pulang tapi karena Brian..."
" Plak..." suara tamparan yang momy layangkan di pipi Justin.
" Kau sangat bodoh.." betak momy.
" Ini bukan salah Angel dan Brian tapi ini semua salahmu." teriak momy menunjuk Justin.
" Kau yang menyiksa Angel, kau yang melukai dia fisik maupun hati, kau yang meninggalkan dia, dan kamu menyalahkan Brian yang jelas-jelas dia yang membantu Angel keluar dari masa lalu kelam yang kamu buat untuknya." momy sangat marah Justin.
" Momy sangat kecewa dengan kamu Justin, kami tidak pernah mendidik mu seperti ini tapi..." momy berusaha menahan tangisnya.
__ADS_1
" Sudahlah, lebih baik kamu pulang ke mansion." momy Sri mengusir Justin yang masih diam mematung.
" Pak, tolong antar Justin pulang ke mansion dengan selamat." perintah momy pada sopir.
" Baik nyonya."
" Mari tuan saya antar pulang." sopir itu membantu Justin yang melamun masuk ke mobil.
Dia perjalanan Justin menatap ke luar jendela sambil air matanya yang terus mengalir.
" Iya ini semua salahku, aku sendiri yang memulainya." batin Justin mengakui kesalahannya.
" Maafkan aku Angel ini semua salahku, jika saja aku tidak menyiksamu kita pasti masih hidup bahagia dengan anak kita."
" Maafkan aku..."
" Sudah sampai tuan." ucap sopir.
" Iya, makasih pak."
Justin keluar dari mobil dan masuk ke mansion.
" Saya bingung mau kasihan atau marah sama tuan muda." gumam sopir.
Justin berjalan menaiki tangga semua pelayan yang dia lewati menunduk hormat pada Justin, mereka heran melihat Justin yang menatap kosong ke depan dengan tatapan sedih.
Justin memasuki kamarnya dan dia menyusuri setiap inci kamar yang tidak berubah sama sekali. Justin merasakan kehangatan saat berbaring di kasur king nya.
Justin duduk bersandar di kasur dan menatap ke walk in closet, terlihat bayangan Angel yang sedang memasangkan dasi pada Justin.
Justin tersenyum namun air matanya terus menetes keluar, dia terus mengingat masa lalu dia bersama Angel. Dia memeluk bantal guling Angel dan terus terisak.
" Maafkan aku..." gumam Justin terus menerus sampai dia tertidur.
Justin terbangun saat mendengar suara berisik di bawah, Justin keluar dari kamar dan melihat ada banyak orang di bawah mengerumuni sesuatu. Saat Justin melihat dengan jelas ternyata itu adalah Angel dan bayinya.
" Dia sudah pulang." gumam Justin.
Justin ingin marah saat dia melihat Brian namun dia teringat bahwa bukan Brian yang salah tapi dia sendiri yang salah karena menyakiti malaikat yang dikirim tuhan untuknya.
Justin menuruni tangga, semua orang yang sangat bahagia menengok ke atas saat mendengar langkah seseorang. Senyum yang awalnya mengembang di bibir mereka seketika pudar saat melihat Justin.
" Dia pasti ingin membuat masalah lagi." gumam kakek.
Papi berjalan mendekati Justin namun di tahan oleh momy, momy menggeleng tanda bahwa biarkan saja.
Justin mendekati Angel yang menatapnya dengan perasaan takut, Brian yang menyadari itu segera menghalangi Justin.
" Justin cukup sampai disini, jangan membuat masalah lagi." ucap Brian menghalangi Justin mendekati Angel.
" Aku tidak ingin melakukan apapun tenang saja, aku kesini hanya ingin meminta maaf dan ucapan selamat." ucap Justin membuat semua orang heran dengan sikap Justin.
__ADS_1
" Terimakasih sudah membantu Angel, malaikat seperti Angel sangat cocok untukmu." Justin menepuk pundak Brian
" Selamat sudah memiliki malaikat dan selamat sudah menjadi seorang ayah." ucap Justin menangis karena sudah tidak bisa menahannya, Justin pun memeluk Brian.
Brian tersenyum dan membalas pelukan Justin, semua orang yang melihatnya ikut bahagia.
" Brian, izinkan aku meminta maaf pada istrimu." Justin meminta izin pada Brian dan dibalas anggukan.
Justin berjalan mendekati Angel yang tersenyum padanya.
" Angel selamat sudah melahirkan seorang putra yang ganteng." ucap Justin tersenyum dan dibalas senyuman oleh Angel.
" Terimakasih kak, apa kakak sehat ?" tanya Angel tersenyum pada Justin.
Justin menunduk mengalihkan pandangannya dari Angel karena takut dia tidak bisa melepaskan Angel.
" Aku sehat, Angel..." gumam Justin dan tiba-tiba Justin berlutut di lantai membuat semua orang kaget.
" Apa yang kakak lakukan ?" tanya Angel berusaha membantu Justin berdiri tapi di berdaya karena habis melahirkan.
" Kak.." panggil Angel pada Brian.
" Biarkan aku begini." ucap Justin.
" Angel..aku minta maaf padamu atas semua yang sudah aku lakukan padamu." Justin sujud di kaki Angel dan menahan kaki Angel yang memberontak.
" Kak jangan seperti ini, kakak cepat berdiri." ucap Angel.
" Maafkan aku... maafkan aku..." teriak Justin yang menangis.
" Aku rela kamu cambuk atau apapun itu, asal kamu mau memaafkan aku, aku tahu dosaku tidak akan bisa terhapus hanya karena kamu mencambuk ku maka dari itu aku mohon lakukan apapun yang kamu mau asal memaafkan aku." ucap Justin semakin menjadi-jadi membuat semua orang disana ikut menangis.
" Kak aku mohon lepaskan dulu." ucap Angel dan menatap Brian.
" Justin, berdiri dulu." Brian menarik Justin dari kaki Angel.
" Maafkan aku...maafkan aku..."
" Kak Justin, aku sudah maafin kakak sejak awal, jadi kakak nggak usah sujud seperti itu di kaki aku." jelas Angel.
" Tapi...aku sudah melakukan hal fatal sama kamu, aku mohon lakukan sesuatu kepada ku..."
" Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu."
" Tapi aku."
" Jika kakak sangat merasa bersalah padaku maka aku meminta pada kakak agar mulai hari ini menjalani hidup kakak dengan baik, mulailah menata hidup kakak menjadi lebih baik kedepannya."
" Hanya itu yang aku inginkan dari kakak." ucap Angel tersenyum.
" Baiklah." Justin mengangguk membuat semua orang ikut bahagia.
Justin sebenarnya masih menyukai Angel, tapi dia harus merelakan dia bahagia dengan orang yang lebih baik. Angel dan Brian hidup bahagia bersama-sama, sedangkan Justin masih berusaha untuk merelakan dan melupakan Angel.
__ADS_1
Thank you for reading š¹š¹