Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Angel Trauma


__ADS_3

🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹


1 like dan 1 komen dari kalian sangat berharga buat Author, Thank gyus.šŸ¤—


:) :) :)


" Brian, beraninya kau melaporkan aku pada Kakek dan Momy." teriak Justin dan melempar bantal sofa pada Brian.


" Bukan aku yang melapor." Brian menangkap bantal itu dan menaruhnya di belakang punggungnya.


" Lalu siapa, kalau bukan kamu." teriak Justin lagi.


" Pengawal kakek yang selalu mengikuti mu." Brian menjawab dengan santai.


" Arggh, aku lupa kalau mereka selalu mengikuti ku, seharusnya aku dari dulu membuat mereka di pecat."


" Arrgh, aku nggak mau menikah dengan gadis kampung itu, dia itu bukan gadis baik-baik Brian, gadis itu yang memberiku obat perangsang sehingga aku melakukannya dengannya." teriak Justin membuat Brian mendongak melihat Justin.


" Apaa." Brian mengerutkan alisnya.


" Gadis itu orang munafik, bisa-bisanya dia melakukan hal itu padaku." Justin teriak dan mengacak frustasi kepalanya.


Brian semalam memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki kejadian semalam, tapi sampai saat ini mereka belum memecahkan masalah itu.



Di rumah Angel terlihat Angel tertidur di kamar orang tuanya sambil memeluk bantal gulingnya. Angel terlihat sangat gelisah di dalam tidurnya buih keringat terus bercucuran di dahinya.



" Tidakkk." Angel tiba-tiba terbangun dan berteriak dengan kencang.



" Aku menjijikan." gumam Angel berulang kali sambil menggaruk tubuhnya. Angel terus berteriak mengatakan dirinya sangat menjijikan dan terus menggaruk tubuhnya. Angel berlari menuju kamar mandi dan terus membasahi tubuhnya dengan air.



" Ahhh, kenapa tidak mau menghilang." teriak Angel karena tidak bisa menghilangkannya bekas gigitan yang diberikan Justin di tubuhnya.



Momy Sri mengetuk pintu rumah Angel tapi tidak ada sahutan dari dalam, Momy Sri mengintip di dalam rumah Angel tapi tidak melihat Angel karena jendela rumahnya tertutup tirai. Momy Sri duduk di kursi depan rumah Angel, tiba-tiba Momy Sri di kagetkan oleh teriakan Angel dari dalam.



" Angel, kamu tidak apa-apa nak." teriak Momy Sri yang sangat khawatir. Momy Sri terus mengetuk pintu sambil teriak memanggil Angel. Momy Sri yang sangat khawatir pada Angel berbalik memanggil pengawal yang mengawasi Angel sedari tadi.



" Kalian cepat dobrak pintunya." perintah Momy Sri dan dia menjauh dari pintu agar pengawal bisa mendobraknya. 3 kali tendangan dari pengawal itu sehingga pintu itu rusak. Momy Sri berlari masuk ke dalam rumah Angel, momy Sri lari ke dalam kamar Angel tapi tidak menemukan Angel. Momy Sri mendengar keran air menyala di kamar depan kamar Angel.



Momy Sri membukanya dan menuju kamar mandi, Momy Sri sangat kaget karena melihat Angel terus membasahi tubuhnya sambil menggaruk sehingga membuat kulitnya terkelupas dan mengeluarkan darah.



" Angel." teriak momy Sri berlari dan memeluk Angel.



" Aku menjijikan." gumam Angel terus menerus dan terus berulang-ulang.


__ADS_1


" Maafkan aku Angel, maafkan aku." Momy Sri memeluk Angel sambil mengelus kepala Angel.



" Angel, Angel." teriak Momy Sri sambil mengguncang bahu Angel yang terus gemetar.



" Angel lihat aku, Angel aku mohon lihat aku." momy Sri menahan kepala Angel untuk menatapnya. Angel melihat momy Sri dan tangisnya semakin pecah.



" Huwaaa." Angel semakin menangis dan di peluk oleh Momy Sri.



" Angel, dengarkan aku nak, ini bukan salah mu, jangan menyalahkan diri mu, kamu harus kuat aku mohon nak." bisik Momy Sri di telinga Angel terus menerus sehingga bisikan itu mulai membuat Angel sedikit tenang.



" Angel sayang, ingat na ini bukan salah mu, kamu harus bangkit nak, jangan terus terpuruk seperti ini, kamu harus mengambil keadilan atas hak yang di rebut dari mu nak." bisik Momy Sri lagi.



" Menyalahkan dirimu itu tidak ada gunanya Angel, ini bukan salahmu, kamu harus bangkit jangan sampai terpuruk seperti ini, ingat kamu masih memiliki tuhan, aku, dan masih banyak orang baik di luar sana." Bisik momy Sri lagi yang membuat Angel sedikit tenang.



Saat Angel sudah tenang momy Sri memapah Angel menuju kasur, Momy Sri menggantikan pakaian Angel yang masih terus melamun. Momy Sri perlahan menidurkan Angel di atas kasur dan menyelimuti tubuh Kecil Angel.



" Tidur lah Angel saat bangun aku harap kamu menghapus sebagian kesedihan mu." momy Sri mengelus lembut pipi Angel dan sesekali mengelus alis Angel yang mengerut.




"Bu Sri "



" Angel kamu sudah baikan ?" Momy Sri membantu Angel duduk.



" A..aku baik-baik saja bu."



" Angel maafkan ibu, karena anak ibu kamu sampai trauma." Momy Sri menangis dan memeluk Angel. Angel hanya terdiam.



" Angel tolong maafkan kami Angel, aku mohon tolong menikah dengan Justin, biarkan kami menebus dosa kami padamu Angel." Momy Sri mengenggam tangan Angel.



" Ti..tidak bu, saya tidak memerlukan tanggung jawab dari tuan muda, saya sudah memaafkannya." Angel menolak sambil menggeleng.



" Angel, Justin harus bertanggung jawab nak, apa yang akan orang lain katakan jika mengetahui kamu sudah.." Momy Sri berhenti melanjutkan kalimatnya.


__ADS_1


" Itu akan sangat berat bagimu nak, aku mohon nak demi ibu nak." Momy Sri memohon pada Angel.



" Angel, aku akan menyayangi mu seperti anak ku sendiri."



" Aaapaa." teriak seorang wanita di depan pintu kamar mereka.



" Ka..kakak." teriak Angel dan berlari ke arah kakaknya.



" Angel apa itu betul dek ?" tanya kakak Angel yang bernama Uni. Angel hanya mengangguk dalam pelukan kakaknya.



" Nona maaf kan saya, karena anak saya sehingga Angel mengalami hal yang tidak seharusnya dia alami." Momy Sri menunduk kepada kakak dan beradik di depannya.



" Aku tidak mengerti tolong jelaskan padaku." Uni semakin mengeratkan pelukannya pada adiknya yang terus menangis.



Momy Sri menjelaskan secara detail dan meminta izin agar Justin dan keluarganya memohon maaf dan akan tanggung jawab lewat jalur pernikahan. Uni yang melihat adiknya terus terisak dan menolak menikah merasa iba pada Angel, tapi di cap sebagai korban pemerkosaan dan tanpa tanggung jawab dari pelaku itu lebih mengerikan karena ucapan dan sindiran dari masyarakat lebih buruk dari pernikahan.



" Angel, dengarkan kakak dek." Uni memangku pipi Angel, dan Angel melihat kakanya dengan mata yang berair.



" Angel tau kan, kenapa mama meninggal." tanya Uni dan di jawab anggukan oleh Angel.



" Mama meninggalkan karena frustasi terus menerus mendengar cibiran dan hinaan orang yang menganggap kita miskin dan tidak berguna."



" Angel sayang, cibiran orang di luar sana lebih kejam dek." ucap Uni menyakinkan Angel.



" Angel mau yah menikah dengan Justin, biarkan dia mempertanggung jawabkan perbuatannya."



" Ta..tapi kami tidak saling mencintai kak."



" Pernikahan tidak harus terus dimulai dari rasa suka, tapi pernikahan adalah seseorang yang mengikat pasangannya di dalam satu ikatan." Uni mengelus lembut kepala Angel.



" Berusahalah Angel untuk mempertahankan pernikahan mu, buat dia bertekuk lutut padamu, ingat orang tua kita juga di jodohkan tapi karena tekat mama sehingga membuat papa jatuh hati dan mereka salin mencintai di dunia maupun akhirat." Uni mengelus dan mengecup kening Angel. Angel tersenyum dan memeluk kakaknya.



" Angel ingat di kehidupan ini, kita adalah ratunya tubuh mu adalah milik mu, hati mu adalah milik mu maka jangan sampai kamu jatuh terpuruk karena orang lain, ingat kamu itu ratu di kehidupan ini." Uni dan Angel salin melemparkan senyum.

__ADS_1



Thank you for reading 🌹


__ADS_2