
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Angel membuka pintu kamarnya dengan tubuh yang gemetar, Angel mengambil pakaian ganti di lemarinya dan menggunakannya. Angel terus menangis karena dia hampir mati di tangan Justin untung saja ada Brian yang menolongnya. Angel dengan air mata yang terus membasahi wajahnya menuju ke kasurnya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Angel yang terus menggigil merasa demam, Angel menyentuh dahinya dan benar saja dahinya sedikit panas.
" Sepertinya aku demam." gumam Angel dan bangun meraih kotak P3K, Angel memakan obat penurun panas dan kembali berbaring.
Di luar kamar Angel terlihat Brian menuruni tangga dengan menggunakan pakaian Justin karena basah kuyup, Brian mendekati Justin yang masih duduk di sofa sedang fokus pada laptopnya.
" Dasar orang gila kerja, nggak ada kerja lain apa." gumam Brian menatap heran pada Justin.
" Mintol cuci baju aku yah." ucap Brian pada Justin dan berjalan menuju pintu.
" Oiya, itu cemilan buat Angel." tunjuk Brian pada kresek merah di atas meja makan.
" Hemm, sana cepat pergi , ganggu orang aja." usir Justin.
" Jangan mengerjai Angel, jika tidak mau membuat Kakek murka dan Momy menangis histeris." Brian memperingati Justin agar tidak melakukan hal gila seperti tadi.
" Hari ini aku maafkan kamu dan tidak melaporkan mu pada mereka." ucap Brian lagi membuat Justin marah karena menasehatinya agar tidak melukai Angel. Brian meninggalkan rumah Justin dengan mobilnya.
Justin yang mendengar mobil Brian sudah pergi membuat Justin kembali tersenyum karena memikirkan rencana agar mengerjai Angel.
" Sekarang waktunya aku mengerjai gadis kampung itu, ini bukan seberapa dengan apa yang kau lakukan padaku." Justin menyeringai saat memikirkan rencana jahatnya pada Angel. Justin masih menaruh dendam pada Angel atas kejadian obat perangsang waktu itu. Justin meletakkan laptopnya di meja dan berjalan ke depan tangga.
" Gadis kampung...gadis kampung." teriak Justin membuat Angel yang tertidur terbangun dan terburu-buru keluar dari kamar.
" Ada apa tuan ?" tanya Angel pada Justin.
" Aku mau tidur tapi aku mau minum coklat hangat sebelum tidur, cepat buatkan dan bawa ke atas." perintah Justin dan meninggalkan Angel.
" Baik tuan." Angel berlari ke dapur dan membuat coklat hangat untuk Justin. Selesai membuat nya Angel membawa coklat hangat ke kamar Justin.
" Tuk..tuk." suara ketukan pada pintu kamar Justin.
__ADS_1
" Tuan apa saya boleh masuk ?" tanya Angel sebelum masuk ke kamar Justin.
" Masuk." teriak Justin, Angel pun membuka pintu dan berjalan masuk, Angel meletakkan coklat hangat di atas nakas.
" Silahkan tuan." Angel menunduk dan berniat keluar karena tidak ingin mendapatkan amukan dari Justin lagi.
" Kau mau kemana ?" tanya Justin pada Angel yang sedikit lagi sampai di depan pintu.
" Aku mau turun tuan, karena pekerjaan saya sudah selesai." Angel tersenyum dan menunduk.
" Aku belum menyuruhmu pergi, beraninya kau pergi tanpa seizin ku." teriak Justin pada Angel yang menunduk dan meremas ujung bajunya.
" Ma..maafkan aku tuan." Angel meminta maaf sebelum permasalahan semakin kacau apa lagi kondisi tubuhnya tidak fit, Angel tidak bisa meladeni Justin dengan tubuhnya yang kurang sehat.
" Hemm, aku maafkan." Justin meminum coklat hangat dan menghabiskannya.
" *Untung dia suka, jika tidak bisa-bisa dia melempar gelasnya atau menyiram ku dengan air panas itu, hikss luka tadi pagi saja belum sembuh." batin Angel menyentuh jari-jari nya yang penuh plester*.
" Haha." Justin tertawa terbahak-bahak di kasurnya saat melihat Angel berbalik melihatnya saat di panggil buruk rupa.
" Haha, kau benar-benar orang terbodoh yang pernah kutemui, seorang wanita itu menjaga tubuh dan wajahnya tapi lihat diri mu tangan dan wajahmu terluka dan penuh plester. Justin tertawa terbahak-bahak sambil memukul kasur.
" *Aki terluka itu karena kamu, bisa-bisanya kau tertawa seperti itu, dasar iblis." batin Angel mengepalkan tangannya karena marah pada Justin*.
" Aku sudah memanggil mu gadis kampung, gadis licik, emm apa lagi yah." ucap Justin menghitung panggilannya pada Angel.
" Ahh, yang intinya dari banyaknya nama yang aku berikan padamu seperti gadis buruk rupa yang lebih bagus untukmu." ucap Justin tersenyum lebar pada Angel. Membuat Angel semakin mengeraskan kepalanya karena di hina seperti ini.
" Hahah, seperti kau suka dengan nama itu, baiklah karena aku baik hati maka aku akan memberimu nama itu." Justin semakin senang karena melihat Angel mengepalkan tangannya yang berarti Angel marah.
" Woy gadis buruk rupa, apa yang kau lihat di bawah, kau menghitung semut yang lewat, sayang sekali nggak ada semut di rumah ini, tapi jika kerja mu nggak becus yah bisa jadi ada semut karena kau tidak membersihkan dengan baik." ucap Justin pada Angel karena terus menunduk kebawah.
__ADS_1
" Tidak tuan, saya hanya.."
" Nggak usah banyak alasan, cepat kamu pijit kaki ku." perintah Justin menunjuk kakinya.
" Baik tuan." Angel berjalan ke kasur tempat Justin berbaring.
Angel duduk di kasur dan meraih kaki Justin tapi tiba-tiba Justin menendang Angel dan membuatnya terjatuh ke lantai cukup keras sehingga mengeluarkan bunyi.
" Bruk.."
" Berani-beraninya kau naik di kasur ku." teriak Justin pada Angel.
" Ma..maaf tuan." Angel mendongak melihat Justin yang sangat marah padanya.
" Aku menyuruh mu memijit ku bukan naik di kasur ku bodoh." teriak Justin.
" Cepat pijit kaki ku." teriak Justin lagi. Angel berusaha berdiri walaupun sedikit kesusahan karena bokong nya angat sakit karena terbentur cukup keras tadi.
" Lambat banget sih kaya siput." Justin melempar koran pada Angel yang sudah berdiri. Angel duduk dilantai dan memijit kaki Justin dengan pelan karena kondisi sungguh tidak kuat karena demam dan habis jatuh tadi.
" Lebih keras bodoh." teriak Justin dan mendorong kepala Angel. Angel seketika mengeraskan pijitannya dan membuat Justin mengangguk dan perlahan menutup matanya. Beberapa menit kemudian terlihat Justin sudah berada di alam mimpinya.
" \*Dia sudah tidur." batin Angel yang menatap pada Angel.
" Dasar orang kaya iblis, jika bukan karena janji ku pada kakak ku maka aku tidak akan menikah dengan mu, tapi aku akan balas dendam dengan cara membuat menyukai ku dan tergantung padaku, setelah itu aku akan meninggalkan mu." batin Angel\*.
Angel melepaskan tangannya di kaki Justin dengan pelan agar Justin tidak terbangun, Angel jalan dengan cara berjinjit dan pelan menuju pintu. Angel membuka genggam pintu dan berhasil keluar dari kamar Justin, Angel duduk di pinggir tangga memijit kakinya karena keram 1 jam duduk di lantai.
" Dasar iblis." gumam Angel yang memijit kakinya. Setelah kakinya sudah membaik, Angel berjalan menuruni tangga dan menunju kamarnya. Angel langsung melemparkan tubuhnya di kasurnya.
" Ahh, semoga besok adalah hari yang terbaik dari hari ini." gumam Angel tersenyum dan menarik selimutnya, beberapa menit kemudian Angel tertidur.
__ADS_1
Thank you for reading š¹
Author : Selamat tidur Angel semoga kamu bisa membuat Justin bertekuk lutut padamu.šŖš