
๐น Happy Reading ๐น
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun Author๐. Salam sayang dari Author ๐ค.
Sudah 1 minggu sejak Justin bertemu dengan Angel dan Jake kecil, namun dia masih belum bisa melupakan mereka bahkan dia dengan berani berkhayal bahwa mereka miliknya.
"Tuan, anda ingin makan siang apa ? biar saya belikan." ucap Anton mengeluarkan handphonenya untuk mencatat.
"Tidak usah, hari ini aku ingin makan di restoran Jepang."ucap Justin berdiri dan menggunakan Jasnya.
"Baik Tuan."
Mereka memutuskan untuk ke restoran Jepang terkenal di Jakarta, sesampainya di sana Justin meninggalkan Anton dan memasuki restoran.
Saat sudah memasuki restoran tiba-tiba dia melihat seseorang yang dia kenal di toko sebelah restoran Jepang. Justin pun keluar dan memeriksanya, betapa kagetnya dia saat melihat seorang pria yang sudah dia anggap saudara kandungnya sedang tersenyum bahagia bersama seorang wanita dan anak kecil di gendongannya berjalan ke arahnya.
Justin berdiri menatap pria itu, pria tersebut berhenti dan menatap Justin dari kejauhan.
"Justin !!" gumamnya, terlihat Justin wajahnya memerah karena marah dan mengepalkan tangannya, melihat itu pria itu memberikan gadis kecil di gendongannya pada wanita di sebelahnya dan berjalan mendekati Justin.
"Bajingan kau Brian." teriak Justin, yahh pria itu adalah Brian sosok pria yang sudah Justin anggap saudara dan seorang pria yang merebut Angel darinya.
Justin berlari ke arah Brian dan melayangkan pukulannya tepat pada pipi kanan Brian. Brian yang mendapat pukulan itu segera membalas Justin. Semua yang ada disana sangat kaget melihat mereka berkelahi namun tidak ada yang berani memisahkan mereka termasuk Anton. Anton hanya bisa mengusir orang yang mengerumuni mereka untung saja daerah ini tidak ramai orang karena daerah ini sepi pada waktu sore.
__ADS_1
Brian membalas memukul keras Justin dan itu semua untuk Angel, karena perbuatan Justin yang sudah menyakitinya.
Beberapa detik kemudian Brian berhenti memukul melainkan memeluk Justin dengan erat. Wajah mereka penuh memar dan darah sudah keluar dari sudut bibir maupun hidung mereka.
"Justin tenang." gumam Brian yang ngos-ngosan.
"Tenang kau bilang, bagaimana aku bisa tenang ketika melihat mu selingkuh haaa !!" bentak Justin meronta dalam pelukan Brian.
"Tenang, aku bisa jelaskan tapi tenang dulu." teriak Brian.
"Lepas Bajingan, persetanan dengan penjelasan mu !!" ucap Justin.
Brian melepas pelukannya dan memukul pipi Justin dan berteriak.
"Hee, sudah jelas-jelas kau selingkuh dengan dia." tunjuk Justin pada seorang wanita yang menggendong gadis kecil yang sedang menangis.
"Jangan mengatai istri ku seperti itu bajingan." Brian sangat marah dia menarik kera baju Justin.
"Hahaha." tawa Justin dan mendorong Brian.
Baru saja Justin ingin memukul Brian, tiba-tiba istri Brian menyiramnya dengan air botol.
__ADS_1
"Kau.." tunjuk Justin.
"Aku Nanda sahabat Angel." ucap istri Brian.
"Nanda ?" tanya Justin.
"Kau pasti tidak mengenalku bukan, karena kau tidak pernah peduli pada Angel." ucap Nanda sambil menenangkan gadis kecilnya, dan memberikannya pada Brian.
Justin hanya terdiam karena benar yang dia katakan, Justin tidak mengetahui tentang Angel.
"Kau sahabatnya tapi kenapa kau tega merebut suaminya." ucap Justin dan mendapat tamparan dari Nanda.
"Aku tidak sejahat itu Tuan Justin." ucap Nanda.
"Lalu ini apa ? Haa ? hanya menjaga suami sahabat mu, begitu ?" ucap Justin, membuat Nanda menghela nafas panjang.
"Ceritanya panjang Tuan Justin, ikut dengan kami." ucap Nanda dan meninggalkan Justin.
"Aku tidak ingin mendengar penjelasan kalian, aku ingin kalian cerai dan kau Brian kembali dengan Angel." ucap Justin menunjuk Brian.
"Tolong jangan menyakiti Angel." ucap sendu Justin.
Nanda mengerang marah melihat Justin, dia menarik dasi Justin ke arah kafe milik Nanda yang tepat berada di samping restoran Jepang. Nanda menariknya ke ruang kantornya dan mendorong Justin duduk di sofa.
__ADS_1
Thank you for reading ๐น๐น