Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Tanggung Jawab


__ADS_3

🌹🌹 Happy Reading🌹🌹



" Kau, dasar gadis mur\*\*\*n." teriak Justin mendekati Angel, Angel takut dan berjalan mundur menjauhi Justin. Angel hampir jatuh tapi rambutnya segerah di tarik oleh Justin.



" Aahh, tuan aku mohon lepaskan aku." Angel menangis sambil menggenggam tangan Justin yang menarik rambutnya.



" Sini kau dasar gadis mur\*\*\*n." Justin terus menarik Angel tanpa kasihan pada Angel. Justin melempar Angel di atas kasur.



" Tu..tuan maafkan aku." Angel memohon pada Justin yang terlihat sangat marah.



" Kau wanita yang sangat mur\*\*\*n." teriak Justin pada Angel yang terus menangis.



" Hahah, lihat kau sudah mandi tapi masih saja terlihat sangat menjijikan." umpat Justin yang membuat Angel meremas tangannya.



" Kali ini aku memaafkan mu, karena aku tidak mau mendengar momy dan kakek ku marah." ucap Justin membuka dompetnya.



" Ini ambil rekening ini." Justin melempar Black Card kepada Angel, membuat Angel semakin menangis karena dia diperlakukan seperti seorang pel\*\*\*r.



" Aku bukan wanita yang tuan bisa menyalurkan ha\*\*at dan memberinya uang." teriak Angel pada Justin.



" Kau." teriak Justin mendekati Angel. Justin melakukan hal yang membuat Angel semakin trauma dengan kejadian semalam yang menimpanya.



Justin terlihat menyeringai saat selesai melakukan hal yang menjijikan pada Angel, Angel terus menangis meratapi nasibnya.



" Aku menjijikan." gumam Angel.



" Iyaa, kamu sang..at menjijikan tahu." bisik Justin di telinga Angel.



" Wahahaha." Justin tertawa terbahak-bahak melihat Angel yang gemetar.



" Rasain itu siapa suruh kamu bermain-main padaku." gumam Justin menyeringai.



" Ini ambil kartu ini, tidak usah sok menolak, sandinya adalah 10\*\*\*6." Just melempar kartu itu di samping Angel berbaring.



Justin berjalan menuju kamar mandi, mulai membersihkan tubuhnya. Angel berdiri dengan tubuh yang masih sempoyongan dia berusaha memasang kembali baju dres yang sudah rusak tapi ternyata robekan nya sangat besar, Angel melihat sebuah dres putih di nakas dan mulai memakainya. Dres itu di siapkan oleh Justin sebelum menerima telfon.


__ADS_1


Angel hanya melirik kartu itu dan pergi secepatnya keluar dari apartemen sebelum Justin selesai mandi. Angel berdiri di depan apartemen tersebut dan memanggil taksi. Di sepanjang jalan Angel terus melamun meratapi nasibnya. Angel sampai di rumah sederhana, satu-satunya harta yang diwariskan Orangtuanya.



Angel masuk ke rumah tersebut dan berjalan masuk ke kamar orang tuanya. Angel menjatuhkan diri di atas kasur sambil memeluk bantal guling yang sering di gunakan orang tuanya.



" Ma..Pa.. Angel sudah rusak." Angel menangis terisak-isak.



" Ma.. Pa.. bawa Angel juga, Angel mau ikut sama kalian."



\*-\*-\*-\*



Justin yang habis dari kamar mandi dan tidak melihat Angel di kamar. Justin keluar dari kamar dan mencari Angel di dalam apartemen Brian.



" Kemana gadis itu." gumam Justin, Justin masuk kembali ke kamar dan tidak melihat dres di atas nakas.



" Dia pergi." Justin mendekati kasur dan melihat Black Card yang di berikan pada Angel tadi.



" Gadis kampung itu, tidak mengambilnya, entah apa yang dia rencanakan tapi aku tidak akan membuat rencananya berhasil." Justin meremas kuat tangannya.



Justin bersiap-siap untuk kekantor, saat sampai di parkiran Justin menerima telfon dari Kakek David.




"Kau dimana ?" teriak Kakek David.



" Aku ada di kantor."



" Jangan berbohong, sekarang cepat ke mansion." teriak Kakek David dan mematikan panggilan.



Justin berdengus kesal dan mulai menyetir ke mansion, Justin sampai di depan mansion dan memberikan kunci mobil pada pelayan lelaki. Justin memasuki mansion dan terlihat di ruang keluarga ada Kakek David, Momy Sri, dan Brian.



" Ada perlu apa kakek memanggil ku ?" Justin duduk di sofa depan Kakek David.



Kakek David melempar Justin dengan gelas di tangannya. Justin menghindar dan segera berdiri melotot marah pada Kakek David.



" Apa yang Kakek lakukan." teriak Justin.



" Dasar anak nggak tau diri, bisa-bisanya kau melakukan hal itu pada seorang gadis baik-baik." teriak Kakek David.

__ADS_1



" Siapa yang Kakek maksud ? Angel ?." tanya Justin masih mengerutkan alisnya.



" Hahah, dia bukan gadis baik-baik, dia itu seorang pe\*ac\*\* yang gila harta, dia hanya menginginkan harta kita." teriak Justin, dan tiba-tiba pipinya di tampar oleh sang Momy.



" Mom.." Justin menyentuh pipinya bekas tamparan momy Sri, Justin heran karena ini baru kali pertama momy Sri memukulnya.



" Beraninya kamu meninggikan suaramu di depan orang tua Justin, kau sudah melakukan kesalahan besar tapi kau tidak terlihat menyesal melakukan hal itu." Momy Sri sangat marah dan sedih karena mengingat musibah yang sudah menimpa Angel, gadis yang baik hati. Justin mengulurkan tangan saat melihat buih air mata momy Sri yang terus mengalir, tetapi di tepis oleh Momy Sri.



" Jangan menyentuh Momy."  



" Mom, percaya padaku dia itu bukan gadis baik-baik." Justin meraih tangan momy Sri tapi momy Sri mundur 2 langkah dari Justin.



" Mom." ucap Justin sendu.



" Kau harus meminta maaf dan bertanggung jawab pada Angel." ucap Kakek David.



" Tidak, aku tidak mau, aku bisa meminta maaf dan memberinya uang ganti rugi, lagi pula dia pasti akan menerimanya." Justin menolak menikah dengan Angel.



" Kau harus menikah dengannya, dia bukan gadis yang bisa di bayar seenak mu Justin, dia wanita baik-baik." teriak Kakek David.



" Tidak, aku bilang tidak." teriak Justin. Momy Sri yang melihat Justin terus membangkang berlari mengambil pecahan kaca yang di lempar Kakek.



" Kau harus menikahi Angel, kalau tidak Momy akan mengiris nadi Momy dan meninggalkan mu, Momy sangat malu padamu Justin, Momy dan Papi tidak pernah mengajarkan mu untuk melecehkan seorang wanita." teriak Angel.



" Mom, aku mohon lepaskan kaca itu." ucap Justin sangat khawatir pada momy Sri, Brian dan Kakek David tidak kalah khawatir dan panik.



" Apa kau lupa, kau itu lahir dari seorang wanita, berani-beraninya kau menghina seorang wanita seperti itu." teriak Momy Sri.



" Mom maafkan aku, aku mohon lepaskan kaca itu, aku berjanji akan menikahi Angel Mom, aku berjanji bertanggung jawab Mom." teriak Justin sambil berlutut di hadapan Momy Sri.



Momy Sri yang melihat Justin berlutut dan berjanji menikahi Angel, mulai melepas pecahan itu, yang membuat Justin memeluk Momy Sri. Brian dan kakek David merasa lega.



" Maafkan aku Mom, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku akan menikahinya Mom." Justin memeluk erat Momy Sri yang terus menangis, Momy Sri sangat kecewa pada Justin karena melakukan hal tercelah pada Angel.



" Kamu tegah pada Angel nak, Angel itu gadis baik-baik, hal itu seharusnya tidak terjadi pada Angel, Momy sangat kecewa padamu." ucap Momy Sri sambil memukul punggung Justin.

__ADS_1



🌹Thank you for reading🌹


__ADS_2