
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Malam sudah tiba semua orang berkumpul di meja makan kecuali Brian yang lebih memilih makan di kamar tamu menemani Angel yang masih tertidur lelap di kasurnya, Brian terus menatap Angel dengan tatapan sendu. Melihat anak rambut Angel menghalangi wajahnya, Brian dengan sigap menaruh piringnya dan merapikan rambut Angel.
ā Maaf, aku terlambat mengenalimu princes." tutur Brian dengan wajah sedih.
" Jika saja kamu mengenalimu saat pertama kali melihat mu, aku akan berusaha mencegah mu menikahinya." Brian mengusap lembut kepala Angel.
Tak terasa sekarang sudah pagi, Angel perlahan-lahan membuka matanya dan menatap sekelilingnya, dia merasa ada seseorang mengenggam tangannya dan benar saya saat Angel berbalik dia melihat Brian yang sedang tidur di kursi sambil menggenggam tangannya, membuat Angel bingung.
Semalam Brian menemani Angel, dia terus mengawasi Angel hingga jam 03.00 di temani 3 cangkir kopi tapi kopi itu tidak bisa membuat Brian terjaga sampai pagi.
Angel perlahan melepas tangannya dari genggaman Brian agar tidak membuatnya terbangun, tapi Brian yang merasakan ada pergerakan seketika mengeratkan genggamannya dan melihat Angel yang ikut kaget juga.
" Kamu sudah bangun, apa ada yang sakit ?" tanya Brian khawatir memeriksa Angel.
" A..aku baik-baik saja, tapi boleh melepaskan tangan ku ?." ucap Angel dengan suara lemahnya.
" Ooh..maaf." ucap Brian melepaskan tangan Angel dan menggaruk kepalanya karena salah tingkah.
" Makasih sudah khawatir padaku." Angel tersenyum pada Brian.
" Iya."
Momy Sri masuk ke kamar tamu dan seketika lari ke arah Angel.
" Angel, kamu sudah sadar, apa ada yang terluka ? beritahu Momy." Momy Sri memeluk dan memeriksa Angel.
" Aku baik-baik saja." Angel tersenyum.
" Syukurlah." ucapnya merasa lega.
" Mom, aku ada dimana ?" Angel bertanya karena ruangan ini terlihat asing.
" Ini salah satu kamar tamu di mansion."
__ADS_1
" Kenapa aku disini ?, astaga aku belum menyiapkan sarapan." Angel panik dan hampir saja mencopot infusnya tapi segera di cegah oleh Brian.
" Kau gila." ucap Brian terlihat marah.
" Lepaskan tangan aku, aku harus memasak." Angel menarik tangannya tapi kekuatannya kalah dari Brian.
" Kamu wanita bodoh yah, udah disakitin masih aja mau sama cowok kaya dia." makin Brian.
" Yah aku memeng bodoh, aku bodoh karena sudah cinta padanya." gumam Angel dengan mata berkaca-kaca.
Brian yang mendengar itu seketika jantungnya berdebar kencang dan sakit, Brian melepas tangan Angel dan meninggalkan kamar. Momy Sri yang melihat kejadian ini sangat merasa bersalah pada Brian dan Angel.
" *Maafkan Momy nak, karena sudah menikahkan orang yang selama ini kamu suka pada saudaramu." batin Momy Sri sangat merasa bersalah*.
" Mom aku harus pergi." ucap Angel dan segerah mencabut jarum infus dari tangannya.
" Angel, kamu tetap disini nak." cegah Angel.
" Apa maksud Momy, aku harus pulang mempersiapkan keperluan suami aku jika tidak dia akan terlambat." ucap Angel berdiri dan berlari ke arah pintu tapi dengan cepat tangannya ditahan oleh Momy Sri.
" Apa maksud Momy ?, kami belum cerai lagi pula buat apa kamu cerai, kamu saling mencintai." ucap Angel.
" Tidak perlu melanjutkan sandiwara itu nak, kami semua sudah tau rencana kalian." gumam Momy Sri sangat berat hati mengatakan itu.
" Apa." Angel sangat syok mendengar ucapan Momy Sri.
" Maafkan Justin, ini semua salahku." Momy Sri matanya berkaca-kaca.
" Mom jangan menyalahkan diri, walaupun kami bersandiwara di depan kalian tapi aku benar-benar mencintai suami aku Mom." Angel memeluk mertuanya dengan senyum di bibirnya.
" Tidak, kamu harus berhenti mencintai Justin, dia tidak pantas untuk kamu cintai." bantah Momy Sri dengan perkataan Angel.
" Mom, dia bersikap seperti itu karena dia belum mencintaiku, aku akan memperjuangan dia dengan keras." tekat Angel.
" Tidak Angel, kamu salah seharusnya kamu yang diperjuangkan bukan kamu yang memperjuangkan dia." Momy Sri merangkul wajah Angel dan berbicara sambil menatap mata Angel.
__ADS_1
" Tidak.." teriak Angel melepas tangan Momy Sri. Kakek dan Papi yang masuk ke kamar kaget karena mendengar Angel teriak
" Angel kenapa kau masih ingin memperjuangkannya padahal dia sudah menyakitimu berulang kali, bahkan dia sudah menikah dengan wanita lain." ucap Momy Sri menahan tangisnya, karena dia alasan Angel terseret dalam pernikahan itu.
" Aku masih mencintainya Mom." ucap Angel menangis.
" Tapi dia tidak mencintaimu nak."
" Aku belum berusaha keras, Momy sendiri yang bilangkan aku harus membuat Justin mencintaiku, aku masih berusaha." Angel berbicara dengan sesegukan.
" Iya benar Momy pernah bilang, tapi dia tidak menyukaimu nak maka dari itu Momy mohon mundur nak, kamu berhak dicintai orang lain." bujuknya pada Angel.
" Tidak, aku masih men.." ucap Angel tapi di sela oleh Kakek David.
" Angel lihat dirimu, lihat ini..ini...ini...ini." ucap Kakek David menunjuk semua bekas luka di tubuh Angel karena ulah kekerasan Justin.
" Kamu tidak seharusnya di perlakukan seperti ini nak, Justin bukan satu-satunya pria di dunia ini, masih banyak orang di luar sana yang bisa mencintai dan menyanyangimu." ucap Kakek David, Angel hanya menunduk sesegukan.
" Kakek menghargai usahamu untuk memperjuangkan cinta suamimu, tapi percayalah bukan kamu yang gagal mencintainya tapi dia yang gagal mencintai gadis secantik dan sebaik kamu." ucap Kakek David lagi.
" Tapi aku masih mencintainya Kek."
" Dia tidak pantas kamu cintai Angel, lelaki sampah seperti Justin sangat tidak pantas kamu cintai."
" Benar Angel, kamu harus berani tegas meninggalkan seseorang yang tidak mencintaimu dan melukaimu seperti ini, Papi tahu sekarang kamu masih mencintainya tetapi tetap lanjutkan hidupmu walaupun tertatih-tatih, Papi jamin keputusan yang akan kamu ambil untuk cerai dengannya adalah sebuah satu yang kamu syukuri seumur hidup yang mana akibat kau berani melakukan ini akan ada banyak waktu yang tak perlu kau lewati tanpa arti." Nasehat Papi Steven pada Angel yang semakin menangis di pelukan Momy Sri.
" Dan pada akhirnya Justin akan menyesal telah meninggalkan wanita sebaik kamu." gumam Momy Sri mengelus rambut Angel.
" Kamu harus bangkit nak, buat Justin menyesal telah melukaimu." ucap Kakek David.
" Lihat.." Papi Steven memperlihatkan video Justin bersama Melin bersenang-senang dan sangat bahagia.
" Lihat Angel, apa kamu masih mau memperjuangkan lelaki seperti ini." ucap Papi Steven membuat Angel hanya menunduk.
" \*Aku sangat bodoh karena jatuh cinta padamu, sudah 6 bulan aku memperjuankan dan menanti cinta darimu tapi tidak pernah aku dapatkan, apa aku jelek sehingga kau tidak mencintaiku." batin Angel.
" Emeng benar apa yang mereka katakan, aku harus mundur dan balas dendam padamu dengan cara memperlihatkan kesuksesanku." batin Angel memantapkan hati\*. Angel mengelap air matanya.
__ADS_1
Happy reading š¹š¹