Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Permintaan Justin


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹



Justin bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan, Angel masih setia membaca isi kontrak pernikahan yang diberikan oleh Justin. Sebenarnya Angel tidak ingin menyentuh atau pun membacanya tapi dia takut Justin melukainya lagi. Justin menggunakan celana training dan baju putih untuk menyesuaikan dengan dres Angel.



Justin melihat Angel dengan tatapan datar


" Sembunyikan kontrak itu di laci meja nakas." Justin menunjuk meja nakas samping kasur.



" Cepat lah, kamu mau membuat ku kelaparan haa ?" ucap Justin dengan mata melotot melihat Angel, Angel langsung berlari dan memasukkan kontrak itu di laci.



Justin mendekati Angel, membuatnya Angel kaget karena jarak yang begitu dekat. Justin mengunci laci nakas itu dan menarik tangan Angel keluar dari kamar. Mereka menuruni tangga menuju lantai 1, Angel gemetaran di gandeng oleh Justin membuat Justin berhenti dan berbalik menatap tajam pada Angel. Angel ikut berhenti dan menatap heran pada Justin yang menatap tajam padanya, Angel yang ketakutan menundukkan kepalanya lagi.



" Kau mau membuat mereka tau perjanjian kita." Justin menaikkan kepala Angel dengan tangan telunjuknya menyentuh dagunya.



" Ma.. maafkan aku tuan." Angel gemetaran, Justin yang tidak ingin membuat mereka curiga langsung mencium bibir Angel.



"Cup." Angel melototkan matanya saat kedua bibir mereka bersatu, Justin sedikit \*\*\*\*\*\*\* dan memasukkan lidahnya, Angel hanya diam dengan mata melotot.



" Omg.." momy Sri menutup mulutnya dan menarik Uni yang merapikan meja makan.



" Lihat pengantin baru kita." tunjuk momy Sri pada Angel dan Justin yang berciuman di tangga.



" Astaga, mentang-mentang pengantin baru, malah pamer kemesraan." Uni menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.



" Jadi ingat masa muda kan mom." papi Steven menyenggol tangan momy Sri membuat momy Sri berbalik menuju ke meja makan karena salting.



" Haha." tawa papi Steven mendekati momy Sri. Kakek David yang melihat Angel dan Justin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.



" *Kalau seperti ini, aku bisa cepat memiliki cucu, semoga mereka saling mencintai dan semoga mereka melupakan malam tragis itu dan mengubahnya sebagai momen yang terindah karena momen itu mereka bisa bersatu." batin Kakek David tersenyum*.



Justin menyudahi ciuman mereka dan merapikan rambut Angel di belakang telinga Angel. Angel masih syok dan terlihat dia diam membatu.



" Ingat ini hanya akting, kau jangan baper." Justin tersenyum sambil mengelap bibir Angel dengan jempolnya.



" Lakukan yang terbaik di depan mereka jangan sampai mereka mengetahui hubungan kita, kamu mengerti." ucap Justin yang masih merapikan anak rambut Angel, Angel mengangguk.

__ADS_1



Brian yang bermain dengan anak kembar Uni melihat Justin dan Angel, Brian tau kalau mereka hanya Akting karena mana mungkin Justin bersikap baik seperti itu pada seorang wanita yang dia benci.



" Hay, pengantin baru sampai kapan kalian mau bermesraan disitu." teriak Uni tersenyum kepada mereka. Justin menarik tangan Angel menuruni tangga dan berjalan mendekati meja makan.



Justin menarik kursi untuk Angel duduki, Angel yang tau jika ini hanya akting langsung duduk di kursi yang ditarik Justin. Semua orang tersenyum melihat mereka, dan berharap ini adalah langkah baik untuk mereka tapi mereka tidak tahu jika itu hanya akting mereka. Mereka mulai sarapan dengan sangat bahagia karena melihat Justin yang sangat perhatian pada Angel, membuat Uni dan suaminya merasa tenang mempercayakan Angel pada Justin sedangkan momy Sri dan Kakek David senang karena melihat Justin berubah berkat Angel.



Selesai sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga berbincang sambil makan buah. Justin mengupas buah apel dan memotongnya, Justin menyodorkan potongan apel pada Angel, Angel yang bingung langsung memakannya, Justin tersenyum melihat Angel dan mengusap bibir Angel. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 dan tibalah waktu Uni dan suaminya pulang ke kota Bandung.



ā€œ Apa kakak harus pulang ?ā€ Angel memeluk kakaknya dari belakang saat Uni sedang merapikan barangnya di bekasi mobil. Uni tersenyum dan berbalik memeluk adiknya.



ā€œ Kakak harus pulang dek, kakak iparmu bekerja disana, dan tentu saja dia memerlukan ku untuk melayaninya seperti kamu melayani suamimu, setelah menikah kita memerlukan tanggung jawab masing-masing.ā€



ā€œ Ingat, jika kamu punya masalah maka katakan pada kakak, maka kakak akan membantumu, oke.ā€ Uni mengelus pipi Angel dan mencium dahi adiknya, Angel tersenyum sambil mengangguk, Justin tiba-tiba merangkul Angel.



ā€œ Kakak, tidak perlu khawatir, aku akan belajar mencintainya dan menjaganya.ā€ Justin meyakinkan kakak iparnya agar tidak khawatir.



ā€œ Syukurlah kalau begitu, aku tau kalian belum saling mencintai tapi aku harap kalian saling mencintai dalam waktu dekat ini.ā€ Uni tersenyum, terlihat matanya berkaca-kaca mengingat adiknya mengalami hal itu, kakak ipar Angel memeluk Uni.




ā€œ Om..om..ā€ kedua keponakan Angel menarik celana Justin, Justin menunduk melihat anak kecil itu.



ā€œ Kenapa.ā€ jawab Justin dengan datar.



ā€œ Kami titip tante manja kami sama om yah.ā€ ucap nanda dengan suara imutnya.



ā€œ Jangan sakiti tante kami yah, kami mohon sayangi tante seperti kami menyayanginya.ā€ ucap windi dengan suara imutnya.



ā€œ Iya, aku akan mencintainya.ā€ jawab Justin membuat kedua anak itu tersenyum dan berlari memeluk Angel.



ā€œ Tante jangan nakal yah.ā€ windi mencium pipi kanan Angel, membuat Angel tersenyum dan membalas mencium Windi.



ā€œ Tante, kalau om nakal kasi tau Nanda yah, nanti nanda pukul pake palu thor.ā€ Nanda mengerutkan alisnya dan memperagakan sedang mengangkat palu dan memukul Justin.


__ADS_1


Justin hanya menampilkan wajah datarnya saat Nanda mengelilinginya dan memukul pahanya. Mereka semua tertawa melihat tingkah Nanda. Uni dan keluarga kecilnya pamit pada Angel dan keluarga barunya. Uni menaiki mobilnya dan perlahan meninggalkan kediaman Leonal Batvin.



ā€œ *Kakak, aku mohon jangan tinggalkan aku.ā€ batin Angel yang sangat sedih melihat kepergian kakaknya*.



Mereka semua memasuki mansion meninggalkan Angel dan Justin, Justin tersenyum melihat kepergian kakak Angel dan mulai menjahili Angel. Justin semakin memeluk Angel dan mendekatkan bibirnya di telinga Angel.



ā€œ Malaikat pelindung mu sudah pergi nih.ā€ bisik Justin di telinga Angel membuat Angel merinding dan ketakutan.



" Tenang saja aku akan bersikap baik padamu, jika kau nurut padaku." bisik Justin membuat Angel ketakutan.Justin menarik tangan Angel dan berjalan memasuki mension, Ang hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Justin jika dia masih ingin hidup.



" Ingat, jangan menunjukkan wajah yang bisa membuat mereka curiga jika tidak aku tidak akan segan-segan mencekik lehermu sampai mati." ancam Justin yang semakin mengeraskan genggamannya pada tangan Angel, membuat Angel menahan sakit di bahunya. Mereka berjalan dan menghampiri keluarga Justin di ruang keluarga, Justin dan Angel duduk di atas sofa.



" Mom, Papi, Kakek. Aku dan Ang ingin pindah rumah."



" Apa maksudmu ?" tanya Kakek David dengan alis yang menyatu.



" Jangan marah Kakek, kami hanya ingin membangun keluarga baru kami."



" Aku tidak percaya, baru kemarin kau mengatakan tidak ingin menikah dengan Angel, kenapa tiba-tiba kau ingin membangun rumah tangga ?" Kakek David terlihat marah karena dalam pikirannya Justin ingin melakukan hal macam-macam pada Angel.



" Awalnya seperti itu kek, tapi setelah aku melihat Angel luar dalam aku pun mulai menyukainya, benarkan Angel." Justin menatap Angel sambil tersenyum.



" Iya kek, izinkan kami membangun keluarga kami sendiri."



" Betulkan kek, lagi pula aku sudah memilih rumah yang bagus untuk kami tempati dan calon anak kami nanti." ucapan Justin membuat mereka tersenyum karena membahas anak yang artinya mungkin saja Justin sudah berubah. Kakek masih menyelidik Justin dan kakek David percaya apalagi melihat Angel tersenyum.



" Baiklah, tapi aku yang memilih rumahnya." ucap Kakek David.



" Tidak, aku sudah menyiapkan rumah yang dekat dari kampus Angel."



" Benarkan, baiklah kalau begitu."



" *Yes, rencana ku berhasil*." batin Justin.


__ADS_1


🌹 Thank you for reading 🌹


__ADS_2