
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Justin dan Anton dalam perjalanan ke Cirebon menggunakan helikopter. Sesampainya di Cirebon semua orang menyambut Justin.
"Selamat datang di Cirebon Tuan." sapa manajer umum Mall.
"Hemm." Justin berjalan melewati manajer itu. Mereka berjalan ke lift dan akan memulai memeriksa mall dari lantai 1 hingga lantai 10, semua manajer mall mengikuti Justin yang berkeliling memeriksa mall.
Justin memeriksa dengan seksama dengan wajah datar dan mata elangnya yang super tajam membuat semua pegawai di mall ketakutan karena jika ada kesalahan maka matilah mereka.
Justin sudah memeriksa semua tinggal lantai 5, lantai 5 khusus untuk anak-anak disini terdapat banyak makanan yang enak dan berwarna sesuai kesukaan anak-anak, dan terdapat banyak mainan.
Mata elang Justin yang awalnya menatap dengan tatapan tajam mencari kesalahan seketika redup dan dia tersenyum melihat suara sorak bahagia anak-anak.
"*Jika aku memiliki anak dari Angel, pasti mereka sudah sebesar dia." batin Justin melihat anak laki-laki yang tampan dan seolah tidak asing dimatanya*.
Justin menatap anak itu yang terus melompat di balon raksasa dan tiba-tiba terjatuh membuat Justin menjulurkan tangannya khawatir anak itu terluka, namun anak itu kembali berdiri dan keluar dari tempat permainan balon raksasa, Justin menatap kepergian anak itu yang menuju ke arah penjual Es Krim.
Dia meraba saku celananya namun tidak menemukan uang, anak imut itu melihat sekitar mencari seseorang dan tanpa sengaja mata anak itu bertemu dengan Justin. Anak itu menatap Justin dan tersenyum, dia berlari dengan riang ke arah Justin.
"Daddy...Daddy." teriak anak kecil itu dengan berlari kecil sambil tertawa, tanpa sadar Justin tersenyum menatap anak itu. Semua orang heran di isi kepala mereka penuh dengan tanda tanya.
"Daddy." anak laki-laki itu memeluk kaki panjang milik Justin.
Anak itu mendongak sambil tersenyum manis, membuat Justin tersenyum dia mengeluarkan tangannya dari saku celana dan mengusap kepala anak itu. Membuat Anton dan karyawan lain tambah kebingungan.
__ADS_1
"Apa anak itu anak pak Justin ?" gumam salah satu karyawan.
Justin menggenggam tangan anak itu dan berjongkok.
"Daddy, kenapa Daddy sangat lama sekali meninggalkan Jake ?" tanya anak itu menyentuh wajah Justin dengan tatapan marah namun bibir merahnya menonjol ke depan, sungguh sangat menggemaskan dimata Justin sehingga tanpa sadar dia tersenyum lebar.
"*Sepertinya anak ini anak Tuan Justin, lihat wajahnya sangat mirip dengan Tuan Justin, anak kecil ini versi kecil Tuan Justin." batin Anton*.
"Siapa nama mu ?" tanya Justin.
"Jake, nama ku Jake Daddy." jawab anak itu sambil memeluk leher Justin.
"Hay Jake, mama kamu dimana ?" tanya Justin mengendong Jake kecil.
"Kalau begitu, biar om antar kamu ke Bunda yah." ucap Justin.
"Oke, tapi aku mau makan Es Krim dulu." tunjuk anak itu.
"Oke."
"Kalian sudah bisa bubar." ucap Justin dan dianggukan oleh mereka.
"Ayo kita beli Es Krim." ucap Jake.
__ADS_1
"Ayo." sorak Justin membuat Anton tambah kebingungan melihat sisi lain Justin.
Entah kenapa Justin seolah tersihir oleh anak kecil ini, dia sangat bahagia bertemu dengan anak ini seolah ad ikatan batin antara mereka.
"Ini Es Krim coklat mu." ucap Justin tersenyum memberikan Es Krim.
"Makasih Dady." Jake mencium pipi Justin yang membuatnya terbengong.
"Sama-sama.ā Justin mengusap kepala Jake kecil.
Mereka bertiga makan Es Krim bersama-sama, sambil mendengar ocehan-ocehan Jake sesekali mereka tertawa.
"Kamu sudah makan Es Krim ?" tanya Justin.
"Iya, ayo kita ke Bunda dia pasti menungguku." ucap Jake dan memeluk leher Justin.
"Ayo." Justin mengendong Jake dan diikuti oleh Anton, Anton menyukai kebersamaan mereka dia mengambil foto mereka berdua dan mengirimnya ke Daddy Steven.
Mereka sampai di lantai 3, dan merek berjalan sesuai tunjukan Jake.
"Itu Bunda." tunjuk Jake pada seorang wanita yang membelakangi sepertinya dia sedang menawarkan jualannya pada pembeli.
"Bunda..." teriak Jake kecil membuat wanita itu berbalik tersenyum, Justin juga ikut tersenyum.
Namun tiba-tiba Justin kaget melihat wanita yang di panggil Bunda oleh Jake adalah wanita yang selalu dia rindukan 4 tahun terakhir.
__ADS_1
Thanks you for reading š¹š¹