
š¹š¹ Happy Reading š¹š¹
Justin memasuki ruang kerja dengan wajah kesal nya dan di susul oleh Brian. Justin duduk di sofa dengan tangan yang bersilang di dadanya.
" Brian, kau usir gadis kampung itu dari rumah secepatnya." perintah Justin yang membuat Brian hanya diam. Brian ikut duduk di sofa depan Justin.
" Kau tau gadis itu hanya mengincar harta kita. Aku yakin dia meracuni pikiran Kakek sehingga mau menikah kan aku dengannya."
" Dasar gadis kampung yang licik." Justin tidak henti-hentinya menghina Angle. Brian hanya diam mendengarkan sambil main hp.
" Kau tau tadi dia menolak uang ku padahal aku sudah memberikan nya atm isi 500 juta tapi dia masih tidak mau menerimanya." Justin berdiri karena semakin kesal mengingat Angel menolak tawarannya.
" Waah, dia sangat pintar melihat situasi, jika menerima uang itu maka tidak sebanding dengan harta saat dia sudah menikah dengan ku, hahah dasar gadis licik." Justin semakin menggila dia mondar-mandir sambil mengomel, membuat Brian yang kesal melihatnya dan melempar Justin dengan buah Anggur.
Brian adalah anak angkat keluarga Leonal Batvin dari kecil, jadi hubungan mereka sudah sangat dekat seperti saudara kandung. Justin yang di lempari anggur menatap tajam pada Brian, Brian hanya menyeringai.
" Brian, kau harus merencanakan sesuatu yang membuat gadis kampung itu angkat kaki sendiri dari rumah ini." ucap Justin, Brian menghiraukan ucapan Justin dan pergi meninggalkan Justin yang masih mengomel.
Di lain tempat, tepatnya rumah pelayan yang terletak di belakang mansion, terlihat Angel berlari memasuki kamarnya sambil menangis. Untung saja tidak ada orang yang melihatnya jika tidak Angel akan malu memperlihatkan wajahnya besok. Apa kata pelayan lain jika melihat seorang pelayan baru menangis di hari pertama dia datang.
Angel memasuki kamarnya dan melempar tubuhnya di atas ranjang. Angel terisak-isak di balik bantalnya, Angel masih mengingat ucapan Justin dan seakan ucapan itu terus berputar di telinganya.
" Huwaaa." tangis Angel semakin keras tapi untung saja ada bantal jadi tangisannya tidak terlalu keras.
" Angel bukan gadis kaya tuan Justin tuduhkan, hiks."
" Emeng salah, Angel kerja demi gaji yang tinggi."
__ADS_1
" Emeng kamu yang membiayai hidup Angel sampai-sampai seenaknya menuduh Angel seperti itu, hiks."
" Huwaaa Mama Papa, Angel nggak pernah mengharapkan kekayaan keluarga ini, Angel hanya mau kerja untuk membiayai hidup Angel dan membayar ukt kuliah Angel." Angel semakin menangis karena mengingat sebentar lagi Angel akan masuk kuliah dan artinya Angel akan membayar ukt lagi.
" Angel memeng miskin tapi Angel nggak pernah melakukan kejahatan untuk mendapatkan uang, Angel mendapatkan uang dari hasil keringat Angel sendiri." ucap Angel masih menangis.
" Tidak, aku tidak boleh seperti ini hanya karena ucapan tuan Justin." Angel berdiri dan menyemangati dirinya.
" Aku harus semangat, ucapan tuan Justin tidak akan membuatku lemah." Angel mengangkat tangannya yang terkepal.
" Semangat." teriak Angel mengangkat tangannya ke atas. Angel pun menuju ke kamar mandi dan membilas wajahnya.
" Aku nggak boleh lemah." ucap Angel di depan cermin.
" Demi bertahan hidup dan menjadi orang sukses, semangat."
" Semangat untuk menyambut hari esok dengan penuh semangat dan bahagia." ucap Angel tersenyum mulai mematikan lampu kamarnya dan berbaring tertidur menuju dunia mimpinya.
Dilain tempat, tepatnya di kamar Justin, terlihat Justin masih mondar-mandir menyusun rencana untuk mengusir Angel.
" Arrgg." teriak Justin karena tidak menemukan rencana yang bagus.
" Tunggu saja besok gadis kampung, aku akan membuat mu angkat kaki dari sini." ucap Justin bersiap-siap untuk tidur.
Subuh menjelang pagi tepatnya pukul 04.35 Angel bangun dengan senyum cerah di wajahnya. " Selamat pagi Angel, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin."
Angel turun dari ranjangnya, mulai merapihkan ranjangnya menyapu di setiap sudut kamarnya. Selesai merapikan kamarnya Angel membersihkan diri di kamar mandi. 20 menit kemudian Angel sudah selesai membersihkan diri, Angel pun menuju ke lemari mengambil baju pelayan yang sudah diberikan oleh kepala pelayan wanita kemarin. Selesai berpakaian, Angel menuju meja rias dan merias tipis wajahnya.
__ADS_1
Jam 05.00 Angel selesai siap-siap Angel pun keluar dari kamar dan menuju ke mansion. Sesuai instruksi kepala pelayan wanita, Angel harus datang ke mansion pada pukul 05.00 untuk membantu koki memasak.
Di setiap langkah Angel, Angel terus mengembangkan senyumnya sambil terus melihat pemandangan di depannya.
" Haa, udaranya sangat sejuk." Angel menghirup udara sejuk di subuh hari. Yaah udara subuh memeng sangat sejuk karena belum terkontaminasi dengan polusi.
Angel berjalan memasuki mansion, dan terlihat semua pelayan sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing ada yang menyapu, mengepel, lap kaca dan masih banyak lagi pelayan yang bekerja.
" Woow, pelayannya banyak banget, ini baru lantai 1 belum lantai 2 sampai 5." ucap Angel kagum.
Angel pun menuju ke dapur sesuai instruksi kepala pelayan kemarin. Angel memasuki dapur dan terlihat ada 3 koki di sana yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Selamat pagi Chef." Sapa Angel pada seorang Chef.
" Selamat pagi." Balas Chef.
" Maaf Chef saya di suruh kemari oleh kepala pelayan wanita." Jelas Angel.
" Nona Angel yahh ?" Chef tersenyum pada Angel.
" Iya Chef, tapi panggil saya Angel saja ."
" Baik Angel." Ucap Chef.
" Tugas pertama kamu adalah mencatat menu dan cara memasak makanan kesukaan tuan muda Justin." Jelas Chef.
" Apaa ? hanya tuan Justin ?." Batin Angel.
" Iya, nona hanya mencatat dan menghafal semua makanan kesukaan tuan muda." tiba-tiba kepala pelayan wanita datang dari belakang seperti mengetahui isi pikiran Angel.
" Bibi selamat pagi." Sapa Angel.
" Pagi." Balas kepala pelayan.
" Sekarang silahkan bekerja nona." Ucap kepala pelayan dan pergi meninggalkan dapur.
Angel pun mulai mencatat semua menu dan mencatat semua resep makanan yang di sukai tuan Justin. Terlihat Angel sudah lelah mencicipi 10 makanan yang di masak koki.
" Astaga, bisa-bisa lidah ku mati rasa kalau begini." Angel mengeluh dalam hati.
" Semua menu sudah selesai Chef." ucap salah satu koki memberi laporan.
" Baik, Angel tugas terakhir adalah menyajikan menu di atas meja makan." ucap Chef dan di balas anggukan oleh Angel. Angel dan koki menata makanan di atas meja sesuai instruksi Chef.
" Selesai." ucap Angel dengan tersenyum sambil merentangkan tangannya.
" Sudah selesai, kalau begitu ikut aku." Kepala pelayan berjalan menuju tangga dan diikuti oleh Angel.
" Tugas nona selanjutnya adalah pada jam 07.00 nona harus ke kamar tuan muda Justin untuk menyiapkan keperluannya seperti air hangat, alat mandi, dan pakaian kerja." Jelas Kepala pelayan, dan Angel mencatat dengan baik di hpnya.
__ADS_1
š¹š¹ Thanks you for reading š¹š¹